From: Subject: Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 Date: Sun, 1 Mar 2009 00:19:42 +0700 MIME-Version: 1.0 Content-Type: multipart/related; type="text/html"; boundary="----=_NextPart_000_0000_01C99A03.6ACB5660" X-MimeOLE: Produced By Microsoft MimeOLE V6.00.2900.3350 This is a multi-part message in MIME format. ------=_NextPart_000_0000_01C99A03.6ACB5660 Content-Type: text/html; charset="Windows-1252" Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Location: http://www.legalitas.org/incl-php/buka.php?d=2000+9&f=pp5-2009.htm Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009
Gedung DitJend. Peraturan Perundang-undangan
Jln. Rasuna Said Kav. 6-7, Kuningan, Jakarta=20 Selatan
Email: = admin@legalitas.org

Go Back | Tentang Kami | Forum Diskusi | FAQ | Web=20 Mail

.




PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 5 TAHUN=20 2009
TENTANG
BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK

DENGAN = RAHMAT=20 TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:     bahwa untuk melaksanakan = ketentuan=20 Pasal 34 ayat (4) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai = Politik, perlu=20 menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai=20 Politik;

Mengingat:    1. Pasal 5 ayat (2) = Undang-Undang Dasar=20 Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai = Politik=20 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan = Lembaran Negara=20 Republik Indonesia Nomor 4801);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:  PERATURAN PEMERINTAH TENTANG = BANTUAN=20 KEUANGAN KEPADA PARTAI POLITIK.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Peraturan=20 Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
1. Partai Politik adalah organisasi yang bersifat = nasional dan=20 dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas = dasar=20 kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela = kepentingan=20 politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara = keutuhan Negara=20 Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang = Dasar Negara=20 Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Bantuan keuangan adalah bantuan keuangan yang = bersumber dari=20 Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Anggaran Pendapatan dan Belanja = Daerah=20 yang diberikan secara proporsional kepada Partai Politik yang = mendapatkan kursi=20 di Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi, dan = Dewan=20 Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota yang penghitungannya berdasarkan = jumlah=20 perolehan suara.
3. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, selanjutnya = disingkat=20 APBN, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui = oleh=20 Dewan Perwakilan Rakyat.
4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya = disingkat=20 APBD, adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang = ditetapkan dengan=20 peraturan daerah.
5. Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disingkat = DPR.
6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi, selanjutnya = disingkat=20 DPRD provinsi.
7. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota, = selanjutnya=20 disingkat DPRD kabupaten/kota.

BAB II
PEMBERIAN BANTUAN KEUANGAN

Pasal 2
(1) Bantuan keuangan kepada Partai Politik dari = APBN/APBD=20 diberikan oleh Pemerintah/pemerintah daerah setiap tahunnya.
(2) Partai Politik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) = adalah=20 Partai Politik yang mendapatkan kursi di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD=20 kabupaten/kota.
(3) Bantuan keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) = diberikan=20 secara proporsional yang penghitungannya berdasarkan jumlah perolehan=20 suara.

Pasal 3
(1) Bantuan keuangan yang bersumber dari APBN diberikan = kepada=20 Partai Politik di tingkat pusat yang mendapatkan kursi di DPR.
(2) Bantuan keuangan yang bersumber dari APBD provinsi = diberikan=20 kepada Partai Politik di tingkat provinsi yang mendapatkan kursi di DPRD = provinsi.
(3) Bantuan keuangan yang bersumber dari APBD = kabupaten/kota=20 diberikan kepada Partai Politik di kabupaten/kota yang mendapatkan kursi = di DPRD=20 kabupaten/kota.

Pasal 4
(1) Besarnya bantuan keuangan yang diberikan kepada = Partai=20 Politik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 penghitungannya berdasarkan = pada=20 jumlah perolehan suara hasil Pemilu DPR, DPRD provinsi, dan DPRD=20 kabupaten/kota.
(2) Jumlah perolehan suara hasil Pemilu DPR, DPRD = provinsi, dan=20 DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan pada = hasil=20 penghitungan suara secara nasional yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan = Umum.

Pasal 5
(1) Penentuan besarnya nilai bantuan per suara hasil = Pemilu DPR=20 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) didasarkan pada hasil = penghitungan=20 jumlah bantuan keuangan APBN tahun anggaran sebelumnya dibagi dengan = jumlah=20 perolehan suara hasil Pemilu DPR bagi Partai Politik yang mendapatkan = kursi=20 periode sebelumnya.
(2) Penentuan besarnya nilai bantuan per suara hasil = Pemilu DPRD=20 provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) didasarkan pada = hasil=20 penghitungan jumlah bantuan keuangan APBD provinsi tahun anggaran = sebelumnya=20 dibagi dengan jumlah perolehan suara hasil Pemilu DPRD provinsi bagi = Partai=20 Politik yang mendapatkan kursi periode sebelumnya.
(3) Penentuan besarnya nilai bantuan per suara hasil = Pemilu DPRD=20 kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) didasarkan = pada hasil=20 penghitungan jumlah bantuan keuangan APBD kabupaten/kota tahun anggaran=20 sebelumnya dibagi dengan jumlah perolehan suara hasil Pemilu DPRD = kabupaten/kota=20 bagi Partai Politik yang mendapatkan kursi periode sebelumnya.
(4) Jumlah bantuan keuangan kepada Partai Politik dari = APBN/APBD=20 dalam tahun anggaran berkenaan sama dengan nilai bantuan per suara hasil = Pemilu=20 DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota sebagaimana dimaksud pada = ayat (1),=20 ayat (2), dan ayat (3) dikalikan dengan jumlah perolehan suara hasil = Pemilu DPR,=20 DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota periode berkenaan.

