Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Gelombang Pasang dan Fenomena Supermoon

BULAN purnama yang bertepatan dengan posisi terdekat bulan terhadap Bumi--populer dengan sebutan fenomena “supermoon”--akan mancapai puncaknya hari ini, Sabtu 19 Maret 2011. Ahli astronomi memperkirakan, jarak bulan ke Bumi di posisi ini hanya sekitar 221.556 mil, 

 

Gelombang Pasang dan Fenomena Supermoon
Utama Sat, Mar 19th 2011, 11:33

BULAN purnama yang bertepatan dengan posisi terdekat bulan terhadap Bumi--populer dengan sebutan fenomena “supermoon”--akan mancapai puncaknya hari ini, Sabtu 19 Maret 2011. Ahli astronomi memperkirakan, jarak bulan ke Bumi di posisi ini hanya sekitar 221.556 mil, sedangkan rata-rata jarak biasanya sekitar 239.000 mil. Bulan pun akan tampak lebih besar 14 persen dibandingkan biasanya.

Bulan yang penuh disertai jarak terdekat terhadap Bumi ini, diperkirakan baru akan terjadi lagi paling cepat pada 14 November 2016. Lalu berturut-turut pada 2 Januari 2018, 21 Januari 2023, 25 November 2034, dan 13 Januari 2036. Isu supermoon akhir-akhir ini mengemuka di sejumlah media Internasional. Banyak rumors menyebutkan bahwa supermoon memicu banyak bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, topan, bahkan gunung meletus. Gempa di Jepang 8,9 skala Ritcher dan tsunami 13 kaki bahkan dikait-kaitkan dengan fenomena supermoon ini.

Logikanya begini. Tarikan gravitasi saat bulan purnama membuat pasang laut lebih tinggi dibandingkan saat tidak bulan purnama. Nah, jika pada bulan purnama saja gelombang laut bisa mengalami pasang yang jauh lebih tinggi, maka ketika bulan purnama terjadi pada saat posisi bulan terdekat dengan Bumi, otomatis akan mempunyai dampak yang lebih besar lagi.

‘Kedekatan’ Bumi dengan bulan ini diyakini oleh sebagian orang menimbulkan bencana di Bumi. Anggapan ini mengatakan bahwa supermoon dapat membuat aktivitas seismik Bumi meningkat tajam. Di pinggir laut akan muncul pasang akibat kuatnya daya tarik gravitasi bulan. Supermoon juga diyakini akan meningkatkan aktivitas perut bumi, antara lain terjadinya gempa bumi. Maka kalau air pasang kali ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya  sebagaimaan dilaporkan warga yang mendiami pesisir Aceh, menjadi masuk akal.      

Astrolog kenamaan, Richard Nolle mengatakan banyak bencana alam mengerikan menyertai fenomena ini menjelang, pada saat, bahkan setelah supermoon terjadi. Supermoon pernah terjadi tahun 1955, 1974, 1992, dan 2005. Pada tahun-tahun tersebut memang banyak terjadi bencana alam yang ekstrim. Tsunami 26 Desember 2004 yang menyapu pantai Aceh terjadi dua pekan sebelum fenomena supermoon.

Namun, pakar gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, justru tidak sependapat dengan hal ini. Menurutnya, supermoon bukan penyebab utama terjadinya gempa bumi. Juga tidak ada hubungan gempa di Jepang dengan supermoon. Danny menegaskan, kaitan antara supermoon dan bencana alam tidak memiliki dasar ilmiah. “Masih banyak unsur mistiknya daripada ilmiahnya.  Kita masih perlu melakukan peninjauan yang lebih ilmiah mengenai hal itu,” kata Danny, sebagaimana dilansir VIVAnews, pekan lalu.

Namun, Danny mengakui gejala supermoon memang bukan berarti harus diabaikan sama sekali. “Kita harus menggunakan penelitian ilmiah sebagai patokan. Jangan berpatokan pada mitos-mitos atau hal-hal yang sifatnya mungkin kebetulan,” ujarnya.  NASA dalam situsnya juga membantah kaitan antara gempa bumi dengan supermoon. “Dampak supermoon ini terhadap Bumi kecil,” kata Garvin, Kepala Ilmuan NASA dalam pernyataannya seperti dimuat space.com, Jumat kemarin. “Paling-paling hanya terjadi kenaikan permukaan laut melebihi biasanya,” lanjut pernyataan itu. (sak/space.com)
http://aceh.tribunnews.com/news/view/51895/gelombang-pasang-dan-fenomena-supermoon

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday578
mod_vvisit_counterYesterday1045
mod_vvisit_counterThis week3426
mod_vvisit_counterLast week7008
mod_vvisit_counterThis month27622
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days586836

Online (20 minutes ago): 21
Your IP: 38.107.179.227
,
Today: Mei 24, 2012