|
SIGLI - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar, Selasa (22/3) meninjau ke lokasi banjir bandang di Kecamatan Tangse, Pidie. Dalam pertemuan dengan unsur Muspida Pidie di Desa Peunalom Dua itu,
Menteri BUMN Bantu Korban Banjir Tangse Rp 12 Miliar Utama Wed, Mar 23rd 2011, 10:01
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar (Kanan) didampingi anggota Komisi IV DPR-RI, Marzuki Daud (dua dari kanan), dan Bupati Pidie Mirza Ismail (tengah) melihat tumpukan kayu gelondongan hasil pembalakan liar yang dibawa banjir bandang di Gampong Peunalom Dua, Kecamatan Tangse, Pidie, Selasa (23/3). SERAMBI/IDRIS ISMAIL SIGLI - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Mustafa Abubakar, Selasa (22/3) meninjau ke lokasi banjir bandang di Kecamatan Tangse, Pidie. Dalam pertemuan dengan unsur Muspida Pidie di Desa Peunalom Dua itu, Mustafa Abubakar juga membantu biaya rehab-rekons melalui dana BUMN Peduli sebesar Rp 12 miliar, dan tahap awal diberikan Rp 500 juta yang diterima Bupati Pidie, Mirza Ismail SSos.
Disebutkan, dana Rp 12 miliar untuk membantu rehab-rekons Tangse itu merupakan hasil patungan dari 25 BUMN yang tergabung dalam BUMN Peduli. “Semua bantuan tersebut kita peruntukkan secara khusus bagi warga yang terkena dampak banjir bandang dan perbaikan insfrastruktur yang telah hancur,”sebut Mustafa Abubakar di hadapan ribuan warga Gampong Peunalom Sa dan Peunalom Dua.
Bantuan tersebut, lanjutnya, agar dana tersebut dapat dikelola oleh Gubernur, Bupati, dan Camat secara tepat sasaran. “Kami juga tak lupa mengharapkan kepada warga korban banjir agar dapat bersabar dan mengambil hikmah diri musbah tersebut,”kata Mustafa Abubakar.
Selain itu, sebut Mustafa, pegunyupan orang Aceh yang berada di Jakarta juga turut menyumbangkan dana kepedulian terhadap korban banjir bandang sebesar Rp 150 juta dan Ibrahim Risyad sebesar Rp 250 juta,”tukasnya.
Dalam kesempatan itu Menteri BUMN itu juga mengatakan, banjir bandang yang terjadi di Tangse itu akibat ilegal loging. “Padahal, Pemerintahan Aceh, sama-sama kita ketahui telah menyepakati terhadap moratorium loging, namun tetap saja pembalakan liar tersebut berlangsung sehingga berimbas bencana alam yang tak kita harapkan seperti yang terjadi saat,” ujarnya.
Karenanya kita berkomitmen penuh untuk sama-sama untuk memberantas praktik Ilegal loging dengan dukungan dari segenap elemen pemerintah dan masyarakat. Sementara itu, anggota Komsi IV DPR RI, Marzuki Daud, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut pelaku perambah hutan di Tangse. Sedangkan Bupati Pidie, Mirza Ismail SSos kepada Serambi mengatakan, aktivitas penebangan liar itu telah berlangsung sejak tahun 1974.(c43) http://aceh.tribunnews.com/news/view/52199/menteri-bumn-bantu-korban-banjir-tangse-rp-12-miliar |