|
MEULABOH - Dokter ahli Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh tampaknya mulai menentukan sikap setelah muncul polemik dan pro kontra soal penempatan mereka ke Puskesmas Kaway XVI.
Dokter Ahli dari Meulaboh Buka Layanan di RSU Nagan * Plh Direktur RSUD CND Ditetapkan Hari Ini Utama Mon, May 31st 2010, 11:36
MEULABOH - Dokter ahli Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD CND) Meulaboh tampaknya mulai menentukan sikap setelah muncul polemik dan pro kontra soal penempatan mereka ke Puskesmas Kaway XVI. Dari tiga dokter ahli yang dicopot di RSUD CND, seorang di antaranya yaitu dr Armansyah SpOG (spesialis kandungan) mulai melayani pasien di RSU Nagan Raya.
“Benar. Sudah tiga orang kita lakukan operasi di RSUD Nagan Raya. Kan tidak mungkin terus menunggu,” ujar Armansyah menjawab Serambi, Minggu (30/5). Sedangkan mengenai sikap apakah akan pindah dari Aceh Barat akan ditentukan dalam sebulan ini setelah diputuskan bersama-sama dengan dua dokter lainnya, yaitu dr Akbar SpPD (spesialis penyakit dalam) dan dr Haris Marta Saputra SpA (spesialis anak). “Kita masih menunggu itikat baik Pemkab Aceh Barat apakah akan mengubah kebijakan atau tidak (soal penempatan ke Puskesmas Kaway XVI),” lanjut Armansyah.
Penjelasan Armansyah diperkuat dr Akbar dengan mengatakan dirinya bersama dr Armansyah dan dr Haris yang dicopot dari RSUD CND Meulaboh masih menunggu apakah kebijakan Pemkab Aceh Barat akan berubah atau tidak. Bila dalam sebulan ini tidak berubah, mereka akan memutuskan pindah ke daerah lain lain sebab di Aceh Barat sudah disia-siakan.
Mengenai jadwal kunjungan ke Puskesmas Kaway XVI --sambil menunggu kebijakan lebih lanjut--tetap dilakukan yakni sehari dalam sepekan yaitu setiap Senin. “Kita tidak setiap hari ke puskesmas tetapi sehari dalam seminggu. Sedangkan hari lain, masih santai-santai saja dulu. Seperti dr Haris, saat tidak ke puskesmas memilih ke Medan, sedangkan dr Armansyah memberikan layanan medis di RSUD Nagan Raya sebab di RSUD CND sudah tidak diberikan tugas lagi,” ujar Akbar.
Lebih lanjut Akbar mengatakan, mereka bertiga masih menunggu itikat baik Pemkab Aceh Barat. Bila juga tetap dizalimi, mereka akan bersikap. “Ya, kami pindah, sebab banyak daerah sudah menghubungi, tetapi kami memikirkan kepentingan masyarakat Aceh Barat, ya bertahan saja dulu sementara waktu sebab banyak yang menginginkan kami tidak pindah,” tandas Akbar.
Keluhkan pelayanan Pascapencopotan tiga dokter ahli tersebut, keluarga pasien RSU CND mengeluh karena tidak maksimalnya layanan medis. Seperti yang dialami seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas bernama Putri Winda (13), warga Kuta Padang dan Nurizal (16) warga Panggong. “Seorang korban bernama Putri Winda meninggal. Meski sudah ajal, tetapi pihak keluarga sangat kecewa akibat tidak maksimalnya layanan medis pada malam itu. Kan sulit kalau seorang dokter harus menangani dua pasien kecelakaan dalam waktu bersamaan di IGD,” kata Yusaini, anggota DPRK Aceh Barat.
Yang tak kalah menyedihkan, lanjut Yusaini, kasus yang dialami Nurizal. Akibat dokter spesialis bedah tidak di tempat (sedang ke Jakarta), si pasien harus dirujuk ke Banda Aceh. Padahal dokter bedah baru saja didatangkan ke RSUD CND Meulaboh tetapi telah memunculkan kekecewaan masyarakat.
Jabatan direktur Asisten Administrasi Setdakab Aceh Barat, Sattri SIP mengatakan, kekosongan jabatan Direktur RSUD CND pascamundurnya dr Mudiarti segera akan diisi dengan pejabat baru. “Senin (31/5) akan ditunjuk pelaksana tugas harian (Plh) sambil menunggu yang definitif,” ujar Sattri.
Menurutnya, surat mundur dr Muadiarti dari jabatannya sebagai Direktur RSUD CND sudah diterimanya dan kekosongan jabatan itu segera akan diisi sehingga layanan di RSUD tetap lancar. Terhadap orang yang akan mengisi posisi itu akan ditentukan oleh Pemkab Aceh Barat, Senin (31/5).
Mahasiswa mendukung Mahasiswa asal Kaway XVI yang tergaung dalam wadah IPMK XVI Banda Aceh, dalam rilisnya yang diterima Serambi, Sabtu (29/5) menyatakan dukungan terhadap penempatan tiga dokter spesialis di Puskesmas Kaway XVI. “Terlepas dari pandangan politik, program ini sangat membantu masyarakat, bukan masyarakat Kaway XVI saja tetapi juga Pante Ceureumen, Panton Reu, dan Sungaimas,” tulis pernyataan yang diteken Ari Yusman tersebut.
Dalam penilaian IPMK XVI Banda Aceh, program ini sangat bijaksana sebab dilakukan secara bergilir selama enam bulan dan ke depan akan dilakukan pada Puskesmas Woyla dan Arongan Lambalek. Dengan ditempatkan tiga dokter spesialis di Kaway XVI akan bisa mengirit biaya transportasi yang dikeluarkan masyarakat.
Disesalkan Tanggapan juga disampaikan Ketua Partai Bersatu Atjeh (PBA), Abdul Jalil SPdI. Menurut Jalil, kebijakan pemindahan tiga dokter ahli dari RSUD CND Meulaboh ke Puskesmas Kaway XVI menunjukkan sikap arogansi bupati. “Kebijakan itu telah memunculkan masalah di RSUD CND. Seharusnya sebelum mengabil kebijakan dikoordinasikan dulu dengan berbagai pihak. Ini menunjukan ego sektoral seorang bupati dan kebijakan yang tidak prorakyat,” kata Abdul Jalil sambil meminta Bupati Aceh Barat membatalkan kebijakan itu.(riz) http://www.serambinews.com/news/view/31804/dokter-ahli-dari-meulaboh-buka-layanan-di-rsu-nagan |