Loading Poll...
Loading Poll...| GSF. Banjir Kiriman Jalan Meulaboh Woyla ‘’Ateung Teupat’’ |
GSF. Jalan penghubung meulaboh Woyla, tepatnya dikawasan ateung teupat kecamatan bubon kabupaten aceh barat kembali dilanda banjir, sehingga sejumlah kendaraan yang melintas kawasan tersebut terpaksa menggunakan jasa becak, dengan membayar imbalan sebesar Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) perkendraan, namun ada juga sejumlah kendaraan roda dua nekat menyemberang yang salah jalan masuk lubang terpaksa harus menganti oil mesin mengeluarkan biaya rp 35.000 (tiga puluh lima ribu rupiah).
GSF. Banjir Kiriman Jalan Meulaboh Woyla ‘’Ateung Teupat’’ Terindikasi Kiriman Air Dari Perkebunan Hgu Pt Kts Dan Pt Mapoli Meulaboh, 19 Januari 2012 GSF. Jalan penghubung meulaboh Woyla, tepatnya dikawasan ateung teupat kecamatan bubon kabupaten aceh barat kembali dilanda banjir, sehingga sejumlah kendaraan yang melintas kawasan tersebut terpaksa menggunakan jasa becak, dengan membayar imbalan sebesar Rp 15.000 (lima belas ribu rupiah) perkendraan, namun ada juga sejumlah kendaraan roda dua nekat menyemberang yang salah jalan masuk lubang terpaksa harus menganti oil mesin mengeluarkan biaya rp 35.000 (tiga puluh lima ribu rupiah). Sabirin warga cot lagan menuturkan air yang merendam kawasan jalan meulaboh-Woyla, di kawasan ateung teupat berasal dari banjir kiriman di kawasan pengunungan, akibat saluran yang ada dikawasan ateung teupat tidak bersih dan kecil sehingga air meluap kedaratan dan ini selalu terjadi paska hujan lebat didaerah pergunungan katanya. Sekarang ini air meluap kejalan setelah turun hujan beberapa hari, baru hari ini sampai air kemari, dan air itu diperkirakan akan merendam badan jalan empat sampai lima hari kemudian hal yang rutin terjadi dalam setahun sampai 8 (delapan) kali. Bagi kami banjir dijalan ateung teupat kecamatan bubon berbatasan dengan kecamatan woyla sudah menjadi hal yang biasa bagi warga setempat, jika sedikit saja hujan mengguyur tetap banjir kata sabirin. Masyarakat yang berprofesi menderes karet di areal ateung tepat terpaksa menghentikan aktivitas, sebab selain merendam badan jalan banjir juga merendam sejumlah kebun karet milik rakyat kecamatan woyla dan bubon ucap sabirin. ia mengharapkan kepada pemerintah agar memperbaiki saluran yang ada dikawasan ateung teupat kesungai diperlebar dan dibersihkan serta perlu segera dibuat jalan layang (jalan tol) dengan dana otonomi khusus (otsus) , sehingga banjir yang terjadi selama ini bisa teratasi tutur sabirin. Sabirin juga mengatakan badan jalan ini sudah turun dan banyak berlobang, sehingga kendraan roda dua sangat sering terperosok kedalam lubang dan sepeda motor mati bahkan ada yang harus bongkar mesin dan kalau sudah banjir seperti ini guru-guru banyak tidak kesekolah yang berasal dari luar kecamatan woyla, sehingga rugi anak-anak kalau sudah banir katanya.tim gsf (AJ) |






![]() | Today | 568 |
![]() | Yesterday | 1045 |
![]() | This week | 3416 |
![]() | Last week | 7008 |
![]() | This month | 27612 |
![]() | Last month | 38113 |
![]() | All days | 586826 |