|
BANDA ACEH - Pertanyaan yang pernah dilontarkan Wagub Aceh, Muhammad Nazar tentang keberadaan sisa dana tsunami sekitar Rp 5 triliun ditindaklanjuti oleh Komisi VIII DPR RI yang membidangi penanggulangan bencana. Komisi VIII secepatnya akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengungkap keberadaan dana yang tidak sedikit itu.
Sisa Dana Tsunami Rp 5 T Misterius Utama. Fri, Mar 4th 2011, 10:24
BANDA ACEH - Pertanyaan yang pernah dilontarkan Wagub Aceh, Muhammad Nazar tentang keberadaan sisa dana tsunami sekitar Rp 5 triliun ditindaklanjuti oleh Komisi VIII DPR RI yang membidangi penanggulangan bencana. Komisi VIII secepatnya akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kementerian Keuangan, Bappenas, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengungkap keberadaan dana yang tidak sedikit itu.
Anggota Komisi VIII DPR RI asal Aceh, Sayed Fuad Zakaria kepada Serambi melalui ponselnya, Kamis (3/3) mengatakan, ketika Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias mengakhiri masa kerjanya, menyisakan dana sekitar Rp 6,2 triliun. Dari jumlah itu, sekitar Rp 1,2 triliun digunakan saat BKRA, sedangkan sisanya sekitar Rp 5 triliun belum jelas apakah di Bappenas, Kementerian Keuangan atau di lembaga lain. “Itulah sebabnya kita akan bahas soal itu secara khusus dalam waktu dekat,” kata Sayed Fuad.
Menurut Sayed Fuad, sebelumnya ketika melakukan kunjungan kerja ke Aceh, keberadaan sisa dana bantuan itu sempat dipertanyakan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Muhammad Nazar. “Kami tentu saja tidak bisa menjawab dan saya berjanji akan mempertanyakannya kepada pejabat terkait,” ujar Sayed Fuad.
Ketika rapat kerja dengan BNPB yang dihadiri Menteri Keuangan, Sayed Fuad sempat mempertanyakan keberadaan dan penggunaan dana sisa bantuan tsunami itu. “Tapi (ketika rapat kerja itu) tidak jelas benar di mana dana itu tersimpan. Karenanya, Komisi VIII kemudian memutuskan melakukan RDP dengan kementerian terkait. Ini keputusan komisi,” tandas Sayed.
Disebutkan, dana sisa tersebut berasal dari bantuan asing untuk menanggulangi bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Hanya saja, lanjut Sayed Fuad, hingga kini belum diperoleh kejelasan keberadaan dana tersebut. “Apakah sudah dipergunakan, tidak jelas. Kalaupun digunakan, kami berharap tidak digunakan di luar peruntukannya,” ujarnya menegaskan.
Total Rp 63 triliun Secara terpisah, Deputi Multi Donor Fund (MDF) Aceh-Nias Safriza Sofyan yang ditanyai Serambi, Kamis malam, mengatakan, total dana yang berhasil dikumpulkan untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh pascatsunami mencapai 7 miliar US Dolar atau sekitar Rp 63 triliun. “Dana-dana tersebut bersumber dari Pemerintah Indonesia, donor, dan NGO,” kata Safriza.
Menyangkut dana-dana yang bersumber dari NGO dan lembaga donor, kata dia, 90 persen lebih telah direalisasikan saat BRR ditutup, April 2009. Sedangkan dana yang bersumber dari pemerintah Indonesia, pihaknya tidak mengetahui apakah ada yang tersisa atau tidak. (sak/fik) http://aceh.tribunnews.com/news/view/50778/sisa-dana-tsunami-rp-5-t-misterius |