BAB III
PENGAJUAN DAN PENYALURAN
BANTUAN = KEUANGAN

Bagian=20 Kesatu
Pengajuan Bantuan Keuangan

Pasal 6
(1) Pengurus Partai Politik sebagaimana dimaksud dalam = Pasal 2=20 mengajukan permohonan tertulis kepada Pemerintah/pemerintah daerah untuk = menyalurkan dana bantuan keuangan ke rekening kas umum Partai = Politik.
(2) Permohonan bantuan keuangan sebagaimana dimaksud = pada ayat=20 (1) diajukan oleh:
a. Pengurus Pusat Partai Politik kepada Pemerintah = melalui=20 Menteri Dalam Negeri;
b. Pengurus Daerah Partai Politik tingkat = provinsi=20 kepada gubernur; dan
c. Pengurus Daerah Partai Politik tingkat = kabupaten/kota kepada=20 bupati/walikota.
(3) Permohonan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat = (1)=20 ditandatangani oleh:
a. Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal atau sebutan lain = yang=20 terdaftar di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia bagi Dewan Pengurus = Pusat=20 Partai Politik;
b. Ketua dan Sekretaris atau sebutan lain bagi Dewan = Pimpinan=20 Daerah Partai Politik tingkat provinsi; dan
c. Ketua dan Sekretaris atau sebutan lain bagi Dewan = Pimpinan=20 Daerah Partai Politik tingkat kabupaten/kota.

Pasal 7
(1) Pengajuan permohonan bantuan keuangan sebagaimana = dimaksud=20 dalam Pasal 6 dilengkapi dengan persyaratan administrasi sebagai = berikut:
a. penetapan perolehan kursi dan suara hasil Pemilu = oleh Komisi=20 Pemilihan Umum;
b. susunan kepengurusan Partai Politik yang = sah;
c.=20 rekening kas umum Partai Politik;
d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) = Partai=20 Politik;
e. rencana penggunaan dana bantuan keuangan Partai Politik; = dan
f. laporan realisasi penerimaan dan penggunaan bantuan = keuangan=20 tahun anggaran sebelumnya.
(2) Menteri Dalam Negeri/gubernur/bupati/walikota = melakukan=20 verifikasi keabsahan dan kelengkapan persyaratan administrasi = sebagaimana=20 dimaksud pada ayat (1).
(3) Untuk melakukan kegiatan verifikasi sebagaimana = dimaksud pada=20 ayat (2), Menteri Dalam Negeri/gubernur/bupati/walikota membentuk tim=20 verifikasi.
(4) Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) = dituangkan dalam berita acara.

Bagian Kedua
Penyaluran Bantuan Keuangan

Pasal = 8
(1) Penyaluran bantuan keuangan ke rekening kas umum = Partai=20 Politik tingkat pusat dilaksanakan oleh Menteri Keuangan atas permintaan = Menteri=20 Dalam Negeri.
(2) Penyaluran bantuan keuangan ke rekening kas umum = Partai=20 Politik tingkat provinsi dilaksanakan oleh gubernur.
(3) Penyaluran bantuan keuangan ke rekening kas umum = Partai=20 Politik tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh = bupati/walikota.

BAB IV
PENGGUNAAN BANTUAN KEUANGAN

Pasal = 9
Bantuan=20 keuangan kepada Partai Politik digunakan sebagai dana penunjang kegiatan = pendidikan politik dan operasional sekretariat Partai Politik.

Pasal 10
(1) Kegiatan pendidikan politik sebagaimana dimaksud = dalam Pasal=20 9 berkaitan dengan:
a. peningkatan kesadaran hak dan kewajiban masyarakat = dalam=20 kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
b. peningkatan partisipasi politik dan inisiatif = masyarakat dalam=20 kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara; dan
c. peningkatan kemandirian, kedewasaan, dan membangun = karakter=20 bangsa dalam rangka memelihara persatuan dan kesatuan = bangsa.
(2) Kegiatan pendidikan politik sebagaimana dimaksud = pada ayat=20 (1) dilaksanakan dengan memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender = untuk=20 membangun etika dan budaya politik sesuai dengan Pancasila.

Pasal 11
Kegiatan operasional sekretariat sebagaimana = dimaksud=20 dalam Pasal 9 berkaitan dengan:
a. administrasi umum;
b. = berlangganan daya=20 dan jasa;
c. pemeliharaan data dan arsip; dan
d. pemeliharaan = peralatan=20 kantor.

BAB V
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

Pasal 12
(1) Partai Politik wajib membuat laporan = pertanggungjawaban=20 penerimaan dan pengeluaran keuangan yang bersumber dari dana bantuan=20 APBN/APBD.
(2) Untuk membuat laporan pertanggungjawaban = sebagaimana dimaksud=20 pada ayat (1), Partai Politik wajib melaksanakan pembukuan dan = memelihara bukti=20 penerimaan dan pengeluaran atas dana bantuan keuangan.

Pasal 13
Partai Politik wajib menyampaikan laporan=20 pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan yang bersumber = dari dana=20 bantuan APBN/APBD secara berkala 1 (satu) tahun sekali kepada Pemerintah = setelah=20 diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

Pasal 14
(1) Laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud = dalam Pasal=20 13 disampaikan kepada:
a. Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri oleh Partai = Politik=20 tingkat pusat;
b. gubernur oleh Partai Politik tingkat provinsi; = dan
c.=20 bupati/walikota oleh Partai Politik tingkat kabupaten/kota.
(2) Laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud = pada ayat (1)=20 disampaikan paling lambat 1 (satu) bulan setelah diperiksa Badan = Pemeriksa=20 Keuangan.

