Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Kamtibmas Jelang Pilkada 2011

AKHIR-akhir ini media sering memberitakan terjadinya kerusuhan amuk massa, pembakaran dan pengrusakan di wilayah Indonesia yang dilatarbelakangi isu SARA terutama yang berhubungan dengan agama suatu kelompok.

 

Kamtibmas Jelang Pilkada 2011
Faisal AN - Opini  Sat, Feb 12th 2011, 08:34

AKHIR-akhir ini media sering memberitakan terjadinya kerusuhan amuk massa, pembakaran dan pengrusakan di wilayah Indonesia yang dilatarbelakangi isu SARA terutama yang berhubungan dengan agama suatu kelompok.  Tragedi tewasnya jemaah Ahmadiyah dan yang lainnya luka-luka serta rusaknya beberapa unit rumah ibadah sungguh sangat disayangkan dan melukai kita semua, termasuk pengrusakan Pengadilan Negeri Temanggung yang dikawal ketat aparat kepolisian yang sedang menyidangkan kasus penistaan agama karena kekecewaan masyarakat terhadap hukuman yang diberikan tidak sesuai.

Masalah ini menjadi pertimbangan dan butuh reaksi positif dari kita, khususnya pihak kepolisian yang merupakan pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat bahwa isu SARA adalah sangat sensitif dan bisa menyebabkan perpecahan, kerusuhan dan hancurnya ketahanan negara. Provinsi Aceh merupakan daerah multietnis dan multiagama, dengan didominasi masyarakat yang sebagian besar beragama Islam hampir di seluruh wilayah Aceh. Masyarakat Aceh dikenal memiliki fanatisme dan karakter yang sangat kental dan kuat terhadap agama yang dianutnya. Sejauh ini berbagai pihak mulai dari pemerintah, tokoh agama dan adat serta unsur pemerintahan terkecil di Aceh berhasil membina suatu kehidupan dan kerukunan beragama yang baik antara sesama pemeluk agama dan suku. Tetapi di balik semua ini, sebenarnya ada pihak-pihak yang mencari celah dan lubang walaupun kecil untuk merusak dan menghancurkan kerukunan tersebut. Berbagai permasalahan yang menyangkut akidah dan kepercayaan pernah terjadi di Aceh dan sangat berpotensi menimbulkan kerusuhan SARA, kasus-kasus tersebut sebagian sudah ditangani dan diselesaikan oleh Polda Aceh dan jajarannya bersama-sama pemerintah daerah, dan sebagiannya masih dalam penyidikan dan penyelidikan polisi Polda Aceh, dan ini menjadi gambaran bagi Polda Aceh untuk dapat mengantisipasi dan mengindikasikan bahwa provinsi Aceh masih menjadi tempat prioritas untuk mengembuskan isu SARA.

Menjelang pilkada yang akan berlangsung Oktober 2011 di Aceh, berbagai isu, intimidasi, pengancaman dan lain sebagainya akan menjadi warna tersendiri dalam mengiringi pilkada Aceh tersebut, berbagai unsur tentu ingin pilihannya yang menjadi pemenang walaupun menempuh cara-cara yang tidak sesuai dengan etika dan moral politik, tentunya ini akan mengakibatkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban kehidupan masyarakat Aceh.

Permasalahan dan kasus-kasus yang terjadi di wilayah Aceh terutama yang dapat menimbulkan eskalasi dan dampak yang sangat besar terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat Aceh menjadi tuntutan dan refleksi bagi Polda Aceh untuk melakukan koordinasi, mengkaji ulang dan meningkatkan kualitas penanganan terhadap berbagai kasus yang telah ataupun belum dilaporkan melalui penyelidikan dan penyidikan.

