|
Peserta mogok makan hari Selasa tgl 19 Januari 2010 pukul 14.30 wib hari ini satu orang harus di infuse yang bernama Dadang mahasiswa fisip utu aktifis
MENANGGAPI BERITA BUPATI ACEH BARAT DAN KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA , POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT ( KESBANGPOLINMAS) Peserta mogok makan hari Selasa tgl 19 Januari 2010 pukul 14.30 wib hari ini satu orang harus di infuse yang bernama Dadang mahasiswa fisip utu aktifis SoMBep. Kebetulan dua orang perawat yang bertugas di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh melintasi jalan syiahkuala tempat posko mogok makan berlansung. Akhirnya Chaidir Azhar meminta tolong untuk diperiksa peserta mogok. Setelah dianalisa salah satu peserta mogok sangat kekurangan cairan sehingga perawat tersebut meminta untuk segera dinfus. Pada saat diinfus para perawat merasa sedikit melelahkan karena urat nadi sebelah kiri banyak tenggelam dengan dua kali mencoba tapi gagal. Kemudian yang ketiga dipindahkan ketangan sebelah kanan baru berasil di infuse. Peserta mogok hari ini masih bertahan 8 orang. Chaidir azhar dari sombep mengharapkan pada pemerintah daerah untuk tidak memancing di air keruh dan menambah polimit baru yang setiap saat berjanji tapi tidak menepatinya dengan harapan pemerintah daerah untuk tidak bercermin pada kaca yang retak sehingga tampilannya tidak baik dan tidak indah, kami mengimbau pada pemerintah daerah, untuk bercermin pada kaca yang utuh sehingga keutuhannya jelas bukan tampilan yang compang camping. Jika kita berbicara ditunggangngi maka yang tunggangngi bapak bupati aceh barat sendiri melalui selebaran PEMBERITAHUAN point satu tertulis “Terhadap persoalan pembangunan rumah bagi masyarakat yang sudah terdata sebagai korban bencana alam gempa bumi dan tsunami. Alhamdulillah sudah mendapat titik terang dan pemerintah kabupaten aceh barat sangat bertanggung jawab untuk membela rakyat”. Meulaboh, 1 Januari 2009 bupati aceh barat DTO Ramli.MS, masyarakat korban menagih janji ini yang sudah berusia satu tahun kata Chaidir. Hari ini bapak bupati mengatakan akan membangun 125 unit rumah nelayan yang akan diplot untuk korban tsunami pada tahun 2010 oleh pemkab aceh barat dan kami mengucapkan terima kasih atas penyampaian informasi tersebut semoga kami dapat memegang janji serta tidak ada dusta, karena sepengetahuan kami rumah tersebut yang bangun Bank Indonesia (BI) yang secara otomatis criteria dan benifeseris penerima rumah ditentukan oleh BI yang akan berdampak pada janji – janji manis tetapi rumah tak kunjung datang kata Chaidir. Menyangkut mogok makan yang dilakukan rekan mahasiswa Sombep ini adalah suatu bentuk keprihatinan dan kepedulian pada korban tsunami yang belum dapat haknya , dilakukan dengan iklas dan nyata, apabila ada yang mengatakan bohong atau mencari sensasi karena merasa sendiri sering berbohong lihat dan datang keposko secara lansung untuk melakukan pembuktian kemudia baru memberi komentar terhadap penipuan atau kebenaran mogok tersebut. Kahidir berpendapat Merujuk pada buku Adab al-Mulk , Bukhari menyatakan ada tiga perkara utama yang membuat sebuah kerajaan runtuh satu Raja tidak memperoleh informasi yang benar dan perinci tentang keadaan negeri yang sebenar-benarnya dan hanya menerima pendapat satu pihak atau golongan, dua Raja melindungi orang jahat, keji, bebal, tamak, dan pengisap rakyat, tiga Pegawai-pegawai raja senang menyampaikan berita bohong, menyebar fitnah, dan membuat intrik-intrik hingga timbul konflik.
Menangapi pemberitaan hari ini chaidir berpendapat yang benar tetap benar dan kebenaran itu pasti ada dan yang berdusta biarlah berdusta kami hanya pekerja sosial dan bukan petugas social makanya ada perbedaan dan salah penafsiran kami merujuk pada alqur’an Surat kesepuluh Yuunus ayat 41 juz 11 sebagai berikut:
Wa in kadz-dzabuuka faqul-lii ‘amalii walakum ‘amluku; amtum bari-uuna mim-maa a’malu wa ana barii-ummim-maa ta’maluun.
Surat kesepuluh Yuunus ayat 41 juz 11. Dan kalau mereka tetap bersitegang mendustkanmu, Katakanlah: "Pekerjaanku ini adalah bagianku dan pekerjaanmu adalah bagianmu pula Kamu tidak bertanggungjawab atas apa-apa yang aku perbuat. Sebaliknya aku juga tidak bertanggung jawab aas apa-apa yang kamu kerjakan". Kata chaidir
Meulaboh, 19 januari 2010 Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Juru bicara korban tsunami
Chaidir Azhar Ketua SoMBep
Contat person lembaga pendamping korban tsunami (GPRS) 1. Edi candra Koordinator GPRS : 085260194707 2. Abdul Jalil Direktur GSF : 081360608842 3. Fitriadi Direktur ASoH : 081377272009 4. Chaidir Ketua SoMBeP : 085297198017 5. Ramu Indra Ketua GeBraK : 081362774917 6. Safrijal Koordinator Aksi : 081362533420
|