Loading Poll...
Loading Poll...| Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Johan Pahlawan, 29 November S /d 3 -12- 2008 |
| Kumpulan Notulensi | |||
TRAINING WALI KELAS III Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD Aula Kuta Padang Kecamatan Johan Pahlawan, 29 November S /d 3 desember 2008 Hari Pertama, Sabtu, 29 November 2008 Pembukaan Yusrizal. A (Team monitoring sungaimas dan pante ceureumen). Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Jamaluddin (Team Monitoring woyla raya) Kata-kata sambutan dari Direktur GSF. Abdul Jalil. Assalamu`alaikum, wr. wb. Syukur kepada Allah SWT dan Salawat teriring salam kepada Rasulullah SAW. Yang saya hormati Pak Adi Darmawan selaku falisitator dan saya hormati para peserta pelatihan yang telah hadir pada hari ini dan saya hormati segenap panitia yang telah mempersiapkan acara training ini, baiklah bapak-bapak dan ibu- ibu ini merupakan training yang ke 18, sebelumnya kami sudah melaksanakan training untuk wali kelas I 6 ( enam ) event, kelas II 6 ( enam ) event dan untuk kelas 3 ( enam ) yang sudah kami laksanakan 5 ( lima ) event dan hari ini merupakan event ke 6 ( enam ) khusus wali kelas III sekaligus yang terakhir, setelah lebaran kami juga akan melaksakan training wali murid, dan pada tahun 2008 ini kami juga telah mengadakan komfrensi Pers, juga FGD, GSF tidak memliki guru karena guru-guru ini punya Depertemen Agama dan Dinas Pendidikan tetapi kami cuma memberi ilmu sedikit sebagai rasa tanggung jawab kami sebagai masyarakat, tutor pun kami ambil dari Meulaboh supaya ibu dan bapak mudah berkonsultasi masalah pendidikan dan kami mengharapkan pada ibu dan bapak tolong mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh GSF, karena GSF tidak sama dengan lembaga lain adakan pelatihan, pelatihan yang kami buat 4 kali sore dan 1 kali pagi ini tidak boleh compang camping dalam kehadiran umpama hari ini hadir besok tidak hadir itu jangan hadir lagi, lagian kami bukan mempertanggung jawab lewat absen akan tetapi kami mepertanggung jawab lewat kaset VCD, kami berkomitmen untuk membangun pendidikan di aceh barat di sektor pendidikan, saya mengharap juga tolong jangan ada ceramah di atas ceramah dari pada ibu buat begitu lebih baik ibu pulang aja sebelum panitia menyuruh pulang, saya belum bisa berjanji dengan ibu-ibu tentang program 2009, tolong dipergunakan kesempatan yang sedikit, kalau pelatihan ini sebenarnya butuh waktu 4 tahun karena cuma 4 hari, tolong dipergunakan sebaik mungkin, kalau kita harap dari perguruan tinggi jangan harap, GSF kepingin Aceh Barat jadi pilot projek dan hasilnya yang kita harapkan 25 tahun yang akan datang, hari ini pejabat kita masih korupsi sedangkan ibu tidak pernah mengajar tentang korupsi ini di karenakan pendidikan kita salah cara mengajar pada anak-anak tetapi kita berharap kedepan pendidikan kita akan baik, dan jangan dianggap enteng tentang watak anak, meskipun yang diajarkan kepada anak perlu yang ril, misalnya yang kita ajar masaalah pahlawan yang ada di Aceh jangan pahlawan yang ada di luar Aceh, karena kita selama 3o tahun selalu salah ngajar pada anak-anak selalu mencontohkan kerbau, tapi saya yakin dengan kesungguhan kita pasti akan lebih baik pendidikan yang akan datang. Baiklah dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim pelatihan wali kelas tiga wilayah Kaway XVI saya nyatakan di buka. Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalammu’alaikum wr, wb. yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dengan perjuangan beliau kita dapat bertemu pada hari ini, tidak usah lagi panjang muqadimah, karena kita cuma setengah hari kita belajar, yang kita pelajari SKL, pengambangan Bahan Aajr, Silabus dan RPP, yang pertama saya mengajak ibu-ibu untuk tidak mengangap saya yang dapat makanya saya mengajak ibu-ibu supaya Sama-sama kita belajar, ibu di kejutkan dengan perubahan kurikulum selalu, Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Apakah di sekolah ibu masih menggunakan roster ? Peserta Masih Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Itu salah Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Apakah di sekolah ibu sudah mengunakan KTSP Peserta Sudah Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Tapi kalau menurut saya itu belum karena yang membuat KTSP sekolah itu sendiri Yang Perlu Kita Tahu · KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembangkan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum tingkat satuan pendidikan · Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembangkan oleh satuan pendidikan Menurut kaca mata saya semua anak pada hakikatnya sama, mungkin waktu yang diperlukan tidak sama, mungkin anak yang pintar perlu waktu sedikit untuk mempelajari, sedangkan anak yang kurang pinter ini perlu waktu yang lama untuk memperbaikinya. Kalau ibu mengajarkan ini pahlawan nasional, jadi tidak harus terpangku dibuku paket, jadi kalau pengalaman selama ini disekolah demikian ini sangat susah untuk diubah. Kalau ibu sudah menyusun RPP maka bahan tentang materi ibu yag cari sendiri, kelender pendidikan ini bisa dibuat sendiri dengan acuan pada kelender Dinas. Oke sekarang masuk ke SKL, kalau masih ada yang kurang jelas tentang pengantar tadi bisa dipertanyakan. Forum hari ini bukan forum saya tapi forum bersama, jadi bila ada yang tidak berkenan bisa langsung disampaikan. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Menyebuntukan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq SKL dalam standar minimum tidak boleh dikurangi dan kalau tidak bisa maka bertahanlah sampai disitu, yang perlu dipertimbangkan operasioanal ini yang harus diperhatikan, dan dikelas ibu-ibu masih pakai roster, kalau masih pakai apa pendapatnya dan SKL yang ada sama ibu-ibu itu masih punya negara Kenyataan hari ini guru punya pikiran membuat soal yang anak-anak tidak bisa menjawab, ini bukan terjadi hanya disekolah bapak ibu tapi disekolah lainpun juga banyak terjadi. Tapi kedepan usahakan membuat soal yang bisa dijawab oleh anak-anak. Kalau setiap hari ibu-ibu membuat alenia kegiatan bacaan surat-surat pendek, dan mungkin satu minggu sudah lancar dan baca lagi ayat yang lain dan insyaallah dalam setahun kita sudah banyak bisa membaca ayat-ayat. Ada pertanyaan tentang SKL PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Pengertian Bahan Ajar · Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. · Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar memengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). · Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Bentuk Bahan Ajar · Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, · Audio Visual seperti: video/film,VCD. ( Berdasarkan Pengalaman Tingkat Pengalaman dengan belajar Audio lebih berhasil ) · Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH. · Visual: foto, gambar, model/maket. · Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet. Indikator yang buat kita, coba kita buat indikator kita buat sendiri, alangkah