|
BANDA ACEH - Perwakilan korban tsunami dari Aceh Barat yang menamakan diri Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) mengadu ke Ketua DPRA,
Rumah tak Kunjung Dibangun Korban Tsunami Aceh Barat Mengadu ke Ketua DPRA Aceh Barat 3 April 2010, 14:37
BANDA ACEH - Perwakilan korban tsunami dari Aceh Barat yang menamakan diri Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) mengadu ke Ketua DPRA, Hasbi Abdullah di Banda Aceh, Jumat (2/3). Mereka mempertanyakan janji pemerintah terhadap pembangunan 300 lebih rumah korban tsunami di kabupaten itu. Hingga kini, sebagian korban tsunami yang belum mendapatkan rumah bantuan itu masih tinggal di posko pengungsian dibentuk GPRS sejak akhir 2009 lalu. Koordinator GPRS, Edy Chandra menyebutkan dalam pertemuan itu, Ketua DPRA mengungkapkan pihak DPRA tidak menganggarkan dana untuk pembangunan rumah itu dalam APBA 2010 karena tak diusulkan pihak eksekutif. “Namun, beliau berjanji akan mengusahakan ada dana untuk pembangunan rumah itu,” kata Edy kepada Serambi usai menjumpai Ketua DPRA, kemarin.
Sebelumnya, lanjut Edy, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pernah berjanji merealisasikan pembangunan rumah itu dalam pembangunan rumah duafa di Aceh. Sedangkan Wagub, Muhammad Nazar saat berkunjung ke posko GPRS mengatakan Pemerintah Aceh sudah mengajukan dana sebesar Rp 6 triliun kepada pemerintah pusat, guna melanjutkan sisa rehabilitasi dan rekonstruksi yang ditinggalkan BRR itu. “Terserah sumbernya dari mana, kami sangat mengharapkan ada bantuan untuk pembangunan rumah bantuan kepada kami korban tsunami. Hingga saat ini, dari 300 lebih KK yang belum mendapat rumah bantuan itu, 49 KK di antaranya masih menetap di posko pengungsian GPRS di Tugu Batee Puteh, Meulaboh, Aceh Barat. Kami tidak mendapat rumah karena ada kekeliruan dalam pendataan oleh BRR NAD-Nias dulu,” demikian Edy.(sal)
http://www.serambinews.com/news/view/27642/korban-tsunami-aceh-barat-mengadu-ke-ketua-dpra |