Pasal 15
Laporan pertanggungjawaban sebagaimana dimaksud = dalam=20 Pasal 13 terbuka untuk diketahui masyarakat.

Pasal 16
Partai Politik yang melanggar ketentuan = sebagaimana=20 dimaksud dalam Pasal 13 dikenai sanksi administratif berupa penghentian = bantuan=20 keuangan APBN/APBD sampai laporan diterima oleh Pemerintah dalam tahun = anggaran=20 berkenaan.

BAB VI
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 17
(1) Bantuan keuangan kepada Partai Politik yang = mendapatkan kursi=20 di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun 2004 = diberikan=20 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2005 tentang Bantuan = Keuangan=20 Kepada Partai Politik sampai dengan diresmikannya keanggotaan DPR, DPRD=20 provinsi, dan DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun 2009.
(2) Bantuan keuangan kepada Partai Politik yang = mendapatkan kursi=20 di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun 2009 = diberikan=20 berdasarkan Peraturan Pemerintah ini terhitung sejak diresmikannya = keanggotaan=20 DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun = 2009.
(3) Besarnya bantuan keuangan yang diterima Partai = Politik=20 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dihitung secara proporsional = berdasarkan=20 rentang waktu sampai dengan berakhirnya masa keanggotaan DPR, DPRD = provinsi, dan=20 DPRD kabupaten/kota hasil Pemilu Tahun 2004 dalam 1 (satu) tahun = anggaran=20 2009.
(4) Besarnya bantuan keuangan yang diterima Partai = Politik=20 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dihitung secara proporsional mulai = sejak=20 diresmikannya keanggotaan DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota = hasil=20 Pemilu Tahun 2009 sampai dengan sisa waktu tahun anggaran = 2009.

BAB VII
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 18
Pedoman = tata cara=20 penghitungan, penganggaran dalam APBD, pengajuan, penyaluran, dan = laporan=20 pertanggungjawaban penggunaan bantuan keuangan Partai Politik diatur = lebih=20 lanjut dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri.

Pasal 19
Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai = berlaku,=20 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada = Partai=20 Politik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 62, = Tambahan=20 Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4513) dicabut dan dinyatakan = tidak=20 berlaku.

Pasal 20
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada = tanggal=20 diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan = pengundangan=20 Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara = Republik=20 Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 16 Januari=20 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DR. H. SUSILO BAMBANG=20 YUDHOYONO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 16 Januari = 2009
MENTERI=20 HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

ANDI=20 MATTALATTA




LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN = 2009=20 NOMOR 18.



PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK = INDONESIA
NOMOR 5=20 TAHUN 2009
TENTANG
BANTUAN KEUANGAN KEPADA PARTAI = POLITIK

I.=20 UMUM

Dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun = 2008=20 tentang Partai Politik pada tanggal 4 Januari 2008, Peraturan Pemerintah = Nomor=20 29 Tahun 2005 tentang Bantuan Keuangan kepada Partai Politik sudah tidak = sesuai=20 dengan perkembangan keadaan sehingga perlu diganti dengan peraturan = pemerintah=20 yang baru.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai = Politik=20 mengakomodasi beberapa paradigma baru seiring dengan menguatnya = konsolidasi=20 demokrasi di Indonesia melalui sejumlah pembaruan yang mengarah pada = penguatan=20 sistem dan kelembagaan Partai Politik serta transparansi dan = akuntabilitas=20 pengelolaan keuangan Partai Politik.
Berdasarkan Undang-Undang tersebut Partai Politik = berhak=20 memperoleh bantuan keuangan dari APBN/APBD sesuai dengan peraturan=20 perundang-undangan, yang diberikan secara proporsional kepada Partai = Politik=20 yang mendapatkan kursi di DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota = yang=20 penghitungannya berdasarkan jumlah perolehan suara.
Selain itu, Partai Politik berkewajiban = menyampaikan laporan=20 pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan dari APBN/APBD = kepada=20 Pemerintah setelah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Partai = Politik yang=20 melanggar ketentuan tersebut dikenai sanksi administratif berupa = penghentian=20 bantuan keuangan APBN/APBD sampai laporan diterima oleh Pemerintah dalam = tahun=20 anggaran berkenaan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah ini, penetapan = besaran=20 bantuan keuangan kepada Partai Politik tidak dengan menetapkan harga = nominal=20 untuk satu suara, melainkan melalui formulasi berdasarkan hasil = penghitungan=20 jumlah bantuan keuangan tahun anggaran sebelumnya dibagi dengan jumlah = perolehan=20 suara hasil Pemilu bagi Partai Politik yang mendapatkan kursi periode=20 sebelumnya. Besarnya jumlah bantuan keuangan tahun anggaran berkenaan = sama=20 dengan nilai bantuan per suara hasil Pemilu dikalikan dengan jumlah = perolehan=20 suara hasil Pemilu.
Bantuan keuangan kepada Partai Politik dialokasikan = sebagai=20 dana penunjang kegiatan Partai Politik untuk pelaksanaan pendidikan = politik dan=20 operasional sekretariat Partai Politik. Hal ini dimaksudkan dalam rangka = penguatan kelembagaan Partai Politik sebagai sarana pendidikan politik = bagi=20 anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara Indonesia yang = sadar akan=20 hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan=20 bernegara.

