Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Kaway XVI, 22-26 November 2008
  Ada bunga-bunga di depan sekolah, kolam ikam yang tertata rapi, tanaman sawit, jati, boleh ibu ke SDN Ranto Panyang 1  bukan saya mengada ngada, kita mengaharpkan ada sekolah lain yang begitu juga, ada guru yg training ke jawa dan membuat RPP dan silabus yang jelas yang dijawa ngak cocok dengan di Aceh padahal banyak sekali reperensi alam yang ada di Aceh sangat luar biasa, di sana pengawas kesekolah mengajar, tapi kalau kita ngak ada bahkan ada guru yang tidak kenal sama pengawas apa lagi anak, kenapa pengawas disana bisa buat rpp dan silabus guru duduk di belakang sehingga banyak anak murid yang kenal sama pengawas, kalau di dunia penddidikan silabus dan RPP itu wajib karena kalau ibu tidak masuk dan digankan oleh guru lain sudah mudah untuk mengajar tetapi kalau ibu tidak buat sangat bahaya karena guru lain tidak tau batasnya diganti, saya mengharapkan tolong jangan loyal kepada pimpinan, tetapi tolong loyalah dengan pekerjaan, baiklah kita sudah mengambil waktu pak Adi lima belas menit dan saya mengaharap jangan ada ceramah di atas ceramah, dan kalau tidak mengerti tolong dipertanyakan, baik ibu-ibu dan bapak dengan mengucap bismillahirrahminrrahim Training wali kelas III wilayah kecamatan panton ree saya nyatakan di buka. Wabillahitaufit walhidayah ssalamu`alakum WR. Wb. kata abdul jalil direktur gsf.

Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Kaway XVI, 22-26 November 2008

TRAINING WALI KELAS III
Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD
Aula SMA 2 Kaway XVI Kecamatan Kaway XVI, 22-26 November 2008

Hari Pertama, Sabtu, 22 November  2008
Pembukaan Yusrizal. A (Team Monitoring ).
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Jamaluddin (Team Monitoring )
Kata-kata sambutan dari Direktur GSF.
Abdul Jalil. Assalamu`alaikum, wr. wb.  Syukur kepada Allah SWT dan Salawat teriring salam kepada Rasulullah SAW.yang saya hormati pak Adi Darmawan selaku fasilitator untuk hari ini ibu-ibu dan bapak-bapak serta panitia yang telah mempersipakan acara ini, sebelum kita melangkah yang lebih jauh saya mau membicarakan aturan-aturan yang berlaku di lembaga kami ( GSF), umpamanya hari ini hadir dan besok tidak hadir dan lusa jangan datang lagi kalaupun datang panitia akan suruh pulang juga karena komitmen kami begitu tidak sama dengan lembaga lain kalau buat pelatihan, sama seperti kasus di mereubo, dia tidak hadir dan dianggap gugur.

GSF dalam hal ini telah mlaksanakan training untuk kelas satu 6 even, kelas dua enam even dan untuk kelas tiga baru terlaksana  yang ke lima kali karena yang terakhir nati di wilayah kaway XVI, dan setelah lebaran nanti kami akan membuat pelatihan wali murid, mudah-mudahan nanti wali murid yang dikirim wali murid kelas rendah, GSF juga sudah melaksanakan training komite, kalau tidak halangan 2009 kita langsung kanjut dengan training wali kelas  IV dan V, pada tahun 2010 kami merencanakan akan melaksanakan tarining pada masyarakat tergantung pada donatur yang mendanai kami, kami berkomitmen Aceh Barat  menjdi pilot projet dibidang penddidikan, training ini kita laksanakan empat kali sore dan satu hari pagi yaitu praktek, sebenarnya materi ini harus kita belajar lima tahun baru kita kuasai, saya berharap kepada ibu dan bapak untuk membawa pulang modul ini supaya dapat diulang dan besok ketika ditanya sudah tahu halamannya, dulu kita sudah pernah membuat training untuk wali kelas satu dan dua berarti iub dan bapak sudah mempunya teman di rumah sekolah masing-masing, waktu mengantau undangan pelatihan sayajuga mengatar undangan.

Karena  GSF tidak ada yang tertinggi, kalau memang jendral semua jendral tapi kalau kopral semuanya kopral, saya bangga denga sekolah blang tengoh dan ketika pulangpara siswa salam dulu dengan guru dan saya teringat waktu mengantar undangan di MIN Kampong baro manggi juga memberikan salam kepada guru pas waktu itu ada saya di situ anak-anak juga salam dengan saya, teringat saya apakah sudah berlaku disetiap sekolah, sehingga takzim kepada guru masih berjalan, dulu kita melewati di depan guru pasti turun kalau kita pakai sepeda atapi sekarang kalau ada anak-anak lewat di depan guru keretanya masya Allah dibawa, baru-baru ini kami melaksanakan training di SDN Ranto Panyang 1 banyak kali kerajinan anak-anak sudah dipajamkan didepan.

 Ada bunga-bunga di depan sekolah, kolam ikam yang tertata rapi, tanaman sawit, jati, boleh ibu ke SDN Ranto Panyang 1  bukan saya mengada ngada, kita mengaharpkan ada sekolah lain yang begitu juga, ada guru yg training ke jawa dan membuat RPP dan silabus yang jelas yang dijawa ngak cocok dengan di Aceh padahal banyak sekali reperensi alam yang ada di Aceh sangat luar biasa, di sana pengawas kesekolah mengajar, tapi kalau kita ngak ada bahkan ada guru yang tidak kenal sama pengawas apa lagi anak, kenapa pengawas disana bisa buat rpp dan silabus guru duduk di belakang sehingga banyak anak murid yang kenal sama pengawas, kalau di dunia penddidikan silabus dan RPP itu wajib karena kalau ibu tidak masuk dan digankan oleh guru lain sudah mudah untuk mengajar tetapi kalau ibu tidak buat sangat bahaya karena guru lain tidak tau batasnya diganti, saya mengharapkan tolong jangan loyal kepada pimpinan, tetapi tolong loyalah dengan pekerjaan, baiklah kita sudah mengambil waktu pak Adi lima belas menit dan saya mengaharap jangan ada ceramah di atas ceramah, dan kalau tidak mengerti tolong dipertanyakan, baik ibu-ibu dan bapak dengan mengucap bismillahirrahminrrahim Training wali kelas III wilayah kecamatan panton ree saya nyatakan di buka. Wabillahitaufit walhidayah ssalamu`alakum WR. Wb. kata abdul jalil direktur gsf.

Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Assalammu’alaikum wr, wb. yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dengan perjuangan hari ini kita tampil,saya tidak memperpanjang mukadimah, yang jelas kita ini bersilaturrahmi bersama ibu dan saya juga sudah bertambah lagi saudara dengan ibu, kalau di bangdingkan pengalaman saya tidak apa-apa karena baru empat tahun  mengajar, apa yang saya lakukan nanti tolong ditanyakan, karena pontensi itu sudah ada hanya saja kita lalai waktu kita Cuma empat sore kalau di gabung Cuma dua hari, ada SKL, Pengenbagan bahan ajar, silabus dan RPP, ini belum lagi di potong istirahat, yang terbayang sama saya yang tidak mungkin berjalan ternyata semuanya berjalan sukses, ini sebuah kesungguhan, dan ini dapat mengubah pradikma  dan dapat bekerja sama dengan saya, masih ada guru SD yang lalai padahal ini suatu kesempatan , karena sungguhan beliau ingin belajar saya mengajak tolonglah jangan mengangap saya yang lebih pintar hari ini tetapi kita belajar bersama-sama hari ini.

Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Ibu dan bapak apakah masih menggunakan roster disekolah
Pesrta Masih
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Itu masih suatu yang salah
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Ibu dan bapak dalam suatu hari berapa mata pelajaran yang di berikan pada anak-anak Dan berapa jam
Pesrta Ada beberapa mata pelajaran tergantung jamnya
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Itu juga masih salah juga
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Memperlihatka kurikulum tingkat dasar kepada peserta
 
Tahun 2003 KBK tahun 2006 muncul lagi KTSP dan ada sebagian guru yang mengatakan sebentar-bentar berubah kurikulum, dulu juga demikian tahun 1984  ada TIK dan TIU, 1994 TPK dan TPU, 2006 dikenal dengan indikator
Yang Perlu Kita Tahu
 
·    KBK
·    Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
·    Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun
·    Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok)
·    Dikembangkan oleh direktorat    ·    KBK
·    Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah
·    Kurikulum tingkat satuan pendidikan
·    Pemerintah mengeluarkan standar isi  SK dan KD)
·    Dikembangkan oleh satuan pendidikan    

Adi darmawan, s.ag ( fasilitator ).  Apakah disekolah bapak sudah memakai KTSP
Peserta  Sudah
Adi darmawan, s.ag ( fasilitator ). Menurut saya belum, karena kurikulum dibuat dari sekolah kalau sekarang masih mengunakan kalender yang dibuat dinas
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ), waktu saya di Sama Tiga ada KD yang bunyi tentang hutan alam, akan tetapi di buku hutan wisata ini yang di namakan tidak operasional, yang jelas pada tahun 2009 KTSP harus sudah ada di setiap sekolah yang dibuat oleh sekolah sendiri. Dan sekarang kita masuk materi pertama SKL
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN  ( SKL )
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN
1.    SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)  
      SKL yang ada sama ibu bukan dari saya tapi dari pemerintah kita melihat contoh pelajaran agama
a.    Pendidikan Agama Islam SD/MI
1.    Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq
Ini tidak mesti samapai  kepada yang telah ditepkan dari pusat tapi boleh ditambah sesuai dengan kemampuan anak. Kalau bapak ubah ini harus merujuk pada
Adai apa da yang ngar pelajaran agama bu,
Pencapaian nya bukan hanya bagi wali kelas III, SKL ini adalah ketika dia lulus dari SD dia harus mampu menghafal ini, dan nanti ibu akan anallisis kembali, jadi kalau ibu patokannya disini, pasti di UAS nya akan berhasil. SKL dalam standar minimum tidak boleh dikurangi dan kalau tidak bisa maka bertahanlah sampai disitu, yang perlu dipertimbangkan operasioanal ini  yang harus diperhatikan, dan dikelas Ibu-ibu masih pakai roster, kalau masih pakai apa  pendapatnya
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) menjelaskan Kalau Kelas satu cukup dengan yang telah diteapkan tapi kalu kelas dua boleh ditambah dan kelas selanjut juga
Kenyataan hari ini guru punya pikiran membuat soal yang anak-anak tidak bisa menjawab, ini bukan  terjadi hanya disekolah bapak ibu tapi disekolahh lainpun banyak terjadi Tapi kedepan usahakan membuat soal yang bisa dijawab oleh anak-anak
Kalau setiap hari  membuat alenia kegiatan bacaan surat-surat pendek, dan mungkin satu minggu sudah lancar dan baca lagi ayat yang lain dan insyaallah dalam setahun kita sudah banyak  bisa membaca ayat-ayat khususnya juz amma
Masih ada pertanyaan kalau tidak ada lagi kita lanjut ke…
    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Pengertian Bahan Ajar
·    Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
·    Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar memengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).
·    Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Bentuk Bahan Ajar
·    Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
·    Audio Visual seperti: video/film,VCD.
·    Audio seperti: rAdi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )o, kaset, CD audio, PH.
·    Visual: foto, gambar, model/maket.
·    Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet.
Indikator yang buat kita, coba kita buat indikator kita buat sendiri, alangkah indah
Untuk kelas rendah tidak ada materi bahan pokok akan tetapi ada di kelas yang lebih tinggi
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ). Menjelaskan Budaya dengan buku paket itu selalu ada padahal kalau kita lihat itu tidak cocok, dan dari menulis ini anak-anak mampu mengubah jadi perkalian
 




Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja, Insya Allah  setelah shalat Ashar kita lanjut kembali dengan materi yang sama dan saya berharap Bapak/Ibu cepat kembali ke ruangan... Assalamu`alaikum, wr. wb.
Break
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Assalam mualaikum wr, wb. tAdi kita sudah membicarakan dua hal SKL dan Pangembangan Bahan Ajar, dan kalau masih belum jelas dapat dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini dapat lebih maximal.
Pengertian
Lembar Kegiatan Siswa.
•    Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.
•    Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.   
•    Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.
Kalau Anak-anak belum dapat mengisi maka guru yang harus mengisi dan agar orangtuanya dirumah dapat tahu kemampuan Anak-anaknya.
Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut:
•    Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.
•    Menyusun peta kebutuhan LKS.
•    Menentukan judul LKS.
•    Menulis LKS.
•    Menentukan alat penilaian.
Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:
•    Judul, mata pelajaran, semester, tempat.
•    Petunjuk belajar.
•    Kompetensi yang akan dicapai.
•    Indikator.
•    Informasi pendukung.
•    Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja.
•    Penilaian.
Kira-kira untuk sesoen ini ada pertanyaan, tidak usah takut bu karena kita lagi belaja
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Menjelaskan bermacam-macam cara untuk menyampaikan ada yang ceramah, Tanya jawab dan bermacam-macam  cara biarkan anak-anak bekaerja dan menemukan sendiri.
PENGEMBANGAN
SILABUS
1. Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS?
1.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2).
2.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20.
PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2).
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah.
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator Mata pelajaran tuliskan apa pelajarannya, Rumusan indikator utk mencari KD, jangan diberi batasan pada kegiatan pembelajaran sedangkan pada indikator bisa dibatasi, pada penilaain bisa diberikan penilaian yang objektif, sumbr belajar arus disebutkan judul dan penerbit jangan hanya disebut buku paket (tulis indentitas Buku).
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )  Menjelaskan Silabus itu adalah sebuah perencanaan sedangkan yang dimaksud dengan tema adalah  suatu kajaian terhadap KD dan indikator
Ruri Septiana, A.Ma ( SDN Mugo Rayeuk ) Pak coba jelaskan tentang indikator
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Indikator Adalah bahasa oprasional yang bisa di ukur atau di amati
Indikator Adalah rumusan-rumusan khusus untuk mencapai KD Berilah batasan untuk setiap indikator
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Memberikan Contoh Mengenal pahlawan kemerdekaan indonesia Menyebutkan 5 nama pahlawan dari Aceh    - sebutkan 5 nama pahlawan dari Aceh Menyebutkan 5 pahlawan luar aceh    - Sebutkan 5 nama pahlawan nasional dari luar aceh
Contoh Yang lain
Mengenalkan prosese tumbuh kembabg hewan dan tumbuhan
-    menyebutkan tahapan dari pertumbuhan kacang hijau
Indikator itu bersifat oprasional
Sembuah pembelajaran adalah prilaku anak bukan prilaku guru
Apa da pertanyaan lagi kalau ngak ada kita lanjut pada materi silabus
SILABUS
Tema            : MATEMATIKA
Kelas            : X
Semester        : 1
. Me
 
MATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
IPS    1. Memahami lingkungan dan melaksanakan dan kerjasama di sekitar rumah dan sekolah    1.1.   menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah    §    menyebutkan 3 lingkungan alam yang ada di lingkungsn sekitar
§    menyebutkan 3 lingkungan alam buatan yang ada di lingkungsn sekitar
§    Meyebutkan perbedaan antara lingkungan alam dan buatan
§    Menceritakan pengalaman  pribadi tentang  lingkungan alam dan lingkungan buatan    §    mengamati gambar lingkungan alam
§    Mengelompokan lingkungan alam dan buatan
    §    Pengamatan
§    Unjuk kerja
    §    Gamabar lingkungan alam
§    LKS

-        

Ini Cuma perkenalan aja besok  akan di bagi keleompok
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS        :   I
TEMA       :   LINGKUNGAN
MINGGU/HARI       :   I/Senin
ALOKASI WAKTU    : 5 x 35 menit
INDIKATOR:
Bahasa Indonesia:
·    Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas.
·    Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf.
Matematika:
·    Membilang atau menghitung secara urut.  
·    Menyebuntukan banyak benda.  
·    Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari.
IPA
·    Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu.
IPS
·    Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan.

SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
·    Bertepuk tangan dengan pola
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
·    Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat.
SARANA DAN SUMBER BELAJAR:
Kartu-kartu kata.
Lembar kerja (jam).
Bola.
STRATEGI KEGIATAN
A.    Pembukaan (1 X 35 menit)
·    Berdoa bersama.
·    Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2.
·    Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya.
·    Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya.
·    Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari.
B.    Inti (3 x 35 menit)
·    Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda  yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali).
·    Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru.
·    Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya.
C.    Penutup (1 x 35 menit)
·    Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab.
·    Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan.
·    Berdoa pulang.
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )Terima kasih untuk pertemuan hari ini besok kita lanjutkan kebali sebelum saya akhiri saya mohon maaf siapa tau dalam tutur kata ada yang salah maklum saya orang masih muda
Hari Minggu Hari Kedua, 23 November  2008
Adi Darmawan S.Ag  ( Falisitator ) Assalammu’alaikum wr, wb Sesuai dengan janji kemaren hari ini kita buat kelompok dan rencana buat silabus dan RPP, setelah itu ibu harus mencari satu KD
Saya tidak menjelaskan lagi, sebelum kita lanjut apa ada pertanyaan tetang masalah kemaren atau sudah mengerti semua, yang jelas idikator itu bahasa operasional. Saya rasa  ini sudah klir dan lansung kita membuat kelompok
Kelompok A. IPA
Kelompok B. MTK
Kelompok C. IPS
Kelompok D. B I
Kelompok E. PPKN
Kelompok F. P. Agama









 
Pela jaran    SK    KD    Indikator    Kegiatan Pembelajaran    Penilaian    Sumber Belajar       
Kelompok A       
IPA    
Mahkluk hidup dan proses kehidupan
1.    Memehami dan ciri2 dan kebutuhan makhluk hidupo serta hal-hak yang mempengaruhi perubahan pada mahkluk hidup
    
    mengidentifikasi ciri2 dan kebutuhan makhluk hidup
    
-    Menyebutkan 5 ciri2 mahkluk hidup
-    Memberikan 2 contoh makhluk hidup  didarat dan di air
-    Menyebutkan 3 kebutuhan pokok makhluk hidup    
-    Menyebutkan 5 ciri2 mahkluk hidup
-    Menentukan makhluk didarat dan di air
-    Bercerita tentang 3 kebutuhan makhluk hidup    
Pengamatan    
Buku Paket
Gambar       
Kelompok B       
Matematika      Bilangan
1.    Melakukan opersi hitung bilangan sampai tiga angka        Melakukian perjumlahan dan pengurangan tiga angka    1-    Menambah bilangan 3 angka dengan bilangan 3 angka cara bersusun panjang
- Menambah bilangan 3 angka dengan 3 angka dengan cara bersusun pendek
2-  Mengurangi bilangan 3 angka dengasn bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang
- mengurangi bilangan 3 angka dengan bilangan 3 angka dengan cara bersusun pendek    - Melakukan perhitungan penjumlahan bilangan 3 angka dengan bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang
- Melakukan perhitunan pengurangan bilangan 3 angka dengan bilangan tiga angka dengan cara bersusun pendek    Tulisan    Buku Paket       
Kelompok C           
IPS    Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar rumah dan sekolah    Memelihara lingkungan alam dan buatan disekitar rumah    1.    Menceritakan cara memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah
2.    Menyebutkan dua mamfaat memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah    1.    Bercerita pengalaman pribadi tentang memelihara lingkungan disekitar rumah
2.    Menyebutkan mamfaat memnelihara lingkungan alam
3.    Menyebutkan dua nampak negatif tidak memelihara lingkungan alam    Pengamatan    Lingkungan sekitar       
Kelompok D       
B.Indonesia    Memahami  penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yamng di lisankan    1.1  Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan         Mencerita pentingnya mentaati tata tertip sekolah
     Melakukan tata tertip pada awal pelajaran         Mendengarkan tentang tatatertip kelas
     Melaksanakan penuga san
    - Lisan
- Pengamatan    Tata tertip sekolah       
Kelompok E       
PPKN





    Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat    Mengenal atauran2 yang berlaku di lingkungan masyarakat         Menceritakan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah
     Menunjukkan 2 contoh aturan yang berlaku dilingkungan sekolah    ·     Bercerita tentang aturan yang berlaku di lingkungan sekolah
·     Menentukan aturan yang berlaku dilingkungan sekolah    Melalui pengamatan lingkungan sekolah    -    Buku
-    Lingkungan    sekolah
-    Poster       
Kelompok F       
P. Agama    1. Mengenal kalimat dalam kalimat    1.1. Membaca kalimat dalam Alquran    1.  Menghafal Surat An Nas
2.  Mengeja surat Anas ayat 1
3.  Membaca kata dalam surat An Nas ayat 1
4.  Membaca surat an nas ayat 1    1. Meniru Lafad surat An nas
2. Mengeja ayat an nas ayat 1
3. Membaca kata dalam surat annas ayat 1
4. Membaca ayat annas ayat 1    - Pengamatan
- Unjuk Kerja    - juz Amma
- Gamabar tulisan dinding surat an nas    

Ibu dan bapak kalau dah selesai tolong di kumpul dan hasil yang ibu tulis hari ini di hari ketiga akan dibagi kembali untuk bisa menjadi pedoman dalam membuat RPP
Akhirnya Yang maju pertama dari kelompok A
Asnawiyah  ( SDN Pante Ceureumen ) dengan tema diri sendi Semester I kelas III Dan membacakan hasil dari kelompoknya Apa ada yang ingin ditanyakan Tanggapan kelompok lain
Sugiman (  SDN  Sawang Rambot ) Apakah semua ana2 sudah bisa membaca al; qur an, karena tema disitu membaca alqur an  Dan diperjelaskan oleh temannya,
Cut Yenni, A.Ma (SDN Lango ) Namanya. Kita bisa mengajarin ankak-anak satu demi satu karena sudah di ajarkan mengeja
Adi Darmawan S.Ag  ( Falisitator ) Karena tidak bisa membacalah makanya di suruh tiru, dan kalau menurut saya itu semua bagus
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ibu dan bapak semua yang ibu tulis itu sudah benar akan tetapi ada sedikit kekurangan dan saya yakin ibu pasti bisa Terima ksih nati kita lanjutkan kembali setelah shalat asar
Break
Asalamu`alaikum Wr. Wb. Sekarang  Kita langsung aja buat RPP tematis, yang jelas RPP tematis ini lebih baik digunakan di awl semester jangan diwaktu pulang ini diterapkan, dengan menggunakan RPP kita di batasi dengan roster yang kedua adanya batas jama pelajaran, pertanyaan kalu tidak dilaksanakan sekarang kapan lagi kita akan mengunakan RPP, yang jelas kita harus belajar tentang rpp supaya nanti kita akan mendapat rpp yang murni, silabus yang adanya sama bapak itu bisa menjadi patokan bagi ibu dan bapak untuk membuat RPP
Kalau ingin digabung beberapaa pelajaran tinggal ditambah saja...
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran    :            
Pertemuan Ke    :            
Kelas/Semester    : III/1
Alokasi Waktu    : 2 x 60 menit

 


Standar Kompetensi        Mata pelajaran:
IPA
     Memahami ciri2 dan kebutuhan makhluk hidup sehari2 yang mempengaruhi perubahan pada makhluk hidup
PKN
     Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat
IPS
Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama dirumah dan disekolah       


Kompetensi Dasar        B. indonesia
     Menggolongkan makhluk hidup secara sederhana
PKN
     Menyebutkan contoh aturan2 yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar
IPS
     Memelihara linngkkungan alam dan buatan disekitar rumah       

