Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Meureubo, 15-19 November 2008
GSF dalam pelatihan ini mengharapkan tidak ada ceramah di atas ceramah karena komitmen kami setelah pelatihan ini akan mengerti sedikit tapi kalau ibu tidak mendengarkan apa yang saya sampaikan ini akan disuruh keluar oleh panitia, saya mengharapkan ibu-bu dapat mempergunakan waktuy yang sedikit ini karena kalau ibu dan bapak salah mengajar pada anak maka hancurlah penddidkan tapi kalau ibu dan bapak benar cara ngarjar maka majulah penddidkan, padahal ibu dan bapak tidak pernah mengajar tentang korupsi tapi sekarang di aceh banyak korupsi di indonesia juga banyak korupsi apa lagi kalau salah ngajar pasti akan luar bisa korupsi, saya ini asli org meureubo karena pendidkan saya  SD Pasie Aceh, SMP 3 MBO, SMA Peurembe, training  ini cuma beberapa hari yang dilaksanakan tolong dipergunakan semaksimal mungkin, contoh   menyangkut STAI yang tidak diakui sekarang karena masalah pendidikan di situ tidak baik    bayangkan sekarang  setiap tahun di keluarkan sarjana bahkan beribu-ribu orang akan tetapi sarjana yang tidak baik ( tidak bermutu ), setelah training ini ibu-ibu sudah  mempunyai teman-teman karena sudah ada yang duluan ikut tarining yaitu walai kelas satu dan kelas dua.  Dengan mengucapkan bismillah Hirrahmanirrahim Training Wali Kelas III wilayah kecamatan Meureubo saya nyatakan di buka dan saya akhiri wabillahitaufit walhidayah wasalamu`alakum Wr.Wb..tutur Cutti Aisyah staf akunting dalam pembukaan workshop wali kelas III.
Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Meureubo, 15-19 November 2008
TRAINING WALI KELAS III
Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD
Aula SDN Ranto Panyang 1 Kecamatan Meureubo, 15-19 November 2008

Hari Pertama, Sabtu, 15 November  2008
Pembukaan
Yusrizal. A (Team Monitoring ).
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Jamaluddin (Team Monitoring )
Kata-kata sambutan dari Direktur GSF.
Cutti Aisyah Assalamu`alaikum, wr. wb.  Syukur kepada Allah SWT dan Salawat teriring salam kepada RasulullahSAW. Yang saya hormati Pak Adi Darmawan selaku falisitator dan saya hormati para peserta pelatihan yang telah hadir pada hari ini dan saya hormati segenap panitia yang telah mempersiapkan acara training ini, Training ini merupakan lanjutan daripada  training yang sudah kami laksanakan yaitu kelas 1 dan kelas II, untuk training kelas tiga wilayah meureubo merupakan yang enam belas kali dari dari keseluruhannya dan pada minggu depan akami juga akan melaksanakan training  di Wilayah Panton Ree.

 Dalam forum ini saya ingin menyampaikan tentang rencana pelatihan wali murid, ibu dan bapak kalau nanti sampai undangan untuk pelatihan wali murid tolong di kirim wali murid dari kelas rendah, karena tujuan kami dengan adanya pelatihan nanti para guru dan wali murid dapat bekerja sama untuk menciptakan penddidikan yang baik bagi anak-anak, kalau ini terlaksana pasti pendidikan akan terlaksana yang luar biasa karena tidak ada yang saling menyalahkan, makanya wali murid juga perlu kita sadarkan.

 GSF juga melaksanakan taklsow radio setiap kami khusus kita bicarakan masalah pendidikan, karena kami berkominmen Aceh Barat ini akan menjadi pilot projek untuk kabupaten lain di bidang pendidikan, banyak sekali NGO yang mebawa guru keluar provinsi atau luar negeri untuk studi banding itu tidak perlu,  tapi yang perlu pendidikan bagimana caranya untuk memajukanya, perbedaan daerah kita dengan daerah lain umpamanya pengawas kalau datang kerumah sekolah bukan untuk melihat-lihat aja akan tetapi juga ngajar di kelas makanya pengawas yang ada di derah lain anak juga kenal tapi di daerah ngak ada anak yang kenal sama pengawas,  saya sendiri turut juga antar undangan padahal kalau kapasitas saya sebagai staf ada teman tapi saya tidak mengangap karena saya menganggap sama,  kalau seandainya ini diterapkan di tempat-tempat lain pasti akan maju pendidikan, kalau ada kepala dinas yang mau mengantar undangan pasti anak-anak sekolah akan mengenal kepala dinas.

 GSF dalam pelatihan ini mengharapkan tidak ada ceramah di atas ceramah karena komitmen kami setelah pelatihan ini akan mengerti sedikit tapi kalau ibu tidak mendengarkan apa yang saya sampaikan ini akan disuruh keluar oleh panitia, saya mengharapkan ibu-bu dapat mempergunakan waktuy yang sedikit ini karena kalau ibu dan bapak salah mengajar pada anak maka hancurlah penddidkan tapi kalau ibu dan bapak benar cara ngarjar maka majulah penddidkan, padahal ibu dan bapak tidak pernah mengajar tentang korupsi tapi sekarang di aceh banyak korupsi di indonesia juga banyak korupsi apa lagi kalau salah ngajar pasti akan luar bisa korupsi, saya ini asli org meureubo karena pendidkan saya  SD Pasie Aceh, SMP 3 MBO, SMA Peurembe, training  ini cuma beberapa hari yang dilaksanakan tolong dipergunakan semaksimal mungkin, contoh   menyangkut STAI yang tidak diakui sekarang karena masalah pendidikan di situ tidak baik    bayangkan sekarang  setiap tahun di keluarkan sarjana bahkan beribu-ribu orang akan tetapi sarjana yang tidak baik             ( tidak bermutu ), setelah training ini ibu-ibu sudah  mempunyai teman-teman karena sudah ada yang duluan ikut tarining yaitu walai kelas satu dan kelas dua.  Dengan mengucapkan bismillah Hirrahmanirrahim Training Wali Kelas III wilayah kecamatan Meureubo saya nyatakan di buka dan saya akhiri wabillahitaufit walhidayah wasalamu`alakum Wr.Wb..tutur Cutti Aisyah staf akunting dalam pembukaan workshop wali kelas III

Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalammu’alaikum wr, wb. yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dengan perjuangan beliau kita dapat bertemu pada hari ini, tidak usah lagi panjang muqatdimah, karena kita cumu setengah hari kita belajar, yang kitapelajari SKL, pengambangan Bahan Ajar, Silabus dan RPP, yang pertama saya mengajak ibu-ibu untuk tidak mengangap saya yang bisa makanya saya mengajak ibu-ibu supaya Sama-sama kita belajar, ibu di kejuntukan dengan perubahan kurikulum selalu,
Yang Perlu Kita Tahu
 
·    KBK
·    Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
·    Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun
·    Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok)
·    Dikembangkan oleh direktorat    ·    KBK
·    Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah
·    Kurikulum tingkat satuan pendidikan
·    Pemerintah mengeluarkan standar isi  SK dan KD)
·    Dikembangkan oleh satuan pendidikan    



