Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
GSF. Zaini-Muzakir Kritik Irwandi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Deklarasi pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Aceh dipenuhi kritikan terhadap Irwandi Yusuf, bekas gubernur Aceh periode 2007-2012. Irwandi dinilai belum mampu menyejahterakan masyarakat dan melaksanakan pembangunan Aceh selama lima tahun menjabat. Sebanyak 16 pasang calon kepala daerah yang diusung Partai Aceh, pada Ahad (12/2) dipeusijuek dalam deklarasi calon yang diusung partai bentukan pentolan Gerakan Aceh Merdeka itu. Tiga purnawirawan jenderal hadir dalam peusijuek dan deklarasi calon Partai Aceh.

Zaini-Muzakir Kritik Irwandi
Tiga Jenderal TNI Hadiri Deklarasi Calon Partai Aceh

Oleh: Radzie - 12/02/2012 - 14:11 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Deklarasi pasangan calon kepala daerah yang diusung Partai Aceh dipenuhi kritikan terhadap Irwandi Yusuf, bekas gubernur Aceh periode 2007-2012. Irwandi dinilai belum mampu menyejahterakan masyarakat dan melaksanakan pembangunan Aceh selama lima tahun menjabat.

Kritikan itu disampaikan Zaini Abdulldan Muzakir Manaf secara bergantian dalam pidato di hadapan ribuan pendukungnya yang memenuhi Stadion H. Dimoertala Lampineung, Banda Aceh, Ahad (12/2).

Zaini yang mendapat giliran pertama berpidato mengkritik Irwandi karena dinilai tidak mampu mengimplementasikan butir-butir kesepakatan damai di Helsinki ke dalam Undang Undang No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Kalau tidak hati-hari, MoU Helsinki akan menjadi seperti Ikrar Lamteh, yang hilang entah ke mana,” kata Zaini.

Karena itu, Zaini menyebutkan bahwa Partai Aceh dua kali tidak mau mendaftarkan kandidatnya pada pemilihan kepala daerah. Sebab, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh tidak berpedoman pada UU Pemerintahan Aceh dalam menentukan jadwal pemilihan.

“Mereka membuat hukum sendiri,” ujar Zaini.
Zaini juga bilang, seluruh kandidat yang diusung Partai Aceh harus menjalankan amanat rakyat yang di antaranya dituangkan dalam UU Pemerintahan Aceh. Selama ini, Irwandi yang merupakan kader Gerakan Aceh Merdeka juga dinilai tidak menjalankan amanat rakyat tersebut.

“Mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan,” lanjutnya.

Sementara itu, Muzakir Manaf yang diusung sebagai wakil gubernur, mengkritik keras program pengobatan gratis yang diluncurkan Irwandi Yusuf setahun lalu. Menurut Muzakir, pengobatan gratis selama ini kurang tepat sasaran.

“Pengobatan gratis bukan untuk orang kaya yang mampu berobat ke Medan, Jakarta, atau Malaysia,” ujar Muzakir yang juga Ketua Umum Partai Aceh.

Menurut Muzakir, program pengobatan gratis itu harus murni untuk rakyat miskin. “Itu untuk orang miskin yang tidak mampu berobat akibat kemiskinan,” kata Muzakir.

Dana pengobatan gratis, kata Muzakir, selama ini tidak tepat sasaran. Ia menuding masyarakat yang berobat gratis hanya memperoleh obat yang sudah kadaluarsa. “Kadang-kadang untuk masyarakat diberikan obat yang sudah expired,” ujarnya.

Selain itu, Muzakir juga menyebutkan bahwa jika mereka terpilih dalam pemilihan April nanti akan mengupayakan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit di daerah-daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berbondong-bondong berobat ke Banda Aceh.

Program pengobatan gratis atau Jaminan Kesehatan Aceh merupakan kerja kader Partai Aceh yang membahas anggaran di Parlemen. Menurutnya, sebelum kader Partai Aceh menguasai parlemen, program kesehatan gratis itu tak terealisasi.

“Kita semua harus tahu bahwa ada yang mengakui bahwa JKA merupakan miliknya. Bahkan ada yang pasang reklame murahan dan tidak terpuji (soal JKA),” kata bekas panglima sayap militer GAM itu. “Rakyat dibodohi, padahal semua tahu, sebelum PA masuk parlemen, program itu tidak ada. Dana itu harus transparan dan tepat sasaran. Jangan jadi ebagai ajang jual diri dan berbohong.”

Muzakir berjanji akan menambah program yang langsung menyentuh rakyat. “Apa yang gratis selama ini akan kita tambah lagi,” ujarnya. []

Tiga Jenderal TNI Hadiri Deklarasi Calon Partai Aceh
Oleh: Radzie - 12/02/2012 - 13:23 WIB
BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Sebanyak 16 pasang calon kepala daerah yang diusung Partai Aceh, pada Ahad (12/2) dipeusijuek dalam deklarasi calon yang diusung partai bentukan pentolan Gerakan Aceh Merdeka itu. Tiga purnawirawan jenderal hadir dalam peusijuek dan deklarasi calon Partai Aceh.

Peusijuek 16 pasang kandidat kepala daerah dilakukan oleh Malik Mahmud, petinggi Gerakan Aceh Merdeka, dan oleh sejumlah ulama, seperti Abuya Muhibbuddin Waly, Teungku Usman Kuta Krueng.

Pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, dipeusijuek pertama sekali oleh Malik Mahmud. Disusul kemudian pasangan yang maju sebagai calon bupati dan walikota di 15 wilayah di Aceh.

Malik Mahmud tidak memberikan pesan khusus kepada pasangan yang akan bertarung di pemilihan 9 April nanti.

Deklarasi pasangan kepala daerah dari Partai Aceh diikuti ribuan pendukungnya. Stadion H. Dimoertala Lampineung dipenuhi lautan massa. Praktis stadion itu berubah merah oleh umbul-umbul Partai Aceh.

Dua baliho besar dipajang di dalam stadion. Yang satu bertuliskan ucapan selamat datang untuk Malik Mahmud, dan satunya lagi — di sisi kiri panggung– berisi gambar 16 pasang calon kepala daerah dari partai merah itu.

Sejumlah tokoh Aceh terlihat menghadiri perhelatan akbar tersebut. Ada bekas Komandan Kopassus Sunarko, bekas Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen (Purn) Djali Yusuf, serta bekas Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen (Purn) M. Yahya.

Muzakir Manaf, ketua Partai Aceh, menyebutkan, ketiga purnawirawan jenderal ini kini berada di bawah payung Partai Aceh. “Mereka insya Allah berada di bawah payung Partai Aceh. Mereka akan membimbing dan melihat kita di sini dan ke depannya,” ujar Muzakir saat pidato di hadapan ribuan pendukungnya yang memberi tepukan tangan.

Selain tiga jenderal ini, terlihat pula sejumlah tokoh Aceh, seperti M. Nasir Djamil (anggota DPR RI), Bachtiar Aly (mantan staf ahli Kapolri), dan Mahyuddin Adan.

Tiga Jenderal TNI di Lingkaran Partai Aceh
Oleh: Riza & Radzie - 11/02/2012 - 23:37 WIB

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Tiga purnawirawan jenderal dipastikan merapat ke Partai Aceh untuk menggolkan kandidat yang diusung partai itu dalam pemilihan April nanti. Ketiga jenderal ini pernah bertugas di jajaran Kodam Iskandar Muda.

Ketiga purnawirawan jenderal yang bergabung dengan Partai Aceh yaitu Mayor Jenderal (Purn) Sunarko, Mayor Jenderal (Purn) Djali Yusuf, dan Mayor Jenderal (Purn) Sulaiman AB.

Sunarko bekas Komandan Kopassus dan Kodam Iskandar Muda. Djali Yusuf merupakan bekas Panglima Kodam Iskandar Muda. Sedangkan Sulaiman Ahmad Basjir merupakan bekas Komandan Pusat Polisi Militer. Sulaiman kelahiran Kuala Simpang, Aceh Tamiang, 66 tahun lampau.

Kepastian bergabungnya tiga jenderal di lingkaran Partai Aceh ini diungkap Ketua Partai Aceh Muzakir Manaf. Dalam sebuah pertemuan tertutup dan jamuan makan malam para kandidat yang diusung Partai Aceh, Muzakir Manaf memperkenalkan ketiga bekas jenderal ini di hadapan kandidat.

Muzakir menyebutkan, ketiga bekas jenderal ini akan memperkuat partai bentukan pentolan Gerakan Aceh Merdeka itu dalam pemilihan yang dijadwalkan 9 April nanti.

Sunarko merupakan bekas jenderal pertama yang secara terang-terangan diperkenalkan Partai Aceh. Pekan lalu, Sunarko diperkenalkan ke sejumlah wartawan dalam sebuah konferensi pers.

Muzakir menyebutkan, meski bukan berasal dari suku Aceh, Sunarko bakal siap memenangkan Partai Aceh.

“Bapak Sunarko ini bukan orang Jawa dan bukan juga orang Aceh. Beliau adalah putra Gayo yang siap memenangkan Partai Aceh,” kata Muzakir Manaf.

Bergabungnya tiga bekas petinggi TNI ini, kata Muzakir, sebagai bukti integrasi politik untuk menjaga keberlangsungan perdamaian.

“Ini bukti bahwa kita berkomitmen menjaga perdamaian Aceh dan menjalin hubungan baik dengan semua elemen, termasuk dengan TNI,” ujar bekas Panglima GAM ini. “Mereka menyatakan serius mendukung Partai Aceh.”

Meski tiga purnawirawan jenderal memperkuat barisan Partai Aceh, Kodam Iskandar Muda menegaskan bahwa TNI akan bersikap netral dalam pemilihan 2012 ini.

“Tidak pernah ada instruksi atau pesan khusus dari Mabes TNI, Mabes AD, maupun dari Kodam Iskandar Muda kepada para purnawirawan untuk mendukung calon tertentu dalam pemilukada mendatang,” kata Kepala Penerangan Kodam Iskandar Muda, Kolonel Arh Subagio Irianto kepada wartawan, Sabtu (11/2) sore.

Menurut Subagio, keterlibatan tiga bekas petinggi TNI di Kodam Iskandar Muda itu murni karena keinginan pribadi. “Mereka bertindak dan mengambil keputusan atas nama pribadi,” lanjut Subagio. “(Keterlibatan mereka) tidak berpengaruh terhadap netralitas Kodam Iskandar Muda.” []
http://www.acehkita.com/berita/zaini-muzakir-kritik-irwandi/

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday93
mod_vvisit_counterYesterday886
mod_vvisit_counterThis week2855
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month26092
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days585306

Online (20 minutes ago): 21
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: Mei 23, 2012