Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Pemukulan Siswi SMA Dikecam

MEULABOH - Pemukulan Vika Miftahul Jannah (15), siswi kelas X’4 SMA Negeri 2 Meulaboh, Aceh Barat, oleh guru olahraganya menggunakan pemukul bola kasti,

Pemukulan Siswi SMA Dikecam
* Kadisdik: Guru Itu Kita Pindahkan
Aceh Barat 23 Maret 2010, 11:34

MEULABOH - Pemukulan Vika Miftahul Jannah (15), siswi kelas X’4 SMA Negeri 2 Meulaboh, Aceh Barat, oleh guru olahraganya menggunakan pemukul bola kasti, mendapat kecaman keras dari berbagai kalangan. Tindak kekerasan yang diduga dilakukan guru olahraga bernama Dra Hj Cut Marliani itu dinilai sebagai aksi yang tak sepantasnya dilakukan seorang pendidik, mengingat para peserta didik bukan objek kekerasan.

“Seharusnya anak didik diperlakukan dengan baik dan persuasif. Kalaupun harus diberi sanksi, berilah sanksi yang edukatif, bukan main pukul,” kata Presiden Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Sabki Mustafa Habli kepada Serambi, Senin (22/3).Ia mengecam tindakan yang dilakukan oknum guru SMAN 2 Meulaboh itu, karena tidak sepantasnya murid yang salah berhitung lantas dipentungi guru pahanya sehingga memar membiru.

Sabki menilai, aksi kekerasan yang diduga dilakukan guru perempuan itu merupakan bentuk pelanggaran hukum dan melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Pihak terkait harus segera mengambil tindakan tegas terhadap kejadian ini, sehingga aksi serupa tak lagi terulang untuk kesekian kalinya,” tegas Sabki.

Menurut Sabki, perbuatan yang dilakukan oknum guru olahraga itu merupakan bentuk kelemahan kepala sekolah yang dia nilai tidak berani mengambil tindakan tegas untuk menindak guru yang bersikap bak “preman” di sekolah. Ia juga meminta Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh Barat segera menindak oknum guru SMAN 2 Meulaboh yang telah “main kayu” terhadap anak didiknya itu.

Puluhan tanggapan lainnya juga diterima Serambi sepanjang siang kemarin terkait pemukulan yang dialami Vika Miftahul Jannah.  Mereka meminta agar kasus ini tak dibiarkan begitu saja, melainkan harus diberi sanksi tegas kepada oknum guru dimaksud. Sedangkan siswi yang dipukul itu harus diberi perhatian penuh, sehingga trauma psikisnya cepat pulih.

Desak ditelusuri
Kecaman juga disampaikan Ketua Umum Lingkar Mahasiswa Peduli Pendidikan (LMPP) Aceh, Rahmad Ardiansyah. Dia mendesak pihak Dinas Pendidikan Aceh Barat segera menelusuri kasus itu dengan memanggil Dra Hj Cut Marliani. Begitu juga Kepala SMA 2 Meulaboh, Marwanto dan siswa yang menjadi saksi pada saat pemukulan Vika.

“Kalau itu murni kesalahan Ibu Cut Marliani, maka kami meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat memberi sanksi yang layak kepada guru bersangkutan, minimal dimutasi ke sekolah lain. Hal ini lebih baik daripada nantinya berlanjut menjadi perkara pidana yang akan ditangani polisi,” tulis Rahmad lewat siaran pers yang dikirim kepada Serambi kemarin. Di sisi lain, Rahmad juga menyarankan sebelum sanksi itu diberikan, sebaiknya guru bersangkutan diberi pembinaan. “Boleh jadi oknum guru itu sedang mengalami beban psikologis. Untuk itu, kami harap Dinas Pendidikan Aceh Barat dapat memfasilitasinya,” demikian Rahmad.

Penyakit lama
Sejumlah alumnus SMAN 2 Meulaboh yang ditanyai Serambi kemarin mengaku oknum guru yang mengasuh mata pelajaran Ekonomi Akuntansi dan Olahraga itu memang doyan memukul siswa dan siswi yang berbuat salah. “Kami nilai, aksi kekerasan yang dilakukannya merupakan penyakit lama dan sulit dihilangkan. Bukan hanya kami, abang dan kakak kelas kami juga pernah mendapat perlakuan kasar dari ibu guru tersebut,” ungkap Dedek, alumni tahun 2004.

Di sisi lain, jumlah korban yang selama ini pernah dikasari oknum guru SMAN 2 Meulaboh itu kini tambah banyak. Tak hanya siswa yang kini diajarnya yang pernah merasakan tindak kekerasan, tetapi juga beberapa alumni SMA itu. Ada yang mengaku pernah mendapat perlakuan kasar dari oknum guru yang emosinya kerap meledak-ledak itu.

Saat dihubungi terpisah dua hari lalu, Dra Cut Mariani menyatakan ia memang suka memukul dan menggunakan kekerasan dalam mendidik. Itu dilakukannya dengan sadar, tanpa rasa kasihan. “Mau bilang apa lagi, saya juga tak tahu mengapa hal ini bisa saya alami. Mungkin karena sejak kecil saya mendapatkan didikan keras dari orang tua saya,” ujarnya. Namun, dia menyatakan ingin berubah.

Akan dipindahkan
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Drs T Usman Basyah yang dikonfirmasi wartawan media cetak dan elektronik mengatakan, untuk meminimalisir supaya kasus pemukulan siswa tak terulang lagi di SMAN 2 Meulaboh, pihaknya akan segera memindahkan Dra Cut Mariani ke lembaga lain yang tidak berhubungan dengan siswa dan pengajaran. “Ini solusi terbaik, karena yang bersangkutan memang telah sering di-complain orang tua murid, karena tindakan kasarnya terhadap siswa,” ujar T Usman Basyah. (edi/sal)
http://www.serambinews.com/news/view/26843/pemukulan-siswi-sma-dikecam

 
























Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday769
mod_vvisit_counterYesterday1287
mod_vvisit_counterThis week3480
mod_vvisit_counterLast week9052
mod_vvisit_counterThis month9930
mod_vvisit_counterLast month44088
mod_vvisit_counterAll days441216

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: Feb 08, 2012