Menurut kaca mata saya semua anak pada hakikatnya sama, mungkin waktu yang diperlukan tidak sama, mungkin anak yang pintar perlu waktu sedikit untuk mempelajari, sedangkan anak yang kurang pinter ini perlu waktu yang lama untuk memperbaikinya. Kalau ibu mengajarkan ini pahlawan nasional, jadi tidak harus terpaku dibuku paket, jadi kalau pengalaman selama ini disekolah demikian ini sangat susah untuk dirubah. Kalau ibu Sudah menyusun RPP maka bahan tentang materi ibu yang cari sendiri, kelender pendidikan ini bisa dibuat sendiri dengan acuan pada kelender Dinas. Oke sekarang masuk ke SKL, kalau masih ada yang kurang jelas tentang pengantar tadi bisa dipertanyakan. Forum hari ini bukan forum saya tapi forum bersama, jadi bila ada yang tidak berkenan bisa langsung disampaikan.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN  (SKL)
C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN
1.    SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)
a.    Pendidikan Agama Islam SD/MI
1.    Menyebuntukan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq
Pencapaian nya bukan hanya bagi wali kelas III, SKL ini adalah ketika dia llulus dari SD dia harus mampu menghafal ini, dan nanti ibu akan anallisis kembali, jadi kalau ibu patokannya disini, pasti di UAS nya akan berhasil. SKL dalam standar minimum tidak boleh dikurangi dan kalau tidak bisa maka bertahanlah sampai disitu, yang perlu dipertimbangkan operasioanal ini  yang harus diperhatikan, dan dikelas ibu-ibu masih pakai roster, kalau masih pakai apa  pendapatnya
Aida Kesuma ( Guru SDN 2 Meulaboh ) Ini dari dulu memang Sudah pakai, matematikanya 6 jam
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ibu dan bapak coba lihat pembagaian waktu untuk Sekolah Dasar yang ditetapkan dari pusat
Pada kenyataannya sampai sekarang guru masih menetapkan waktu untuk kelas rendah padahal tidak ada sesuai dengan UU Diknas . Kenyataan hari ini guru juga punya pikiran membuat soal yang anak-anak tidak bisa menjawab, ini bukan  terjadi hanya disekolah bapak ibu tapi disekolah lainpun banyak terjadi. Tapi kedepan usahakan membuat soal yang bisa dijawab oleh anak-anak.
Kalau setiap hari ibu-ibu membuat alenia kegiatan bacaan surat-surat pendek, dan mungkin satu minggu Sudah lancar dan baca lagi ayat yang lain dan insyaallah dalam setahun kita Sudah banyak  bisa membaca ayat-ayat.
Ada pertanyaan tentang SKL
Asnuri (SD Pondok Geulumbang) Tadi  Sudah dijelaskan tentang SKL saya belum pernah mendengar disini juga ada Kompentensi Kelulusan Pelajaran,
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ini karena ibu guru kelas, jadi ini semua pelajaran ibu yang pegang jadi ini disebut Standar kompetensi Kelulusan. SKL mata pelajaran ini dari kelas I-VI.
Kelas III, Semester 1
 
Standar Kompetensi    Kompetensi Dasar       
Al Qur’an
1. Mengenal kalimat dalam Al Qur’an            
    1.1    Membaca kalimat dalam Al Qur’an
1.2    Menulis kalimat dalam Al Qur’an    
Ini dicocokkan kembali ketika kita menganalisis, kita lihat KD-nya untuk Point yang No 1.2 Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar
1.    Mendengarkan
Memahami wacana lisan  berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat
Masih ada pertanyaan kalau tidak ada lagi kita lanjut ke…


    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Pengertian Bahan Ajar
·    Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
·    Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar memengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).
·    Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Bentuk Bahan Ajar
·    Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
·    Audio Visual seperti: video/film,VCD.
·    Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH.
·    Visual: foto, gambar, model/maket.
·    Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet.
Indikator yang buat kita, coba kita buat indikator kita buat sendiri, alangkah indah
Fitri Nuraini, A.Ma Kadang kala standar ini dari pusat bagaimana.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Sepanjang indikator yang kita susun berpangku pada buku paket, hal yang wajar kita lakukan indikator yang dicocokkan dengan buku paket ini yang benar, dan selama ini yang dilakukan mencocok kan buku paket dengan KD, ini yang salah.
Kasus siswa tidak mengenal huruf
KD : membaca kata dalam kalimat sederhana
-    mengenal huruf dalam kata
-    melafalkan kata dalam kalimat
-    mambaca kata dalam kalimat secara lancar
KD : mengenal huruf dalam kata
-    mengenal huruf dalam kata
-    melafalkan kata dalam kalimat
-    mengeja huruf dalam kata
Sebenarnya ini yang perlu dilihat, harus ada keterkaitan kalau tidak demikian sayang anak murid kita. ibu-ibu  maksud saya sewaktu mengajar jangan hanya bertumpu pada buku paket. Yang harus kita lihat saat menggunakan buku paket yaitu harus operasional dengan daerah kita. Misal didaerah kita laut, jalan raya, ini yang lebih pantas, jangan diajarkan hutan wisata, disini kita tidak ada hutan wisata jadi anak-anak akan bingung

Abdul Muis (SDN Alue Penyareng I) Dari tadi kita telah belajar dan apa yang kita peajari ini telah menuding orang lain salah, dan tidak sesuai dengan tempat yang kita ajarkan, dan kami selaku guru bagaimana cara mengajar tatkala bahan ini salah, dan bisakah diusulkan bagaimana agar buku paket ini bisa sesuai dengan kita, dan seperti tadi di woyla tentang lampu merah, dan ini bagaimana operasionalnya bisa dimengerti seandainya ini di Kuala Bhee ini tidak ada lampu merah, intinya bagaimana langkah kita untuk tudak terrumpu pada buku paket
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Buku paket ini hanya standarisasi yang diberikan oleh pemerintah dan disini adalah tugas kita sebagai guru yaitu mengkreasikan, dan tugas kita mencari apa yang telah kita pelajari dengan mencari bahan pendukungg lain baik dari guntingan koran dan dari tempat lain, jadi bukan merubah buku paket karena ini hak ciptanya Sudah ada, bukan diambil mentah-mentah dari buku paket, umpamanya kalau ada materi di B. Indonesa tentang dongeng rakyat sejarah disini dengan daerah lain pasti berbeda
Abdul Muis (SDN Alue Penyareng I) Ini kalau kita ceritakan dongenng diaceh maka anak-anak akan lebih mudah ditanggapi
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Jadi pertanyaan tadi Sudah terjawab, yang saya katakan tadi dengan contoh Kuala Bhee ini hanya salah satu contoh yang bisa dipraktekkan, kalau bisa dipraktekkan bisa saja diambil dari buku paket, dan pertanyaan tadi sangat menarik, bukan berarti kita tidak bisa menjual LKS, di SMU 2 saja juga masih banyak yang menjual LKS

 
 
