|
MEULABOH - Kasus pemindahan tiga dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) Meulaboh oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS ke Puskesmas Peureumeu Kecamatan Kaway XVI, dinilai benar-benar tak efektif.
Dokter Spesialis Kunjungi Puskesmas Sehari dalam Sepekan Aceh Barat Tue, Jun 8th 2010, 11:16
MEULABOH - Kasus pemindahan tiga dokter spesialis dari Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU-CND) Meulaboh oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS ke Puskesmas Peureumeu Kecamatan Kaway XVI, dinilai benar-benar tak efektif. Sebab, dalam sepekan para dokter itu hanya bertugas sehari yakni setiap Senin saja. Ketidak hadiran dokter specialis di kecamatan itu karena di Puskesmas tersebut tidak dilengkapi peralatan medis yang mendukung tugas ketiga dokter ahli tersebut.
Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Aceh Barat, Fuadri SSi MSi kepada Serambi, Senin (7/6) usai melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Puskesmas Kaway XVI guna melihat kinerja tiga dokter spesialis yang dipindahkan dari RSUD ini sejak pertengahan bulan Mei lalu. “Ketiga dokter specialis itu hanya membuka layanan pada hari Senin, selebihnya tidak masuk bekerja, sebab tidak tahu harus berbuat apa para dokter ini di Puskesmas itu,” ujar Wabup Fuadri.
Diakui Fuadri, dirinya sudah melakukan pertemuan dengan tiga dokter tersebut Senin kemarin. Disebutkan, jumlah pasien datang memang banyak yakni sekitar 50 orang, dan masyarakat menyambut baik adanya dokter spesialis di Puskesmas itu. Akan tetapi tidak mungkin setiap hari pasien sebanyak itu. Karena itulah, tambah Fuadri, alangkah berguna bila ketiga dokter itu segera dikembalikan ke RSUD, sebab pasien di RSUD lebih banyak, karena RSU-CND juga termasuk rumah sakit rujukan di pantai barat selatan.
Menurut Wabup Fuadri, ketiga dokter specialis itu mengaku tidak menolak jika dibuat jadwal kunjungan ke Puskesmas pada hari-hari tertentu. Bukan hanya untuk Puskesmas Kaway XVI, tapi ke sejumlah Puskesmas lainnya juga akan bersedia, seperti ke Puskesmas Samatiga, Puskesmas Woyla dan lainnya. “Harapan saya ketiga dokter spesialis ini segera bertugas kembali ke RSU. Jadi mereka dibuat jadwal kunjugan saja ke setiap Puskesmas yang ada,” ujar Fuadri.
Spanduk terima dukun Di tengah mencuatnya pro-kontra soal pemindahan tiga dokter spesialis dari RSU-CND ke Puskesmas Kaway XVI, Aceh Barat, pada Minggu (6/6), selembar spanduk bertuliskan “RSUD terima tabib (dukun) untuk mengantikan tiga dokter spesialis” kembali berkibar di Bundaran Simpang Kisaran, Meulaboh yang hanya teraput sekitar 20 meter dari rumah sakit tersebut. Spanduk dukun yang berkibar di Simpang Kisaran itu dipasang oleh Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh Barat (Gempar) Aceh Barat, dan menjadi perhatian para pengguna jalan.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga dokter spesialis yang dipindahkan oleh Bupati Aceh Barat, Ramli MS dari RSU-CND sejak Selasa (18/5) lalu ke Puskesmas di Kaway XVI masing-masing, dr Akbar SpPD (spesialis penyakit dalam), dr Armansyah SpOG (spesialis kandungan), dan dr Haris Marta Saputra SpA (spesialis anak). Dan pascapemindahan ketiga dokter itu, berdampak pada memburuknya pelayanan kepada di rumah sakit itu.
Aksi protes terhadap kebijakan Ramli MS yang memindahkan dokter specialis itupun mengalir deras dari berbagai elemen masyarakat. Begitupun, bupati Ramli MS tetap pada prinsipnya ketiga dokter itu harus bertugas di Puskesmas Peureumeu, Kecamatan Kaway XVI.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/32341/dokter-spesialis-kunjungi-puskesmas-sehari-dalam-sepekan
|