indah Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Sepanjang indikator yang kita susun berpangku pada buku paket, hal yang wajar kita lakukan indikator yang dicocokkan dengan buku paket ini yang benar, dan selama ini yang dilakukan mencocok kan buku paket dengan KD, ini yang salah. Kasus siswa tidak mengenal huruf KD : membaca kata dalam kalimat sederhana 1. mengenal huruf dalam kata 2. melafalkan kata dalam kalimat 3. mambaca kata dalam kalimat secara lancar KD : mengenal huruf dalam kata 4. mengenal huruf dalam kata 5. melafalkan kata dalam kalimat 6. mengeja huruf dalam kata Sebenarnya ini yang perlu dilihat, harus ada keterkaitan kalau tidak demikian sayang anak murid kita. ibu-ibu maksud saya sewaktu mengajar jangan hanya bertumpu pada buku paket. Yang harus kita lihat saat menggunakan buku paket yaitu harus operasional dengan daerah kita. Misal didaerah kita laut, jalan raya, ini yang lebih pantas, jangan diajarkan hutan wisata, disini kita tidak ada hutan wisata jadi anak-anak akan bingung Peserta Bagaimana dengan buku paket Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Buku paket ini hanya standarisasi yang diberikan oleh pemerintah dan disini adalah tugas kita sebagai guru yaitu mengkreasikan, dan tugas kita mencari apa yang telah kita pelajari dengan mencari bahan pendukungg lain baik dari guntingan koran dan dari tempat lain, jadi bukan merubah buku paket karena ini hak ciptanya sudah ada, bukan diambil mentah-mentah dari buku paket, umpanya kalau ada materi di B. Indonesa tentang dongeng rakyat tentang sejarah disini dengan daerah lain Peserta Ini kalau kita ceritakan dongenng diaceh maka anak-anak akan lebih mudah ditanggapi Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Jadi pertanyaan tadi sudah terjawab, yang saya katakan tadi dengan contoh kuala Bhee ini hanya salah satu contoh yang bisa dipraktekkan, kalau bisa dipraktekkan bisa saja diambil dari buku paket, dan pertanyaan tadi sangat menarik, bukan berarti kita tidak bisa menjual LKS, di SMU 2 saja juga masih banyak yang menjual LKS, ini saja untuk pertemuan pertama, kita break sejenak saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb. Kurikulum untuk Kelas 1 samapai kelas III tiga tidaka ada roster Terimaksaih untuk pertemuan kali ini nanti setelah asar kita lanjutkan kembali Break Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. tadi kita sudah membicarakan dua hal SKL dan Pangembangan Bahan Ajar, dan kalau masih belum jelas dapat dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini dapat lebih maximal. PENGEMBANGAN SILABUS 1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2). 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20. PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2). Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK. Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah. Saya tawarkan formatnya, silabusnya tidak tentu berbentuk tabel bahkan dalam uu tidak ada, dan silabus itu bukan miliknya ibu dan bapak akan tetapi milk sekolah tapi kalu rpp yang buat ibu yang pake ibu itu punya ibu Indikator adalah bahsa oprasional yang bisa diukur dan opserpasi, Indikator yang bagus adalah indikator punya batasan dan Indikator adalah rumusan-rumusan khusus untuk mencapai KD SILABUS Tema : MLingkunganLingATEMATIKA Kelas : X Semester : 1 eMATA PELAJARAN SK KD INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR IPIIPIPS Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar umah dan sekolah Menceritakan lingkungan alam disekitar rumah dan sekolah Menyebuntukan 3 linngkungan alam dan lingkungan buatan Mengelompokan lingkungan alam dan lingkungan buatan Menyebuntukan tiga perbedaan lingkungan alam dan buatan Menceritakan lingkungan alam dari pengalaman siswa Menceritakan lingkungan buatan dari pengalaman Menyebuntukan 3 lingkungan Alam dan buatan Mengelompokan lingkungan pada lembar kerja siswa Menunjukkan gambar dari lingkungan alam da buatan Menceritakan lingkungan alam dan buatan MTes Tertulis Unjuk Kerja LKS, Pengalama Siswa, Buku, Gambar Lingkungan Mata pelajaran tuliskan apa pelajarannya, Rumusan indikator untuk mencari KD, jangan diberi batasan pada kegiatan pembelajaran sedangkan pada indikator bisa dibatasi, pada penilaain bisa diberikan penilaian yang objektif, sumbr belajar arus disebuntukan judul dan penerbit jangan hanya disebut buku paket (tulis indentitas Buku). Yuliana, A.Ma (SDN Pasi Jeumpa.) Apa ini untuk satu tema Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ya Yuliana, A.Ma (SDN Pasi Jeumpa.) Tadi Kan disebut satu tema dalam satu hari Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ya Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Hanya saja perbedaan di RPP, tolong pakailah istilah membibing, samapai anak-anak menemukan sendiri ( igkuiri ) Terima kasih untuk hari ini besok kita kan bagi kelompok, mungkin sebelum saya akhiri tolong di maafkan kadang ada kata yang salah maklum saya orang muda. Hari Kedua, Minggu, 30 November 2008 As. Hari Ini sesuai dengan janji kita kemaren makanya kita harus membagi kelompok, bagi ibu-ibu yang sudah duduk tetapi kita tetap untuk membagi kelompok ini adalah suatu perencanaan, tapi saya berharap nanti kita kerja sama dan saya juga berharap jangan mensalahi silabus orang lain. Hal yang pertama harus buat formatnya, dengan tema yang saya tentukan ada diri sendiri ada juga lingkungan Kelompok A. Matematika, Kelompok B.IPA , Kelompok C.IPS, Kelompok D.Penjases , Kelompok E.Kesenian Ibu-ibu harus memilih slah satu SK dan Satu KD Adi Darmawan, S.Ag (Fasilitator) Oke sekarang waktunya sudah habis, silahkan dikumpul hasil kerjanya ke panitia, untuk ditempelkan dan kemudian kita presentasikan. Kalau kasus di sekolah setempat tidak banyak gurunya maka bisa sekali jalan, tapi jika banyak guru sebelum masuk kelokal sebaiknya membicarakan dulu tentang tema yang ingin disampaikan. Kalau guru banyak dikelas III ini bisa masuk guru Time/mata pelajaran, kalau guru kelas III Cuma 1 orang ini bisa tematis sekali jalan, Kelompok A yang Maju kedepan ( ibu Yuliana, A.Ma SDN Pasi Jumpa ) Tema : Lingkungan Semester : I Kelas : aMATA PELAJ ARAN SK KD INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR Mate matika Melakukan operasi hitung bilangan sam tiga angka Melakukan penjumlahan dan pengurangan tiga angka - Menyebutkan bilangan tiga angka - Menulis bilangan tiga angka ke nilai satuannya - Menentukan hasil dari penjumlahan tiga angka dengan cara bersusun panjang - Melakukan penguranga bilangan tiga angka menurut nilai satuan nama - Menyebutkan bilangan tiga angka dengan mengandengkan tiga orang kawan - Menuliskan bilangan tiga angka ke nilai satuannya dengan menempelkan angka di belakang kawan - Melakukan penjumlahan dengan cara bersusun panjang - Melakukan pengurangan dengan carabersusun pendek · MLisan/ tulisan · Buku Paket kelas III Ada yang ingin menanggapi Peserta Kenapa di sebut diganding ? ibu Yuliana, A.Ma Jawwab Karena kita kelas tiga makanya diganding supaya anak tau Kelompok B yang Maju kedepan ( ibu Sambani. TH SDN Pasi