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Andaikan saja kita buat tolong dibuat indikatornya dulu
Abdul Muis (SDN Alue Penyareng I) Ini kalau kita ceritakan dongeng diaceh maka anak-anak akan lebih mudah ditanggapi
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Jadi pertanyaan tadi Sudah terjawab, yang saya katakan tadi dengan contoh Kuala Bhee ini hanya salah satu contoh yang bisa dipraktekkan, kalau bisa dipraktekkan bisa saja diambil dari buku paket, dan pertanyaan tadi sangat menarik, bukan berarti kita tidak bisa menjual LKS, di SMU 2 saja juga masih banyak yang menjual LKS, ini saja untuk pertemuan pertama kita break sejenak saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Break
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. tadi kita sudah membicarakan dua hal SKL dan Pangembangan Bahan Ajar, dan kalau masih belum jelas dapat dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini dapat lebih maximal.
Pengertian
Lembar Kegiatan Siswa.
•    Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.
•    Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.   
•    Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.
Kalau Anak-anak belum dapat mengisi maka guru yang harus mengisi dan agar orangtuanya dirumah dapat tahu kemampuan Anak-anaknya.
Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut:
•    Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.
•    Menyusun peta kebutuhan LKS.
•    Menentukan judul LKS.
•    Menulis LKS.
•    Menentukan alat penilaian.
Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:
•    Judul, mata pelajaran, semester, tempat.
•    Petunjuk belajar.
•    Kompetensi yang akan dicapai.
•    Indikator.
•    Informasi pendukung.
•    Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja.
•    Penilaian.
Kira-kira untuk sesoen ini ada pertanyaan, tidak usah takut bu karena kita lagi belacar. sekali untuk memuculkan materi ini apa sudah, contoh sejarah turunya al-fatihah.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Menjelaskan bermacam cara untuk menyampaikan ada yang ceramah, Tanya jawab dan bermacam-macam  cara biarkan anak-anak bekaerja dan menemukan sendiri.
PENGEMBANGAN
SILABUS
1. Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS?
1.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2).
2.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20.
PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2).
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah.
SILABUS
    Tema            : MATEMATIKA
    Kelas            : X
 Semester            : 1
 
eMATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
IIPIPS

    M Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama dilingkungan rumah dan sekolah    Menceritakan lingkungan alam disekitar rumah dan sekolah    -  Menyebuntukan 3 linngkungan alam dan lingkungan buatan
-     Menentukan perbedaan lingkungan alam dan lingkungan buatan
-    Menceritakan pengalamann tentang lingkungan alam
-    Menceritakan pengalaman tentang lingkungan buatan
-        ---    Mengamati lingkungan Alam dan buatan yang terdapat disekitar rumah dan sekolah
-          Menyebuntukan lingkungan Alam dan buatan yang terdapat disekitar rumah dan sekolah
-        Menunjukkan gambar dari lingkungan alam da buatan
-        Menceritakan lingkungan alam dan buatan    M-    Tes Tertulis
-  Unjuk Kerja    LKS,
Pengalama Siswa, Buku, Gambar Lingkungan    
hkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma.
Indikator :
- bahasa yang mudah dipahami
Mata pelajaran tuliskan apa pelajarannya, Rumusan indikator untuk mencari KD, jangan diberi batasan pada kegiatan pembelajaran sedangkan pada indikator bisa dibatasi, pada penilaain bisa diberikan penilaian yang objektif, sumbr belajar arus disebuntukan judul dan penerbit jangan hanya disebut buku paket (tulis indentitas Buku).
Aida Kesuma (SD 2 Meulaboh) Maksud bapak dikegiatan pembelajarn ini ditulis semua dan anak hrs dikoornisir, dan harus dikaitkan, dan potensi anak ini dibiarkan apa benar
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ya, Biar anak menyebutukan sesuai dengan potensinya,
Abdul Muis (SDN Alue Penyareng I)
Tentang Indikator ini bagaimana, cara kita agar anak-anak bisa menunjukkan bukan hanya menceritakan
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Kalau dia Sudah bisa menceritakan pasti dia akan bisa menunjukkan dengan arahan dari si Guru, silabus salah ketika di bawa keruangan dan tidak cocok dengan pembelajaran. Kadang kala format ditempat kita tidak sesuai dengan keadaan ditempat orang jadi hati-hati. Apa da pertanyaan sampai disini ?
Cut Rita Hastuti, A.Ma (SDN 14 Meulaboh)
Pak apakah PR yang kita berikan untuk anak-anak ini harus diponten,  jadi bagaimana yang sebaiknya pak ?
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Kalau mau diponten silahkan tapi tidak dimasukkan kenilai angka, tapi hanya dibuat untuk kerajinan, dan ini murid ibu-ibu jadi silahkan sesuai dengan keadaan di sekolah ibu-ibu. Sebelum kita akhiri untuk pertemuan hari ini kita besok akan membagikan beberapa kelompok dan saya padai disini karena saya orang muda saya minta maaf siapa tau ada dosa dengan ibu dan bapak tadi dalam penuturan kata dan saya tutup kata dengan ucapan terakhir Assalam mualaikum wr, wb.
Hari Minggu Hari Kedua, 16 November  2008
Assalamu`alaikum wr.   wb. Hari Ini sesuai dengan janji kita kemaren makanya kita harus membagi kelompok, bagi ibu-ibu yang sudah duduk tetapi kita tetap untuk membagi kelompok ini adalah suatu perencanaan, tapi saya berharap nanti kita kerja sama dan saya juga berharap jangan mensalahi silabus orang lain.
Kelompok A. Matematikan
Kelompok B.B I
Kelompok C.IPA
Kelompok D.IPS
Kelompok E.PKN
Hal yang pertama harus buat formatnya, dengan tema yang saya tentukan ada diri sendiri ada juga lingkungan
Ibu-ibu harus memilih salah satu SK dan Satu KD
 Oke sekarang waktunya Sudah habis, silahkan dikumpul hasil  kerjanya ke panitia, untuk ditempelkan dan kemudian kita presentasikan.
Kalau kasus di sekolah setempat tidak banyak gurunya maka bisa sekali jalan, tapi jika banyak guru sebelum masuk kelokal sebaiknya membicarakan dulu tentang tema yang ingin disampaikan.
Kalau guru banyak dikelas III ini bisa masuk guru Time/mata pelajaran, kalau guru kelas III Cuma 1 orang ini bisa tematis sekali  jalan,
SILABUS
             Tema        :  LingkunganATEMATIKA
            Kelas        :  I
            Semester        :  III

                Kelompok A
 
MATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
MateMatika

    M Melakukan operasi hitung bilangan sampai tiga angka    1.2 Melakukan penjumlahan dan penngurangan tiga angka    ---    Menulis penj 3 angka dengan 3 angka dalam bentuk panjang
-    Menentukan Penj 3 angka dengan 3 angka dalam bentuk panjang
-    Menulis penj 3 angka dengan 3 angka dlm bentuk pendek
-    Menulis penj 3 angka dlm bentuk panjang
-    Menulis pengurangan 3 angka dengan 3 angka dalam bentuk panjang
-    Menentukan pengurangan 3 angka dengan 3 angka dlm bentuk panjang
-    Menulis pengurangan 3 angka dengan 3 angka dalam bentuk pendek
-    Menentukan pengurangan 3 ang ka angka dengan 3 angka dalam bentuk pendek    ---    Menyebuntukan nilai tempat bilangan dlm penjumlahan bentuk panjang

