|
MEULABOH - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Barat menemukan kasus lulusnya seorang siswa dari salah satu SMA di Meulaboh pada program beasiswa Pemerintah Aceh untuk pendidikan dokter di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh
Beasiswa Pendidikan Dokter Beraroma KKN * Tak Pernah Diusul, Seorang Siswa Lulus Utama Sat, May 8th 2010, 11:34
MEULABOH - Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Barat menemukan kasus lulusnya seorang siswa dari salah satu SMA di Meulaboh pada program beasiswa Pemerintah Aceh untuk pendidikan dokter di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang dibuka beberapa waktu lalu. Aroma KKN langsung merebak karena menurut pengakuan pejabat disdik setempat, siswa yang lulus itu tidak termasuk dalam paket yang diusulkan. Informasi tentang adanya seorang siswa yang lulus program beasiswa untuk pendidikan dokter di Unsyiah diungkapkan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Aceh Barat, Tamren kepada wartawan, Jumat (7/5). Menurutnya, siswa tersebut merupakan lulusan dari salah satu SMA di Meulaboh namun identitasnya minta tidak dipublikasikan.
Menurut Tamren, pihak Disdik Aceh Barat mengusulkan tiga nama peserta yang dinilai layak menerima bantuan beasiswa untuk pendidikan dokter di Unsyiah. Ketiga siswa lulusan SMA tersebut masing-masing Siti Mardhiyah (perwakilan SMA Negeri Wira Bangsa), Reza Prasetia (SMAN 1 Meulaboh), dan Putri Adis Fadilah (SMAN 2 Meulaboh). Ketiganya siswa itu diusulkan oleh Disdik Aceh Barat pada 12 Maret 2010. Namun, salah seorang dari ketiga nama yang telah direkomendasikan itu tidak lulus. “Ketiganya merupakan siswa berprestasi dan merupakan siswa tak mampu secara ekonomi dan telah memenuhi berbagai syarat yang telah ditentukan,” ujar Tamren.
Dalam perjalanannya, kata Tamren, ternyata salah seorang siswa tersebut tidak lulus. Yang mengherankan justru muncul nama baru yang tak pernah diusulkan oleh Disdik Aceh Barat. Inilah yang kemudian menimbulkan tanda tanya dan dugaan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Dijelaskan Tamren, kesemua peserta yang direkomendasikan oleh Disdik Aceh Barat itu diusulkan oleh masing-masing sekolah sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan. Sedangkan siswa yang dinyatakan lulus namun tak pernah diusulkan itu dinilai tak memenuhi kriteria untuk menerima beasiswa. Selain tergolong dari keluarga mampu secara ekonomi, orang tuanya juga PNS.
Kabid Dikmen Disdik Aceh Barat tersebut mempertanyakan kinerja tim seleksi penerima beasiswa di Banda Aceh yang dinilai aneh dalam menetapkan kelulusan peserta penerima beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh untuk mengikuti program pendidikan dokter tersebut. “Ini sangat aneh. Kita akan mempertanyakan hal ini apakah ada kerja sama untuk meloloskan siswa yang tak pernah kami rekomendasikan ini atau adanya permainan lain,” kata Tamren menyiratkan kekecewaan. Tamren juga meminta kepada panitia yang menetapkan penerima beasiswa tersebut supaya meninjau kembali nama peserta yang sama sekali tak pernah diusulkan oleh Disdik Aceh Barat. “Penjelasan ini perlu untuk menghindari berbagai penilaian miring dari masyarakat,” demikian Tamren.(edi) http://www.serambinews.com/news/view/30248/beasiswa-pendidikan-dokter-beraroma-kkn
|