Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Libya Semakin Panas

TRIPOLI - Situasi di Libya kian panas. Pemerintahan negara-negara di dunia pun bergegas mengevakuasi warga negara mereka dari negeri Afrika Utara itu. Inggris mengerahkan kapal perang, HMS Cumberland ke wilayah lepas pantai Libya untuk bersiap-siap mengevakuasi warga Inggris.

Libya Semakin Panas

* Presiden Muammar Khadafi Menolak Mundur
Donya. Thu, Feb 24th 2011, 08:42

TRIPOLI - Situasi di Libya kian panas. Pemerintahan negara-negara di dunia pun bergegas mengevakuasi warga negara mereka dari negeri Afrika Utara itu. Inggris mengerahkan kapal perang, HMS Cumberland ke wilayah lepas pantai Libya untuk bersiap-siap mengevakuasi warga Inggris.

Sementara dua kapal feri dari Turki telah tiba di Kota Benghazi untuk mengevakuasi sekitar 3 ribu warga Turki dari kota tersebut. Feri-feri itu diharapkan akan secepatnya berlayar menuju Turki begitu warga siap dievakuasi.

Sementara sekitar 5 ribu warga Mesir telah kembali ke tanah air mereka dengan melalui perjalanan darat dari Libya. Sekitar 10 ribu warga Mesir lainnya masih menunggu untuk menyeberangi perbatasan Libya-Mesir. Pemerintah Mesir juga mengirimkan enam pesawat komersil dan dua pesawat militer untuk memulangkan ribuan warganya.

Sedangkan Italia siap mengerahkan empat hingga lima pesawat C-130, kapal-kapal laut dan bahkan jika perlu, pasukan militer untuk membantu mengevakuasi warga Italia. Sebuah pesawat milik Angkatan Udara Belanda juga telah mendarat di Tripoli guna menjemput sekitar 100 warga Belanda.

Sementara dua pesawat militer Jerman ikut mengangkut warga Eropa yang terjebak di Tripoli dan membawa mereka ke Valetta, Malta. Ukraina, Bulgaria, Polandia dan Spanyol juga akan mengirimkan pesawat ke Tripoli guna mengevakuasi warga mereka. Dua pesawat militer Prancis juga telah tiba di Tripoli guna menerbangkan warganya keluar dari negara yang sedang bergolak itu.

Pemberitahuan untuk warga AS di Libya, Deplu AS menyatakan, warga AS yang ingin meninggalkan Libya harus melapor ke pelabuhan As-shahab di Tripoli, ibukota Libya dengan membawa paspor mereka pada Rabu (23/3) pukul 9 pagi waktu setempat. Kemudian kapal akan bertolak menuju Pulau Malta pada pukul 15.00 waktu setempat.

Sebelumnya, telah dilakukan upaya untuk mengevakuasi 35 diplomat non-esensial AS dan anggota keluarga personel kedutaan AS dengan menggunakan pesawat terbang. Namun upaya itu gagal terlaksana. Deplu AS menyatakan, saat ini ada sekitar 600 warga AS beserta beberapa ribu warga berkebangsaan ganda AS-Libya di negeri itu.

Sementara itu Menlu RI Marty Natalegawa, mengatakan berbagai langkah sudah dipersiapakan oleh Kemlu RI untuk mengevakuasi WNI, melalui jalur udara maupun jalur laut. Marty mengimbau agar WNI lebih waspada dan menghindari tempat keramaian. “Semua jalur udara dan laut agak sulit sehingga menimbulkan tantangan tersendiri,” kata Marty.

Untuk keselamatan, Marty meminta agar WNI terus berkomunikasi dengan KBRI di Libya. “Jika para WNI memerlukan perlindungan bisa segera melapor ke KBRI,” tandasnya. Hingga Rabu (23/2) kemarin, sebagian besar WNI sudah diamankan di KBRI di Tripoli. Kemlu memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman.

Sementara itu, untuk pertama kalinya pemerintah Muammar Khadafi melansir data korban tewas akibat kerusuhan yang terjadi sejak pekan lalu. Jumlah korban tewas sebanyak 300 orang, rinciannya 189 warga sipil dan 111 tentara.

Khadafi berpidato penuh kemarahan semalam yang berisi penolakan untuk lengser dan akan terus berjuang hingga darah penghabisan. Pidato ini diduga akan menambah rusuh negeri kaya minyak itu.

Berpidato live di televisi negara, Khadafi mengatakan seluruh dunia menghormati Libya dan para demonstrasi mengabdi kepada setan. Gaddafi juga mengatakan para musuh Libia mencoba mencemarkan citra negaranya.

Libya merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia. Akibat pertumpahan darah ini, banyak perusahaan minyak di negeri itu yang juga mengevakuasi para pekerja ekspatriat beserta anggota keluarga mereka.(afp/bbc/ant/dtc/ask)
http://m.serambinews.com/news/view/50162/libya-semakin-panas

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday657
mod_vvisit_counterYesterday1045
mod_vvisit_counterThis week4464
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month27701
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days586915

Online (20 minutes ago): 20
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: Mei 24, 2012