-         Menjumlahkan bilangan 3 angka dengan 3 angka dalam bentuk panjang
-      Menjumlahkan bilangan 3 angka dengan 3 dalam bentuk pendek
-     Mengurangkanbilangan 3 angka dengan 3  angka dalam bentuk panjang
-     Mengurangkanbilangan 3 angka dengan 3  angka dalam bentuk pendek    M-    Tes Tertulis
    Buku Matematika














    
Kelompok B Memama
 
MATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
IPIPS
    Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar rumah dan sekolah    1.2 Memeliohara lingkungan alam dan bauatan disekitar rumah1q.212    -    - menyebuntukan tiga   mamfaat lingkungan alam
-    - menyebuntukan 3 mamfaat lingkuingan buatan
-    - menyebuntukan tiga kerugian dari kerusakan hutan dan sekolah
-    -Menceritakan pengalaman dalam memelihara lingkungan alam dan buatan di sekitar rumah
-    -    -    Mengamati lingkungan sekolah
-    Mengamati gambar hutan
-    Menyebuntukan cara-cara memelihara lingkungan alam dan buatan disekitar rumah    M-    Unjuk Kerja   -tes tulis

 
    -    pengalaman siswa
-    gambar hutan
-    buku ips kls 3 penerbit erlangga hal 15-20    
Kelompok CMemama Kelom
 
MATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
OIPA
    M Memahami kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan upaya untuk menjaga kesehatan lingkungan    2.1 Membedakan ciri2 lingkungan sehat dan lingkungan tidak berdasarkan pengamatan    ---    Menyebuntukan 3 ciri  ciri lingkungan tidak sehat
-    Menyebuntukan 3 dampak dari lingkungan yang tidak sehat
-    Menceritakan lingkungan sehat dan lingkungan yang tidak sehat
-    Menentukan pengurangan 3 angka dengan 3 angka dlm bentuk panjang
-    Menulis pengurangan 3 angka dengan 3 angka dalam bentuk pendek
-    Menentukan pengurangan 3 ang ka angka dengan 3 angka dalam bentuk pendek    -    ---    Mengamati lingkungan sehat dan tidak sehat diingkungan
    M-    Tes Tertulis
    -LKS
-Pengalaman siswa
-Buku Erlangga    
Kelompok D Memama ema
 
MATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
PKPKN
    M Melaksanakan norma yang berlaku dimasyarakat     - Mengenal aturan2 yang  berlakku dilingkungan masyarakat.    -         Mengelompokkan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah
-        -    --Praktek mengelompokkan
    M-    Tes Tertulis
 
-    Tes Lisan
-         Unjuk Kerja
    -    LKS
-    Pengalaman siswa    
Kelompok EMemama
 
MATA PELAJARAN    SK    KD    INDIKATOR    KEGIATAN PEMBELAJARAN    PENILAIAN    SUMBER BELAJAR       
B. Indonesia
    M Mendengarkan
1. Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan    1.1 melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan    ---    Menyebuntukan kewajiban siswa dlm kelas
-    Melakukan t ugasnya berdasarkanperintah yang didengar
-        ---    Mendengarkan penjelasan kewajiban siswa dlam kelasnya
-         Mendengarkan petunjuk melakukan tugasnya
-       Mendengarkan pembagian kelompok2 petugas kebersihan kelasnya     M-    Tes Tertulis
- Lisan    - Pengalaman siswa
- Gambar kelas yang bersih    
Kita istirahat sejenak nanti kita lanjuntukan kembali...
Break
Assalamu`alaikum Wr. Wb Oke sekaran kita lanjut ke RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS        :   I
TEMA       :   LINGKUNGAN
MINGGU/HARI       :   I/Senin
ALOKASI WAKTU    : 5 x 35 menit
INDIKATOR:
Bahasa Indonesia:
·    Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas.
·    Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf.
Matematika:
·    Membilang atau menghitung secara urut.  
·    Menyebuntukan banyak benda.  
·    Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari.
IPA
·    Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu.
IPS
·    Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan.
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN
·    Bertepuk tangan dengan pola
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
·    Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat.
SARANA DAN SUMBER BELAJAR:
Kartu-kartu kata.
Lembar kerja (jam).
Bola.
STRATEGI KEGIATAN
A.    Pembukaan (1 X 35 menit)
·    Berdoa bersama.
·    Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2.
·    Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya.
·    Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya.
·    Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari.
B.    Inti (3 x 35 menit)
·    Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda  yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali).
·    Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru.
·    Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya.
C.    Penutup (1 x 35 menit)
·    Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab.
·    Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan.
·    Berdoa pulang.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Tema    :  Lingkungan
Pertemuan ke    :  Senin /I
Kelas/semester    :  2/II
Alokasi Waktu    :  5 x 35 menit
Hari/tanggal    : .................................
 
Standar Kompetensi     Matematika
Bilangan
     Melakukan Operasi hiting bel sampai tiga angka
Bahasa Indonesia
Mendengarkan
     Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yang dilisankan       
Kompetensi Dasar    Matematika
     Melakukan penjumlahan dan pengurangan tiga angka
Bahasa Indonesia
     Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan       
Indikator     Matematika
     Menulis penjumlahan tiga angka dengan tiga angka dalam bentuk panjang dan pendek
     Menentukan Hasil penjumlahan tinga angka dengan tiga angka dalam bentuk panjang dan pendek
     Menulis dan menentukan hasil pengurangan tiga angka dengan tiga angka bentuk panjang dan pendek
Bahasa Indonesia
     Menyebuntukan kewajiban siswa dalam kelas
     Melakukan tugasnya berdasarkan perintah yang didengar       
Tujuan Pembelajaran         Siswa mampu menuliskan dan menghitung penjumlahan tiga angka dengan tiga angka dengan cara pendek dan panjang
     Siswa dapat menyebuntukan dan melakukan kewajiban berdasarkan perintah yang di dengarnya       
Metode Pembelajaran           ( Klasikal )    Kegiatan Awal ( 1 x 35 Menit )
     Berdoa
     Mengulang surat pendek pilihan
     Mengecek kesiapan belajar siswa
     Menyanyikan lagu buang sampah
     Guru menanyakan kepada siswa tentang prilaku yang terdapat dalam lirik lagu, kemudian guru membimbing siswa untuk dapat menyebuntukan kewajiban petugas kelas
Kegiatan Inti ( 3 x 35 Menit )
     Guru bertanya kepada siswa nilai tempai yang telah dituliskan dipapan tulis, guru meminta anak untuk menulisakan penjumlahan tiga angka dengan tiga angka dalam bentuk panjang dan pendek
     Setelah selesai kegaiatan diatas selesai, guru membimbin g siswa lain untuk dapat menulis bentuk penjumlahan tiga angka dalam bentuk panjang dan pendek
     Guru membimbing siswa untuk menyelesaikan soal tulis yang diberikan.........
Kegiatan akhir/penutup
     Mengumpulkan tugas siswa
     Menyimpulkan ( Refleksi ) Materi yang telah diajarkan
     Pesan- pesan moral  menjaga kebersihan
       Doa       
Alat dan sumber belajar           
Penilaian    Tes Tulis
1.
2.
3
4
Soal Terlampir    
Mengetahui / menyetujui                                                                                      Meulaboh, Penyusun
Kepala Sekolah                                                                                                      Guru Bid. Study



Nip.                                                                                                                       Nip.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Tema            :  Lingkungan
Pertemuan ke        :  Senin /I
Kelas/semester    :  2/II
Alokasi Waktu    :  5 x 35 menit
Hari/tanggal        : .................................

