|
GSFaceh. Rabu pukul 10.00 wib (30/3) beberapa desa dikecamatan meureubo, Kecamatan Johan Pahlawan/Kota Meulaboh dan kecamatan kaway XVI menerima kiriman air yang besar dari hulu kecamatan pante ceureumen, yang telah menggenangi ratusan rumah penduduk di kecamatan meureubo yaitu:
Liputan gsf banjir desa pasi aceh baroh kecamatan meureubo Masyarakat buat dapur dijalan GSFaceh. Rabu pukul 10.00 wib (30/3) beberapa desa dikecamatan meureubo, Kecamatan Johan Pahlawan/Kota Meulaboh dan kecamatan kaway XVI menerima kiriman air yang besar dari hulu kecamatan pante ceureumen, yang telah menggenangi ratusan rumah penduduk di kecamatan meureubo yaitu Desa Ujong tanjong, Desa pasi Pinang, Desa Pasi Mesjid, Desa Ranto panjang Barat, Desa Ranto panyang Timur, Desa Mesjid Tuha, Desa Ranub Dong, Desa Ujong Tanoh Darat, Desa Pulo Teungoh, Desa Pasi Aceh baroh dan Desa Pasi Aceh Tunong sejumlah 11 (sebelas) desa. Kecamatan kaway XVI juga kebagian air yaitu Desa Maret, Desa Pasi jambu, Desa Alue Tampak, Desa Pasi Teungoh dan Desa Tumpok Ladang. Sedangkan Kekcamatan kota johan pahlawan desa desa yang digenangi air yaitu desa Cot darat, Desa Leuhan, Desa Blang Berandang dan Desa Gampa. Berdasarkan liputan gsf di desa pasi aceh baroh air telah merendam perumahan penduduk sehingga masyarakat memasak nasi siang di atas bada jalan umum, karena rumah mereka telah terrendam. Beberapa masyarakat sedang memasak nasi di jalan karena banjir.
M. Ali Tamren Yang dihubungi gsf mengakatan air ini adalah kiriman dari pante ceureumen yang diperkirakan terus bertambah dan meningkat ketinggian air, karena cuaca langit yang mendung diprediksikan akan hujan dan air akan bertambah katanya.(tim.Gsf.aceh)
Liputan gsf ribuan org mengungsi akibat banjir bandang dikec. Pante ceureumen selasa 29-3-11 Pada pukul 18.00 wib selasa 29 maret 2011 banjir bandang menerjang desa dikecamatan pante ceureumen kabupaten aceh barat meliputi desa Manjeng, Pante Ceureumen, Pulo Teungoh Manyang, Keutambang, Jambak, Lango, Lawet, Sikundo, Canggai, Seumantok, Serumara, Meunuang Kinco, Babah Iseng, Babah Lueng, Alue Kumbang yaitu 15 ( lima belas ) desa, dari lima belas Desa yang sangat terparah berdasarkan pantauan gsf adalah Desa Lango, Pulo teungoh, tambang, lawet, babah iseng, seumantok, jambak dan babah lueng. Dan berdasarkan pantauan gsf sebuah SD (sekolah dasar) desa lango ambruk hantaman air dan kayu , juga satu kabel jembatan gantung ke desa lango terputus. Ribuan masyarakat berlarian mencari daratan tinggi yaitu gunung.
Ribuan Masyarakat mengungsi Di Gunung pante Ceureumen, digedung Balai Penyuluhan Pertanian, Mesjid Meunuang Kinco, dan di desa Tambang menyelamatkan diri tua muda dan anak-anak.
Berdasarkan laporan masyarakat air tersebut meluap karena terbendung dengan bendungan irigasi lhok guci didesa seumantok, karena pintu air yang sudah tidak berfungsi dan penjaga tidak ada akhirnya air hujan selama dua hari meluap dan menurunkan kayu-kayu.
Suamber air dari sungai Beutong dan Sungai lawet menyatu didesa pulo teungoh kemudian terbendung dengan bendungan irigasi dan meluap didesa pemukiman penduduk,
Tengku Zubir tokoh masyarakat pante ceureumen mengatakan banjir sekali ini sangat besar bahkan sama dengan banjir pada tanggal 26 mei 1978 yaitu 33 tahun yang lalu. Banjir ini telah meluluhlantakkan ratusan hektar lahan pertanian masyarakat yang mencapai ratusan juta kerugiannya. desa Manjeng, desa Pante Ceureumen, desa Pulo Teungoh Manyang, desa Keutambang, desa Jambak, desa Lango, desa Lawet, desa Sikundo, desa Canggai, desa Seumantok, desa Seumara, desa Meunuang Kinco, desa Babah Iseng, desa Babah Lueng dan desa Alue Kumbang (tim.Gsf.aceh)
|