Kumbang) Tema : Lingkungan Semester : I Kelas : MATA PELAJARAN SK KD INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR IPA Makhluk hidup dan proses kehidupan 1. Memahami cirri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta hal2 yang mempengaruhi perubahan makhluk hidup 1.1. Mengidentifikasi da ciri2 makhluk hidup - Menyebutkan cir-ciri makhluk hidup berdasarkan tempat hidupnya - Menyebutkan kebutuhan makhluk hidup berdasarkan tempat hidupnya - Menyebutkan contoh hewan yang hidup didarat dan air - Menyebutkan cicri-ciri makluk hidup di air dan di darat - Menyebutkan kebutuhan makhluk hidup di arat dan di air - Mengelompokan hewan yang hidup di arat dan air · MLisan/ tulisan · Buku IPA kelas III Ada yang ingin menanggapi mama T. T.R. Ahadi Yulian,A Ma Kenapa ada disebut ciciri makhluk padahal ciri-ciri nya itu ada enam ? Sambani TH Karena makhluk hidup itu ada dua ( didarat dan di laut ) T.R. Ahadi Yulian,A Mahadi Kalau begitu tolong dihilangkan salah satunya T.R. Ahadi Yulian,A MahadiApakah waktu kita ngajar harus menujukkan alat peraga Sambani TH Karena kami tidak ada alat praga makanya tidak dianbil Adi Darmawan, S.Ag Yang jelas ini semuanya benar tapi yang lebih benar siapa yang lebih bisa membawa anak-anak berhasil baru oce Kelompok C yang Maju kedepan ( ibu Nur Kamaliah SDN Tanjong Meulaboh) Tema : Lingkungan Semester : I Kelas : MATA PELAJARAN SK KD INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR IPS Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar rumah dan sekolah 1.2. Memelihara kingkungan alam dan buatan di sekitar rumah - Menyebutkan ampak negative dari erusakan lingkungan hutan - Menentukan perbedaan antara lingkungan yang terawatt dengan yang tidak terawatt - Menyebutkan mamfaat dari hutan yang di pelihara - Menyebutkan akibat lingkungan hutan yang rusak - Mengamati lingkungan di ekitar rumaah dan lingkungan sekitar sekolah - Menyebutkan mamfaat dari lingkungan hutan yang di pelihara · M LKS · Buku Paket kelas III Ada pertanyaan T.R. Ahadi Yulian,A Mahmenurut saya kenapa menyebut mengamati di indikator. Yang inigin saya tanyakan bagaimanakah kalau ibu mengajar apakah aharus dibawa keluar ibu Nur Kamaliah Ya ketika kita mengamati lingkungan Adi Darmawan, S.Ag Menjelaskan Lewat sebuah pengamatan bisa jadi peilaian, lks itu bukan sebuah penilaian Kelompok D yang Maju kedepan ( ibu Sakinah, A,Ma MIS Pasi Jambu) Tema : Diri Seniri Semester : I Kelas : MATA PELAJARAN SK KD INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR Pen jas kes Mempraktekkan berbagai kobinasi gerak dan dasar melalui permainan dan nilai2 yang terkandung di dalamnya Mempraktekkan kombinasi bergai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana, serta serta aturan dan kerjasama - Menyebutkan berbagai pola gerak jalan dalam permainan bola kasti - Menyebutkan aturan-aturan dalam permainan kasti - Mempraktekkan permainan kasti dan salin kerjasama dalam timnya masing-masing - Mengamati berbagai pola gerak jalan dan alri dalam permainan kasti - Mempraktekkan gerak ari dalam permainan kasti · M Praktek · Bola kasti · Kayu pemukul Ada yang ingin ditanyakan ibu Yuliana, A.Ma Inilah ibu kenapa kalau penjaske paling banyak perakteknya Sakinah, A,Ma ini kalau sudah mengerti baru praktek Adi Darmawan, S.Ag Lebih baik membuat penialaian dan pengamatan Kelompok E yang Maju kedepan ( Bapak T.R. Ahadi Yulian,A Ma MIN Peureumeu) Tema : Diri Seniri Semester : I Kelas :M MATA PELAJARAN SK KD INDIKATOR KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN SUMBER BELAJAR KTK Membuat benda yang dapat digerak oleh angin secara sederhana - Membuat benda yang dapat digerakkan oleh angin dari bahan kertas 1. Menyebutkan bahan-bahan mem buat kincir angin dari kertas 2. Membuat kincir angin dari kertas 3. Menyebutkan kegunaan kincir angin 7. 1 1. Mengamati bahan2 yang diperlukan untuk membuat kincir angin 2.1. Menyebutkan cara membuat kincir angin dari kertas 2.2. Membuat kincir angin dari kertas 3. Menyebutkan kegunaan kincir angin · MProduk · Kertas · Gunting · Lidi · Pipet · Lem · Buku Paket kelas III Adi Darmawan, S.Ag Secara isi sudah benar semua tetapi masalah nomor yang harus di perbaiki Kita istirahat sejenak nanti kita lanjuntukan kembali... Break Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Assalamu`alaiku Wr. Wb Oke kita lanjut ke RPP Kalau kita lihat setelah pelatihan ini tidak mungkin langsung diterapkan tetapi kalau memang ada kemauan dari semua pihak baru terlaksan. Ada dua hal menurut saya yang pertama membuat RPP yag kedu menggunakan RPP, Tema : Lingkungan Pertemuan ke : Senin /I Kelas/semester : 2/II Alokasi Waktu : 5 x 35 menit Hari/tanggal : ................................. Standar Kompetensi IPA Memahami ciri-ciri kebutuhan makhluk hidup serta hal-hal yang mempengaruhi perubahan makhluk hidup IPS Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah dan sekolah Penjaskes Mempraktekkan berbagai kombinasi dasar melalui permainan dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar IPA Mengidentifikasikan ciri2 kebutuhan makhluk hidup IPS Memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah Penjaskes Mempprktekkan kombinasi berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana serta aturan dan kerjasama Indikator IPA Menyebutkan ciri2 makhluk hidup berdasrkan tempat hidup Menyebutkan kebutuhan makhluk hidup berdarkan tempat hidupnya IPS Meyebutkan dampak negatif dari kerusakan lingkungan alam Menetukan perbedaan antara lingkungan yang terawat dan tidak terawat Penjaskes Menyebutkan berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan kasti Menyebutkan aturan2 dalam permainan kasti Memnpraktekkan permainan kasti dan saling kerjasama dalam tim masing2 Tujuan Pembelajaran Siswa mampu menyebutkan ciri2 dan kebutuhan berdasarkan tempat hidupnya Siswa dapat menyebutkan dan mentukan lingkungan alam yang terpelihara dan dampak dari lingkungan yang rusak Siswa bisa menyebutkan aturan dan memainkan permainan kasti dan saling bekerjasama Metode Pembelajaran ( Klasikal ) Kegiatan Awal ( 1 x 35 Menit ) Berdoa Mengulang hafalan surat pendek pilihan Menyanyikan lagu “kebunku” Guru menanyakan kepada siswa bagaimana cara memelihara kebun yang terdapat dalam lirik lagu. Guru mengajak siswa keluar dari ruang kelas , untuk mengamati kebun sekolah kemudian meminta anak untu menyebutkan apakah kebun tersebut terawat atau tidak Kegiatan Inti ( 3 x 35 Menit ) Guru memberkan contoh pola gerak jalan dan lari dalam permainan kasti, murid mengamati dan menyebutkan aturan2 yang terdapat dalam permainan kasti Guru membagi kelompok siswa menjadi dua tim, dan tim melakukan permainan bola ksti. Guru membimbing siswa apa yang diperlukan bila cairan tuboh banyak yang dikeluarkan, guru menanyakan contoh lain dari kebutuhan makhluk hidup Guru membimbing siswa untuk menyebutkan ciri2 makhluk hidup di darat dan di air Kegiatan akhir/penutup (1 X 35 menit ) Guru mengarah siswa untuk dapat menarik kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilakukan Pesan- pesan moral dari mamfaat menjaga lingkungan ( Hutan) Doa Alat dan sumber belajar Buku IPA.......................Kls III hal............... Buku IPS....................... Kls III hal............... LKS Bola Ksti Kayu Pemukul Penilaian Lisan Tulisan Unjuk Kerja Mengetahui / menyetujui Meulaboh, Penyusun Kepala Sekolah Guru Bid. Study Nip. Nip. