|
GSF. Aceh sangat lazim pada masa-masa dahulu di tempat tempat pengajian ( Rumah Tengku Beut ),setelah selesai mengaji Tengku menceritakan berbagai cerita mulai dari cerita laut,sungai,hutan, gunung,iblis syaitan, Keislaman ,Malaikat,Nabi dan sejarah –sejarah lainnya sebagai santapan bunga tidur para aneuk beut.
GSF. Mengenang 113 Tahun Teuku Umar Gugur 11 Februari 1899 Teuku Umar Syahid Oleh:Abdul Jalil Meulaboh, 11 Februari 2012 GSF. Aceh sangat lazim pada masa-masa dahulu di tempat tempat pengajian ( Rumah Tengku Beut ),setelah selesai mengaji Tengku menceritakan berbagai cerita mulai dari cerita laut,sungai,hutan, gunung,iblis syaitan, Keislaman ,Malaikat,Nabi dan sejarah –sejarah lainnya sebagai santapan bunga tidur para aneuk beut.
Karena zaman dahulu para santri/Aneuk Beut tidur dirumah tengku paginya baru pulang kerumah masing masing untuk sekolah, ini kisah aneuk beut dulu .Untuk mengenang peringatan wafat TEUKU UMAR kami mencoba melirik cerita cerita di tempat pengajian dan cerita nenek kami dahulu,dan kita ketahui yang namanya sejarah sangat sulit ditemukan yang ril .
Ini cerita kami paparkan yang kami ingat kisah beberapa waktu lalu, pada gabungan cerita Tengku dan Nenek.Apabila terjadi ketidaksamaan ini merupakan hal biasa untuk memperkaya khasanah dalam mengali sejarah Teuku Umar.Pada pembaca kami harap tidak tersinggung sebab ini menurut versi nenek kami dan dapat pula berbeda menurut nenek-nenek orang lain.
Teuku Umar yang di juluki pahlawan yang di makamkan di Desa Mugo kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat yang baru baru ini mendapat kunjungan dari Gubernur terpilih dan seminar sehari yang diadakan di Gedung Akper Suak Ribee adalah satu langkah yang terbaik menurut cara pandang masing masing .
Aceh walaupun Belanda Telah mulai menguasai tanah Aceh,ini tidak berarti Belanda telah berhasil. Rakyat selalu menyerang siang malam. Hikayat perang sabil, membakar jiwa dan semangat rakyat untuk berperang, menghancurkan belanda dimana – mana.Jendral belanda Pel tewas terbunuh dalam pertempuran di Aceh Besar Tahun 1876.
Pertempuran mengusir belanda dengan dahsyat terjadi di Pidie, Samalanga, Simpang Ulim, Idi, Teunom dan Meulaboh.Pada Tanggal 8 April 1873, Belanda telah mencoba mendarat di kuta pante ceuremen ( Ulee lhee ).Terjadilah suatu pertempuran dasyat sehingga panglima perang belanda Jendral Mayor Kohler tewas oleh peluru pejuang Aceh dan karena kalah belanda kembali ke Batavia.
Kemudian dalam pertempuran di Samalanga Jendral Belanda Van der Heyden tertembak mata nya hingga buta. Setelah Aceh Darussalam di duduki belanda maka panglima tibang dan cuwak menjadi pelacak belanda Sesuai dengan keperluan peperangan,kedudukan Sultan selalu berpindah – pindah . ,Pusat pemerintahan pindah ke Indrapuri,kemudian ke Keumala Dalam 1879.
Keumala Dalam terkenal dengan nama Kuta Keumala Dalam di Kabupaten Pidie.Disinilah Sultan bersama pemimpin perang lain berkumpul adalah Teungku Chik Di Tiro, Panglima Polem, Tuanku Hasyim,Imeum Lung Bata dan Teuku Umar. Ulama yang terkenal dalam perang melawan Belanda ialah Tengku Syekh Saman yang digelar Tengku Chik Di Tiro.
Nenek dan orang tua nya ialah orang terkenal, Sesuai dengan keputusan pemimpin perang Aceh di Garot,lasykar Teuku Umar sebagian ditempat kan di Pidie untuk menyambut serangan belanda.Berkali – kali pertempuran antara Van Heutz seorang panglima perang Belanda dengan Teuku Umar waktu di Pidie.Akhir nya Sultan dan Panglima Polem pindah kedudukan ke Tangse.
Dikala itu Teuku Umar telah berada di Montasiek.Teuku Umar adalah saudara sepupu Cut Nyak Dien,Teuku Umar kawin dengan Cut Nyak Dien. Rakyat menyambut dengan gembira perkawinan mereka. dengan harapan dapat mengusir Belanda dari Tanah Rencong.Dari Aceh Besar mereka pindah ke Aceh Barat berkali –kali Cut Nyak Dien dan Teuku Umar menggagalkan pendaratan Belanda .pendaratan Belanda di Patek dan Rigah pada Tahun 1881 digagalkan .
pada tahun 1882, mereka telah kembali pula ke medan perang Aceh Besar .Menjelang Agustus 1893,Teuku Umar telah menghubungi belanda untuk bekerja sama .Hal in tidak disetujui oleh Cut Nyak Dien.Tetapi Teuku Umar meneruskan maksud nya itu,dengan niat nya kemudian akan melawan Belanda kembali.Waktu Teuku Umar bekerja sama dengan Belanda ,Cut Nyak Dien selalu mendesak nya supaya Teuku Umar segera kembali melawan Belanda .