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 1
Cukup jelas

Pasal 2
Cukup jelas

Pasal 3
Cukup jelas

Pasal 4
Cukup jelas

Pasal 5
Cukup jelas

Pasal 6
Cukup jelas

Pasal 7
Ayat (1)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Susunan kepengurusan Partai Politik yang sah adalah = yang=20 terdaftar dan disahkan oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi = Manusia.
Susunan=20 kepengurusan Partai Politik tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota = yang sah=20 adalah sebagaimana yang disahkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai = Politik yang=20 terdaftar dan disahkan oleh Departemen Hukum dan Hak Asasi = Manusia.
Huruf=20 c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas.
Huruf e
Cukup jelas
Huruf f
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas

Pasal 8
Cukup jelas

Pasal 9
Cukup jelas

Pasal 10
Cukup jelas

Pasal 11
Huruf a
Yang dimaksud dengan "administrasi umum" antara lain = belanja=20 keperluan alat tulis kantor, rapat internal sekretariat Partai Politik, = dan=20 ongkos perjalanan dalam rangka mendukung kegiatan operasional = sekretariat Partai=20 Politik.
Huruf b
Yang dimaksud dengan "daya dan jasa" antara lain = telepon,=20 listrik, air minum, jasa pos dan giro, dan surat menyurat.
Huruf = c
Cukup jelas.
Huruf d
Cukup jelas

Pasal 12
Cukup jelas

Pasal 13
Cukup jelas

Pasal 14
Cukup jelas

Pasal 15
Cukup jelas

Pasal 16
Cukup jelas.

Pasal 17
Cukup jelas

Pasal 18
Cukup jelas

Pasal 19
Cukup jelas

Pasal 20
Cukup jelas

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA = REPUBLIK=20 INDONESIA NOMOR 4972.

