|
MEULABOH - Ratusan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. Kamis (3/6) melancarkan aksi demo ke DPRK setempat. Aksi itu guna menuntut berbagai persoalan yang ada di kampus tersebut agar diselesaikan,
Mahasiswa UTU Demo DPRK Aceh Barat Aceh Barat Fri, Jun 4th 2010, 14:07 Ratusan mahasiswa UTU Meulaboh, melancarkan demo ke DPRK Aceh Barat meminta agar UTU segera dinegerikan dan meminta DPRK dan Pemkab menyelesaikan sejumlah persoalan di UTU, seperti masalah sengketa tanah sehingga tidak berlarut. Foto direkam, Kamis (3/6). SERAMBI/RIZWAN MEULABOH - Ratusan mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh. Kamis (3/6) melancarkan aksi demo ke DPRK setempat. Aksi itu guna menuntut berbagai persoalan yang ada di kampus tersebut agar diselesaikan, dan meminta Pemkab Aceh Barat serius mengurus UTU sehingga segera menjadi universitas negeri.
Kedatangan mahasiswa menggunakan sepeda motor dari dari kampus di Alue Penyareng, Kecamatan Meureubo ke Meulaboh dengan jarak sekitar 10 Km itu, diterima Wakil Ketua DPRK Aceh Barat. Sebelum ke DPRK, mahasiswa itu sempat singgah sekitar 10 menit di Kantor Kejari Meulaboh dengan meneriakkan “yel-yel” agar Kejari Meulaboh serius mengusut setiap kasus korupsi di Aceh Barat.
Usai di Kejari, mahasiswa dengan membawa berbagai tulisan di kartun dan spanduk serta menggunakan pengeras suara langsung ke gedung DPRK Aceh Barat. Selain membagi-bagikan selebaran tuntutan, mahasiswa juga menyatakan rasa kekecewaan kepada anggota DPRK yang kurang peduli terhadap kampus UTU yang merupakan kebanggan masyarakat di pantai barat-selatan Aceh.
Dalam orasi bergantian serta selebaran ditandatangani koordinator aksi yang juga Presma UTU Meulaboh, Sabki Mustafa Habli mengungkapkan, bahwa mahasiswa meminta Pemkab dan DPRK serius dalam mengupayakan UTU segera menjadi kampus negeri. Sebab pihak yayasan menyatakan dalam tahun 2010 akan dinegerikan akan tetapi sejauh ini masih juga belum ada tanda-tanda.
Mahasiswa juga mempertanyakan terhadap janji Pemkab dan DPRK Aceh Barat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 5 miliar dalam APBK selama lima tahun selama UTU belum menjadi negeri. Namun kenyataannya hanya bohong belaka dan dana yang dikucurkan sekitar Rp 700 juta pertahun.
Dan mahasiswa juga meminta Pemkab segera menyelesaikan masalah tanah bangunan UTU yang bersetifikat terlebih selama ini masih banyak yang protes terhadap status tanah sehingga bila ada masalah segera menyelesaikan dan tidak berdampak pada upaya penegerian.
Mahasiswa UTU juga menyorot terhadap kampus-kampus jarak jauh yang masih beroperasi di Aceh Barat, sehingga perlu dibentuk pansus sebab beberapa waktu lalu Pemkab dan DPRK pernah mejanjikan akan menertibkan. Kecuali itu, mahasiswa dalam orasinya juga menyorot terhadap kinerja Ketua DPRK Aceh Barat, Ishak Yusuf yang dinilai saat aksi demo ke DPRK selalu tidak ada dan menghindar yakni tidak berada di gedung DPRK.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Herman Abdullah mengatakan, terhadap apa yang disampaikan mahasiswa akan disampaikan ke pimpinan dewan. Sebab anggota DPRK yang baru ini banyak yang tidak mengerti terhadap apa yang dituntut seperti pengalokasian uang sebesar Rp 5 miliar/tahun untuk UTU.
Meski telah diberikan pengertian oleh Wakil Ketua DPRK, mahasiswa juga tidak menerima dan satu persatu anggota DPRK menghilang dari gedung dewan, sehingga pada siang kemarin hanya mahasiswa yang bertahan di gedung dewan dengan mendapatkan pengawalan ketat personel kepolisian.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/32117/mahasiswa-utu-demo-dprk-aceh-barat |