Loading Poll...
Loading Poll...| Warga di Desa Eks Tsunami Masih Takut Minum Air Sumur |
Warga di Desa Eks Tsunami Masih Takut Minum Air Sumur Aceh Barat Wed, Feb 16th 2011, 08:50 MEULABOH - Ribuan warga yang menetap di desa-desa bekas (eks) tsunami di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya terutama di desa kawasan pinggir pantai masih takut minum air sumur. Warga berharap lembaga terkait dapat memastikan apakah air di sumur yang terkena tsunami itu telah bisa diminum atau tidak. Beberapa warga Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya kepada Serambi, Selasa (15/2) menyatakan, harapan agar pemerintah memberikan kepastian apakah air sumur penduduk terutama yang ada di pinggir pantai sudah layak dikomsumsi atau belum. “Selama ini air sumur itu hanya berani digunakan untuk mencuci, sedangkan untuk minum masih ragu,” ujar Suherman, warga Kota Meulaboh yang menetap di Jalan Diponegoro. Menurutnya, untuk kebutuhan air minum selama ini selama ini lebih banyak menggunakan air sumur bor yang dibangun oleh sebuah NGO pascatsunami. Pasalnya, pascatsunami lalu sejumlah lembaga pernah mensurvei dan mengatakan air sumur terkena tsunami berbahaya dikonsumsi manusia. “Apakah sekarang masih berbahaya ataukah tidak, kami tidak tahu sehingga takut meminum air sumur,”ujar Suherman. Warga yang masih takut mengkonsumsi air sumur terkena tsunami itu antara lain, di pinggir pantai yakni di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, Samatiga, dan Kecamatan Arongan Lambalek. Hal senada juga diutarakan Zafril, warga Kota Calang yang meminta pemerintah perlu menyampaikan kepada warga apakah sumur-sumur di daerah bekas tsunami sudah bisa dikonsumsi atau belum. “Kalau di Aceh Jaya ini hampir seluruh kecamatan merupakan daerah bekas tsunami, ya harapan penduduk ada hasil survei sehingga penduduk ada kejelasan terhadap air sumur,” katanya dengan penuh harap. Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup, Aceh Barat, Muliyadi dimintai tanggapan Serambi, Selasa (15/2) mengatakan, bahwa beberapa waktu lalu pernah ada tim dari Bappedalda yang melakukan survei, akan tetapi sejauh ini belum ada informasi, akan tetapi terhadap hal itu akan dikoordinasi dengan tim dari Bapedalda Aceh. Ia mengaku tak berani menyatakan apakah berbahaya atau tidak, sebab itu perlu diteliti dulu terhadap desa-desa bekas tsunami terutama daerah-daerah yang paling parah diterjang tsunami yakni daerah pesisir. Sementara itu, Kepala Kantor Lingkungan Hidup, Aceh Jaya, Saiful Bahri ditanyai terpisah Selasa (15/2) menyatakan, mengenai masalah air sumur bekas tsunami itu akan segera diturunkan tim. Sebab selama ini di Aceh Jaya juga masih ada lembaga dari Palang Merah Amerika yang konsen pada sanitasi dan bencana sehingga akan diminta bantuannya guna melakukan penelitian air di sumur-sumur warga.(riz) http://aceh.tribunnews.com/news/view/49477/warga-di-desa-eks-tsunami-masih-takut-minum-air-sumur |






![]() | Today | 575 |
![]() | Yesterday | 1045 |
![]() | This week | 3423 |
![]() | Last week | 7008 |
![]() | This month | 27619 |
![]() | Last month | 38113 |
![]() | All days | 586833 |