 
Standar Kompetensi     IPA
     Memahami kondisi lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan dan upaya menjaga kesehatan lingkunga
IPS
     Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama disekitar rumah dan sekolah
PKN
     Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat       
Kompetensi Dasar    IPA
     Membedakan ciri- ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat berdasarkan pengamatan
IPS
     Memelihara lingkungan alam dan buatan disekitar rumah
PKN
     Mengenal atauran2 yang berlaku dilingkungan masyarakat       
Indikator     IPA
     Mengenal 3 ciri2 lingkungan sehat dan tidak sehat
IPS
     Menyebuntukan tiga kegiatan dari kerusakan hutan dan sekolah
PKN
     Mengelompokan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah       
Tujuan Pembelajaran         Siswa mampu menyebuntukan ciri2 lingkungan sehat dan tidak sehat
     Siswa dapat menyebuntukan kerugian dari kerusakan hutan dan sekolah
     Siswa  mampu mengelompokkan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah       
Metode Pembelajaran           ( Klasikal )    Kegiatan Awal ( 1 x 35 Menit )
     Berdoa
     Mengulang surat pendek  ( Pilihan )
     Mengecek kesiapan belajar siswa
     Guru menanyakan kepada siswa tentang  keadaan lingkungan dan sekolah, kemudian guru membimbing siswa untuk mampu menyebuntukan aturan2 yang berlaku di sekolah
Kegiatan Inti ( 3 x 35 Menit )
     Guru bertanya kepada siswa ciri2 lingkungan sehat dan tidak sehat, guru memintak beberapa anak untuk menyebuntukan ciri2 dan tidak sehat
     Guru menyuruh siswa untuk menyebuntukan kerugian dari kerusakan hutan dan sekolah
     Guru membiumbing siswa untuk mengelompokkan soal tulis tentang aturan2 yang berlaku disekolah
Kegiatan akhir/penutup 1 x 35 Menit
     Guru memberikan pesan2 moral kepada anak tentang menjaga kebersihan, kelestarian dan kesehatan serta mematuhi aturan2 yang berlaku
     Berdoa dan pulang       
Alat dan sumber belajar    LKS dan pengaman siswa       
Penilaian         Tes Lisan
     Tes Tulis
1..............
2..............
3..............    

Mengetahui / menyetujui                                                                                      Meulaboh, Penyusun
Kepala Sekolah                                                                                                      Guru Bid. Study


Nip.      Nip.  
                                                                                                                   
Setelah selesai mengerjakan RPP bersama-sama lalu tutor mengajak para paserta untuk maju kedepan, akhirnya yang maju kedepan
Aida Kesuma ( Guru SDN 2 Meulaboh ) Dan menjelaskan hasil yang telah dikerjakan Sama-sama dengan teman yang lain
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Jangan terpokus pada RPP karena kita selalu lihat ke menja.Yang jelas sedikit demi sedikit pasti akan terbiasa.
Terima kasih untuk pertemuan hari ini dan saya minta maaf siapa tau saya yang masih muda ini terlalu kasar dalam berbicara di hadapan ibu dan bapak, tapi yang hakikatnya saya tidak bermaksud demikian, dan bagi bu-ibu yang ingin berkonsultasi masalah masalah pembelajaran ini boleh datang ke rumah atau ke SMA 2. akhirul kata dengan berserah diri kepada allah wabillahitaufid walhidaya Asalamu`alaiku WR. Wb

