|
JENEWA - Para pemimpin dunia, khususnya dari negara kuat mendesak pemimpin Libya Muammar Khadafi untuk segera mundur dari jabatannya. Bukan itu saja, Amerika Serikat siap membantu kelompok anti-pemerintah dan pemberontak untuk menyingkirkan tirani bertangan besi itu.
Dunia Desak Khadafi Mundur
Donya. Tue, Mar 1st 2011, 10:04
JENEWA - Para pemimpin dunia, khususnya dari negara kuat mendesak pemimpin Libya Muammar Khadafi untuk segera mundur dari jabatannya. Bukan itu saja, Amerika Serikat siap membantu kelompok anti-pemerintah dan pemberontak untuk menyingkirkan tirani bertangan besi itu.
Uni Eropa yang bersidang Senin (28/2) di Jenewa, Swiss, langsung memutuskan untuk menjatuhkan sanksi ke Libya yakni embargo senjata, larangan visa dan lainnya terhadap rezim Khadafi bersama keluarganya, termasuk meminta turun dari kursi kepresidenan. Kebijakan itu tidak terlepas dari aksinya yang membantai warganya sendiri dengan jumlah ribuan orang tewas.
Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang juga bersidang kemarin di Brussels, kemarin telah menempatkan opsi militer untuk menghentikan aksi brutal Khadafi. Tetapi, langkah itu harus mendapat persetujuan PBB, walau Amerika Serikat menyatakan siap membantu Dewan Nasional bentukan pendemo anti-pemerintah dan pemberontak yang telah menguasai timur dan barat Libya.
Kelompok itu telah meminta bantuan internasional untuk menguasai Tripoli, sekaligus menyingkirkan Khadafi. Menlu Prancis, Francois Fillon juga mendukung opsi militer. “Kami mempelajari seluruh pilihan agar Kolonel Khadafi mengerti bahwa dia harus pergi,” kata Fillon.
Menlu AS yang meneruskan seruan Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan Khadafi harus turun sekarang. “Kami baru saja mulai mengikuti perkembangan Khadafi. Pertama, kami harus melihat berakhirnya rezim Khadafi tanpa perlu pertumpahan darah,” ujarnya
Dia juga menggarisbawahi, bahwa Washington telah memintanya mundur segera. “Kami harap, dia turun,” tegasnya. Hillary menambahkan pengasingan bagi pemimpin Libya Muammar Khadafi merupakan satu-satunya pilihan.
Di Washington, dua senator AS menyatakan siap menyetujui bantuan senjata ke pemberontak, termasuk larangan terbang yang dikawal jet tempur AS di atas udara Libya agar pesawat tempur Libya tidak lagi menggempur warganya sendiri.
Dilaporkan, kapal perang AS mulai mengepung Libya untuk ikut menyingkirkan penguasa terlama di Afrika Utara itu. “Kami memiliki rencana kerja dan cukup aman untuk menempatkan pasukan dalam posisi siap tempur,” kata Kolonel David Lapan, jubir Pentagon, kemarin.
Sementara itu, Jaksa penuntut Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, Luis Moreno-Ocampo menyatakan Muammar Khadafi sebagai penjahat perang yang harus diadili segera. “Kami harus memutuskan untuk memulai penyelidikan dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya.
“Jika warga yang sedang berada di lapangan terbuka diserang tentara, tank tempur atau jet tempur dengan cara sistematis, maka itu kejahatan perang,” jelasnya. Dia mengungkapkan kantornya akan bekerjasama dengan tim penyelidik dari Persatuan Afrika dan Liga Arab untuk menyelidiki kasus pembantaian di Libya.
Sementara itu, Prancis mengirim bantuan besar-besaran ke wilayah dikuasai oposisi Libya dan tidak menolak mendukung pelaksanaan wilayah terlarang terbang NATO ke Libya, kata Perdana Menteri Francois Fillon pada Senin.
“Dalam beberapa hari, dua pesawat Prancis berangkat ke Benghazi atas nama pemerintah Prancis, dengan dokter, perawat, perlengkapan medis dan obat,” katanya dalam wawancara dengan radio RTL. “Itu akan menjadi awal gerakan besar-besaran bantuan kemanusiaan kepada penduduk di wilayah termerdekakan itu,” katanya.
Namun, Fillon sangat berhati-hati mengenai anggapan bahwa angkatan udara Prancis dapat digunakan untuk memaksakan wilayah tanpa penerbangan atas Libya untuk mencegah Khadafi membom musuhnya atau menerbangkan lebih banyak tentara bayaran untuk menopang kekuasaanya.
“Tidak ada satu pihak pun di Eropa saat ini memiliki sarana untuk melakukan operasi tersebut sendirian. Kami membutuhkan keterlibatan NATO dan saya pikir, itu perlu dipikirkan,” katanya, dengan menambahkan bahwa Dewan Keamanan PBB akan dilibatkan dalam konsultasi.
Sedangkan dari Tripoli dilaporkan, Khadafi tetap bertahan di markasnya saat demo baru muncul akibat harga pangan meroket. Namun, Khadafi hanya menguasai separuh Tripoli yang dikawal pasukan keamanan dan milisi bersenjata atau bayaran.
Di dua kota yang telah dikuasai demonstran, kota terdekat dengan Tripoli, Zawiyah dan Misrata, pasukan pemberontak terlibat bentrok dengan pasukan Khadafi. Di Zawiya, sekitar 50 km dari barat Tripoli, warga melaporkan tentara pro-rezim mencoba mengambil-alih kota dari pemberontak.
“Warga menunggu mereka datang dan Tuhan bersama kami untuk mengalahkan mereka,” kata warga bernama Alaa. Di Misrata, kota terbesar ketiga Libya, sekitar 200 km timur Tripoli, bentrokan bersenjata antara pasukan anti dengan pro-pemerintah.
Kantor berita Al Jazeera melaporkan rezim Khadafi telah meminta Bu Zaid Dorda, ketua intelijen luar negeri Libya untuk berdialog dengan pemimpin oposisi di timur Libya. Sedangkan demonstran menyatakan satu helikopter militer jatuh ditembak pemberontak dengan senjata anti-pesawat seusai menembak antena radio lokal di Misrata.
Jet tempur Libya juga menyerang depot amunisi senjata dua lokasi terpisah di luar Kota Benghazi. Benghazi merupakan kota terbesar kedua di Libya dan markas terkuat anti-Khadafi.(ap/afp/muh) http://aceh.tribunnews.com/news/view/50538/dunia-desak-khadafi-mundur |