|
KABUPATEN Nagan Raya telah berusia delapan tahun. Namun, tidak banyak yang tahu persis kapan dan tanggal berapa Nagan Raya itu lahir.
Mengenang Kelahiran Nagan Raya Oleh Sofyan S Sawang - Opini 13 Maret 2010, 08:09
KABUPATEN Nagan Raya telah berusia delapan tahun. Namun, tidak banyak yang tahu persis kapan dan tanggal berapa Nagan Raya itu lahir. Pemerintah Kabupaten Nagan Raya maupun DPRK nya hingga kini belum menetapkan secara resmi kapan tanggal lahir kabupaten ini.
Suatu ketika pada tahun 1999, saya dan Bupati Aceh Barat, kala itu dijabat oleh Drs H Nasruddin MSi mewacanakan kabupaten untuk dimekarkan menjadi tiga kabupaten dengan mempedomani tiga wilayah pembantu bupati yakni di Meulaboh, Calang, dan Seunagan. Apa yang diwacanakan saat itu, mendapat sambutan masyarakat, meski juga ada sebagian menentangnya. Pertengahan September 1999, sebanyak 29 orang tokoh masyarakat Nagan Raya yang berdomisili di Meulaboh menggelar pertemuan dan menyepakati pembentukan kepanitiaan pemekaran wilayah Pembantu Bupati Seunagan menjadi Kabupaten Nagan Raya. Secara resmi pemerintah daerah mengeluarkan SK panitia pemekaran tanggal 30 Oktober 1999 yang ditandatangani Pembantu Bupati Wilayah Seunagan Drs H T Minzar Wood yang turut pula diketahui Bupati Aceh Barat Drs H Nasruddin MSi.
Dengan adanya SK kepanitiaan dari pemerintah daerah, masyarakat Nagan Raya semakin bersemangat memperjuangkan wilayahnya menjadi sebuah kabupaten otonom. Meski baru mengalami musibah akibat terbakarnya gedung wakil rakyat pada 2 Nopember 1999. Pemda Aceh Barat melalui sidang DPRD menganggarkan dana ratusan juta rupiah untuk melahirkan dua “anak kembar”. Begitu juga pengusaha dan tokoh masyarakat memberikan berbagai sumbangan. Malah masyarakat biasa pun menyumbang untuk melahirkan kabupaten yang mereka dambakan walau hanya memberikan segenggam beras.
Setelah menunggu selama delapan tahun, pemerintah kabupaten dan DPRK Nagan Raya hingga kini belum menetapkan secara resmi kapan kabupaten ini lahir. Sebagai salah seorang yang turut “membidani” lahirnya Nagan Raya dari induknya Aceh Barat pada bulan Juli 2007, saya pernah menyampaikan sepucuk surat kepada Ketua DPRK Nagan Raya yang saat itu dijabat Mohd Al Fatah dan Ketua DPRK Aceh Jaya kala itu H T Hamdani dengan melampirkan sejarah singkat kelahiran dua kabupaten dimaksud.
Kabupaten Aceh Jaya, beberapa tahun lalu telah mencari tahu sejarah kelahirannya. Pemkab Aceh Jaya, melalui seminar dengan menghadirkan berbagai nara sumber telah menetapkan hari lahirnya pada tanggal 10 April. Seminar yang dilaksanakan di Calang menetapkan hari kelahiran kabupaten Aceh Jaya pada tanggal Presiden RI yang kala itu dijabat Megawati Soekarnoputri menandatangani Undang Undang Nomor 4 Tahun 2002 tanggal 10 April.
Menjawab berbagai pertanyaan warga tentang kapan hari lahir Nagan Raya, pada 20 Oktober 2009, usai pengambilan sumpah Pimpinan DPRK Nagan Raya, saya kembali menyerahkan surat kepada pimpinan lembaga legislatif tersebut masing-masing kepada Samsuardi (ketua) dan H Ismail Daud serta H Ansari Hasymi (wakil ketua) dengan harapan segera adanya kepastian tentang hari lahir Nagan Raya.
Paling kurang ada empat hari bersejarah yang saya usulkan untuk ditetapkan menjadi hari lahirnya Kabupaten Nagan Raya. Tanggal 11 Maret, adalah salah satu tanggal bersejarah bagi Kabupaten Nagan Raya. Pada tanggal ini, DPR RI melakukan pengesahan undang undang tentang pemekaran sejumlah provinsi dan kabupaten di Indonesia, termasuk Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Jaya yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Aceh Barat.
Tanggal 10 April, juga merupakan tanggal yang sangat bersejarah bagi Kabupaten Nagan Raya. Pada tanggal ini undang-undang yang disahkan oleh DPR RI pada tanggan 11 Maret 2002 ditandatangani Presiden Republik Indonesia kala itu Megawati Soekarnoputri. Undang Undang Nomor 4 Tahun 2002 tanggal 10 April 2002 diundangkan dalam lembaran Negara oleh Sekretaris Negara Bambang Kesewo.
Melalui Undang Undang Nomor 4 Tahun 2002, Nagan Raya ditetapkan menjadi kabupaten otonom bersama empat kabupaten lain di Aceh masing-masing Aceh Jaya, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Nagan Raya dan Aceh Jaya merupakan pemekaran dari Aceh Barat, sedangkan Aceh Barat Daya memekaran dari Aceh Selatan, Gayo Lues pemekaran dari Aceh Tenggara, dan Aceh Tamiang pemekaran dari Aceh Timur.
Tanggal 2 Juli, juga bersejarah bagi kelahiran kabupaten Nagan Raya. Sebab, pada tanggal tersebut, seluruh rakyat Nagan Raya melakukan sujud syukur atas lahirnya kabupaten yang lama sudah ditunggu-tunggu. Saat itu, Menteri Dalam Negeri kala itu Hari Sabarno meresmikan sejumlah provinsi dan kabupaten pemekaran termasuk Kabupaten Nagan Raya di komplek Direktorat Jenderal PMD Jakarta.
Tanggal 24 September, juga merupakan tonggak sejarah bagi Kabupaten Nagan Raya. Setelah berbagai musyawarah dan seminar dilaksanakan oleh panitia pemekaran tentang apa nama kabupaten dan dimana ibukota kabupaten tersebut, akhirnya pada tanggal 24 September 2001, DPRD Aceh Barat mengeluarkan sebuah Keputusan Nomor 6 Tahun 2001 tentang wilayah pembantu bupati Seunagan menjadi Kabupaten Nagan Raya dengan ibukotanya Suka Makmoe, serta wilayah pembantu bupati Calang dengan nama Kabupaten Aceh Jaya dan ibukotanya Calang.
Selama ini beberapa kali Pemkab Nagan Raya memeringati ulang tahun, namun saya bukan memvonis tidak benar bahwa hari lahir Nagan Raya yang selama ini diperingati tanggal 22 Juli. Sepengetahuan saya tanggal 22 Juli 2002 merupakan hari Pelantikan Penjabat Bupati Nagan Raya Drs T Zulkarnaini dan Penjabat Bupati Aceh Jaya Ir Zulfian Achmad oleh Gubernur Aceh saat itu Ir H Abdullah Puteh di Gedung Cut Nyak Dhien Meulaboh. Andaikata telah diseminarkan dan tertuang dalam sebuah Keputusan DPRK, tanggal 22 Juli juga tak dipersoalkan asalkan DPRK Nagan Raya menilai tanggal tersebut punya relevansi dengan kelahiran kabupaten ini. http://www.serambinews.com/news/view/26076/mengenang-kelahiran-nagan-raya |