|
MEULABOH - Seorang guru yang bertugas di SDN Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, berinisial Rah, Selasa (13/9) siang dilaporkan menampar seluruh muridnya berjumlah 10 orang yang duduk di kelas V sekolah tersebut karena tak bisa menjawab pertanyaan tentang Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) yang diajarkan sang guru. Akibatnya, pada Rabu (14/9) kemarin, semua murid ogah bersekolah.
Oknum Guru SD Kuala Bubon Tampar 10 Murid Kamis, 15 September 2011 09:37 WIB MEULABOH - Seorang guru yang bertugas di SDN Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, berinisial Rah, Selasa (13/9) siang dilaporkan menampar seluruh muridnya berjumlah 10 orang yang duduk di kelas V sekolah tersebut karena tak bisa menjawab pertanyaan tentang Ilmu Pengetahun Sosial (IPS) yang diajarkan sang guru. Akibatnya, pada Rabu (14/9) kemarin, semua murid ogah bersekolah.
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan Serambi dari sejumlah warga di sekitar sekolah dan keluarga korban kemarin menyebutkan, tindakan penamparan terhadap semua murid kelas V itu dilakukan Rah karena kesal murid-muridnya tidak seorang pun bisa menjawab pertanyaan seputar IPS yang diajarkannya.
“Semula seluruh murid dibariskan di depan kelas, lalu satu per satu ditampar,” ujar seorang keluarga korban sembari menyebutkan tindakan ibu guru senior itu telah sering dilakukan, sehingga murid-murid takut padanya. “Bahkan hari ini semua muridnya tidak mau bersekolah,” tambahnya.
Dampak penganiayaan tersebut, beberapa wali murid terpaksa mendatangi pihak sekolah guna mencari oknum guru Rah yang melakukan aksi tak terpuji itu. Apalagi beberapa murid dilaporkan sempat sakit dan demam tinggi. Tapi sang guru yang juga mantan kepala sekolah itu tak ditemukan.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Cut Ratna yang dikonfirmasi Serambi, kemarin siang membenarkan bahwa seluruh murid kelas V di sekolah yang dia pimpim itu pada Rabu kemarin memilih tak masuk sekolah untuk belajar seperti biasanya.
Menurutnya, tak masuknya para murid sebanyak 10 orang itu diduga karena takut dengan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah tersebut.
“Sebenarnya jumlah murid kelas V ini ada 11 orang, namun saat kejadian seorang murid tak hadir karena sakit. Sehingga semua murid yang berjumlah 10 orang yang hadir terkena hukuman yang diberikan. Namun saya tak begitu paham bagaimana aksi pemukulan itu dilakukan, karena saat kejadian saya tak melihatnya,” ungkap Cut Ratna.
Meskipun demikian, Kepsek Cut Ratna mengaku saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh komite sekolah beserta Kepala UPTD Dinas Pendidikan wilayah Kecamatan Samatiga. Rencananya, pada Kamis (15/9) hari ini, pihak sekolah beserta dinas akan mengambil keputusan terhadap persoalan yang dinilai sangat serius tersebut.(edi)
Editor : bakri http://aceh.tribunnews.com/2011/09/15/oknum-guru-sd-kuala-bubon-tampar-10-murid |