|
MEULABOH-Tim verifikasi rumah bantuan dari masing-masing kecamatan yang dibentuk oleh Pemkab Aceh Barat, menemukan data hanya 303 KK yang
Serambi Hanya 303 KK yang belum Terima Rumah Bantuan Aceh Barat 8 Februari 2010, 09:49 http://www.serambinews.com/files/photos/medium/e06b61165dfbe6e617090b4a8f2d5ebc95ed51d4.jpg Dari kiri ke kanan Camat Samatiga, Jufri, Camat Arongan Lambalek, Drs HT Syamsul Alam, serta Camat Meureubo M Yusuf membeberkan hasil temuan tim verifikasi rumah bantuan di wilayah itu sebanyak 303 KK yang belum berhak mendapatkan rumah. Padahal sebelumnya, jumlah warga korban tsunami yang belum mendapatkan rumah bantuan di Aceh Barat versi BRR mencapai 1.569 KK. Foto direkam Kamis (4/2) lalu.SERAMBI/DEDI ISKANDAR MEULABOH-Tim verifikasi rumah bantuan dari masing-masing kecamatan yang dibentuk oleh Pemkab Aceh Barat, menemukan data hanya 303 KK yang belum mendapat rumah dari 1.569 kepala keluarga yang selama ini diklaim belum mendapatkan rumah bantuan dari pihak pendonor maupun lembaga pemerintah. Hal itu diungkapkan masing-masing pimpinan empat kecamatan di Kabupaten Aceh Barat, kepada Serambi, Kamis (4/2) lalu di Meulaboh yaitu Arongan Lambalek, Samatiga, Johan Pahlawan, serta Meureubo.
Camat Arongan Lambalek, Drs HT Samsul Alam kepada Serambi menjelaskan, dari data sebanyak 31 orang yang mengaku belum mendapatkan rumah bantuan di wilayah itu, setelah dilakukan verifikasi menemukan data valid dan benar-benar belum mendapatkan rumah, hanya 12 orang saja. Sedangkan sisanya warga korban tsunami yang sebelumnya telah mendapatkan rumah.
Warga yang tak berhak mendapatkan rumah itu, katanya, sengaja mengajukan permohonan perumahan kepada pemkab. Padahal, mereka telah mendapatkan rumah bantuan yang kini dihuni oleh orangtua mereka. Bahka warga yang kini namanya dirahasiakan itu diduga sengaja melakukan manipulasi data untuk mendapat rumah yang bukan menjadi hak mereka. Ada pun warga yang sah belum mendapatkan rumah bantuan itu, masing-masing Peuribu 5 KK, Rimba Langgeh 1 KK, Keub 3 KK, Alue Batee 1 KK, serta Alue Bagok 1 KK, serta sebuah desa lainnya.
Hal senada juga diutarakan Jufri, selaku Camat Samatiga, menurutnya, berdasarkan hasil verifikasi rumah bantuan yang selama ini dilakukan, hanya 34 kepala keluarga saja yang belum mendapatkan rumah bantuan. Dan ke-34 warga itu kini berdomisili di Desa Suak Timah 15 KK, Cot Darat 7 KK, Pucok Lueng 9 KK, Keureuseng 2 KK, serta Suak Panteu Breuh 1 KK.
Sementara itu, Camat Meureubo, M Yusuf SE melaporkan, berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan, korban tsunami yang belum mendapatkan rumah di wilayah itu sebanyak 154 KK dan tersebar di sejumlah desa. Namun, katanya, data sebesar itu belum bisa dipastikan valid mengingat jika ditelusuri kembali maka jumlahnya akan semakin menurun. Dan umumnya warga yang belum mendapatkan rumah bantuan itu berdomisili di kawasan yang sebelumnya tergolong parah terkena musibah tsunami.
Sedangkan jumlah korban tsunami yang belum mendapatkan rumah di Kecamatan Johan Pahlawan, yakni sebanyak 103 kepala keluarga yang terdiri dari Desa Ujong Kalak, Suak Ribee, Kampung Belakang, Panggong, Kutapadang, Ujong Baroh, Gampa, Blang Beurandang, Gampong Darat, Rundeng, Seuneubok, Padang Seurahet, Suak Nie, serta Suak Raya.
Minta diprioritaskan Secara terpisah, Koordinator Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Edi Chandra yang dimintai tanggapannya terhadap hasil temuan tim verifikasi rumah bantuan oleh pemkab setempat, menyatakan, pihaknya menyambut baik hasil temuan itu. Dengan semikian persoalan data yang selama ini ditinggalkan pihak BRR sebanyak 1.569 yang mengaku belum mendapatkan rumah bantuan bisa segera terjawab. Dan, ia meminta pembangunan rumah bagi korban tsunami yang kini masih diperjuangkan masyarakat di wilayah itu, diprioritaskan.(edi) http://www.serambinews.com/news/view/23620/hanya-303-kk-yang-belum-terima-rumah-bantuan |