Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Diduga Jadi Proyek Fiktif

MEULABOH - Sebanyak 500 buah tong sampah plastik yang pengadaan melalui APBK 2009 lalu di Pemkab Aceh Barat diduga telah telah jadi proyek fiktif.

Diduga Jadi Proyek Fiktif  
Anggota DPRK Pertanyakan Keberadaan 500 Tong Sampah
Aceh Barat Wed, Sep 1st 2010, 10:54

MEULABOH - Sebanyak 500 buah tong sampah plastik yang pengadaan melalui APBK 2009 lalu di Pemkab Aceh Barat diduga telah telah jadi proyek fiktif. Pasalnya, hingga kini keberadaan tong sampah itu belum diketahui keberadaannya.

Masaah itu mencuat dalam rapat perhitungan APBK 2009 di gedung DPRK setempat yang membahas masalah Bapedal K dan P Aceh Barat, Selasa (31/8). Sidang itu dipimpin Wakil Ketua Bangar DPRK, Herman Abdullah dan hadir Asisten III Pemkab, Sattri Sip dan Kepala Bapedal K dan P serta anggota panitia banggar.

Zaenal Abidin, anggota banggar mempertanyakan keberadaan 500 buah tong sampah jenis plastik yang pengadaannya melalui anggaran tahun 2009 lalu. Sebab, jika dilihat dalam kota Meulaboh sekarang sangat jarang ditemukan tong sampah tersebut. Padahal, pengadaan 500 tong sampah dianggarkan biaya sebesar Rp 696,6 juta melalui dana APBK 2009.

Kata Zaenal, dari pembahasan dengan Dinas Cipta Karya dan Pengairan Aceh Barat bahwa pengadaan tong sampah dilakukan oleh Dinas Cipta Karya dan Pengadaan, akan tetapi pengakuan dinas itu sudah diserahkan ke Bapedal K dan P guna didistribusikan serta ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan dalam Kota Meulaboh.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapedal K dan P, Marliansyah mengatakan, bahwa benar pada tahun 2009 lalu ada pengadaan 500 unit tong sampah dan sudah diserahkan ke Bapedal K dan P. Akan tetapi barang tersebut diserahkan pada kepemimpinan lama tahun 2009 lalu. Dan informasi diperoleh bahwa tong sampah itu ada pada sebuah lokasi di Meulaboh sebanyak 400 buah, sebab informasi diperoleh hanya baru 100 buah didistribusikan.

Namun Marliansyah tidak menjelaskan, lokasi tempat penyimpanan tong sampah tersebut, meskipun berulang kali didesak oleh anggota DPRK. Tapi, Marliansyah berjanji akan mengambil tong sampah itu guna dituntaskan meski itu persoalan tahun 2009 lalu yang belum selesai distribusi oleh pejabat lama. “Apa perlu sore ini kita ambil. Saya dapat informasi pada sebuah lokasi, sebab masalah tong sampah itu sejauh ini tidak ada serah terima ke saya,” kata Marliansyah.

Menurut Zaenal Abidin, DPRK Aceh Barat akan mengecek terhadap keberadaan tong sampah itu. Sebab sangat mistrius dana terkesan aneh kenapa belum tuntas dilakukan sudah hampir setahun. Zaenal mengatakan, pengadaan tong sampah itu adalah untuk meningkatkan kebersihan di Aceh Barat sehingga di mana-mana akan ada tempat sampah, yakni pada satu lokasi ada dua tong sampah organik dan nonorganik. Namun, kenyataan di lihat sekarang hanya beberapa buah saja yang ada, sedang ratusan tong sampah lainnya hingga kini masih keberadaannya masih misterius.(riz)
http://www.serambinews.com/news/view/38254/anggota-dprk-pertanyakan-keberadaan-500-tong-sampah

 
























Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday107
mod_vvisit_counterYesterday1287
mod_vvisit_counterThis week4039
mod_vvisit_counterLast week9238
mod_vvisit_counterThis month9268
mod_vvisit_counterLast month44088
mod_vvisit_counterAll days440554

Online (20 minutes ago): 20
Your IP: 38.107.179.227
,
Today: Feb 08, 2012