|
MEULABOH - Sebanyak 200 batang bibit karet bantuan yang diperuntukkan bagi kelompok Pesantren Ar Raudhatun Nabawiyah, Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat mati sebelum ditanam.
Ratusan Batang Bibit Karet Bantuan Mati
22 November 2009, 11:48 Nanggroe Administrator
MEULABOH - Sebanyak 200 batang bibit karet bantuan yang diperuntukkan bagi kelompok Pesantren Ar Raudhatun Nabawiyah, Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat mati sebelum ditanam. Tgk Miswar, Ketua Kelompok Tani Pesantren Ar Raudhatun Nabawiyah, Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga kepada Serambi, Sabtu (21/11) mengatakan, pihaknya kecewa akibat bibit karet bantuan. Pihaknya menduga bibit bantuan itu tak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan, sehingga sebelum ditanam bibit tersebut telah duluan mati.
Menurut Tgk Miswar, total jatah bibit karet bagi kelompok tani pesantren tersebut sebanyak 8.400 batang untuk lahan seluas 20 Hektare, dan jumlah bibit yang disalurkan pihak rekanan tersebut sebanyak 8.500 batang. Namun yang menjadi persoalan, katanya, bibit tersebut malah mati sebelum ditanam dengan jumlah bibit yang mati tersebut sebanyak 200 batang.
Ia memperkirakan, jumlah bibit karet yang pengadaannya dilakukan pihak rekanan tersebut akan semakin banyak, mengingat banyak tanaman itu yang kini kondisi bibitnya dalam kondisi yang nyaris mati. Hal senada diutarakan Abdul Jalil. Direktur LSM GSF Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, mengatakan, berdasarkan temuan aktivis kemanusiaan tersebut, jumlah bibit karet yang tak sesuai spesifikasi dan bermasalah itu diperkirakan telah merambah di tiga kecamatan yakni Kecamatan Woyla, Bubon, serta Samatiga.
Menurutnya, temuan bibit karet yang kini mulai mati di lokasi Pesantren Ar Raudhatun Nabawiyah, Desa Masjid Baro, Kecamatan Samatiga tersebut dinilai adanya permainan pihak rekanan yang diduga asal-asalan dalam pengadaan bibit karet dimaksud. Pasalnya, beberapa temuan seperti di Kecamatan Wolya dan Bubon yang dilakukan selama beberapa hari terakhir, juga menemukan kasus serupa sehingga bantuan bibit karet yang diperuntukkan bagi 74 kelompok tani pada 11 kecamatan di Aceh Barat terancam gagal dan tak bisa ditanami warga.
Abdul Jalil meminta kepada Pemkab Aceh Barat khususnya pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) kabupaten setempat untuk segera mengambil tindakan terhadap hal itu, mengingat jumlah temuan bibit karet yang bermasalah sangat banyak. Sehingga dikhawatirkan sekitar satu juta lebih bibit karet tersebut tak bisa digunakan karena dikhawatirkan kualitasnya sangat jelek ketika ditanami nantinya. Ia mengatakan, biaya untuk pengadaan sebanyak 1.082.196 bibit karet tersebut diperkirakan mencapai Rp 16.585.016.500 miliar dengan rincian Rp 13.689.260.000, berasal dari dana otonomi khusus (Otsus), sedangkan berdasarkan dana APBK Aceh Barat Rp 2.895.756.500.(edi) http://www.serambinews.com/news/ratusan-batang-bibit-karet-bantuan-mati
|