|
MEULABOH - Polemik soal pemindahan tiga dokter spesialis (dokter ahli) dari RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh ke Puskemas Kaway XVI, harus segera diakhiri.
Pengamat Sosial Polemik Pemindahan Dokter Spesialis Harus Diakhiri * Spanduk ‘RSUD-CND Terima Dukun’ Berkibar Utama Sat, May 29th 2010, 11:31
MEULABOH - Polemik soal pemindahan tiga dokter spesialis (dokter ahli) dari RSUD Cut Nyak Dhien (CND) Meulaboh ke Puskemas Kaway XVI, harus segera diakhiri. Demikian ditegaskan pengamat sosial yang juga dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Mursyidin MA, kepada Serambi di Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (28/5). “Polemik masalah pemindahan tiga dokter spesialis itu harus dihentikan dan perlu duduk bersama untuk mencari solusi terbaik, sehingga masyarakat jangan menjadi korban akibat saling tuding dan menyatakan diri paling benar,” kata Mursyidin, yang beberapa bulan lalu pernah menjabat Dekan Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.
Menurutnya, soal pemindahan tiga dokter spesialis dinilai perlu ada penyelesaian khusus sebab dilihat sudah saling menyebutkan diri benar, yakni bupati tetap komit akan menugaskan ke Puskesmas, sementara DPRK meminta agar dikembalikan. Begitu juga dari kalangan dokter spesialis yang dipindah ini sudah menyatakan diri akan pindah. Dan ekses ribut masalah dokter spesialis juga telah berakibat Direktur RSUD CND Meulaboh, dr Mudiarti mundur dari jabatannya. Mursyidin juga mengatakan dengan musyawarah akan lahir kebijakan yang dinilai tepat dan paling penting agar tidak terus menjadi konsumsi politik yang berakibat saling mencari kesalahan. Sebab pejabat Pemkab masih banyak tugas yang harus diurus sehingga dengan musyawarah para pihak bisa saling menerima dan tidak saling ribut sehingga daerah yang dirugikan. “Muspida Aceh Barat perlu duduk bersama dan memecahkan segera persoalan ini,” pungkasnya.
Solusi terbaik Danrem 012/TU, Kol Inf Arminson dimintai tanggapan oleh wartawan terhadap kisruh masalah dokter di Aceh Barat mengatakan, dalam masalah ini agar diutamakan kepentingan orang banyak dan menyelesaikan dengan musyawarah untuk menemukan solusi terbaik. “Harapan saya, ya kepentingan masyarakat luas diutamakan,” katanya di sela-sela pembukaan aneka kegiatan memeriahkan HUT Korem 012/TU di Makorem, Jumat (28/5). Sementara itu, anggota Fraksi Partai Aceh (FPA), Rizwan dalam pernyataannya kepada Serambi, kemarin, mendukung program Pemkab Aceh Barat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan dengan penempatan dokter spesialis ke kecamatan-kecamatan, karena manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. “Terobosan ini perlu didukung,” kata Rizwan yang juga Ketua Komisi A DPRK Aceh Barat itu.
Kepala Puskesmas Kaway XVI, Musa SE mengatakan penempatan dokter spesialis di Puskesmas sangat mendapat dukungan dari masyarakat. Hal terlihat dari sebelumnya, jumlah pasien sedikit kini menjadi banyak. “Alat medis yang dibutuhkan seperti USG, EKS, juga sudah didatangkan,” katanya. Selain itu, sebut Musa, di Puskesmas Kaway XVI sudah ada ruang rawat inap sehingga dengan adanya dokter di Puskesmas masyarakat akan lebih dekat untuk berobat dan tidak perlu harus ke RSUD CND yang jarak tempuhnya lebih jauh. “Kami berharap ketiganya dapat terus memberikan layanan di Puskesmas sehingga masyarakat tidak kecewa. Sebab, saat ketiga dokter spesialis ini membuka layanan beberapa hari lalu sangat banyak masyarakat yang datang berobat,” ujarnya.
Perlu ditinjau ulang Sementara itu, Ketua HMI Meulaboh, Baktiar dalam rilisnya mengatakan kebijakan menempatkan dokter spesialis ke Puskesmas Kaway XVI perlu ditinjau ulang karena lebih banyak mudharat dari pada manfaatnya. Dan HMI juga menyayangkan bila ekses dari pemindahan tiga dokter spesialis ke Puskesmas akan berdampak pindah tiga dokter ini ke luar Aceh Barat sehingga upaya ini harus segera dicegah. Hal senada juga diutarakan Baharuddin Bahari, Ketua Divisi Kampaye dan Pendidikan Publik GeRAK Aceh Barat, menilai sikap tegas yang diperlihatkan oleh Bupati Aceh Barat dalam mempertahankan kebijakannya menotadinaskan tiga orang dokter spesialis RSUD CND ke Puskesmas Kaway XVI sangat tidak mendasar dan terkesan sebagai bentuk pemaksaan kehendak.
Pascapencopotan tiga dokter spesialis dari RSUD dipindah ke Puskesmas Kaway XVI meliputi dr Akbar SpPD (spesialis penyakit dalam), dr Armansyah SpOG (spesialis kandungan), dan dr Haris Marta Saputra SpA (spesialis anak), pada Kamis (27/5), satu spanduk yang bertuliskan “RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menerima tiga dukun sebagai penganti tiga dokter yang dicopot dari RSUD”, dikibarkan oleh para mahasiswa dan LSM mengatasnamakan Gempar. Namun, spanduk yang hanya beberapa menit saja terpasang di Bundaran Simpang Kisaran yakni tak jauh dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh itu, tak lama kemudian segera dicopot oleh Satpol PP. “Spanduk itu sebagai bentuk protes, kenapa dokter spesialis yang dibutuhkan di RSUD malah digeser ke Puskesmas,” kata Chaidir, dari Gempar Aceh Barat.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/31656/polemik-pemindahan-dokter-spesialis-harus-diakhiri |