Dan pada tanggal 30 maret 1896 Teuku Umar kembali melawan Belanda, setelah berhasil mendapat kan Senjata yang banyak demikian juga uang dan perlengkapan lainnya untuk berperang .Tanpa mengenal lelah lasykar Teuku Umar Bergerilya di Aceh Besar,Pidie dan Aceh Barat ,Disegala tempat dimana ia berada , Teuku Umar pindah ke Aceh Barat. Dengan demikian daerah perlawanan rakyat bertanbah ke Aceh Barat.Van Heutz telah berada di Meulaboh pula ,Cut Nyak Dien mengajak Rakyat Aceh ikut berperang melawan Belanda .
Kemudian sampai mereka di Daerah Woyla ( kabupaten Aceh Barat ) dan menuju ke meulaboh untuk mengejar Jendral Van Heutz .Terciumnya perencanaan teuku umar karena ada 2 orang pasukan Teuku Umar sebelum tiba hari menyerang minum cendol di suatu tempat dalam bincang bincang sambil minum cendol berbicara masaalah penyerangan di Meulaboh,selesai minum cendol 2 pasukan Teuku Umar kembali ke markas dan tukang cendol itulah yang membocorkan rahasia Teuku Umar menyerang belanda, maka penyerangan tersebut di sambut oleh belanda (Van Heutz) atas laporan pengkhianat ( Penjual Cendol ).
Pada 11 Februari 1899,malam hari takkala Teuku Umar akan menyerang Meulaboh untuk menangkap Van Heutz, beliau tertembak, Teuku Umar gugur kepangkuan Ibu Pertiwi. Sebelum tujuan mereka berhasil , mereka di khianati oleh bangsa nya sendiri .Akibat nya Teuku Umar Tertembak dan syahid di luar kota Meulaboh,Pristiwa yang mengharukan ini terjadi pada tanggal 11 Februari 1899.
Teuku Umar dikebumikan pada beberapa tempat dan pada akhirnya di Pucok Mugoe Aceh Barat, terjadinya pemindahan makam Teuku Umar tidak lain adalah kerena pemerintahan belanda menginginkan Kepala Teuku Umar untuk di teliti karena profesionalnya dan intelektualnya sosok Teuku Umar.Atas jasa dan keuletan dalam membela Tanah Air sampai akhir hayat nya,maka pemerintah telah menetapkan Teuku Umar Johan pahlawan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Pada akhir tahun 1874,peperangan Rakyat Aceh mengusir Belanda makin menjadi – jadi,sungguh pun kedudukan Sultan telah berpindah ke Indrapuri,panglima – panglima perang dari segenap daerah berkumpul kembali untuk melanjut kan peperangan.Seorang di antara nya ialah Teuku Ibrahim Lamnga dari Sagoe dua ploh nam ( XXVI ).Ia seorang panglima perang yang berani lagi Alim.Istri nya ialah Cut Nyak Dhien ,anak Teuku Nanta Setia.
Ia selalu memdampingi suami nya di dalam peperangan. karena pengkhianatan ,Teuku Ibrahim Lamnga ,syahid dalam pemtempuran melawan Belanda pada Tahun 1879.Tinggallah Cut Nyak Dien, melanjut kan peperangan melawan Belanda..Tinggallah Cut Nyak Dien walau dalam rasa kesedihan yang tak ada tara nya,tetapi dengan gagah berani melanjut kan perjuangan melawan Belanda.
Sudah dua kali ia ditinggal kan suami nya,kedua – dua nya syahid dalam membela kemuliaan Bangsa dan Tanah Air.Cut Nyak Dhien dengan penuh keberanian memimpin pemuda pemuda Aceh untuk melawan belanda lebih kurang 30 Tahun dan sanpai akhirnya wafat di seumedang pada Tahun 1906.
Dan pada akhirnya Cut Nyak Dhien di tetapkan sebagai pahlawan Nasional Indonesia karena keberanian ,kegigihannya melawan penjajahan belanda oleh pemerintah Indonesia.Akhir kata dari sebuah perperangan ataupun pada akhir sebuah peristiwa maka yang menjadi pemenang adalah orang yang tidak mengenal malu,yang malu tersisih walaupun pejuang ,tetapi yang memegang kekuasaan pada akhir perjuangan adalah panglima tibang sedangkan pejuang putih hanya melanjutkan sisa hidupnya hal itu terjadi se umur zaman.
Nenek berpesan berbuatlah sesuatu yang mampu kamu berikan dalam pembelaan tanah air tetapi jangan harapkan hasilnya di dunia ,kamu akan mendapatkan pembalasan yang setimpal dari Allah SWT di yaumil masyar , pasti dapat berbuatlah kebajikan cucu -cucuku Allah Maha tahu apapun yang terjadi di dunia Amin kami mohon maaf pada pembaca karena tulisan ini tampa ada referensi pendukung tulisan ini karena ini hanya tertulis pada buku biasa tampa ada tertulis nama pengarang...Penulis adalah Abdul Jalil Direktur GSF ( Grassroots Society Forum ) di meulaboh Aceh Barat. Berita terkait: Vidio Peringatan 113 tahun syuhada Teuku Umar tanggal 11 Februari 2012 |