Indikator            IPA
     Menyebutkan lima hewan pemakan daging dan pemakan tumbuhan
PKN
     Menyedilingkungan masyarakat sekitarbutkan 3 contoh aturan2 yang berlaku dilingkungan masyarakat
     Menyebutkan 2 sanksi melanggar aturan yang berlaku
IPS
     Menyebutkan 3 contoh negatif kerusakan hutan       
Tujuan Pembelajaran
         Siswa mampu menyebutkan hewan pemakan daging dan tumbuhan serta yang hidup di air dan di darat
     Siswa dapat menyebutkan contoh dari aturan dan sanksi dari melanggar aturan di lingkungan masyarakat
     Siswa mampu menyampaikan contoh negatif dari kerusakan hutan       
Metode Pembelajaran           ( klasikal )    Kegiatan awal (1 x 35 menit)
     Berdoa
     Mengulang surat pilihan
     Mengecek Kesiapan siswa belajar
     Mengumpulkan pekerjaan rumah
     Menyanyiakan lagu potong bebek angsa sambil bertepuk tangan
     Guru menanyakan kepada siswa, binatang apa yang terdapat pada lirik lagu, dan makanannya dan tempat hidupnya serta meminta contoh-contoh dari binatang lainnya.
Kegiatan Inti: ( 3 x 35 menit)
     Guru meminta anak untuk mengamati gambar di papan tulis, kemudian guru membimbing anak untuk dapat menyebutkan hewan makhluk hidup di darat dan di air
     Guru membimbing siswa untuk mengemukakan pendapat tentang kehidupan bila hutan rusak, kemudian menanyakan hal lainya dari kerusakan hutan
     Guru menanyakan tentang tata cara memelihara hutan, kemudian menjelaskan bahwa memeliharakan hutan merupakan aturan yang harus ditaati, kemudian menanyakan contoh-contoh dari aturan lainnya dan sanksi yang diterima dari melanggar aturan yang ada di lingkungan masyarakat
     Guru membrikan tugas untuk mengelompokkan hewan berdasrkan tempat hidup dan jenis makanannya.mendiskusikan berbagai kegiatan di waktu senggang da kegiatan di seKegiatan Penutup (1 x 35 menit)
     Membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari materi yang diberikan
     Pesan-pesan moral pentingnya menjaga lingkungan sekitar
     Berdoawaktu senggang dan hobi        
Alat dan Sumber Belajar             Gambar Hewan
     Buku IPA..................... Hal
     Buku IPS..................... Hal
     Buku PKN.................... Hal
     LKS       
Penilaian    

    Tes Lisan
Tes Tulis
Pengamatan    
                                                 Meulaboh,  
Mengetahui/menyetujui:                    Penyusun,
Kepala Sekolah,                         Guru Bid. Studi...............................            
_______________                        _______________
NIP.                            NIP.
Adi Menjelaskan Yang harus kita ketahui metode pembelajaran itu ada 33 buah, kualitas rpp yang bagus adalah yang sanggup mendefenisikan
Ruri Septiana, A.Ma ( SDN Mugo Rayeuk )Kadang ada soal seperti matematika, dan belum di periksa, dan kemudian ada lagi PR matematika jadi ini sudah bertumpuk bagaimana.
Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Kalau yang periksa ini jangan orang lain tapi silahkan periksa oleh guru-guru yang memberi tugas.
Ruri Septiana, A.Ma ( SDN Mugo Rayeuk )Dalam satu hari saya ada ngajar samapai empat mata  Pelajaran, yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara mengajarnya ke tiga-tiganya
Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Kalau ibu mau membuat tematis ini sangat mudah, alangkah mudahnya kalau ibu mengajar seperti ini
Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Dengan berkhirnya materi tadi maka berhirlah perjumpaan kita hari sebelum saya akhiri saya minta maaf kadang ada kata yang salah dalam dua hai selam berjumpa dengan ibu-ibu, tapi bagi ibu-ibu yang ingin menayakan tentang RPP dan silabu tolong dihubungi saya di rumah sekolah ataupun di SMA 2 meulaboh ataupun juga boleh di hubungi kami di kantor GSF kami denga lapang dada menerima. Dan terahir karena saya orang muda pasti ada salah tolong dimaafkan.

Hari Ketiga, Senin 24  November 2008

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Assalamu`alakum Wr.   Wb. Syukur Alhamdulillah marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan umur panjang kepada kita sehingga  dapat berjumpa dalam ruangan ini. Selawat briring salam tidak lupa pula kita kirimkan kepangkuan alam nabi besar Muhammad SAWyang telah membawa kita dari alam jahiliah ke alam yang penuh dengal ilmu pengetahuan sebagai mana kita rasakan pasaat ini. Yang saya hormati bapak Direktur GSF, penghormatan saya kepada panitia pelaksana dan bapak,ibu peserta pelatihan yang hadir pada hari ini, sebelum saya sampaikan Pembelajaran Tematik yang sangat intensial dan beberapa materi lain. Pada prisip kita belajar dalam beberapa  aspek tentang pembelajaran. Aspek ini akan menjadi suatu tanggung jawab karena anak-anak adalah tanggung jawab kita bersama. Bapak ibu yang berbahagia. Izinkan sejenak kepada saya untuk perkenalkan diri. Nama. Saya Khairuddin, lahir di Jeuram Atau yang (disebut dengan Jerman Timur itu dulu ) di desa Kuta Padang Nagan Raya, Pengalaman memengajar di SMU I Meulaboh, dan hari ini saya sebagai konsultan di SMU Muhammadyah, pengalaman  akademik SI Jurusan Sastra di Unsyaiah Banda Aceh, Magister di Universitas Malang Jawa Timur, Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan saya mengajar juga di UTU Alamat saya di Desa Gampa, Jalan Kiblat, Lorong Amanah, Alhamdullilalh saya bisa berkesempatan bisa bertatap muka bersama ibu- bapak sekalian.
Baik