 Go Back   | Tent= ang=20 Kami | Forum = Diskusi | Web Mail | Kontak Kami  =A9=20 Legalitas.Org  
------=_NextPart_000_0000_01C99A03.6ACB5660 Content-Type: image/gif Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Location: http://www.legalitas.org/image/logoleft.gif R0lGODlhRQE0ANU/AGmr2vn6+kyUz5DB5M3j8+rq6mqUzW5vcWWVsb+/v4CAgJOc0tjY2sfg8bbX 7Ye84sbGx2R7oqrH1qHK6KSkpDFqt1VVVUFBQTiOzpmZm5ep2LC4xzJ5nICPr5+13fDz9KzR6zd7 wliDxZWjs32f07HJ5oez3Vef1V9gYVhofqG/4t3r9Hm03jpPbcTH4L/S4KytrXelvZahw4iwxz9e g7/b70lKS8/Pz8G73bW1teDh4o2Njp60x09YagFZhP///yH5BAEAAD8ALAAAAABFATQAAAb/wJ9w SCwaj8ikcslsOp/QqHRKrVqv2Kx2y+16v+CweEwum8/otHpNfjwGcBZG6obb73j8A4CpJQkNE3mD A3sYK1ArEw8TH1B1cXNSDXcsJyBEH4Sbdg8nGI5GioyhUx8EgpyDhhNsawAskSEFHwEBTrCqg5Yh ArS2RKiCqZwPLAIhJL+3S4ETlicEwEy5A3KztcxNDixvvCoftT81unmGITPLQ87Q0tpNATUT8+WV n9jirmYAAMYYIRUgMCjwTgm/N/XOVZAhkKCQDyDmSVTl6V+FDQ0LGhFm7RMGBvkM9rsWcKDGJA5g WfoX44aOcPXsYahwMaMQjis/hlwSIOLE/4R8AHaA4HKnvjD8ACALEWIHDJC4kkqdOhUZzQoKnIIM 8EGiIGNUp1qswEFBhhxQk2iyoxQDBgNblyRd2vRpKSYg+N0LEYEChAIO4OwJS/UezQhmc7z8sRZO 27dxefoUxIJwWKs0s8K44fDomKT/mB7Y8TcqAI9uU6tODZBmDxQKKNwI53XPCQGrc7eu8FqBXSXk Cp1W/VtkUNGkCzzJe5ppiBS+GQg+lrv62AoWYCu+Fdw28bRKKH19bH31bhooDmSYfdIzF9DOLShI oLxJUo/O8+u/SuOCfLs+deSWfgSe558C26llR06pIZCADu0JAR9T8tH3RErNMUXDARSUIP+gc7rt R1MLF8D2IFcLouaWgxAqEUAnexVY4FUV+McheO6BMWEIFdZHjV5M0SjkkC3YgEJy8lBm2JBM0mSD Deqxl0R35KW2nlFE7NjjhXqFtiEFAwRFI1MD7jbkBVDK5giVuK12ZYQNvKFQk3RWUOSR9EWYYxZa zuejXPxgVid/B9oFo5mD0tSffAki0VhObboVQaNH9GmhExjuteEMS14VAmt0kmgihI96FCkGk7aI BAhuHINoolfZSAGOe3oxV3x+miZoonciKdgnsAr5ZJRYDsGmAMieemUSt1KYK6ZdanjArjR9KkCn Z6Y52ziCKZWsstsiUcicwV7Va55UoCL/Zw13iQJHMJ4Y8QElcDjQLhUs5EvXlk3k6ypTFwQs8MAD /wdSKq7yRyLBDAfMqKpHBECPJd9WzGJ7/u777Db5HvdlAjAoYMHAJwTqXMMlzgehxEpW/O3FSPh7 XAU2oGyzBTfe28QKD+B2bccNnKSIUuEEQIkAJBRtSw3eCpBLKp4QMIW/J+B6KRNUn/ykBVx37TXO Gfy1wq8GomnD12in92YSzoSJG5kuL3tE1s5ezQQ3lS214VkUKICC13SHYLbXsM3qSNttwV2x3EbI TNfgaEeO8w7oRtEAAAa8UIALBjh9wgmR3QTCAMgwoAMqx8xww0BjC2DCBzrM4DTFyGLw/9I0TlAt wu78Yp3vCSIge/YBChRv/PFmnViDN0tV0B+a6SEv/Q4ZnJgEy4tUDVAIwX+eLMyN/767CL0zUUPH Auy+dw4wZIC87rsPf/wOfhGEvSdBcn/tbciCX4TjyeoBzognvQKehVZNIMAxGMAACOSAAiW7TQwi oy6liIACORgd8DqAwRcM4AQk0MENQGaA04ggBB1gClFoAQX4kW9jS3BcyQbglRrW5gQrCEBg3Oac rY0GgwkIohCHSJTbsW1imOnF55Z4GzXNTXy8g+ESzpe33aVAPUSBwBAT4EIonUWIKzwcElujRCY2 MVz/u8+1+mHDNg5AAhtIQFH0dITWef/gBg/MQAYQcBpkoaUWTPPe7hQwgmekDzEUmAAAROACkFEg AzEwIWKKRz/O0JEIbvDE+MqnhExago0gCKUoRykIpaSjK47RWwpoOMpWunIRD7jeRIAXpBSYcYkd qBwm3QC8KNptim6woAiuKJsCGPOYBchkL1+IFmRmA3sfPCFAbHnLE+SyM0QIk15K9oYJuLKVxFCB EROhSBFAoH0UgEEORpA3AVBOBzU4gQRKIEkU7CF9wzwADz5ogPZlAIM8qGJ2iBe2PzEhk4v0pUGT 4MmnfTOU2dsdRqTjmPEVCZQPJWWYlIElRczjGNLsgQ2WuM0TGMBwRkDoJqUInFb1kpj/DNCIShVa R4mAlCkiJelpPndSBDInKbGYR0Yh+pV8uQMKDvDESamXA5e4QHw3YkENCiCBPeQTpLtLjyE7sIPk MeAG9xSBkTSDxibM9IW/ZGir+NENQthmd4g5C1vGd7YOOHSobjOATYagw1CGaXwRQFMEpoJLXQrh rJxsqTFeeiOZBnOlae3r6BIqgsDaYLBSKSw2hVAAqnQDIbowRr5CtwRFHKMDxStmAHSw2GGSZiA3 2OciU4AAa2bgABGwQAfK2QHi2aUA1jDACymQAJNAYa40bUInLCMV4e6uNzBArliPlBTQrgJzIkDA