Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Murid Kelas V SDN Kuala Bubon Mogok

MEULABOH - Karena trauma, sepuluh murid kelas V SDN Kuala Bubun, Aceh Barat,  hari Rabu (14/9) mogok sekolah. Pasalnya, oknum guru berinisial RH, menggampar mereka hanya tak bisa menjawab pertanyaan pelajaran IPS.

 

Murid Kelas V SDN Kuala Bubon Mogok
Rabu, 14 September 2011 22:09 WIB
MEULABOH - Karena trauma, sepuluh murid kelas V SDN Kuala Bubun, Aceh Barat,  hari Rabu (14/9) mogok sekolah. Pasalnya, oknum guru berinisial RH, menggampar mereka hanya tak bisa menjawab pertanyaan pelajaran IPS. Kasus penganiayaan itu sudah diadukan dan saat ini dtangani komite sekolah tersebut.

Keterangan yang dihimpun Serambinews.com dari pengakuan keluarga korban juga warga yang melihat langsung kejadian itu, mengatakan bermula ketika oknum ibu guru RH yang mengajar pelajaran IPS di kelas V Selasa (13/9) menampar semua murid (sebanyak 10 orang) akibat tidak bisa menjawab pertanyaan yang dia ajukan.

Disebutkan, oknum guru itu membariskan para murid-muridnya di depan kelas, sambil mengeluarkan kata-kata kasar menampar satu persatu. Karena murid merasa takut dan trauma, sehingga mereka serentak tidak mau datang ke sekolah.

Buntut penganiayaan itu membuat sejumlah orangtua murid mendatangi SDN Kuala Bubon. Sebab, sebagian anak mereka dilaporkan sakit dan demam tinggi.

Kepala Sekolah SDN Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Cut Ratna yang dikonfirmasi, membenarkan para murid kelas V tidak hadir ke sekolah, mungkin masih takut. “Sebenarnya jumlah murid kelas V ini ada 11 orang, namun saat kejadian seorang murid tak hadir karena sakit. Sehingga semua murid yang berjumlah 10 orang yang hadir terkena hukuman yang diberikan. Namun saya tak begitu paham bagaimana aksi pemukulan itu dilakukan, karena saat kejadian saya tak melihatnya,” papar Cut Ratna.

Cut Ratna mengaku kasus itu sudah diserahkan kepada komite sekolah beserta Kepala UPTD Dinas Pendidikan wilayah Kecamatan Samatiga. Rencananya pihak Komite Sekolah dan pihak dinas akan mengambil keputusan hari ini, Rabu (14/9).

Sementara,  Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Bismi SPd yang dkikonformasi,  mengaku belum tahu persis kejadiannya. Pihaknya sudah menurunkan tim dari UPTD Dinas Pendidikan di Kecamatan Samatiga untuk melakukan penyelidikan. "Kita tunggu hasilnya agar leboh jelas duduk persoalannya,” ujar Bismi (*)

Editor : ampuh
http://aceh.tribunnews.com/2011/09/14/taruma-digampar-ibu-guru

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday98
mod_vvisit_counterYesterday886
mod_vvisit_counterThis week2860
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month26097
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days585311

Online (20 minutes ago): 24
Your IP: 38.107.179.226
,
Today: Mei 23, 2012