PENDEKATAN TEMATIK (THEMATIC APPROACH)
Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.oleh karena itu pembelajaran tematik sering disebut pendekatan terpadu (integrated) istilah lain mempunyai pengertian yang sama dengan pendekatan tematik adalah integrated learning,interdisciplinary units,integrated studies. Perlunya pendekatan tematik pada pembelajaran yang mempunyai korelasi tinggi ialah kenyataan bahwa “dunia nyata” itu menunjukkan adanya keterpaduan dan bahwa peserta didik tenyata lebih baik bila belajar menghubung-hubungkan berbagai fakta yang ada.( anak belum bisa belajar dengan terpisah2).
Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatu padukan serangkaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dan berpusat pada sebuah pokok atau persoalan.pendekatan ini didasari oleh psikologi gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan / keterpaduan itu lebih berarti daripada bagian-bagiannya. Hal tersebut disebabkan adanya sinergistik efek   (efek keterpaduan ) yang ditimbulkan sebagai hasil dari keterpaduan tersebut.beberapa prinsip belajar menurut gestalt antara lain:
A.    Dasar situasi belajar secara keseluruhan,ditetukan oleh adanya antara berbagai bagian,bukan oleh bagian-bagian yang terpisah.
B.    Bagian-bagian dari situasi belajar hanya mengandung arti apabila berhubungan dengan situasi belajar secara keseluruhan.
C.    Faktor yang memadukan bagian-bagian situasi belajar adalah motivasi peserta didik atas dorongan guru.
D.    Adanya efek keterpaduan yang timbul merupakan interaksi antarbagian situasi dalam belajar.
Dari prinsip gestalt tersebut, pendekatan tematik bertujuan :
a.    Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi berbagai situasi yang memerlukan keterampilan pribadi.
Anak-anak kalau diajak ber nyanyi maka akan senang dan usahakan nyanyi yang dilantunkan sesuai dgn mata pelajaran Contoh ”satu tambah satu”.
b.    Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik.
c.    Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode mengajar hafalan (oemar hamalik,1982).
PELAKSANAAN PENDEKATAN TEMATIK SECARA OPTIMAL PERLU DITUNJANG OLEH KONDISI SEKOLAH SEBAGAI BERIKUT:
a.    Guru harus berpartisipasi dalam sebuah tim serta mempunyai tanggung jawab untuk mengsukseskan tujuan tim. ( guru pembelajaran tematik tersendiri boleh dan secara berkelompok juga boleh )
b.    Guru harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan program pembelajaran pada jadwal yang telah ditentukan.
Pembelajaran ini harus sesuai dgn keadaan setempat, misal apa yang diberikan contoh gurupun cukup mengerti, contoh sampan, sepeda dll, jangan diajarkan kereta api karena anak-anak belum pernah melihat kereta api kalau di Aceh.
c.    Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pendekatan tematis harus tersedia.
d.    Pelaksanaan pendekatan tematik harus ada dalam struktur sekolah,sehingga guru dapat menggunakan berbagai sarana yang diperlukan.
Pendekatan tematik dapat dilaksanakan oleh seorang guru,jadi semua bahan ajar menjadi tanggung jawabnya. Dapat pula dilaksanakan beberapa orang guru secara kolektif,namun harus dilandasi dengan kelancaran komunikasi,semangat kerja sama dan mengadakan kordinasi yang baik di antara mereka.
Pembelajaran tematik sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan tema pembelajaran,serta menyorotinya dari berbagai aspek. Demikian halnya dalam mengembangkan ilustrasi dan contoh-contoh yang menarik dalam pembelajaran.
Lebih lanjut (rukaisih,2007) mengemukakan pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang menyajikan kaitan-kaitan konseptual dalam satu kemasan.keterpaduannya yaitu saling terkait dan terikat secara holistik baik secara fungsional maupun struktural antar komponen dan antar substansinya.
Fungsi pembelajaran terpadu  
Pembelajaran terpadu berfungsi sebagai wadah, ajang, atau muara penyatu kaitan konsep-konsep yang terkandung beberapa pokok bahasan atau beberapa bidang studi yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan pemahamannya. Pola ini berawal dengan asumsi bahwa batas antar berbagai bidang studi sebenarnya tidak terlalu ketat. Artinya, berbagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dapat diperoleh dari berbagai bidang studi yang tidak perlu dikemas dalam dalam paket-paket yang terpisah
Sekarang dengan pembelajaran terpisah apa menyenangkan anak-anak? Ya antara menyenangkan dan tidak karena masih baru Sampai sejauh ini ada pertanyaan?
Bahtiar, S.Ag ( SDN Tanoh Mirah ) Kalau temetik harus dingajar pada kelas rendah
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Apa ada yang bisa menjawab
Ridwan (SDN Keutambang) Pelajaran tematik merupakan suatu pelajaran yang terpadu dan tidak boleh dipisahkan antara satu pelajaran dengan pelajaran lain
Sulaiman, A.Ma (SDN Alue Lhok) saya sependapat dengan teman2 yang lain yang sudah menguraikan tentang tematik
Syarifuddin, A.Ma (SDN Krueng Meulaboh) Kalu di adakan tematik untuk memmudah kan anak untuk mengerti karena sudah mengabungkan semua mata pelajaran
Sugiman (SDN Sawang Rambot) anak lebih mudah satu pelajaran dari pelajaran lain dan mudah dicapai bagi anak ini bagi gurunya yang susah karena tdk mengerti tematik
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Semua anak-anak tidak bodoh makanya jangan di anggap anak bodoh karena ada memiliki 8 kecerdasan
MULTIPLE INTELLEGENCES ( MULTI KECERDASAN)
A. PENGERTIAN KECERDASAN
Intelligence Adalah Keseluruhan Kemampuan Indifidu Untuk Berfikir Dan Bertindak Secara Terarah,Serta Mengolah Dan Menguasai Lingkungan Secara Efektif (Marthen Pali,1993). Konsep Intelegensi Awalnya Dirintis Oleh Alfred Bined 1964, Mempercayai Bahwa Kecerdasan Itu Bersifat Tunggal Dan Dapat Diukur Dalam Satu Anggka.
selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor :
1.    kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
2.    kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
3.    kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu.
Kalau dulu yang dianggap bisa yang pinter matematika, sehingga lahir sekolah inti dan tidak inti, sebenarnya didepan kita adalah mutiara, dan sebenarnya anak tidak bodoh, dan karena tidak diberdayaan, maka anak-anak tidak akan pintar padahal kalau diberdayakan sungguh luar biasa.
B.DULU TUNGGAL, KINI MULTI
Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq                 ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya “, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu multidimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan!

Delapan rumpun kecerdasan“ multiple intellengences” ( gardner,1994 )
1.    Linguistik ( Cerdas berbahasa, antara lain jurnalistik )
2.    Matematis-logis (
3.    Spasial
4.    Kinestetis-jasmaniah
5.    Musikal
6.    Interpersonal
7.    Intrapersonal
8.    Natural
C.MULTI KECERDASAN ( MULTIPLE INTELLEGENCES)
1.    KECERDASAN LINGUISTIK
Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan  misalnya, (pendongeng,orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan).kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll.
2.    KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS
Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer,ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan.  
3.    KECERDASAN SPASIAL
Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna, garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut.
4.    KECERDASAN KINESTETIK-JASMANIAH
keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya  (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya ( pengrajin,teknisi mesin mekanik,dokter bedah,pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan,keterampilan,kekuatan,kelenturan,koordinasi dan lain-lain.
5.    KECERDASAN MUSIKAL
Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik),membedakan(kritikus musik),mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu.
6.    KECERDASAN INTERPERSONAL
Kemampuan Mempersepsi Dan Membedakan Susana Hati, Keinginan Motivasi Dan Perasaan Orang Lain.Komponen Utamanya Adalah Kepekaan Pada Ekspresi Wajah,Suara,Gerak,Isyarat ,Merespon Dan Persuasi (Mempengaruhi)
7.    KECERDASA INTRAPERSONAL
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri.
8.    KECERDASAN  NATURALIS
Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar.kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup.
D. MENGENALI MULTI KECERDASAN KITA
isilah kolom berikut untuk mengeksplorasi multi kecerdasan kita masing-masing!
                                                                                                     