Ae+yAog+wLkiECnOCNPTdkk3sWyL/wNjZ6WR87K0uxH57vjEewDyojQTHthpyZg7FX91bAakTe8i I0C8BGlCk9BRjA4gwAOrpgAAEXDfAbIzgr8eYDR5GhsLDBCBUWXjuI4xgIjRe4TlYk7EKE4xeFNw oBwsCMVenAF/k4JiAjNOsuWEq412EEm2SuWa72ALikl8BHop1QAwbW+IRyxFHFM2sJPrMSx+bNgA MIAEJlWxlrVcso7xgwcBNkJPonmAI5WGMcIxQA8OgBYRVhVzETBAVhRwYQXIVgRq25ZpOWzmhSo3 DkNmqbgEI+LxGfrQ8fPiDV4sYtjAIAEz6JiW2bphEXd4B2hcgQMcMDrwivRIOciBf/8rw48Y3FcI jDYAkY1g5BMn2Qip5qSmOT0ATxtpB6EedVJMjaMAFGADKUa0sMdXQlIDIAaUQkJ35ZvnUCgiTEg+ wFMKoAMPAgABCEDMDqiHQRVAOz3s/QHqhtnnKdg00GlFwrmHjWgWPwxqSUFMUzdQGfASu9gksPSR whWPTT/DuVDm0OoC6t+kAHkI52ZyupGAOBG/uggJVzUM++2Af+sYZ7JhAMFlxo+DD+EDNxgBAgrN 7kOjOCn5Lqie1MVhnD2FGaPI95rtosNn8BE2ThGIDjyEufQkiBKLRIGZdcYEiXxX4X4+wrpLTldF f2CH1shXDBDEwBnkG9EiJgEL8s3/Z0w7e9OBuXp4b02fAtzABPkSrdRPbXR0J/0IHOH6w4nQdqQT YdZhd+6nKWfMs6fdv7y+i68TsAPc2rvkWc8XCRbvG4gV+d+5RZCq1JVvl7eo4sbocGwgcLvRbV07 9gtMy1HAOCgYffEkWDXd53F0A9isYJKPRydMYIIHdOApOtiA2O9NAjeg/tLbikcNON36gBvO1xt4 QO2VT3sTqFwIp1+86oMxscXPHeGsR33vhE/8GstqK79Wvhua7/y/vAN2OSi8BWr2+oD1AAFyQj2x lFBxEyC53KL7bm7Z3KKIbDgFoJYW8vAAJAAdFtJd9jdhjTUFojQA2idoR9CAqAc5/5HTbL52B5DA A5zBACEzMgPTAzQ0ASaweMDnCCtQA8M3AVynZmTnEB/AAJAwAM0XAy8nBBIofRAIdxA1ggW4gEVw g6m3MSeYgiu4d+jygjE4gzXIVy+YABL2N5LjNQrgV6iXAsmhBBFhfwDodevAKi0Xe0+ngqqGYZ1B AHBgAqhlIctjAB0gdLHHgFRIAiYwfTYYhyYgPwWUFdXTIqh0BxJRAg2wYLf1NQewaayyeG3odUaD gnnHYTZSHL4GAaL0FW7wfDc4hzm4ETtofT5IBEDIL4s4fA5oaY+YFpE4iePyAM/HhCKUAxnQVXlo PBTwAg0gDzyYYJtFBD0hgj3IOP81AAJauCWapoIdADZo9AEeUHsDMAKKYYYkIAN+EyVvtwSTaAI0 5AANkI3auI3amII9sYPXyI3iqI0Vl0MeBAcSEUqbVgPjSADu2ABhRwKJOBvzUovAiGIixQOAwI3u CAgVdwczUIPVGI7jyI2i6AgEsIk9GG4/GIdBeCn1+Iv2J2L5uI/b2I/wSAwDEJAxVQQrYJEFeZH9 KA+ot2bJpoucNoIwFQrxcI/ZQRomGHb7t4SMcQMzQHveNDoaAAEUUGcneSGGOA/Y2I9ESZT2+AAl UADq6BNDWZRFaY8D4AHGxADeho7e5AAo2ABOWZTxOI8FsI/kwHWBhQLvuJXuWHH/9AAHKgd2TKmV ZvmOv/gAKkALBGCIt9iJQwB2KoiDFhIAYDmKjkiWgPCWaEkMq8gYZfmWZhmPYwgDL7GPd/F0o7OQ HfkDJ0iMxoiQYZcCD6MNq5UDHdABtEcCOMAA6Uc8anJJSAB2nIaVbmmWGakBJJAAEMCaIOCaipmR I4gRqyMBKvCbKnCVuAmbv+gBGqAB8/iR/siDLKiPb2mPEgGcI/BytjmcsFlxsjlR8MhpxqkBF8aQ RKCXx6kBW3IKy7l4zZmbvxidvzmdlWmZivmc8iCbJLB/ivGR8AgCOXQLkqkCGnBFjglzDqACJKCA ASpuA0oCQneFfFUAEHBbI0AC/xkAA+2zbapVBSg4fOqYoRzKoSDgAQsgj2aRoZx2mx16oiDgnyLq FDfAYMAZnBt6oiQaEd05jxg5AfQ5lhgpoyU6icBZUDNqojKaoR8aoqh1Fi/AiP7pnXgpBEQ6nj3i l++IoyRYIjt6oj0KUT9qfj8gpYAwpEM6oPRJAgI0HxiZohJwOzqEnQR2oH7pAMjJNX5iC/AIoplZ BKuVAEnaW1lBP02Vi1EQpEMVERqwAIbqhoI6VBMAooYKgLGxOgnAAyrgAZT6m4MqSkuaiAwwkoy6 ACI1AiN5qUQ1AdMJT4woqjhqqAvghjCQpMO3pN/5nsaCgiAApX5ingRQA536qf+hiqrzUKq3oJy5 KqoQZZwhWp8lQhrkOKka8EdPV5y9daDzMgELIDL75ghG4wAeUIxNyhUf6QA8cGE5N05VkI01UAKU mq7quq6FugBQpgDmiq7rOq+U2q7vOm0c6AGT2p302q/H2YYZ0I9iaqgdYKX+uK/9qq6/WQIlsB7x mrDsaqjviha1KKZMCp7rUIslYKv0oZwDuwAFK5jwiLAQq68qwLBvgp8DWrLq2q4EOyzroaTHKQPv 9AGMWAISIG0xFQCahpx/o7P8WZfb2pmi4I7DNwK+YUmq2Qzn6rKq+rRQa6gwq7FOG7VWu3fm56AZ IAP1epxWa7UasK0osAGAgK7/T4sCNgCqDWC2X2u1HsCwPJADubqxbfu1MOsSI3ucHhCrGkG1elsh +Mm2h5q2Zdupdauqb1sCcasDH9m0h9u2xVgoDPCq7dpbhrOdmyYBdnGCHgCNC4ou3zq0grYC5oqC