|
TOKYO - Belum lagi hilang dari ingatan, tiba-tiba gempa disusul tsunami dahsyat menerjang Jepang pada Jumat (11/3) siang. Korban tewas mencapai ratusan orang, sekitar 200 sampai 300 orang sampai kemarin malam dan diperkirakan terus bertambah sampai ribuan orang. Sebelumnya, pada Rabu (9/3), gempa 7,3 SR disusul tsunami 60 cm juga menerjang kawasan yang sama, timur dan timurlaut Jepang dengan korban tewas hanya satu orang dan tidak ada kerusakan. Gempa kuat kemarin disusul dengan 50 guncangan gempa lebih kecil selama beberapa jam, sebagian besar berkekuatan 6.0 SR dengan korban hilang 350 orang dan 544 terluka.
Lagi, Tsunami Terjang Jepang * Ratusan Orang Tewas Utama. Sat, Mar 12th 2011, 11:37 Cars and airplanes swept by a tsunami are pictured among debris at Sendai Airport, northea
Mobil dan pesawat terbang disapu gelombang tsunami pascagempa di Bandara Sendai, utara Jepang Jumat (11/3). TOKYO - Belum lagi hilang dari ingatan, tiba-tiba gempa disusul tsunami dahsyat menerjang Jepang pada Jumat (11/3) siang. Korban tewas mencapai ratusan orang, sekitar 200 sampai 300 orang sampai kemarin malam dan diperkirakan terus bertambah sampai ribuan orang. Sebelumnya, pada Rabu (9/3), gempa 7,3 SR disusul tsunami 60 cm juga menerjang kawasan yang sama, timur dan timurlaut Jepang dengan korban tewas hanya satu orang dan tidak ada kerusakan. Gempa kuat kemarin disusul dengan 50 guncangan gempa lebih kecil selama beberapa jam, sebagian besar berkekuatan 6.0 SR dengan korban hilang 350 orang dan 544 terluka.
Menurut Badan Geologi AS, gempa bumi dahsyat yang disusul tsunami itu berpusat di 130 km arah kota Sendai di Pulau Honshu, pada kedalaman 24 km di bawah laut. Gempa 8,9 SR terjadi pada Jumat (11/3), pukul 12.45 waktu Jepang. Polisi Jepang menyatakan telah menemukan antara 200 sampai 300 mayat di timurlaut pantai Jepang seusai gempa kuat 8,9 skala Richter (SR) disusul tsunami setinggi 10 meter menerjang kawasan itu. Tsunami juga menyapu ratusan boat, mobil, rumah dan lainnya.
Beberapa jam kemudian, tsunami juga menerjang Hawaii, Kanada, Alaska dan seluruh pantai barat Amerika Serikat, termasuk Rusia. Diperkirakan tsunami akan sampai ke Kenya di Afrika pada hari ini (Sabtu, 12/3) dan kawasan Amerika Latin seperti Guatemala, El Salvador, Peru, Chili, Nikaragua dan Kosta Rica. Dilaporkan, puluhan kota dan desa yang berada di sepanjang 2.100 km garis pantai Jepang diguncang gempa dan disapu tsunami. Gempa juga dirasakan warga ibu kota Tokyo, yang berjarak ratusan km dari pusat gempa. Satu kawasan di Kesennuma, satu kota berpenduduk 70.000 jiwa di Miyagi bermalam tanpa listrik, termasuk sebagian Tokyo.
Sekitar 4,4 juta rumah di Tokyo tanpa aliran listrik. “Warga memenuhi jalan-jalan. Setiap orang mencoba pulang, tetapi tidak terlihat saksi,” kata Koji Goto (43), warga Tokyo. Stasiun televisi NHK melaporkan kebakaran menghanguskan satu bangunan di Odaiba, pinggiranTokyo. NHK juga melaporkan warga berlarian keluar dari bangunan bertingkat sambil melindungi kepala dengan tangan. “Gempa dan tsunami telah menyebabkan kerusakan parah di Jepang Utara,” kata Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan dalam satu konferensi pers.
Harian Jepang, Jiji Press kemarin melaporkan sekitar 300 rumah hancur dan puluhan orang hilang di kota pantai kecil Ofunato, utara Sendai di Miyagi. Kantor berita itu juga melaporkan polisi telah menerima laporan bahwa 48 orang hilang di kota nelayan itu, 23 di antaranya pelajar SMP. Kota berpenduduk 40.000 itu pernah diterjang tsunami pada 1960 setelah menerjang Chili. Televisi-televisi Jepang juga menayangkan gambar mobil, kapal dan bahkan gedung tersapu gulungan air menyusul gempa sekuat 8,9 SR. Pemerintah Jepang memberlakukan keadaan darurat di sejumlah pembangkit tenaga nuklir Onahama, tetapi pihak resmi mengatakan tidak ada kebocoran radiasi.
Di kawasan itu, seluruh warga telah dievakuasi setelah sistim pendingin reaktor gagal dan dikhawatirkan bisa terjadi kebocoran. Naoto Kan mengatakan tidak ada kebocoran radiasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir itu ataupun dari salah satu reaktor di wilayah yang terkena gempa. Badan energi atom PBB mengatakan empat pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang sudah ditutup dengan aman.
Dilaporkan, satu kapal mengangkut 100 orang sempat hanyut diterjang gelombang tsunami, tetapi semuanya kembali dengan selamat ke Miyagi. Di perfektur Iwate, yang juga dekat dengan pusat gempa, seorang pejabat mengatakan sangat sulit mengukur parahnya kerusakan. “Jalanan rusak berat dan tidak bisa dilalui karena tsunami menyapu bersih semuanya, mobil, reruntuhan gedung dan banyak barang lainya,” kata Hiroshi Sato, pejabat manajemen bencana di Iwate. Gempa bumi ini juga memicu kebakaran besar di pengilangan minyak di kota Ichihara di perfektur Chiba dekat Tokyo, melahap habis tangki-tangki penyimpanan minyak.
Sementara itu, dunia internasional mulai menunjukkan sikap prihatin terkait bencana gempa dan tsunami yang menerjang kawasan pantai timur Pulau Honshu, Jepang, kemarin. Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sudah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Perdana Menteri Naoto Kan. Rusia yang tengah berselisih paham dengan Jepang terkait Kepulauan Kuril juga sudah menyatakan simpati. Presiden Rusia Dmitry Medvedev juga sudah menawarkan bantuan.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon menyatakan badan dunia itu akan melakukan apapun untuk membantu Jepang. Presiden AS Barack Obama juga menyampaikan ucapan duka kepada rakyat Jepang. “Amerika Serikat siap membantu rakyat Jepang yang saat ini sedang mendapat cobaan besar. Persahabatan kedua bangsa ini tidak akan pernah diragukan lagi,” kata Obama. Jepang pernah diterjang gempa terburuk 8,3 SR di Kanto pada 1923 yang menewaskan 143.000 orang dan gempa 7,2 SR di Kobe yang menewaskan 6.400 orang pada 1996. Gempa disusul tsunami terparah menerjang Samudera Hindia pada 26 Desember 2004, menewaskan lebih dari 230.000 orang di 12 negara.(ap/afp/rtr/ant/muh) http://aceh.tribunnews.com/news/view/51342/lagi-tsunami-terjang-jepang |