Loading Poll...
Loading Poll...| Penerima Bea Siswa Berprestasi Terindikasi Dimanipulasi |
Meulaboh|GSFAceh Penerima Bea siswa penuh Ilmu Kedokteran, dalam kategori mahasiswa Berprestasi dan tidak mampu, ternyata diduga sarat manipulasi Penerima Bea Siswa Berprestasi Terindikasi Dimanipulasi Kepsek : Saya Tertekan Atasan
Meulaboh|GSFAceh Penerima Bea siswa penuh Ilmu Kedokteran, dalam kategori mahasiswa Berprestasi dan tidak mampu, ternyata diduga sarat manipulasi. Pasalnya yang mendapat bea siswa tersebut anak pejabat yang bertugas di jajaran Dinas Pendidikan, hal itu diakui Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri II (SMA N II) Meulaboh yang mengaku merasa tertekan dengan atasannya. Edy Nasution, ayah dari Putri Adis Fadilah, salah seorang siswa SMA N II Meulaboh, kepada wartawan Sabtu (2/5) mengaku kecewa karena terzalimi oleh pihak sekolah tempat anak belajar, pasalnya anak dia selama ini kerap mendapat prestasi di sekolah, selain itu dia juga mempunyai peringkat tinggi atas kepandaiannya di Sekolah itu, namun baru ini ia dikirim nama Oleh Kepala Sekolah Ke Provinsi sebagai siswa berprestasi dan kurang mampu, guna mendapatkan bea siswa penuh Ilmu Kedokteran, namun ketika pengumuman hasil seleksi keluar, muncul nama anak pejabat. Menurut Edi, keluarganya terhitung kurang mampu, ironisnya yang diberikan bea siswa itu kepada Aulia Urrahman, kelas yang sama. “ dia itu anak pejabat di Dinas Pendidikan dan ibunya seorang bidan, selain itu dia juga rangking lima belas disekolah itu” katanya. Sementara itu, Kepala SMA N II Meulaboh, Marwanto. Mengakui pihaknya mengajukan dua nama dari kelas yang sama, sebab setelah nama Putri Adis Fadilah diajukannya, ayah dari Aulia yang juga atasannya datang ke Sekolah menemui dirinya, guna meminta agar nama anaknya turut diajukan. Ia mengakui, sempat menolak dengan alasan telah mengajukan nama Putri, namun merasa tertekan terpaksa saya mengajukan dua nama. “kalau menurut saya memang si Putri yang pantas mendapatkan bea siswa itu, bahkan dari Provinsi juga pernah menanyakan kepada saya, siapa yang pantas, saya bilang putri. Tapi kenapa nama dia yang keluar saya juga tak tahu” ceritanya. Marwanto, mengakui hal yang ia lakukan itu salah, sebab Aulia merupakan salah seorang siswa yang tergolong mampu dan peringkat rendah , selain itu juga mengajukan dua nama dalam satu kelas, namun karena atasan yang meminta apa hendak dikata, kepada wartawan ia meminta agar kasus tersebut tidak ditulis di media.(Tim GSF)
|






![]() | Today | 905 |
![]() | Yesterday | 1287 |
![]() | This week | 4837 |
![]() | Last week | 9238 |
![]() | This month | 10066 |
![]() | Last month | 44088 |
![]() | All days | 441352 |