 
No    Jenis kecerdasan    Cara berfikir    Kegiatan    Taraf    Ket       
                B    C    K           
1    lingustik    melalui kata-kata    membaca, menulis, bermain kata.                       
2    matematis-logis    melalui penalaran    bereksprimen, tanya jawab, berhitung, teka-teki logis.                       
3    spasial    melalui kesan dan gambar    mendesain, menggambar, mencorat-coret                       
4    kinestetik jasmaniah    kinestetik jasmaniah    berlari, menari, menyentuh, isyarat, membuat bangunan.                       
5    musikal    musikal    bersiul, bersenandung, bernyanyi mendengarkan gerak ritmis.                       
6    interpersonal    interpersonal    berdiskusi, memimpin, mengorganisasi, humas                       
7    intrapersonal    intrapersonal    merenung, menyusun tujuan beribadah merencanakan, memahami kalbu                       
8    naturalis    naturalis    berkebun, berternak, meneliti alam, jelajah alam, peduli lingkungan                    
Keterangan : B : Baik.  C: Cukup. K : Kurang
Penemuan multi kecerdasan, telah membetuk paradigma baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan.
Maka utk mengekfloresikan kecerdasan itu salah satunya dgn tematik utk kelas I-III dan insya allah pembelajaran dan pendidikan kita lebih maju. Sejauh ini ada pertanyaan?
E. KECERDASAN EQ (EMOTINAL QOUNTIENT)
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri  dan perasaan orang lain. Daniel goldman mengembangkan kecerdasan eq menjadi lima kategori yaitu:
1.    Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri.
2.    Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif.
3.    Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme.
4.    Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis.
5.    Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban dan kerja sama dalam kerja tim.
F. KECERDASAN SQ ( SPRITUAL QOUTIENT)
Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt.dalam surat al-sajadah ayat 9 allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal allah  
Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannya menemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar ( bergetar ) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama.
Terima kasih dgn ucapan alhamdulillah assalam mualaikum wr, wb
CIRI-CIRI SQ TINGGI
Menurut dimitri mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah:
1.    Memiliki prinsip dan visi yang kuat
2.    Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman.
3.    Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
4.    Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.
G. OTAK KIRI DAN KANAN
Selama ini dalam belajar atau dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis.
CIRI KERJA OTAK KIRI:
1.berfikir secara berurutan
2.logis
CIRI KERJA OTAK KANAN
1.berfikir secara acak,
2.holistik dan kreatif
3.proses menghafal cepat
4.membaca cepat dan berfikir kreatif
H.CATATAN
Intelegensi bukan satu-satunya penentu keberasilan,bahkan menurut hasil penelitian peranan intelegensi (iq) hanya 20 % saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80%ditentukan oleh faktor lainnya yakni kecerdasan emosional dan spritual
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Terima kasih untuk sementara setelah asar kita lanjutkan kembali dengan materi yang sama. Assalamua`alakum wr.   wb
Break
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Assalamua`alakum wr.   wb sesuai dengan janji tadi kita akan mempersentasikan apa yang telah kita bicarakan tadi, siapa yang maju untuk yang pertama ini yang maju kedepan  
Cut Anita, A.Ma dari (  SDN Seumantok ) untuk mempersentasikan
Latar Belakang
•    Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya
•    Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD  kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik
•    Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah
Pengertian
•    Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik.
•    Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.
Ruri Septiana, A. Ma dari SDN Mugo Rayeuk ? Kenapa kami di haruskan untuk membuat  RPP tematik sedang kami tidak pernah di ajarkan oleh dinas pendidikan
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Makanya gsf membuat training ini supaya apa yang belum di buat oleh dinas penddidkan GSF juga punya hak dan tanggung jawab sebagai masyarakat di bidang pendidikan
Ruri Septiana, A. Ma dari SDN Mugo Rayeuk Menurut saya ini harus duluan di diberikan oleh dinas pendidikan khususnya tentang pembelajaran tematik ataupun oleh uptd
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Ini harus ada titik poin kepada pemerintah untuk memberdayakan guru tingkat dasar
Yang maju kedepan berikutnya Ruri Septiana, A. Ma dari SDN Mugo Rayeuk Tematik adalah  suatu mata pelajaran terpadu yang dikaitkan atara satu tema dengan tema yang lain
Dan diperjelas oleh Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) tema adalah inti dari suatu pelajaran
Tujuan
·    Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas;
·    Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama;
·    Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
·    Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif.
Manfaat Pembelajaran Tematik
·    Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar.
·    Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.
·    Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.
·    Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkat.
Lalu yang maju kedepan kamaruddin
Karakteristik Pembelajaran Tematik
·    Berpusat pada peserta didik.( semua kegiatan ada sama peserta didik atau disebut PAKEM )
·    Memberikan pengalaman langsung.
·    Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran. ( semua mata pelajaran berguna )
·    Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran. ( hal yang terkait satu indikator dengan indikator yang lain )
·    Bersifat fleksibel. ( bisa disemua lini )
·    Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik.
·    Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.        ( ini lal yang disebut Pakemis sesuai denga UUP)
Yang maju kedepan berikutnya Sugiman dari ( SDN Sawang Rambaot ) Implikasi Pembelajaran Tematik
Implikasi bagi Guru:
·    Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.
·    Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi.
Implikasi bagi Siswa:
·    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal.
·    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah.
Implikasi Pembelajaran Tematik
Sarana prasarana, sumber belajar dan media:
•    Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.  
•    Memanfaatkan berbagai sumber belajar
•    Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang   bervariasi
•    Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi
Pengaturan ruang kelas:
•    Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang   dilaksanakan.
•    Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
•    Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet
•    Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
•    Alat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.
•    Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas
Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik
•    Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
•    Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
•    Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.
•    Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri.
•    Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air.
•    Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
Tahap Persiapan:
1.    Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dalam Tema
2.    Penetapan Jaringan Tema
3.    Penyusunan Silabus
4.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a.    Harus memberi tahu dulu tujuan pembelajaran
b.    Memberikan lembaran relafansi
c.    Memberikan gambaran pokok masalah yang akan dibahas
d.    Memberikan gamabaran kegiatan yang akan dilakukan
e.    Memberikan penilaian pendahuluan melaui apersepsi
2. Penyajian
a.    memberikan materi /memberikan contoh
b.    memberikan gambaran relefansi
c.    Memberikan penguatan ( re insposment )
d.    Mengorganisir waktu, siswa dan fasilitas belajar
3.Penutup
a.    Menyimpulkan materi penilaian
b.    melaksanakan penilaian
c.    tindak lanjut
Implikasi sarana dan prasarana
Pembelajaran tematik menekankan pada siswa baik individu maupun kelompok belajar yang sifatnya didesainkan secara khusus untuk dapat dimanfaatkan.
Implikasi pengaturan ruangan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang yang ditata dengan tema yang disesuaikan.
Implikasi pemilihan metode
Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik dengan menggunakan multi metode, misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab dan demontrasi.
Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja.Isya Allah  besok  kita lanjut kembali dengan materi yang lain dan saya berharap Bapak/Ibu cepat sampe ke ruangan .Asalam mualaikum wr. wb.
Hari Keempat,Selasa 25  November   2008
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Sebenarnya banyak yang kita bahas hari ini tapi karena ada keterbatasan maka bapak ibu bisa mengkontek saya setiap saat, persoalan keterbatasan itu maka bisa didiskusikan pada kesempatan yang lain, siapa yang mau maju kedepan saya persilakan. Yang bisa menjelaskan tentang konteks pembelajaran tematik agar tampil kecerdasan.
Pertama beritahukan Maksud pembelajaran, kedua relevansi, ketiga memberikan gambaran pokok masalh yang akan dibahas, kempat meberikan gambaran kegiatan yang akan dilakukan, kelima memberika uraian pendahuluan atau apersepsi. Pengetahuan yang diberikan kepada peserta didik hendaklah dibangun berdasarkan pengetahuan sebelumnya Penyajian inti pertama menjelaskan materi disertai contoh dan memberikan kesempatan kepada murid terlibat secara aktif ( inilah yang kita sebut Pakem ) Reinpostment artinya Membrikan penguatan ( ferbal dan non ferban ) Ferban artinya melalui kata2 atau kalimat2 pujian
Non ferban artinya melaui tubuh atau anggota badan Mengarginisir waktu siswa dan fasilitas belajar
Dan memberikan pesan moral Tindak lanjut
Syarifuddin, A. Ma ( SDN Krueng Meulaboh ) Bagaimanakah menggunakan waktu
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Inilah cara kita untuk menggunakan waktu
Berubah Ke
Pola Lama
o    Sentralistik
o    Subordinasi
o    Pengembilan keputusan terpusat
o    Pendekatan birokratik
o    Pengorganisasian yang hirarkis
o    Mengarahkan
o    Dikontrol dan diatur
o    Informasi ada pada yang berwenang
o    Menghindari risiko
o    Menggunakan dana sesuai anggaran sampai habis
Pola MBS
1.    Desentralisasi
2.    Otonomi
3.    Pengembilan keputusan partisipasi
4.    Pendekatan professional
5.    Pengorganisasian yang setara
6.    Memfasilitasi
7.    Motivasi diri dan saling mempengaruhi
8.    Informasi terbagi
9.    Mengelola risiko
10.    Menggunakan uang sesuai kebutuhan dan seefisien mungkin.








Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat.
Subordinasi  : terpusatnya kekuasaan pada seseorang.
Brogratik : berbelit-belit.
Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu.
Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah ( tingkat 1 dan 2 ) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif.
Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan syariat).
Mardiani, A.Ma SDN Tuwi Saya Bagai mana menerapkan ini pak Sedangkan disekolah kami buku sekolah tidak menentu
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ini harus didesuaikan denga rumah sekolah
Nelis Supriati, A.Ma  (MIS Lhok Guci ) Ada kepala sekolah yang memetong gaji PNS dan uang bos juga itu bagai mana
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ini harus dilibatkan semua dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat ( Komite )
 


MUATAN LOKAL
I.   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
         Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diangkat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah.
B. Landasan
·    UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
·    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2).
·    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Pasal 37 Ayat (1)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat :
1.    Agama        
2.    PPKN
3.    Bahasa
4.    IPS
5.    IPA
6.    Seni Budaya
7.    Penjaskes
8.    Keterampilan
9.    Mulok
Pasal 38 Ayat (2)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relefansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan  komite sekolah/Madrasah dibawah koordinasi dan superfisi Dinas Pendidikan Atau Kantor Depag Kab/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah
PP No 19
·    Standar Isi.
·    Standar Proses.
·    Standar Hasil.
C. Tujuan Umum:
Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.

Tujuan Khusus:
Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat:
·    Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya.
·    Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa.
·    Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.

D. Pengertian
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
Jamaluddin maju kedepan
E. Ruang Lingkup
·    Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah
o    Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
o    Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
·    Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah (yang  telah dikodifikasikan/stadarisasikan), bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini
     Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah?
     Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD.
     Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD
     Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah.
     Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok.
     Mengidentifikasi bahan kajian Mulok.
     Menentukan Mata Pelajaran Mulok.
     Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya.
3.  Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di Provinsi.
4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan
     TPK (Tim Pengembangan Kurikulum).
     LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan).
Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang TPK dan LPMP
1.    mengidentifikasikan keadaan dan kebutuhan daerah masing2
2.    Menentukan jenis muatan lokal
3.    menentukan proritas bahan kajian muatan lokal yang akn dilaksanakan
4.    mengembembangkan silabus muatan lokal dan prangkat kurikulum muatan lokal lainnya yang dilkukan bersama sekolah
     PT (Perguruan Tinggi).
Khairuddin, M.Pd( Fasilitator )  PT
1.    Mengidentifikasi dan menyabarkan keadaan potensi, dan keadan lingkungan kedalam komposisi jenis muatan local
2.    menentukan lingkup bahan kajian
3.    menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan jenis bahan kajian/ pelajaran
     Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya:  
       - Pemerintah Daerah/Bapeda,
         - Dinas Departemen lain terkait,
         - Dunia Usaha/Industri,
         - Tokoh Maessyarakat.
    Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang Instansi/ Lembaga
Memberikan informasi mengenai informasi tentang daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan alam dan sdm yang ada di daerah yang bersangkutan serta pioritas pembangunan daerah diberbagi sektor yang dikaitkan dengan sumber daya daerah yang dibutuhkan dan memberikan kemampuan dan keterampilan pada sektor tertentu, memberikan sumbangan pikiran , pertimbangan dan tenaga dalam menetukan muatan lokal sesuai dengan norma2/ nilai2 didaerah


5. Rambu-Rambu
     Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial.
     Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu  
     kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran.
     Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
6. Penilaian
     Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
     Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
7. Pelaporan
Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif.         ( dalam bentuk angka ) Ibu dan bapak kita istirahat sejenak habis asr kita kembali keruangan
Break
Assalamua`laikum Wr. Wb kita sekarang melanjutkan dengan materi KKM
ANALISIS PENCAPAIAN KKM
RAMBU-RAMBU
Ø    KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran
Ø    KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah
Ø    Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100
Ø    Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100
Ø    Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal
Ø    Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS ( laporan hasil belajar siswa )
 
 
Kewlompok A yan g maju kedepan
 


Kompetensi dasar dan Indikator    Kriteria Ketuntasan Minimal       
    Kriteria Penetapan Ketuntasan    
Nilai
KKM       
    Kompleksitas    Daya dukung    Intake           
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
§    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
§    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
§    Menganalisis  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara    



1

2

2    



2

2

2    



2

3

2    
66,66


55,55

77,77

66,66    

Kelompok D yang maju kedepan
 


Kompetensi dasar dan Indikator    Kriteria Ketuntasan Minimal       
    Kriteria Penetapan Ketuntasan    
Nilai
KKM       
    Kompleksitas    Daya dukung    Intake           
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
§    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
§    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
§    Menganalisis  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara    



2

3

1    



2

3

2    



3

3

1    
74,07


77,77

100

44,44    


Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri.
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah
Landasan Pengembangan Diri.
·    UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas:
Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi  sebgai guru, dosen, konselor, pamong belajar, bidywai swara, tutor, intruktur, falisitator dan sebutan lain yang sesuai dengan khekhususanya serta berpratisifasi dalam penyelenggaraan pendidikan   ( yang jelas kalau kita ngajar untuk S1 harus yang S 2 jangan S 1 ) Mengantar bangsa indonesia bertaqwa kepada allah yang maha kuasa Di malang Ada SD yang mengajarnya profesor, di inggris pelajar dalam satu kelas 16 orang satu kelas, amerika, dan negara eropa lainya

·    PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan:
·    Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.
·    Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.
·    Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Pendddik adalah tng kependdkan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, kenslong, pamong belajar, widiaiswara, tutor seperti saya/ pasilitator, instruktur dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhsususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan penddikan.
Pengertian Pengembangan Diri
·    Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai  bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.
·    Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling  berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.
·    Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM dan SMEA ).
Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik
Tujuan Umum
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan  peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus
Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan :
a.    Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir )
b.    Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll )
c.    Kreativitas
d.    Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan
e.    Kemampuan kehidupan keagamaan
f.    Kemampuan sosial
g.    Kemampuan belajar
h.    Wawasan dan perencanaan karir
i.    Kemampuan pemecahan masalah
j.    Kemandirian
Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual,  kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan :
·    Layanan dan kegiatan pendukung Konseling ( di sekolah harus ada guru konseling )
·    Kegiatan Ekstra Kurikuler ( Pramuka, UKS, PMI dll )
·    Kegiatan  pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut :
o    Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan,  pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
o    Spontan, adalah kegiatan  tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
o    Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bidang Pelayanan Konseling
a.    Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik  kepribadian dan kebutuhan dirinya secara  realistik.
b.    Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
c.    Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
d.    Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Fungsi Bimbingan Konseling
·    Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
·    Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya..
·    Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
·    Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
·    Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
Jenis Layanan Konseling
·    Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
·    Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
·    Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
·    Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kedapataan  yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
·    Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
·    Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
·    Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
·    Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
·    Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.



Kegiatan Pendukung
·    Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
·    Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
·    Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
·    Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
·    Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
·    Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Format Kegiatan
·    Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
·    Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
·    Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
·    Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau  sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
·    Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program
·    Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
·    Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
·    Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
·    Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
·    Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
·    pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program
·    Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
·    Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
·    Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
·    Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
·    Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
Penyusunan Program
Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor .
Pelaksanaan Kegiatan Konseling
Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
·    Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
·    Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
·    Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:
·    Kegiatan tatap  muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.  
·    Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
·    Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
Peserta Kenapa pemerintah tidak menetapkan guru mata pelajaran Konseling ditiap sekolah?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Bu tunggu saya menjadi kepala Dinas maksunya gini, saya di SMA Muhamaddyah menjadikan konsultan bukan menggantikan kepala sekolah, sesuai dengan di lingkungan SMA berarti kan saya kepala dinasnya, tapi di SMA kami sedang merangcang buku tetang konseling. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.
Sebelum kita akhiri saya ingin ibu memberikan  sedikit arahan tentang ekstra kurikuler.
Peserta Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler
·    Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
·    Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
·    Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
·    Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
·    Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
·    Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
·    Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
·    Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
·    Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
·    Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Ada pertanyaan
Peserta  Dalam pengembangan anak harus ada sarana dan prasarana sedangkan di sekolah kami belum ada
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator). menjawab itu harus di musyawarah dengan dinas terkait dan dengan komite sekolah dan buat proposal untuk mencari dana, tapi yang khawatirkan  sekarang banyak sekolah tidak dapat membuat proposal padahal di Aceh ada BUMD dan BUMN itu dapat di fungsikan untuk di buat proposal
Sebelum saya akhiri apa ada pertanyaan karena ini yang terahkir dan besok kita akan praktek.
Peserta Bagai mana membuat RPP apa harus sesuai degan roster?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Iya harus sesuai dengan tema, misalnya pelajaran Ipa, matematikan itu harus di padukan ( saling terkait dari satu ketema yang lain ) dan kalau memang hari ini tidak tuntas dapat dilanjuntukan besok.

