|
SUBULUSSALAM - Gempa daratan berkekuatan 6,7 skala Richter (SR) mengguncang Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (6/9) sekitar 00.55 WIB.
Gempa Rusak Ribuan Rumah Rabu, 7 September 2011 11:36 WIB SUBULUSSALAM - Gempa daratan berkekuatan 6,7 skala Richter (SR) mengguncang Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (6/9) sekitar 00.55 WIB. Getarannya juga dirasakan hampir di seluruh Aceh dan sebagian Pulau Sumatera hingga Malaysia. Empat orang meninggal akibat dampak langsung maupun tak langsung dari gempa ini dan ribuan rumah serta bangunan lainnya rusak. Sebagian besar bahkan rusak parah.
Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Mata Ie, Aceh Besar, Syahnan kepada Serambi, Selasa (6/9) menyebutkan, berdasarkan hasil deteksi seismograf (alat pencatat gempa), guncangan gempa berpusat di 2,81 Lintang Utara (LU)-97,85 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman sekitar 78 kilometer. Persisnya 59 kilometer (km) arah timur laut Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil. Gempa ini tak memicu tsunami.
Mayoritas penduduk di Subulussalam dan Aceh Singkil merasakan goyangan gempa hanya sekitar dua menit. Namun, sebetulnya menurut data BMG Mata Ie, gempa itu berlangsung 15 menit dengan durasi yang dirasakan manusia hanya sekitar 30 detik.
Didampingi staf operasional BMG, Umaroh SSi, Syahnan menjelaskan, gempa daratan yang tergolong kuat itu, menggoyang hampir seluruh wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, bahkan Malaysia.
Umaroh menyebutkan, sejauh ini belum tercatat adanya gempa susulan pascagempa utama di Kabupaten Aceh Singkil. “Pusat gempa tersebut persisnya berada di darat. Begitupun, hingga sejauh ini belum terdeteksi adanya gempa susulan, namun kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada,” katanya.
Gempa tersebut dilaporkan telah merusak lebih dari 1.417 rumah di Kota Subulussalam. Rusak berat 417 unit, sisanya rusak ringan. Di Singkil sendiri kerusakan infrastruktur tak seberapa, namun di Aceh Selatan dampaknya cukup destruktif. Di sepuluh desa dalam Kabupaten Aceh Selatan tercatat 310 rumah rusak. Dampak gempa kali ini juga dirasakan di Sumatera Utara. Tiga kabupaten berdekatan dengan Subulussalam, yakni Pakpak Bharat, Humbanghasundutan (Humbahas), dan Dairi mengalami kerusakan parah. Di Pakpak Bharat saja, 40 rumah rusak berat, 60 rusak sedang, dan 140 rusak ringan.
Belum lagi rumah ibadah, rumah sakit, bahkan termasuk pendapa bupati dan pendapa wakil bupati. Di Dairi, seorang warga meninggal akibat gempa, tiga lainnya luka parah.
Di Subulussalam sendiri seorang murid SD meninggal tertimpa beton yang luruh dari bangunan Akbid Medica Bakti Persada di sebelah rumahnya. Korban tewas lainnya yang merupakan dampak tak langsung dari gempa ini terjadi di Kecamatan Singkohor dan Kuala Baru, Aceh Singkil. Masing-masing satu warga yang mengalami serangan jantung dan asma diduga terkejut karena gempa, akhirnya meninggal, Selasa dini hari. Dengan demikian, gempa Singkil ini menyebabkan empat nyawa melayang.
Tentang kerugian materiil masih belum bisa ditaksir. Namun, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam menaksir kerugian di kota itu saja akibat gempa kemarin tidak kurang dari Rp 50 miliar.
Panik & mengungsi Dari berbagai kabupaten/kota di Aceh dilaporkan bahwa gempa yang berpusat di Singkil itu telah menimbulkan kepanikan massal. Misalnya di Langsa, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Jaya, Banda Aceh, bahkan Aceh Utara. Banyak warga kota yang berhamburan ke luar rumah, karena goncangan gempa meretakkan rumah mereka. Bahkan, sejumlah rumah toko (ruko) di wilayah Kecamatan Sultan Daulat, Aceh Singkil, ambruk menimpa rumah warga di sebelahnya.
Lagi pula seperti terjadi di Subulussalam, Singkil, dan di Gayo Lues setelah gempa listrik langsung padam. Warga kian panik. Mereka juga khawatir ada gempa susulan. Durasi goyangan gempa yang dirasakan penduduk juga berbeda. Di Subulussalam dan Singkil dirasakan sekitar tiga menit, tapi di Gayo Lues hingga lima menit. Namun di Gayo Lues tak ada bangunan yang ambruk.
Di Singkil, ada sekitar 400 warga yang begitu gempa langsung mengungsi ke dua titik, yaitu di Gunung Meriah dan Singkil Das, karena takut terjadi tsunami. Namun, setelah kekalutan reda, warga kembali ke rumah masing-masing setelah matahari terbit.
“Sejak kejadian gempa kami langsung siaga dan melakukan pemantauan. Listrik mati dan warga sesuai arahan sebagian ada yang mengamankan diri ke Gunung Meriah. Kami imbau agar berhati-hati dan tetap tenang, jangan sampai terjadi musibah justru akibat kelalaian,” kata HM Yakub KS, Sekda Aceh Singkil.
Camat Trumon Tengah, Abdul Munir, kepada Serambi kemarin melaporkan, selain menimbulkan kepanikan warga, gempa 6,7 SR itu juga mengakibatkan ratusan rumah warga rusak.
Bantuan masa panik Pemerintah Aceh melalui Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Dinas Sosial Aceh kemarin siang langsung mendrop bantuan masa panik ke Subulussalam dan Singkil. Terdiri atas 10.000 butir telur, 300 dus mi instan, 1.500 kaleng sarden, 300 liter minyak goreng, 500 lembar selimut, 1.000 lembar baju kerah, 1.000 lembar daster, 100 paket makanan siap saji, dan 100 paket family kit.
“Barang-barang itu telah diberangkatkan Selasa malam dari banda Aceh menuju Subulussalam,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Alam Dinas Sosial Aceh, Burhan kepada Serambi kemarin. Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar tadi malam mengaku terus memantau perkembangan akibat gempa Singkil tersebut. Wagub juga menyatakan sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Subulussalam Merah Sakti dan pejabat BPB di Singkil dan Subulussalam. Dalam waktu dekat, pejabat teras dari provinsi akan meninjau dampak gempa di Subulussalam dan Singkil. (kh/c39/awi/az/rw/c40/c42/ib/bah/riz/nas/her)
Editor : bakri
http://aceh.tribunnews.com/2011/09/07/gempa-rusak-ribuan-rumah
2.281 Rumah Rusak Kamis, 8 September 2011 03:09 WIB Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Khalidin
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM,- Gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) yang terjadi, Selasa (6/9) lalu di Aceh Singkil mengakibatkan sebanyak 2.281 unit rumah di lima kecamatan di kota Subulusssalam rusak.
Hingga tadi sore, selain rumah, sebanyak 87 unit masjid/mushalla juga rusak. Sementara itu, jalan negara yang menghubungkan Aceh dan Sumatera Utara tepatnya di sekitar tanjakan dan tikungan Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam terbelah sepanjang 4 kilo meter.
Editor : arif Sumber : Serambi Indonesia http://aceh.tribunnews.com/2011/09/07/2.281-rumah-rusak
|