|
MEULABOH - Penyegelan SD Tungkop Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat oleh dua warga desa setempat, berakhir setelah dilakukan
Serambi Penyegelan Sekolah di Sungaimas Berakhir Aceh Barat 10 Februari 2010, 08:52 MEULABOH - Penyegelan SD Tungkop Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat oleh dua warga desa setempat, berakhir setelah dilakukan musyawarah oleh tim Pemkab bersama pemilik tanah pada Selasa (9/2). Sekolah ini sebelumnya disegel karena dua kerabat pemilik tanah tidak lulus CPNS. Ekses dari aksi itu aktifitas proses belajar mengajar (PBM) tidak bisa dilakukan. Kemarin, pagar sekolah sudah dibuka setelah ada musyawarah antara Pemkab dan pemilik tanah H Husen dan Tgk Jamal. Tim Pemkab yang turun ke Sungaimas guna memusyawarahkan masalah ini adalah Asisten I Pemkab, Dris Bukhari, Asisten III, Satri SIP, Ketua Komisi A DPRK, Rizwan MA, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan, Bismi, dan sejumlah pejabat lain. Setelah dilakukan musyawarah yang turut hadir keuchik dan tokoh desa, akhirnya segel dibuka sekitar pukul 13.30 WIB siang. Kepada Serambi, Selasa kemarin, Asisten I Pemkab Bukhari mengatakan, SD Tungkop sudah dibuka segel dan sudah dilakukan musyawarah sehingga proses belajar mengajar dapat kembali lancar. “Warga sudah menerima dan tidak menjadi masalah lagi,” ujarnya. Dikatakan, untuk proses belajar mengajar sudah berjalan normal pada Rabu (10/2) setelah pagar yang dilas ini dibuka bersama, sehingga anak-anak dapat kembali belajar seperti hari-hari biasa. Dan terhadap tuntutan itu sudah diberikan pemahaman sehingga tidak menjadi permasalah lagi dan semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat, Rizwan MA mengungkapkan hal serupa bahwa sudah ada penyelesaian secara kekeluargaan dan anak-anak sudah dapat belajar lagi. “Pintu pagar sudah dibuka secara bersama-sama dan besok (Rabu-red) anak sudah bisa ke sekolah lagi,” ujar Rizwan. Seperti diberitakan sebelumnya, dua pemilik tanah masing-masing M Husen dan Tgk Jamal, sejak Senin (1/2) menyegel SDN Tungkop Kecamatan Sungaimas, Aceh Barat sebagai bentuk protes karena anak kedua warga Desa Tungkop ini tidak lulus CPNS meski sudah beberapa kali tes. Protes kedua warga ini karena oknum di Pemkab Aceh Barat saat penyerahan tanah guna dibangun SD pada tahun 1994 lalu pernah berjanji akan memprioritaskan menjadi CPNS.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/23765/penyegelan-sekolah-di-sungaimas-berakhir |