|
GSF. Sejumlah perempuan di gampong gampa, Marek, Pasi Mesjid dan gampong Leuhan kecamatan johan pahlawan Kecamatan Kaway xvI dan kecamatan meureubo, melakoni prosesi menjahit daun rumbia untuk dijadikan atap, hal itu dilakukan untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga, para kaum perempuan itu menghasilkan uang sebesar 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) dalam satu sehari.
GSF. Mengurangi Beban Suami ‘’Mariah Menjahit Atap Daun Rumbia’’
Beratnya Beban, Himpitan Kebutuhan Hidup Meulaboh. 15 Januari 2012
GSF. Sejumlah perempuan di gampong gampa, Marek, Pasi Mesjid dan gampong Leuhan kecamatan johan pahlawan Kecamatan Kaway xvI dan kecamatan meureubo, melakoni prosesi menjahit daun rumbia untuk dijadikan atap, hal itu dilakukan untuk menunjang kebutuhan ekonomi keluarga, para kaum perempuan itu menghasilkan uang sebesar 25.000 (dua puluh lima ribu rupiah) dalam satu sehari. Mariah, salah seorang penjahit daun rumbia Minggu (15/1) mengatakan menjahit daun rumbia ini terpaksa dilakukannya bersama sejumlah perempuan lainya yang ada di kawasan gampa, pasi mesjid, marek dan leuhan guna menunjang ekonomi keluarga, sebab jika diharapkan dari suami sepenuhnya belum tentu mencukupi untuk semua kebutuhan secara sederhana, belum lagi untuk sekolah anak urainya, sedangkan orang laki dikawasan itu melakukan profesi lain baik berkebun, berdagang, menderes karet dan buruh lainnya.
Menurut mariah, dipinggiran gampong gampa, leuhan, marek dan sebagian warga pasi mesjid, rata-rata orang perempuan berprofesi menjahit daun rumbia, lalu daun yang telah menjadi atap itu di jual dengan harga 2.500 (dua ribu lima ratus) dalam satu lembar, yaitu pembeli atau agen datang kekampung-kampung mengupulkan atap rumbia untuk dipasarkan ke kawasan lain sesuai permintaan.
Dalam beberapa bulan terakhir, kata mariah. Para penjahit daun rumbia mulai merasa kewalahan dengan melonjaknya harga rotan yang dibawa dari hutan, selain rotan bambu yang digunakan untuk gagangnya atap juga ikut melonjak, sehingga harga jual dua ribu lima ratus hanya sedikit untung yang diperoleh dirinya.
Nurhayati yang ikut memberi komentarnya membenarkan susahnya bahan baku lainnya yaitu rotan dan bambu, karena proses pembuatan atap rumbia membutuhkan tiga bahan yaitu daun rumbia, rotan dan bambu, yang semuanya harus dibeli, ya kalau daun rumbia dapat kita beli disekitar ini namun rotan dan bambu harus dibeli ditempat lain katanya.
Menurut, Nurhayati menjahit atap daun rumbia sangat kecil dapat uang, namun karena faktor ekonomi terpaksa dilakukan, walaupun tangan luka tertusuk duri daun rumbia serta badan gatal-gatal terkenak daun rumbia maupun bambu, tetapi apa mau dikata kerja lain susah kita dapat, sehingga inilah yang dapat dilakukan membantu meringankan beban keluarga katanya pada tim gsf. (AZG).
|