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Tema : Diri Sendiri Pertemuan ke : Senin /I Kelas/semester : 2/II Alokasi Waktu : 5 x 35 menit Hari/tanggal : ................................. Standar Kompetensi Matematika Melakukan operasi hiting bilangan sampai tiga angka KTK Membuat benda yang dapat digerakkan oleh angin secara sederhana Kompetensi Dasar Matematika Melakukan penjumlahan pengurangan tiga angka KTK Membuat benda yang dapat di gerakkan oleh angin dari bahan kertas Indikator Matematika Menyebutkan bilangan tiga angka Menulis bilangantiga angka kenilai satuannya KTK Menyebutkan bahan2 membuat kincir angin dari kertas Membuat kincir angin dari kertas Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menyebutkan bilangan tiga angka Menentukanbilangan tiga angka Menyebutakan bahan2 membuat kincir angin Membuat kincir bangin dari kertas Metode Pembelajaran ( Demok rasi ) Kegiatan Awal ( 1 x 35 Menit ) Berdoa Kegiatan Inti ( 3 x 35 Menit ) Penjelasan singkat tentang operasi hitung bilangan Menyebutkan dan memberi contoh bilangan tiga angka Guru menyuruh anak2 menentukan tempat bilanganbtiga angka Kegiatan akhir/penutup (1 X 35 menit ) Guru menjelaskan babahan2 membuat kincir angin dari kertas Guru memperagakan cara membuat kincir angin dari kertas Guru menyuruh membuat kincir angin pada anak2 seperti yang telah di praktekkan Guru menjelaskan kegunaan kincir angin Alat dan sumber belajar Alat – gamabar angka bilangan Kertas, lem, lidi, gunting dan pipet Penilaian Lisan Tulisan ( Produk ) Mengetahui / menyetujui Meulaboh, Penyusun Kepala Sekolah Guru Bid. Study Nip. Nip Setalah selesai semua karena kita suadah habis waktu yang maju kedepan Cuma satu orang lagi Nur Kamaliah dari SDN Tanjong Meulaboh Mempersentasikan Adi Darmawan, S.Ag Dengan itikat baik kita untuk mencerdaskan anak bangsa kita pasti akan bias, Terima kasih kita sudah dua hari besama-sama mungkin ada kata-kata saya yang salah mohon dimaafkan dan bila ibu ada yang ingin ditanyakan kepoada saya tolong adatanga aja kerumah sekolah di SMA 2 atupun juga boleh kerumah. Hari Ketiga, Senin 1 Desember 2008 Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalamu`alakum Wr. Wb. Syukur Alhamdulillah kita hari ini masih diberi umur panjang dan dapat berjumpa dalam ruangan ini Yang saya hormati bapak Direktur GSF, penghormatan saya kepada panitia pelaksana, ibu-ibu peserta pelatihan yang hadir pada hari ini, sebelum saya sampaikan Pembelajaran Tematik yang sangat intensial dan beberapa materi lain. Pada prisip kita belajar dalam bebrapa aspek tentang pembelajaran. Untuk hari ini kita akan samopaikan tematik Aspek ini akan menjadi suatu tanggung jawab karena anak anak adalah tanggung jawab kita. bersama. Bapak ibu yang berbahagia. Saya perkenalkan diri Nama. Khairuddin lahir di Jeuram Atau yang (disebut dengan Jerman Barat itu dulu bu ) di desa Kuta Padang Nagan Raya, Pengalaman memengajar di SMU I Meulaboh, SGO Banda Aceh, MAN Meulaboh, Dosen di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh dan Dosen di Universitas Teuku Umar Meulaboh dan hari ini saya sebagai Konsultan di SMU Muhammadyah, pengalaman Akademik D III Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, S I Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Magister di Universitas Malang Jawa Timur, Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Alamat saya di Desa Gampa, Jalan Kiblat, Lorong Amanah, Alhamdullilalh saya bisa berkesempatan bisa bertatap muka bersama ibu dan bapak sekalian. Baik PENDEKATAN TEMATIK (THEMATIC APPROACH) Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.oleh karena itu pembelajaran tematik sering disebut pendekatan terpadu (integrated) istilah lain mempunyai pengertian yang sama dengan pendekatan tematik adalah integrated learning,interdisciplinary units,integrated studies. Perlunya pendekatan tematik pada pembelajaran yang mempunyai korelasi tinggi ialah kenyataan bahwa “dunia nyata” itu menunjukkan adanya keterpaduan dan bahwa peserta didik tenyata lebih baik bila belajar menghubung-hubungkan berbagai fakta yang ada. Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatu padukan serangkaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dan berpusat pada sebuah pokok atau persoalan.pendekatan ini didasari oleh psikologi gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan / keterpaduan itu lebih berarti daripada bagian-bagiannya. Hal tersebut disebabkan adanya sinergistik efek (efek keterpaduan ) yang ditimbulkan sebagai hasil dari keterpaduan tersebut.beberapa prinsip belajar menurut gestalt antara lain: A. Dasar situasi belajar secara keseluruhan,ditetukan oleh adanya antara berbagai bagian,bukan oleh bagian-bagian yang terpisah. B. Bagian-bagian dari situasi belajar hanya mengandung arti apabila berhubungan dengan situasi belajar secara keseluruhan. C. Faktor yang memadukan bagian-bagian situasi belajar adalah motivasi peserta didik atas dorongan guru. D. Adanya efek keterpaduan yang timbul merupakan interaksi antarbagian situasi dalam belajar. Dari prinsip gestalt tersebut, pendekatan tematik bertujuan : a. Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi berbagai situasi yang memerlukan keterampilan pribadi. Anak-anak kalau diajak ber nyanyi maka akan senang dan usahakan nyanyi yang dilantunkan sesuai dengan mata pelajaran Contoh ”satu tambah satu”. b. Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik. c. Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode mengajar hafalan (oemar hamalik,1982). PELAKSANAAN PENDEKATAN TEMATIK SECARA OPTIMAL PERLU DITUNJANG OLEH KONDISI SEKOLAH SEBAGAI BERIKUT: a. Guru harus berpartisipasi dalam sebuah tim serta mempunyai tanggung jawab untuk mengsukseskan tujuan tim. b. Guru harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan program pembelajaran pada jadwal yang telah ditentukan. Pembelajaran ini harus sesuai dengan keadaan setempat, misal apa yang diberikan contoh gurupun cukup mengerti, contoh sampan, sepeda dll, jangan diajarkan kereta api karena anak-anak belum pernah melihat kereta api kalau di Aceh. c. Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pendekatan tematis harus tersedia. d. Pelaksanaan pendekatan tematik harus ada dalam struktur sekolah,sehingga guru dapat menggunakan berbagai sarana yang diperlukan. Pendekatan tematik dapat dilaksanakan oleh seorang guru,jadi semua bahan ajar menjadi tanggung jawabnya. Dapat pula dilaksanakan beberapa orang guru secara kolektif,namun harus dilandasi dengan kelancaran komunikasi,semangat kerja sama dan mengadakan kordinasi yang baik di antara mereka. Pembelajaran tematik sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan tema pembelajaran,serta menyorotinya dari berbagai aspek. Demikian halnya dalam mengembangkan ilustrasi dan contoh-contoh yang menarik dalam pembelajaran. Lebih lanjut (rukaisih,2007) mengemukakan pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang menyajikan kaitan-kaitan konseptual dalam satu kemasan.keterpaduannya yaitu saling terkait dan terikat secara holistik baik secara fungsional maupun struktural antar komponen dan antar substansinya. Fungsi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu berfungsi sebagai wadah, ajang, atau muara penyatu kaitan konsep-konsep yang terkandung beberapa pokok bahasan atau beberapa bidang studi yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan pemahamannya. Pola ini berawal dengan asumsi bahwa batas antar berbagai bidang studi sebenarnya tidak terlalu ketat. Artinya, berbagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dapat diperoleh dari berbagai bidang studi yang tidak perlu dikemas dalam dalam paket-paket yang terpisah MULTIPLE INTELLEGENCES ( MULTI KECERDASAN) A. PENGERTIAN KECERDASAN Intelligence adalah keseluruhan kemampuan indifidu untuk berfikir dan bertindak secara terarah,serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif (Marthen Pali,1993). konsep intelegensi awalnya dirintis oleh Alfred Bined 1964, mempercayai bahwa kecerdasan itu bersifat tunggal dan dapat diukur dalam satu anggka. selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor : 1. kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. 2. kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan. 3. kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu. Kalau dulu yang dianggap bisa yang pinter matematika, sehingga lahir sekolah inti dan tidak inti, sebenarnya didepan kita adalah mutiara, dan sebenarnya anak tidak bodoh, dan karena tidak diberdayaan, maka anak-anak tidak akan pintar padahal kalau diberdayakan sungguh luar biasa. B.DULU TUNGGAL, KINI MULTI Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya “, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu multidimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan! Delapan rumpun kecerdasan“ multiple intellengences” ( gardner,1994 ) 1. Linguistik 2. Matematis-logis 3. Spasial 4. Kinestetis-jasmaniah 5. Musikal 6. Interpersonal 7. Intrapersonal 8. Natural C.MULTI KECERDASAN ( MULTIPLE INTELLEGENCES) 1. KECERDASAN LINGUISTIK Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan misalnya, (pendongeng,orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan).kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll. 2. KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer,ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan. 3. KECERDASAN SPASIAL Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna, garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut. 4. KECERDASAN KINESTETIK-JASMANIAH keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya ( pengrajin,teknisi mesin mekanik,dokter bedah,pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan,keterampilan,kekuatan,kelenturan,koordinasi dan lain-lain. 5. KECERDASAN MUSIKAL Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik),membedakan(kritikus musik),mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu. 6. KECERDASAN INTERPERSONAL Kemampuan mempersepsi dan membedakan susana hati, keinginan motivasi dan perasaan orang lain.komponen utamanya adalah kepekaan pada ekspresi wajah, suara, gerak, isyarat, merespon dan persuasi (mempengaruhi) 7. KECERDASA INTRAPERSONAL Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri. 8. KECERDASAN NATURALIS Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar.kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup. D. MENGENALI MULTI KECERDASAN KITA isilah kolom berikut untuk mengeksplorasi multi kecerdasan kita masing-masing! No Jenis kecerdasan Cara berfikir Kegiatan Taraf Ket B C K 1 lingustik melalui kata-kata membaca, menulis, bermain kata. 2 matematis-logis melalui penalaran bereksprimen, tanya jawab, berhitung, teka-teki logis. 3 spasial melalui kesan dan gambar mendesain, menggambar, mencorat-coret 4 kinestetik jasmaniah kinestetik jasmaniah berlari, menari, menyentuh, isyarat, membuat bangunan. 5 musikal musikal bersiul, bersenandung, bernyanyi mendengarkan gerak ritmis. 6 interpersonal interpersonal berdiskusi, memimpin, mengorganisasi, humas 7 intrapersonal intrapersonal merenung, menyusun tujuan beribadah merencanakan, memahami kalbu 8 naturalis naturalis berkebun, berternak, meneliti alam, jelajah alam, peduli lingkungan Keterangan : B : Baik. C: Cukup. K : Kurang Penemuan multi kecerdasan, telah membetuk paradigma baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan. Maka untuk mengekfloresikan kecerdasan itu salah satunya dengan tematik untuk kelas I-III dan insya allah pembelajaran dan pendidikan kita lebih maju. Sejauh ini ada pertanyaan? Sambani TH Menurut saya kecerdasan itu hanya satu padahala banyak Yuliana, A.Ma, Yang ingin saya tanyakan apakah orang yang membuat film itu juga ada kecerdasan Khairuddin, M.Pd Yang. sesuatu yang bermamfaat dan dapat di gunakan itu merupakan kecerdasan E. KECERDASAN EQ (EMOTINAL QOUNTIENT) Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Daniel Goldman mengembangkan kecerdasan eq menjadi lima kategori yaitu: 1. Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri. 2. Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif. 3. Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme. 4. Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis. 5. Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban dan kerja sama dalam kerja tim. F. KECERDASAN SQ ( SPRITUAL QOUTIENT) Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt.dalam surat al-sajadah ayat 9 allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal allah. Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannya menemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar (bergetar) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama. Terima kasih dengan ucapan alhamdulillah assalam mualaikum wr, wb Break Assalamu`alakum sekarang kita anjtkan kembali karena waktu Cuma sebentar lagi CIRI-CIRI SQ TINGGI Menurut dimitri mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah: 1. Memiliki prinsip dan visi yang kuat 2. Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman. 3. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. 