Terima kasih itulah yang dapat kita sampaikan pada hari terakhir ini, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat ibu terima, kami menyadari masih banyak kekurangan, dan untuk pertemuan yang lebih lanjut ibu-ibu dapat menjumpai kami dengan alamat di GSF atau di SMU Muhammadiyah Meulaboh, saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb
Hari Kelima, Rabu, 26 November   2008

Pembawa Acara    

Jamaluddin, A.Ma Assalam mualaikum wr, wb.  Puji syukur kepada Allah, salawat beriring salam kepangkuan nabi besar Muhammada SAW kepada junjungan alam nabi kita. Ibu-ibu hari ini merupakan hari terakhir tadi ibu-ibu sudah melakukan praktek dibeberapa sekolah. Sebelum kita tutup acara kita, mari kita dengarkan dulu kata arahan maupun saran dari Falisitator kita ataupun dari derektur GSF  sendiri, kepada bapak kami persilahkan.

Kata-kata Sambutan Dari Fasilitator Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam Wr. Wb. Sampai dengana hari masih kita bersam begitulah kesungguhan kita untuk kemajauan, yang saya kemukakan ini samapel, peertam masih sebagian guru masih tidak menyampaikan tujuan pembelajaran, saya kagum ibu di metulang karena bagus semua dan masih ada guru yang tidak mengunakan alat peraga padahal ini sebagai contoh model, saya terharu dengan ibu yang ngajar dengan ayat alkafirun sangat sesuai dengan rpp dan silabus tapi ada sedikit karena sudah lebih duluan di suruh baca, kalau keselahan tidak ada seberapa seperti msih ada yang langsung menjelaskan padahal ini harus dimpaikan dulu dan menntukan rumus dulu, ini lebih baik kita kasih kesempatan kepada anak untuk bisa anak itu dapat. Saya sangat kagum, dan saya terasa kalah dengan ibu, dan saya yakin ibu sudah mengerti semua, hanya ini yang dapat saya sampaikan akhirul kata aslamualaikum wr    wb

Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Saya hanya menambahkan apa yang telah disampaikan oleh pak adi tapi secara umum sudah baik tapi ada jug sedkit kekuranga, contoh masih mengunakan bahasa indonesia yang kurang baik nampaknya ini masih menggunakan ejaan lama, tolong digunakan bahasa yangus, berikut tros ada guru yang masih mengunakan tempat duduk seutuhnya pahalal kita butuh gerakan utuk jadi contoh model pada anak,  masih menggunakan fariasi  yang tidak sesuai  makany ini harus dilatih supaya dapat diterapkan dirumah sekolah nanti, alat perga ini ini sangat penting, saya salut kepada ibu ruri karena sangat bagus melaksanakan pbm  di kelas tapi jangan selalu menggunakan bahasa daerah,ada yang masih penggunaan waktu yang begitu lama, terakhir untuk penutup sudah cukup baik, ada yang mengajar tidak sesuai dengan rpp karena rpp di ibarat suatu skanerio, pak bahtiar dan ibu suriani salut kepada bapak
Terima kasih Assalamu`laikum Wr. Wb

Pemberian Sertifikat secara simbolis
Ibu Ruri Septiana, A,Ma (Guru SDN Mugo Rayek ) Oleh Khairuddin, M.Pd
Bapak  Sugiman ( Guru SDN Sawang Rambot) Oleh Bapak Adi Darmawan, S.Ag
Pembagian Lember Evaluasi Yang dipandu oleh Panitia

Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalam mualaikum wr, wb. Syukur Alhamdulillah kita diberikan kesehatan oleh Allah dan selawat kepada nabi, yang Saya hormati pak adi dan khairuddin dan juga ibu dan bapak dan juga panitia yang telah mempersiapkan acara ini, baiklah mungkin ini sebuah proses membetuhkan waktu yang lama, dari kitalah untuk dapat mengembangkan anak bangsa, kalau kita tanam yang baik maka tumbuhlah yang baik tapi kalau sebaliknya coba ibu renungkan bagaimana, tapi sangat sedih atara konsumen dan produsen tidak bagus, banyak perguruan tinggi di Aceh Barat yang tenaga dosenyanya tidak layak dipakai sebenarnya ini haru ada evaluasi setiap saat, kami GSF setelah training kami selalu evaluasi, tapi sekali lagi saya ulangi perguruan yang tidak  pernah evaluasi termasuk sekarang yang sudah menurun statusnya, harapan kami kepada pejabat yang berwenang dapat melihat semua perguaran tinggi yang ada di Aceh Barat itu sangagat tidak layak, kalau ibu belanja ada koran bungksan tolong di baca dan di simpan kerna ini adalah ilmu dan menjadi suatu  referensi, saya juga pernah tanyak sama  anak HMI tentang membaca ada yang bilang tidak membaca apalgi buku paket, saya  sangat yakin ibu dapat juga membaca, karena  kalau sudah menjadi PNS harus lebih banyak maemabaca, harapan saya tolong dibuat RPP walau di depag dan dinas ngak dibuat pelatihan, tolong bagi yang sudah ikut training ini mennjadi suatu wadah untuk menjadi tempat pertemuan, saya dulu juga sekolah yang tidak pernah di ajar tentang korupsi tapi di indonesia dan di Aceh banyak korupsi ini kenapa, saya juga di HMI juga pak bahtiar di HMI tapi kalau ibu membuat sama anak SD ini harus yang bagus makanya jangan coba bermain denga anak-anak karena anak ini masih muda, ada  ada yang tidak mengetahui tata cara mengaajar yang baik, saya mengharapkan tolong ditanamkan yang baik untuk anak, harapan kami tolong diberikan ilmu yang baik, kalau ada yang ajar tolong di berikan yang nyata, misalnya hari ini saya yakin kalau ngomong itu bisa ngomong di depan bapak samapai 5 hari karena ngak ahli, dalam hal ini tolong koordibnasi antar sesama yang ikut training, lebih-lrbih di sekolah bapak sudah ada beberapa orang yang sudah pernah ikut training, saya mengharapkan ini bisa menjadi ttitik temu, sudah banyak SD yang saya datang tapi saya ngkat salut dengan SD Blang Teungoh dan MIN Kampong Baro Lelek karena diwaktu saya datang anak-anak semua salam dengan saya, ada juga sekolah yang tidak menerapkan  seperti ini, ini menjadi problem bagi kita coba kalau kita latih denga baik maka baiklah negeri ini tapi kalau sebaliknya,  setelah selesai training wali kelas III ini GSF akan membuat training kepada wali murid khusuh wali murid Kelas I dan II, kita sekarang bayak yang mengatakan pendidikan gratis tapi kalau kita lihat untuk SD aja ngak cukup untuk pendidikan garatis bayangkan untuk SMP dan SMA makanya jangan bilang pendididikan gratis. Terima kasih.  training wali kelas tiga wilayah Panton Ree yang di mulai tanggal 22 dan berakhir 26 November saya nyatakan di tutup. Aslamualakum wr. Wb

Pembacaan doa Tgk. Hasballah
Jamluddin Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pula rangkaian acara kita dan saya sebagai MC mohon maaf jika ada salah kata dan bahasa saya dan saya akhiri assalammu’alaikum wr, wb.

SELESAI

 
 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday74
mod_vvisit_counterYesterday886
mod_vvisit_counterThis week2836
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month26073
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days585287

Online (20 minutes ago): 18
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: Mei 23, 2012