cQSoVLC2Vfu4E6u6jwu1BWswt5Cn2zaeq/u1xzkCB1CL/vm0Icu7t3u4GnCyFOC6r6uqE8u4NdC7 Ycu3rEa3CxC2FZKrvauqv7u8wVu3w1sCsiG02Xu4EVAzXvQXDCC4L8kZgMGw7EgAjesBG9CTjpYW pLuxfsOgRWCzGZqNL+B4ViC4x7sAd+u/x4u1DsEVOnCadPa9URuaAuypNrAD/w38v7kLvf8LwE63 AtUbvc5bBIJ7nPLxAg0sUhBsuBUcvRowAgyrwG2bAj0QMLemGB/wa4XaAXtHjy6wrwxbApN6ToX3 qAXsumVWeh+3tiUwlA2gOUu7BAWQACLTfgzzMDrAxB7oxAIju6zohGW2flTswrDxigfAfg7DIe3z xVtMMFCSFRNWxg4DhgzQk+yXJrLKWVJcxSpzA25cMGJ8W2Csxl4UajuAtmosMMODa+AHAX8svjnz ghTQAZU7nRQAi/XDDAFQAjgwAj8rxFxBAC6wAerbj0iMBQ6qflGYNsQSyhM2ymiDRZtlwDxZeFmM yl0zGl4MhVyjHqF2W7QMy/+EiMa5DMsWaGUhA4WOxr8/YMqx/FoP+sq1fBauqMy67DU/9Min/Mxd Ez3bxZ8c6Dfp8U62EMWHPFDGQz9cOgShzKqy+gEr8AIMRAEoTIueTMxR8IIwAIuxiDzUcyLyTM/1 fDx7qBG2UAAMADKvuM/zk04Dzc9N1coEHYvU84r6TND33CJ5etDiDKj5HM6bIUKPjDxn0aIbvdAF RD0UetAgHc4dPU6+dgPzzFRbwRUcWHhCV2cdnYtaWzzVg03o7AI6sGB9kwEu8AIjOc5U4GsNtEVG vUVFlA0ArUVH3dRJ3R5cQW0t2tRHTRQ3MNVg5BJSzdRU3dUQkEVc3dVZbUT/BozVTy1mSw1GA7HV RKTVIhTWYm3UX33VcB3XY20/ugjQLTpHQkDUrthVIl1cFm2aFMp5+ZDTX+VI7pMB7lwDL4ARqOsE thDDyFTZlm1MHzbZl73Zx/RhLhLVnH3Z4SDatTDaoX3aqB3ant2lpo3ZxaLZzjTZlO1MpT3bqX3b uN3ZuKOLo73arP3WtLk6vxAxAG06w83amnxOFABErggD7NsALjACp1Yr1E0ECMABL1Dd2h0F153d XwDb6oAEsr3bXPECCfDIB7TTPMm+mjwCfJfESMABPoAAMVDfiNAFMeADPhADTSDfEvAFMxAD910F EuADHKAFEhAD8s3fSbAC/whg4DOgBDPAAfQt4F3wAfrdLgE+4NvNGB/gAiGjFUr91eiMA4V3oFbg 39aN3T/Q3T8w4RzAARH+Ay8Q4xSuBBjuA6Fw3Tbu3Tyu3/8N4zJO4zZ+40Qe4wgwBEV+4DzO4kLQ 5Nkt5EN+BAV+4EVQ5EPQ5CwO5UOQ3wyeBFWu5FguBCqe5T3+4kM+4TNQ40We5Gxu5PJt4DHe4mf+ 5Gcu5TO+BuHAAIs9zkRd4nQ23VMg3xWOCIRe3wLu5T/g5WEe5o6S4WTuA//t3yru34rO6Ab+A1Xe 6Aae4/dS5kRg6fu96KNuBI7+EBnu6ZUu6aHO6qT+5Ujg6J7u6RM+3/a96v8JbuCILgGbzgGnHuae fuWujuuXXupqEA460JPTzRWwgwN3muI+MAO87gjyPQOlkN82vt8FLueZ/ug6HumTLunEPuqYfuCb rt8xnulVPudK7up0Hue5zt+KburdjurcruO4/u5ALgTzDubdPusZXuPRPu3jjgAD3utV/uaZHuyt /t8/MO7ybuxpUNo3IG2ON9kukAEYh0BRAOoP7+6vTgSnjuOQ/vHhLgEQ/+qc7uv1fr8lX+Yp3+8i 3/IMD+4mn+8hrwSynuqQDuopPwQIb+DqvvAl3+4OH/MSjwZKAzKyagsMsAEGGsdS4PEe7+A2HuEf MANynuRJEOdWjusKL+m5Vo/kK7DyWb/1ZJ7t/33d6I7dYR/vOV8E227jSb7uVv72bw/jcp7nRSDw 880YPP/toK7w1i7zVf4BL1DlWp/uVm73dN72L0D4H1DssI4GAP0LO82S3YwDGeCGhtXhoF8GHh/6 pF8FIKdztpD6XOECOBDMAkd0pR/7VtDk0Q77sn/74v3SGYADLmA6DOQCeOTK7437xF/8xm8GKS1h WcHcH72Htn/80B/90i/ZDto34bxt2E9c5MoEQQAAOw== ------=_NextPart_000_0000_01C99A03.6ACB5660 Content-Type: image/gif Content-Transfer-Encoding: base64 Content-Location: http://www.legalitas.org/image/smalllogo.gif R0lGODlhpQAaALMPAGKg0xgTE5W/4oun1PLy83l7f7m7vsnLzTx+wrXU683i8Y6QlKWmqFhYWNvb 3P///yH5BAEAAA8ALAAAAAClABoAAAT/8MlJq7046827/2D4KcKAZImgriuAJBNBsuoAAFgqYCqw YySTZEbrvSY6jUJXFLgIoqgl4UIQrlBK7ca9IazYVrfqwFKCCMG14lWvK9TvteSjcxEALNptWTrH XggDWFlSInEIB2WFEk5fj5AMB4pGkI8Ak4sSBJUHbxJeA4qfEogHjpaQBooOnaScJqmqo4yGH4gL DGUVqLIFuZW+uZ5ZM1WYn14FDAa7FLiylr8MOsfESALRj78LzbW2HYi/nrxVDefo58uoBQXp6ONr nH+PuoXKy85IVdMMC3hf3q2j98XeBHbvBHqzwAnAABgxBMCgsomKGg5UXDQoYKAWqoTq/0p8cQdy o6Q1aL7c6ObMBoJ2Bp952bhgQYFA77qJVAmAZRZ6JEH+6lhLQR4CN9w0FGB0kFE1Nm5AvJDA5caO