Polda Aceh menjelang Pilkada 2011 harus dapat menciptakan suatu keadaan dan kondisi yang benar-benar aman dan dapat dirasakan peranan dan fungsinya oleh masyarakat Aceh, mengedepankan Polmas untuk merangkul dan membina tokoh agama dan adat serta masyarakat untuk menanggulangi gangguan kamtibmas serta untuk mendapatkan informasi, Polda Aceh perlu meningkatkan pengawasan ketat dan rutin serta berkesinambungan terhadap kinerja personil Polda Aceh dan jajarannya, meningkatkan patroli di malam hari, membentuk pasukan Dalmas yang kuat dan cekatan di seluruh jajaran Polda Aceh yang selalu siap apabila terjadi kerusuhan, demonstrasi dalam skala kecil maupun besar tanpa menyampingkan fungsi-fungsi lain, membentuk jaringan komunikasi yang baik dengan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti Telkom, RAPI dan ORARI untuk mendapatkan informasi yang tepat dan akurat sehingga kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan tugas dapat terhindari.

Kita tentunya menginginkan suatu keadaan masyarakat penganut agama berbeda-beda dapat hidup dan bekerjasama berdampingan, saling menghormati antara pemeluk agama lain dan dapat kita lihat mereka melaksanakan aktivitas ibadah sesuai agama masing-masing dengan perasaan aman dan damai tanpa memikirkan akan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakatnya jauh dari penggunaan narkoba dan tindakan kriminal lainnya seperti pencurian, pemerasan, perampokan, penghancuran rumah ibadah umat lain serta pemaksaan kehendak dan intimidasi yang dapat merugikan materil dan spirituil.

Polri khususnya Polda Aceh diharapkan memiliki komitmen yang tegas untuk tetap menjaga dan menciptakan keamanan serta ketertiban dari segala bentuk gangguan kamtibmas baik perorangan maupun kelompok yang dapat mengganggu stabilitas ketertiban dan keamanan wilayah Propinsi Aceh. Karena hal ini adalah wujud daripada cita-cita seluruh komponen masyarakat yang ada di Aceh untuk mewujudkan serta menciptakan wilayah Aceh yang aman dan tertib dari segala gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat Aceh.

Polda Aceh merupakan komponen terdepan yang menjaga dan menjamin berlangsungnya kehidupan berpolitik yang aman, tertib dan lancar serta untuk kelangsungan pembangunan kehidupan di tengah-tengah masyarakat Aceh yang jauh-jauh hari sudah mempunyai program kerja atau rencana kegiatan yang langsung menyentuh hati nurani masyarakat Aceh dan segala bentuk kegiatan yang dilakukan oleh Polda Aceh mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Aceh dan seluruh anggota legislatif baik provinsi maupun kabupaten serta seluruh lapisan tokoh masyarakat.

Dengan kegiatan tersebut di atas yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat akan memberikan dampak yang sangat positif dan memberikan gambaran bahwa tugas-tugas Polri khususnya Polda Aceh berpihak kepada menciptakan keamanan dan ketertiban untuk kelangsungan hidup masyarakat Aceh yang demokratis dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh dan bersama-sama membangun Provinsi Aceh kedepan yang lebih baik dan melupakan masa-masa yang lalu yang tiada ujung selesainya apabila diingat kembali.

Suatu momentum yang sangat tepat apabila pihak kepolisian Polda Aceh tahun ini dapat meningkatkan partisipasi aktif masyarakat yang lebih baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pilkada Aceh 2011. Partisipasi masyarakat sangat diharapkan dalam menegakkan peraturan-peraturan yang ada, menjauhkan segala bentuk-bentuk intimidasi tentunya dengan harapan Polda Aceh dapat meningkatkan kinerja secara profesional dan kedisiplinan setiap personil di jajarannya untuk menghindari persepsi negatif dari masyarakat.

*  Faisal AN  adalah pemerhati masyarakat di Banda Aceh.
http://aceh.tribunnews.com/news/view/49248/kamtibmas-jelang-pilkada-2011

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday704
mod_vvisit_counterYesterday1045
mod_vvisit_counterThis week4511
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month27748
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days586962

Online (20 minutes ago): 22
Your IP: 38.107.179.228
,
Today: Mei 24, 2012