Hari Ketiga, Senin 17  November 2008
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalamu`alakum Wr.   Wb. Syukur Alhamdulillah kita hari ini masih diberi umur panjang dan dapat berjumpa dalam ruangan ini Yang saya hormati bapak Direktur GSF, penghormatan saya kepada panitia pelaksana, ibu dan bapak peserta pelatihan yang hadir pada hari ini, sebelum saya sampaikan Pembelajaran Tematik yang sangat intensial dan beberapa materi lain. Pada prisip kita belajar dalam bebrapa  aspek tentang pembelajaran. Aspek ini akan menjadi suatu tanggung jawab karena anak anak adalah tanggung jawab kita bersama. Bapak ibu yang berbahagia. Saya perkenalkan diri Nama. Khairuddin lahir di Jerman Atau yang disebut Jeuram Aceh Barat di desa Kuta Padang Nagan Raya, Pengalaman memengajar di SMU I Meulaboh, dan hari ini saya sebagai konsultan di SMU Muhammadyah, pengalaman  Akademik SI Jurusan Sastra di Unsyaiah Banda Aceh, Magister di Universitas Malang Jawa Timur dengan Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan saya mengajar juga di UTU Alamat saya di Desa Gampa, Jalan Kiblat, Lorong Amanah, Alhamdullilalh saya bisa berkesempatan bisa bertatap muka bersama ibu- bapak sekalian.
PENDEKATAN TEMATIK (THEMATIC APPROACH)
Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.oleh karena itu pembelajaran tematik sering disebut pendekatan terpadu (integrated) istilah lain mempunyai pengertian yang sama dengan pendekatan tematik adalah integrated learning,interdisciplinary units,integrated studies. Perlunya pendekatan tematik pada pembelajaran yang mempunyai korelasi tinggi ialah kenyataan bahwa “dunia nyata” itu menunjukkan adanya keterpaduan dan bahwa peserta didik tenyata lebih baik bila belajar menghubung-hubungkan berbagai fakta yang ada.
Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatu padukan serangkaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dan berpusat pada sebuah pokok atau persoalan.pendekatan ini didasari oleh psikologi gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan / keterpaduan itu lebih berarti daripada bagian-bagiannya. Hal tersebut disebabkan adanya sinergistik efek (efek keterpaduan ) yang ditimbulkan sebagai hasil dari keterpaduan tersebut.beberapa prinsip belajar menurut gestalt antara lain:
A.    Dasar situasi belajar secara keseluruhan,ditetukan oleh adanya antara berbagai bagian,bukan oleh bagian-bagian yang terpisah.
B.    Bagian-bagian dari situasi belajar hanya mengandung arti apabila berhubungan dengan situasi belajar secara keseluruhan.
C.    Faktor yang memadukan bagian-bagian situasi belajar adalah motivasi peserta didik atas dorongan guru.
D.    Adanya efek keterpaduan yang timbul merupakan interaksi antarbagian situasi dalam belajar.
Dari prinsip gestalt tersebut, pendekatan tematik bertujuan :
a.    Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi berbagai situasi yang memerlukan keterampilan pribadi.
Anak-anak kalau diajak ber nyanyi maka akan senang dan usahakan nyanyi yang dilantunkan sesuai dengan mata pelajaran Contoh ”satu tambah satu”.
b.    Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik.
c.    Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode mengajar hafalan (oemar hamalik,1982).
PELAKSANAAN PENDEKATAN TEMATIK SECARA OPTIMAL PERLU DITUNJANG OLEH KONDISI SEKOLAH SEBAGAI BERIKUT:
a.    Guru harus berpartisipasi dalam sebuah tim serta mempunyai tanggung jawab untuk mengsukseskan tujuan tim.
b.    Guru harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan program pembelajaran pada jadwal yang telah ditentukan.
Pembelajaran ini harus sesuai dengan keadaan setempat, misal apa yang diberikan contoh gurupun cukup mengerti, contoh sampan, sepeda dll, jangan diajarkan kereta api karena anak-anak belum pernah melihat kereta api kalau di Aceh.
c.    Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pendekatan tematis harus tersedia.
d.    Pelaksanaan pendekatan tematik harus ada dalam struktur sekolah,sehingga guru dapat menggunakan berbagai sarana yang diperlukan.
Pendekatan tematik dapat dilaksanakan oleh seorang guru,jadi semua bahan ajar menjadi tanggung jawabnya. Dapat pula dilaksanakan beberapa orang guru secara kolektif,namun harus dilandasi dengan kelancaran komunikasi,semangat kerja sama dan mengadakan kordinasi yang baik di antara mereka.
Pembelajaran tematik sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan tema pembelajaran,serta menyorotinya dari berbagai aspek. Demikian halnya dalam mengembangkan ilustrasi dan contoh-contoh yang menarik dalam pembelajaran.
Lebih lanjut (rukaisih,2007) mengemukakan pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang menyajikan kaitan-kaitan konseptual dalam satu kemasan.keterpaduannya yaitu saling terkait dan terikat secara holistik baik secara fungsional maupun struktural antar komponen dan antar substansinya.
Fungsi pembelajaran terpadu  
Pembelajaran terpadu berfungsi sebagai wadah, ajang, atau muara penyatu kaitan konsep-konsep yang terkandung beberapa pokok bahasan atau beberapa bidang studi yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan pemahamannya. Pola ini berawal dengan asumsi bahwa batas antar berbagai bidang studi sebenarnya tidak terlalu ketat. Artinya, berbagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dapat diperoleh dari berbagai bidang studi yang tidak perlu dikemas dalam dalam paket-paket yang terpisah
Sekarang dengan pembelajaran terpisah apa menyenangkan anak-anak? Ya antara menyenangkan dan tidak karena baru
Sampai sejauh ini ada pertanyaan?
Abdul Muis (SDN Alue Penyareng 1) Saya yang kurang paham tentang pembelajaran ter padu kemarin secara kompeten dan belum habis kami tentang pembelajaran  terpadu yang kemarin Sudah datang pembelajaran lain jadi bagaimana jangan kan murid kami saja bingung
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Itu sebenarnya hanya penyempurnaan hingga lahir kurikulum baru dan ada yang ditambah sebagai penyempurnaan yang pada dasarnya tetap sama,  mungkin sistem pembelajaran yang ada diindonesia yang hanya sebatas adalah, antara pergeseran itu masih ada kaitannya dan bukan penggantian buku tapi buku yang dulu juga masih bisa dipakai, dan mungkin jika ada buku yang keluar baru sekarang mungkin hanya lebih lengkap.dan juga perkaya kasanah dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain.
.MULTIPLE INTELLEGENCES ( MULTI KECERDASAN)
A. PENGERTIAN KECERDASAN
Intelligence Adalah Keseluruhan Kemampuan Indifidu Untuk Berfikir Dan Bertindak Secara Terarah,Serta Mengolah Dan Menguasai Lingkungan Secara Efektif (Marthen Pali,1993). Konsep Intelegensi Awalnya Dirintis Oleh Alfred Bined 1964, Mempercayai Bahwa Kecerdasan Itu Bersifat Tunggal Dan Dapat Diukur Dalam Satu Anggka.
selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor :
1.    kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
2.    kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
3.    kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu.
Kalau dulu yang dianggap bisa yang pinter matematika, sehingga lahir sekolah inti dan tidak inti, sebenarnya didepan kita adalah mutiara, dan sebenarnya anak tidak bodoh, dan karena tidak diberdayaan, maka anak-anak tidak akan pintar padahal kalau diberdayakan sungguh luar biasa.
Abdul Muis (SDN Alue Penyareng 1) Proses pembelajaran masih bergantung pada objek kongkrit dan penngalaman langsung, dan contohnya dia bisa cepat meniru apa lagi yang aneh, dan Negara kita ini adalah bodoh bapak katakan tadi saya sedih, kalau dijepang ini Negara kita jauh beda dengan Negara jepang, kalau di SD kami fasilitas tidak ada dan jam mengajar terlambat sampai karena jauh dari tempat tinggal
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Kalau dijepang ingin belajar maka harus belajar semua budaya mereka, dan mereka tidak tervirus oleh budaya lain, dan sangat istikamah dengan budaya sendiri, tapi kalau kita disini banyak masuk budaya luar kalau dijepang bahasa inggris tidak diperlukan mereka lebih mengutamakan bahasa sendiri, tetapi kalau kita di Indonesia kalau tidak bisa bahasa inggris dianggap bodoh. Jadi jawabannya yaitu pemerintah Sudah mengupayakan untuk pemberdaayan guru dan peningkatan mutu pendidikan.
B.DULU TUNGGAL, KINI MULTI
Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq                 ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya “, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu multidimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan!
Delapan rumpun kecerdasan“ multiple intellengences” ( gardner,1994 )
1.    Linguistik
2.    Matematis-logis
3.    Spasial
4.    Kinestetis-jasmaniah
5.    Musikal
6.    Interpersonal
7.    Intrapersonal
8.    Natural
Abdul Muis (SDN Alue Penyareng 1) Saya mau bertanya tentang delapan rumpun ini, adalah otak sebelah kiri dan kalau dia dewasa dia akan memperngaruhi terhadap delapan bahasa, kegagalan proses PBM ini factor lingkungan yang sangat berpengaruh pada diri seseorang
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Guru tidak leluasa, tidak berlangsung pendidikan di keluarga, rumah tidak menjadi guru yang baik, jadi berpengaruh terhadap anak, dan juga masyarakat juga berpengaruh terhadap si anak.
C.MULTI KECERDASAN ( MULTIPLE INTELLEGENCES)
1.    KECERDASAN LINGUISTIK
Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan  misalnya, (pendongeng,orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan).kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll.
2.    KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS
Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer,ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan.  
3.    KECERDASAN SPASIAL
Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna, garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut.
4.    KECERDASAN KINESTETIK-JASMANIAH
keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya  (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya ( pengrajin,teknisi mesin mekanik,dokter bedah,pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan,keterampilan,kekuatan,kelenturan,koordinasi dan lain-lain.
5.    KECERDASAN MUSIKAL
Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik),membedakan(kritikus musik),mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu.
6.    KECERDASAN INTERPERSONAL
Kemampuan Mempersepsi Dan Membedakan Susana Hati, Keinginan Motivasi Dan Perasaan Orang Lain.Komponen Utamanya Adalah Kepekaan Pada Ekspresi Wajah,Suara,Gerak,Isyarat ,Merespon Dan Persuasi (Mempengaruhi)
7.    KECERDASA INTRAPERSONAL
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri.
8.    KECERDASAN  NATURALIS
Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar.kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup.
D. MENGENALI MULTI KECERDASAN KITA
isilah kolom berikut untuk mengeksplorasi multi kecerdasan kita masing-masing!                                                                       
 