vKKqa9cOmDl4XKeNekAgxTEuJxu5gKmvlNVpC6Ii2NrNLM8baR9krJOgb98SNRdSQOrmjwM/Pm4M aHU0o4NF3+xe9VhigES/PRivveyXibOUN7n4fPCHbS3Jy1bRmTv0QIpYoVcuNMqlSQlvHgE8PmDg xqqGAwYYsOzQwSnftIr+mQynB40blGy4q/N8EBa77vCg3UXHdAUSN66WMSK+rKPsXQwSkAuoi6aI unkP79nsT824Dg0YsM/s/QTwADD3zP8f7anmhDsLtOfQKIjNdQ5x9I13YD7KhccRFGYFuIAnDaID oU8EOBBLKl3g9t9tzBw3jBM2/eLEAAwwwGJg/g1Bh4DYVHHJS8DcWIBL2tlA4xLSeVgDjBIC4N0Z PmL1moYcVqWkkZXZE6IBQb0TXISFBBGjAa8FBtg0lXnlTzek2OgEjqXcCNICLMBk0zk1sPUkOj0C 1tFrS5645oV63bihHzbgKWMNaF5xAANZGjlATdcE+uiGYW44Zl16BudPXt+9xuYDhAql0woxMnpO XwMgiNgC6jDzVwm6/GVTTP95CuhfAzQwqFmsmgSmDkhisWhNYS1AZDuCpbCpazBCClj/Lo+tIJwB m7ZVq18KZJttX9tyq2239ang7bdVsWoAkaky8O22KtSF7bopyGArVqHuGtwy6/ohQKL5klsCstli KMCyyuZSqTe8PapfjGP10Zm/anSWgL+iGLfCuEuU20C2gG1MLhMwZjzuX1GWwFy9HD/qsbavwlpG v92qXEDGCshbrQDDqpvAmURxnMuX1tZaQhHCufYaDZqusmgNRE+KLkctBxecCjpPzUJwSs8LRahV p/qrtFJTfYC+Tae6EarN+GXwJP6AOTCkV2xrQC4mXhCE1HinqlPeUttE99xx8R0cnGUW8JrgYSP+ 6FCVMXd4A4fbdLjibis+51WaMrNf/wKrOECtJJwvuzW3vNVYQYiminq5UJLw1mtJNAXFFey/NJpO anMCSsABvS7jD1i247lK6rB3M/c0gKdIbTPGVSuDAsZlS0sGqAdPkz/WU+j56gIRq473Jc0u6sJd kbM7o/30Dv6bzHDf/SrH032m5rQs2l/ADlCzhGAXXIl9WMgbFgC7cpIreO5/xfqZ92LUogHeh1gO ZB61oAWFK9VEc/cpVQMB+LMJusOB/XnM5xTBG/pBxnO/qVnzdFZADFwhAOdgFKMMsJH8LUM+1IIh lpZBgAXA8ADIOkc3zsEbmJzDOO6goa70ox8izm2JH8TSAghQgABY6QEOgCH69APDbujAZBm/ECKr ugHDdgSAI2Ns0QkfswjjPMYMBjyhfBiwOwpRLwBlPCOr8NgAGAaAKC/kSAB8mI4zGpKQfOwiFQNw hSr20YeAPAcBDODHKlYRiGc8wB/N8IAzWtKQhvxkGPHoyT+eMZCUJCQ6KkiIVnLSlbvTzyikSI4M DPIBPpRAFReQxW5QIIsF0CQi/fjIQfpxAbj04R5tkkgfHmACj1Tm3Px4TGX+Uo/G1OQzjxkACfSx j37UpK4ImcVvosMWWNBPGWy4oW+A4522cMAe4UlPdL4xjmeqZT33yc9++vN0+WPYCmklgQgAADs= ------=_NextPart_000_0000_01C99A03.6ACB5660 Content-Type: text/css; charset="iso-8859-1" Content-Transfer-Encoding: quoted-printable Content-Location: http://www.legalitas.org/incl-php/ln.css BODY { BACKGROUND: #f6f6fb } .teks { FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 14px; FONT-FAMILY: arial,tahoma,verdana } B { FONT-WEIGHT: bold } A:hover { COLOR: magenta } TD { PADDING-LEFT: 5px; FONT-WEIGHT: normal; FONT-SIZE: 12px; = VERTICAL-ALIGN: top; FONT-FAMILY: arial,tahoma,verdana } .s12 { MARGIN-LEFT: 14pt; TEXT-INDENT: -13pt } .s121 { MARGIN-LEFT: 0pt } .s120 { MARGIN-LEFT: 12pt } .s14 { MARGIN-LEFT: 18pt; TEXT-INDENT: -18pt } .s140 { MARGIN-LEFT: 16pt } .s27 { MARGIN-LEFT: 27pt; TEXT-INDENT: -12pt } .s27m { MARGIN-LEFT: 27pt; TEXT-INDENT: -27pt } .s270 { MARGIN-LEFT: 27pt } .s40 { MARGIN-LEFT: 40pt; TEXT-INDENT: -12pt } .s40m { MARGIN-LEFT: 45pt; TEXT-INDENT: -45pt } .s400 { MARGIN-LEFT: 40pt } .s60 { MARGIN-LEFT: 60pt; TEXT-INDENT: -60pt } .s600 { MARGIN-LEFT: 55pt } .s300 { MARGIN-LEFT: 300pt } .salinea { TEXT-INDENT: 14pt } .sm { MARGIN-LEFT: 76pt; TEXT-INDENT: -74pt } .sm1 { MARGIN-LEFT: 76pt; TEXT-INDENT: -13pt } .d3 { FONT: 11px arial,tahoma,verdana } H3 { TEXT-ALIGN: center } H4 { FONT: 11px arial,tahoma,verdana; COLOR: gray; TEXT-ALIGN: center } ------=_NextPart_000_0000_01C99A03.6ACB5660--