4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. G. OTAK KIRI DAN KANAN Selama ini dalam belajar atau dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis. CIRI KERJA OTAK KIRI: 1.berfikir secara berurutan 2.logis CIRI KERJA OTAK KANAN 1.berfikir secara acak, 2.holistik dan kreatif 3.proses menghafal cepat 4.membaca cepat dan berfikir kreatif H.CATATAN Intelegensi bukan satu-satunya penentu keberasilan,bahkan menurut hasil penelitian peranan intelegensi (iq) hanya 20 % saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80%ditentukan oleh faktor lainnya yakni kecerdasan emosional dan spritual Berikutnya yang maju kedepan Yuliana, A.Ma dari SDN Pasi Jumpa untuk mempersentasikan Latar Belakang • Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya • Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik • Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah Pengertian • Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. • Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Tujuan · Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas; · Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama; · Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; · Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Berikutnya yang maju kedepan Sakinah, A.Ma dari MIS Pasi Jambu Manfaat Pembelajaran Tematik · Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. · Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. · Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. · Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkat. Karakteristik Pembelajaran Tematik · Berpusat pada peserta didik. · Memberikan pengalaman langsung. · Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran. ( semua mata pelajaran berguna ) · Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran. · Bersifat fleksibel. ( bisa disemua lini ) · Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik. · Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. ( Pakemis ) Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi Guru: · Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh. · Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Implikasi bagi Siswa: · Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. · Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah. Implikasi Pembelajaran Tematik Sarana prasarana, sumber belajar dan media: • Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. • Memanfaatkan berbagai sumber belajar • Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi • Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi Pengaturan ruang kelas: • Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang dilaksanakan. • Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung • Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet • Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar ( forto folio ditempel ) • Alat, sarana dan sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali. ( Guru dituntut harus kreatif ) • Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik • Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan ( ada pelajaran tertentu yang tidak bisa dipadukan ) • Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester. • Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri. • Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri. • Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air. • Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat. Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Tahap Persiapan: 1. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dalam Tema 2. Penetapan Jaringan Tema 3. Penyusunan Silabus 4. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Khairuddin, M.Pd ( Fasilitator ) Menjeaskan 1. Pendahuluan a. Harus memberi tahu dulu tujuan pembelajaran b. Memberikan lembaran relafansi c. Memberikan gambaran pokok masalah yang akan dibahas d. Memberikan gamabaran kegiatan yang akan dilakukan e. Memberikan penilaian pendahuluan melalui apersepsi( tiori yang disampaikan Griner ) 2. Penyajian( inti ) a. Menjelaskan materi disertai contoh b. Memberikan kesempatan kepada murid terlibat secara aktif c. Memberikan penguatan ( re insposment) d. Mengorganisir waktu, siswa dan fasilitas belajar 3.Penutup a. Menyimpulkan materi penilaian b. Melaksanakan penilaian c. Tindak lanjut Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator Dalam Tema Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih. Kegiatan Pemetaan 1. Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator: • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik • Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran • Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati Pemelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konseb belajar sambil melakukan sesuatu Implikasi sarana dan prasarana Pembelajaran tematik menekankan pada siswa baik individu maupun kelompok belajar yang sifatnya didesainkan secara khusus untuk dapat dimanfaatkan. Implikasi pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang yang ditata dengan tema yang disesuaikan. Implikasi pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik dengan menggunakan multi metode, misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab dan demontrasi. Sambani. TH Materi hari ini sangat memuaskan dan gembira Rahmawti. Hari menurut saya sangat menyenangkan dan tidak membosankan karena bapak lucu Zubaidah Alhadulillah yang bapak berikan pembelajaran tematik sangat memuaskan dan mudah-mudahan dapat saya terapkan di rumah sekolah sebaik mungkin Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja.Isya Allah besok kita lanjut kembali dengan materi yang lain dan saya berharap Bapak/Ibu cepat sampe ke ruangan .Asalam mualaikum wr. wb. Hari Keempat,Selasa 2 Desember 2008 Khairuddin, M.Pd (FAsilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Kita kembali bertemu dihari ini dan Materinya sudah tercantum di map bapak ibu tinggal dibaca, dan materi lain kalau ada kesempatan bisa dididskusikan labih lanjut, kesempatan ini sangat singkat dan terbatas jadi agar waktu tidak sia2 maka kita lanjut kemateri berikutnya, MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik 1. Pengalaman belajar sangat relevan dgn tingkat pengembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. 2. Kegiatan2 yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa artinya tema yang disampaiakan salam pembelajaran dari kls I-III dapatt didiskusikann sesuai dgn minat dan bakat yang dimiliki 3. Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar lebih bertahan lama 4. Membantu mengembangkan keterampilan berfikir siswa 5. Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat prakmatis sesuai dgn permasalahan yang ditemukan siswa dalam lingkungannya 6. Mengembankan keterampilan sosial siswa seperti kerja sama, toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema. Menetapkan Jaringan Tema Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik • Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema, melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran. • Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I, II, dan` III Sekolah Dasar. 