No    Jenis kecerdasan    Cara berfikir    Kegiatan    Taraf    Ket       
                B    C    K           
1    lingustik    melalui kata-kata    membaca, menulis, bermain kata.                       
2    matematis-logis    melalui penalaran    bereksprimen, tanya jawab, berhitung, teka-teki logis.                       
3    spasial    melalui kesan dan gambar    mendesain, menggambar, mencorat-coret                       
4    kinestetik jasmaniah    kinestetik jasmaniah    berlari, menari, menyentuh, isyarat, membuat bangunan.                       
5    musikal    musikal    bersiul, bersenandung, bernyanyi mendengarkan gerak ritmis.                       
6    interpersonal    interpersonal    berdiskusi, memimpin, mengorganisasi, humas                       
7    intrapersonal    intrapersonal    merenung, menyusun tujuan beribadah merencanakan, memahami kalbu                       
8    naturalis    naturalis    berkebun, berternak, meneliti alam, jelajah alam, peduli lingkungan                    

Keterangan : B : Baik.  C: Cukup. K : Kurang
Penemuan multi kecerdasan, telah membetuk paradigma baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan. Maka untuk mengekfloresikan kecerdasan itu salah satunya dengan tematik untuk kelas I-III dan insya allah pembelajaran dan pendidikan kita lebih maju
E. KECERDASAN EQ (EMOTINAL QOUNTIENT)
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri  dan perasaan orang lain. Daniel goldman mengembangkan kecerdasan eq menjadi lima kategori yaitu:
1.    Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri.
2.    Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif.
3.    Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme.
4.    Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis.
5.    Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban dan kerja sama dalam kerja tim.
F. KECERDASAN SQ ( SPRITUAL QOUTIENT)
Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt.dalam surat al-sajadah ayat sembilan allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal allah  
Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannya menemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar ( bergetar ) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama.
Terima kasih dengan ucapan alhamdulillah assalam mualaikum wr, wb
Break
Assalamu`alaikum Wr.  Wb. Selamat berjumpa ibu dan bapak kita masih melanjuntukan materi yang tadi
CIRI-CIRI SQ TINGGI
Menurut dimitri mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah:
1.    Memiliki prinsip dan visi yang kuat
2.    Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman.
3.    Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
4.    Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.
G. OTAK KIRI DAN KANAN
Selama ini dalam belajar atau dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis.
CIRI KERJA OTAK KIRI:
1.berfikir secara berurutan
2.logis
CIRI KERJA OTAK KANAN
1.berfikir secara acak,
2.holistik dan kreatif
3.proses menghafal cepat
4.membaca cepat dan berfikir kreatif
H.CATATAN
Intelegensi bukan satu-satunya penentu keberasilan,bahkan menurut hasil penelitian peranan intelegensi (iq) hanya 20 % saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80% ditentukan oleh faktor lainnya yakni kecerdasan emosional dan spritual
Akhirnya setelah perdebatan yang alot
Abdul Muis, A.Ma ( SDN Alue Penyareng 1 )
untuk mempersentasikan
Latar Belakang
•    Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya
•    Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD  kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik
•    Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah
Pengertian
•    Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik.
•    Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.
Tujuan
·    Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas;
·    Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama;
·    Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
·    Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif.
Manfaat Pembelajaran Tematik
·    Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar.
·    Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.
·    Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.
·    Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkat.
Berikutnya yang maju kedepan
Syitra Ulfa, A.Ma ( SDN Perumnas Penyareng )
Karakteristik Pembelajaran Tematik
·    Berpusat pada peserta didik.
·    Memberikan pengalaman langsung.
·    Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran. ( semua mata pelajaran berguna )
·    Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran.
·    Bersifat fleksibel. ( bisa disemua lini )
·    Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik.
·    Menggunakan  prinsip  pembelajaran  yang  aktif,  kreatif,  efektif, dan menyenangkan. ( Pakemis )
Implikasi Pembelajaran Tematik
Implikasi bagi Guru:
·    Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.
·    Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi.
Implikasi bagi Siswa:
·    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal.
·    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah.
Implikasi Pembelajaran Tematik
Sarana prasarana, sumber belajar dan media:
•    Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.  
•    Memanfaatkan berbagai sumber belajar
•    Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang   bervariasi
•    Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi
Pengaturan ruang kelas:
•    Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang   dilaksanakan.
•    Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
•    Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet
•    Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
•    Alat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.
•    Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap) baik di dalam kelas maupun di luar kelas
Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik
•    Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
•    Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
•    Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.
•    Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri.
•    Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air.
•    Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
Tahap Persiapan:
1.    Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dalam Tema
2.    Penetapan Jaringan Tema
3.    Penyusunan Silabus
4.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a.    Harus memberi tahu dulu tujuan pembelajaran
b.    Memberikan lembaran relafansi
c.    Memberikan gambaran pokok masalah yang akan dibahas
d.    Memberikan gamabaran kegiatan yang akan dilakukan
e.    Memberikan penilaian pendahuluan melaui apersepsi
2. Penyajian
a.    memberikan materi /memberikan contoh
b.    memberikan gambaran relefansi
c.    Memberikan penguatan ( re insposment )
d.    Mengorganisir waktu, siswa dan fasilitas belajar
3.Penutup
a.    Menyimpulkan materi penilaian
b.    melaksanakan penilaian
c.    tindak lanjut
Implikasi sarana dan prasarana
Pembelajaran tematik menekankan pada siswa baik individu maupun kelompok belajar yang sifatnya didesainkan secara khusus untuk dapat dimanfaatkan.
Implikasi pengaturan ruangan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang yang ditata dengan tema yang disesuaikan.
Implikasi pemilihan metode
Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik dengan menggunakan multi metode, misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab dan demontrasi.
Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja.Isya Allah  besok  kita lanjut kembali dengan materi yang lain dan saya berharap Bapak/Ibu cepat sampe ke ruangan .Asalam mualaikum wr. wb.
Hari Keempat,Selasa 18 November   2008
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Sebenarnya banyak yang kita bahas hari ini tapi karena aada keterbatasan maka bapak ibu bisa mengkontek saya setiap saat, persoalan keterbatasan itu maka bisa didiskusikan pada kesempatan yang lain, siapa yang mau maju kedepan saya persilakan. Yang bisa menjelaskan ttg konteks pembelajaran tematik agar tampil kecerdasan.
Fitri Nuraini (SDN 2 Ranto Panjang) Disini ada satu keterpaduan antar pelajaran dan disatukan melalui satu tema.