1. Penilaian dikelas I - III mengikuti aturan lain mata pelajaran lain disekolah, mengingat siswa kelas I SD belum semua lancar membaca dan menulis maka cara penilaian dikelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis 2. Kemampuan membaca, menulis dan berhitung merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas I dan II. Oleh karena itu penguasaan ketiga kemampuan tersebut adalah prasyarat utk kenaikan kelas 3. Penilaian ditentukan mengaju pada indicator dari KD dan mata pelajaran yang disajikan 4. Penilaian dilakukan secara terus menerus dan selama proses belajar mengajar berlangsung.misalnya sewaktu siswa bercarita pad akegiatan awal, membaca pada kegiatan inti. 5. Hasil karya atau kerja siswa dapat digunakan sbg bahan masukan bagi guru dlm mengambil keputusan, misalnya penggunaan tanda baca, ejaan kata maupun angka. Saya anggap ini tuntas kalau tidak ada pertanyaankita lanjut dgn Mulok MUATAN LOKAL I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diangkat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah. Khairuddin, M.Pd (Tutor) Berubah Ke Pola Lama 1. Sentralistik 2. Subordinasi 3. Pengembilan keputusan terpusat 4. Pendekatan birokratik 5. Pengorganisasian yang hirarkis 6. Mengarahkan 7. Dikontrol dan diatur 8. Informasi ada pada yang berwenang 9. Menghindari risiko 10. Menggunakan dana sesuai anggaran sampai habis Pola MBS 1. Desentralisasi 2. Otonomi 3. Pengembilan keputusan partisipasi 4. Pendekatan professional 5. Pengorganisasian yang setara 6. Memfasilitasi 7. Motivasi diri dan saling mempengaruhi 8. Informasi terbagi 9. Mengelola risiko 10. Menggunakan uang sesuai kebutuhan dan seefisien mungkin. Khairuddin menjelaskan Boleh berbeda pelajaran muatan lokal di sekolah T. R. Ahadi Yulian, A.Ma: Kami memilih sikab MBS karena saling terbuka dan saling membagi informasi tapi kalu yang lama itu tidak baik karena sudah tertinggal zaman Sambadi TH :Harapan saya semoga ini bisa diterapkan di sekolah sebagai mana kita rencanakan T. R. Ahadi Yulian, A.Ma A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi, multikultural, mulok B. Landasan UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan C. Tujuan Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. Yuliana, A.Ma ( SDN Pasi Jumpa ): SDLB ini mulok yang bagaimana, mereka ada kelainan? Khairuddin (Fasilitator) :Ini tergantung dari gurunya, kalau ditangan yang berguna batupun jadi mutiara Nurkamariah: Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Ø Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Ø Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Ø Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. D. Pengertian v Kurikulum adalah: seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. v KTSP adalah: kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP minimal terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. v Muatan Lokal: merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. E. Ruang Lingkup 1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. 2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Sakinah, A,Ma ( MIS Pasi Jambu ) Bagai mana mengajar di daerah terpencil yang tidak mengerti bahasa indonesia Khairuddin, M.Pd Ini tergantung kepada guru yang bersangkutan diwaktu penyampaian Terimakasih habis asar kita lanjutkan lagi Break Khairuddin, M.Pd Assalamu`laikum sekarang kita lanjutkan kembali, tolong ibu dan bapak perhatikan kedepan 2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok. Menentukan Mata Pelajaran Mulok. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya. 3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di Provinsi. 4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan TPK (Tim Pengembangan Kurikulum). LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang TPK dan LPMP 1. mengidentifikasikan keadaan dan kebutuhan daerah masing2 2. Menentukan jenis muatan lokal 3. menentukan proritas bahan kajian muatan lokal yang akn dilaksanakan 4. mengembembangkan silabus muatan lokal dan prangkat kurikulum muatan lokal lainnya yang dilkukan bersama sekolah PT (Perguruan Tinggi). Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) PT 1. Mengidentifikasi dan menyabarkan keadaan potensi, dan keadan lingkungan kedalam komposisi jenis muatan local 2. menentukan lingkup bahan kajian 3. menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan jenis bahan kajian/ pelajaran Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - Pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - Dunia Usaha/Industri, - Tokoh Maessyarakat. Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang Instansi/ Lembaga Memberikan informasi mengenai informasi tentang daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan alam dan sdm yang ada di daerah yang bersangkutan serta pioritas pembangunan daerah diberbagi sektor yang dikaitkan dengan sumber daya daerah yang dibutuhkan dan memberikan kemampuan dan keterampilan pada sektor tertentu, memberikan sumbangan pikiran , pertimbangan dan tenaga dalam menetukan muatan lokal sesuai dengan norma2/ nilai2 didaerah 5. Rambu-Rambu Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran. Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester. 6. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. 7. Pelaporan Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif. ( dalam bentuk angka ) ANALISIS PENCAPAIAN KKM RAMBU-RAMBU Ø KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran Ø KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah ( Musyawarah guru mata pelajaran ) Ø Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Ø Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Ø Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Ø Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS ( laporan hasil belajar siswa ) T R. Ahadi Julian. Yang maju kedepan Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Kelompok B dan seterusnya Yulian, A.Ma Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri. PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah Landasan Pengembangan Diri. · UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan. Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi sebgai guru, dosen, konselor, pamong belajar, bidywai swara, tutor, intruktur, falisitator dan sebutan lain yang sesuai dengan khekhususanya serta berpratisifasi dalam penyelenggaraan pendidikan ( yang jelas kalau kita ngajar untuk S1 harus yang S 2 jangan S 1 ) pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran : Pddkn diselenggarakan dengan memberi keteledanan ( Contoh Model ), membangun kemauan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses PBM. · PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: · Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. · Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. · Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah. Pengertian Pengembangan Diri · Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. · Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. · Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM dan SMEA ). Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir ) b. Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll ) c. Kreativitas d. Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : · Layanan dan kegiatan pendukung Konseling ( di sekolah harus ada guru konseling ) · Kegiatan Ekstra Kurikuler ( Pramuka, UKS, PMI dll ) · Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : o Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. o Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). o Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu. Hari Kelima, Rabu, 3 desember 2008 Pembawa Acara Yusrizal. A . Assalam mualaikum wr, wb. Puji syukur kepada Allah, salawat beriring salam kepangkuan nabi besar Muhammada SAW kepada junjungan alam nabi kita. Ibu-ibu hari ini merupakan hari terakhir tadi ibu-ibu sudah melakukan praktek dibeberapa sekolah. Sebelum kita tutup acara kita, mari kita dengarkan dulu kata arahan maupun saran dari Falisitator kita ataupun dari direktur GSF sendiri, kepada bapak kami persilahkan. Adi Darmawan, S.Ag. (fasilitator ) Assalamu`laikum Wr. Wb. Tidak ada komentar yang lebih indah mungkin selain mengucapkan rasa kagum pada hari ini dimana kesungguhan bapak dan ibu hujan tidak dapat mengalahkan ibu dan kesunguhan itu dapat megalahkan semuanya, itu nilai inti yang dapat saya sampaikan, masih ada sebagian guru yang hari membuat administrasi masuk kelas sebagai sebuah formalitas saya kepingin dengan bahsa lain yang lebih indah tapi pak khairuddin menwarkan kepada saya hanya sebagai formalitas kadang-kadang cukup banyak di kertas polio selembar tulisannya sekian –sekian tapi dari awal saya sudah mengatakan nilai kesungguhan itu dapat menutupi yang lain karena tapi mudah-mudahan kedapan tolong cermati ini produk ibu nurhayati ada alat peragnya tapi kalau ditanyakan sama yang lain sudah dimakan hujan mudah-mudahan benar habis dimakan hujan tidak bisa lagi di tempel lagi di depan, belum ada susunan pembelajaran karena selama ini tidak di tulisnya di RPP, ada indah kegiatan ibu lakukan tertuang di RPP ada beberapa aitem di RPPnya tidak ada, masalah yang komfusional waktu dari awal sudah dikatakan tapi banyak yang tidak jelas tapi kalau mau bagus tolong per aitem kegiata tapi saya tidak memaksa karena nanti ibu terlalu dengan terikat dengan waktu, absensi, bernyayi berdoanya ken bisa lima menit untuk waktu itu, pengorganisasi itu sangat perlu, ini bukan mengkritik dan mencari kesalahan tapi memang tuk memperbaiki beberapa hari kita buat pelatihan ini mudah-mudahan ada hasil, sebagian yang lain tidak sekolah ibunya semoat kesekolah yang jelas saya kalah karena duluan sampek bunda-bundaku dari pada saya,itu sangat-sangat luar bisa dalam rangka mengoptimalkan diri sebagai guru yang mengayomi anak-anak demikianlah dari saya saya akhiri wabillahitaufit walhidayah Assalamua`alaikum wr wb Khairuddin, M.Pd Assalamu`laikum Wr. Wb. Teman baik saya pak adi yang saya hormati sekaligus saya baggakan, bapak-bapak dan ibu-ibu dan rekan mitra saya, secara umum sama dengan yang disampaikan oleh pak adi saya patut memberikan apresiasi atau penghargaan yang setinggi-tingginya aatas partisipasi kita dikala hujan ini kita masih berkomitmen sebuah kalimat lillah hitaala karena Allah kita melkukan tugas yang mulia yaitu mengajar dalam bentuk pratikum merupakan kewajiban dalam pelatiahan ini dan telah kita lakukan kemudian bapak ibu yang berbahagia diantara kesungguhan itu tentu ada hal-hal yang menjadi catatan kita sebagai kita berbagi pengalaman saja sekaligus saya tidak menceramahi pada prinsipnya apa yang sudah dilkukan sudah cukup baik pemerintah berharap bahwa dalam waktu dekat guru-guru kita itu harus menjadi guru yang profisinal dan ahli dalam bidangnya masing-masing maka oleh karena secara bertahap terus dikelas masing-masing dan hal-hal lain yang diperlukan, sabagai catatan awal saya melihat misalnya penggunaan bahasa di RPP itu kalau ada kata ulang jangan diberikan angka X atau huruf X misalnya disini huruf XX kalau kata ulang ditulislah secara utuh dulu di ejaan suwandi kata ulang misalnya jalan-jalan digunakan angka 2 sampai hari ini tertular penyakit itu alhamdulillah disini tidak ada tapi XXnya ada ini adalah temuan terbaru maka oleh karenanya patut saya berikan aples sekaligi apresiatif tapi alhamdulillah salah, kalau Xxnya jangan tapi tolong umpanya kata2 jalan-jalan, kemudian intstrumen yang dikonesiifkan kan dengan indikatur, indikaturlah sumber inferatif lahirnya soal ini harus konek seperti katakalah bernyanyi, membaca ada dan lain-lain lalu kegiantan inti tidak ada dan kegiantan penutup tidaka ada juga sebab RPP ini adalah kompas kalau kompasnya salah saya haqqul yakin ini tidak sampai kedaratan jadi ahirnya waktunya sia-sia anak tidak berasil kita antar kearah yang lebih baik dan tentu kerugian besar untuk waktu yang akan datang nah ini mungkin ke alpaan yang jelas sudah dingatkan jadi ada kegiatan awal, inti, dan penutup, kemaran ditempat lain juga saya sudah samapaikan tadi juga sudah dingatkan oleh pak adi bagaimana menggunakan waktu di waktu awal 10 menit, ini sambil kita menarik kesimpulan alangkah lebih baik digunakan alat peraga, kalau ada durian tolong di gambarkan, terimakasih bapak dan ibu sekalian wabillahitaufit walhidayah asalamu`aliku wr wb Pemberian Sertifikat secara simbolis Ibu Sambani TH (SDN Pasi Kumbang) Oleh Bapak Adi Darmawan, S.Ag Ibu Nur Kamaliah ( Guru SDN Tanjong Meulaboh) Oleh Bapak Khiruddin, m.Pd Pembagian Lember Evaluasi Yang dipandu oleh Panitia Penutupan Oleh Pak Hendri saputra Assalamu`laikum Wr. Wb. Alhamdulilahirabbil alamin wassalatuwaslamuala asrafil ambiyai warmursalin waala alahi wasahbihi ajmain yang saya hormati pak adi dan pak khairudin serta bapak-bapak ibu yang masih setia bersama GSF dalam rangka penutupan training rayon kway XVI seharusnya yang menutup ini bukan saya tapi dipercaya kepada saya berhubung direktur gsf bapak Abduljalil sedang berada di Banda Aceh Dalam rangka pertemuan dengan mitra Cafod sebelum saya tutup saya minta tolong ibu mengkaji ulang ataupun berkoordinasi ulang disekolah masing2 antara sesama bapak-bapak ibu-ibu yang telah praktek disini maupun yang sebelumnya karena ini merupakan angkatan yang kedelapan belas mohon berkoordinasi ulang dari angkatan yang sebelumnya tapi kalau belum jelas juga boleh koordinasi dengan Pak khairuddin dan pak adi semoga bapak ini siap untuk berkoordinasi, ibu ketahui gsf telah berjalan 3 tahun mulai dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 tetap komit tentang pendidikan, kemudian kalau kami datang ke rumah untuk menanyakan hal2 yang kami butuhkan tolonglah diberikan yang konkrit misalnya kalu kimi mencari data tolonglah data itu yang pasti karena data ini akan bermamfaat bagi ibu juga misalnya kalau ada guru yang jauh tinggal kami akan meperdekat tempat kerja, kalau ada anggota kami yang datang ke rumah sekolah tolonglah diberikan data yang jelas, mungkin hanya ini saja yang dapat saya sampaikan, dengan mengucapkan Alhamdulillah training Wali kelas III wilayah Kawai XVI saya nyatakan tutup Assalam mualaikum wr, wb. Yusrijal A . Dengan berakhirnya penutupan tadi maka berakhir pula rangkaian acara kita dan saya sebagai MC mohon maaf jika ada salah kata dan bahasa saya akhiri assalammu’alaikum wr, wb. Selesai |






![]() | Today | 74 |
![]() | Yesterday | 886 |
![]() | This week | 2836 |
![]() | Last week | 7557 |
![]() | This month | 26073 |
![]() | Last month | 38113 |
![]() | All days | 585287 |