Hasnuri (SDN Pondok Geulumbang) Tentang tematik ini dari kelas I-III ini yang ada hubungan matematika, agama PPKN dan kemudiann dijadikan satu kesamaan, yang dijadikan menjadi satu tema, dan tidak diajar Terpisah-pisah, kelas IV-VI ini satu pelajaran yang diajarkan secara terpisah, karena Anak-anak diusia ini anak sudah bisa membedakan antar mata pelajaran,
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
MUATAN LOKAL
I.   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
         Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diangkat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) memperjelaskan :
Berubah Ke
Pola MBS

1.    Desentralisasi
2.    Otonomi
3.    Pengembilan keputusan partisipasi
4.    Pendekatan profesional
5.    Pengorganisasian yang setara
6.    Memfasilitasi
7.    Motivasi diri dan saling mempengaruhi
8.    Informasi terbagi
9.    Mengelola risiko
10.    Menggunakan uang sesuai kebutuhan dan seefisien mungkin.
Pola Lama

11.    Sentralistik
12.    Subordinasi
13.    Pengembilan keputusan terpusat
14.    Pendekatan birokratik
15.    Pengorganisasian yang hirarkis
16.    Mengarahkan
17.    Dikontrol dan diatur
18.    Informasi ada pada yang berwenang
19.    Menghindari risiko
20.    Menggunakan dana sesuai anggaran sampai habis









1.    Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat.
2.    Subordinasi  : terpusatnya kekuasaan pada seseorang.
3.    Brogratik : berbelit-belit.
4.    Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu.
5.    Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah ( tingkat 1 dan 2 ) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif.
6.    Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan syariat).
B. Landasan
·    UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
·    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2).
·    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Bahasa aceh adalah yang memiliki diakritik (tanda baca)
Menentukan bahan kajian Muatan Lokal :
a.    Kesesuaian dengan tingkat peserta didik
b.    Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan
c.    Tersedia sarana dan prasarana
d.    Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa
e.    Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan
f.    Kelayakan berkaitan dengan penggunaan disekolah
Pasal 37 Ayat (1)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat :
1.    Agama        
2.    PPKN
3.    Bahasa
4.    IPS
5.    IPA
6.    Seni Budaya
7.    Penjaskes
8.    Keterampilan
9.    Mulok

Pasal 38 Ayat (2)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relefansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan  komite sekolah/Madrasah dibawah koordinasi dan superfisi Dinas Pendidikan Atau Kantor Depag Kab/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah
PP No 19
·    Standar Isi.
·    Standar Proses.
·    Standar Hasil.
C. Tujuan Umum:
Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
Tujuan Khusus:
Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat:
·    Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya.
·    Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa.
·    Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
D. Pengertian
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
E. Ruang Lingkup
·    Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah
o    Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
o    Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
·    Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah (yang telah dikodifikasikan/stadarisasikan), bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini
     Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah?
     Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD.
     Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD
     Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah.
     Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok.
     Mengidentifikasi bahan kajian Mulok.
     Menentukan Mata Pelajaran Mulok.
     Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya.
3.  Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di Provinsi.
4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan
     TPK (Tim Pengembangan Kurikulum).
Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang TPK
1.    mengidentifikasikan kedadan dan kebutuhan daerah masing2
2.    Menentukan jenis muatan lokal
3.    menentukan proritas bahan kajian muatan lokal yang akn dilaksanakan
4.    mengembembangkan silabus muatan lokal dan prangkat kurikulum muatan lokal lainnya yang dilkukan bersama sekolah
     LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan).
     PT (Perguruan Tinggi).
Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang LPMP dan PT
1.    Mengidentifikasi dan menyabarkan keadaan, potensi, dan keadan lingkungan kedalam komposisi jenis muatan local
2.    menentukan lingkup bahan kajian
3.    menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan jenis bahan kajian/ pelajaran
     Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya:  
       - Pemerintah Daerah/Bapeda,
         - Dinas Departemen lain terkait,
         - Dunia Usaha/Industri,
         - Tokoh Maessyarakat.
    Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang Instansi/ Lembaga
Memberikan informasi mengenai informasi tentang daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan alam dan sdm yang ada di daerah yang bersangkutan serta pioritas pembangunan daerah diberbagi sektor yang dikaitkan dengan sumber daya daerah yang dibutuhkan dan memberikan kemampuan dan keterampilan pada sektor tertentu, memberikan sumbangan pikiran , pertimbangan dan tenaga dalam menetukan muatan lokal sesuai dengan norma2/ nilai2 didaerah
5. Rambu-Rambu
     Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial.
     Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu  
     kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran.
     Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
6. Penilaian
     Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
     Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
7. Pelaporan
Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif.         ( dalam bentuk angka )

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ini adalah bentuk pembelajaran kurikuler, Masih ada yang belum jelas, kalau tidak ada lagi kita lanjut ke KKM.
Muslim (SDN Reudeup) Untuk diberdayakan budaya yang ada didaerah kita
Syitra Ulfa, A.Ma (SDN Perumnas Peunyereng) Agar Nilai adat dan budaya kita tidak hilang dan berganti dari dengan negara lain,
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ini saja yang dapat kami sampaikan dan karena suara azan sudah tiba jadi saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Break
Assalamua`laikum wr wb sekarang kita lajut ke materi KKM
ANALISIS PENCAPAIAN KKM
RAMBU-RAMBU
Ø    KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran
Ø    KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah
Ø    Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100
Ø    Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100
Ø    Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal
Ø    Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS ( laporan hasil belajar siswa )
 


 










 


Kompetensi dasar dan Indikator    Kriteria Ketuntasan Minimal       
    Kriteria Penetapan Ketuntasan    
Nilai
KKM       
    Kompleksitas    Daya dukung    Intake           
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
§    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
§    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
§    Menganalisis  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara    



1

2

2    



2

3

3    



2

2

2    
66,7


55,5

66,6

66,66    

Syitra Ulfa, A.Ma (SDN Perumnas Peunyereng)
Menurut hemat kami kalau kita guru menyangkut nilai itu mudah dipahami oleh tingkat dasar tapi kalu kelas tingkat kebawah ini harus membutuhkan waktu yang lama
kelompok B dan seterusnya

 


Kompetensi dasar dan Indikator    Kriteria Ketuntasan Minimal       
    Kriteria Penetapan Ketuntasan    
Nilai
KKM       
    Kompleksitas    Daya dukung    Intake           
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
§    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
§    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
§    Menganalisis  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara    



2

3

1    



2

3

2    



3

3

1    
74,07


77,77

100

44,44    

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri.
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah
Landasan Pengembangan Diri.
·    UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas:
Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Menjelaskan Pasal 1 butir 6 Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi  sebgai guru, dosen, konselor, pamong belajar, bidywai swara, tutor, intruktur, falisitator dan sebutan lain yang sesuai dengan khekhususanya serta berpratisifasi dalam penyelenggaraan pendidikan   
Pasal 3 tentang tujuan pendidikan
Mengantar bangsa indonesia bertaqwa kepada allah yang maha kuasa
pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran : Pddkn diselenggarakan dengan memberi keteledanan  ( Contoh Model ), membangun kemauan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses PBM.
·    PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan:
·    Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.
·    Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.
·    Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Pengertian Pengembangan Diri
·    Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai  bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.
·    Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling  berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.
·    Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM dan SMEA ).
Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik
Tujuan Umum
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan  peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus
Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan :
a.    Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir )
b.    Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll )
c.    Kreativitas
d.    Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan
e.    Kemampuan kehidupan keagamaan
f.    Kemampuan sosial
g.    Kemampuan belajar
h.    Wawasan dan perencanaan karir
i.    Kemampuan pemecahan masalah
j.    Kemandirian
Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual,  kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan :
·    Layanan dan kegiatan pendukung Konseling ( di sekolah harus ada guru konseling )
·    Kegiatan Ekstra Kurikuler ( Pramuka, UKS, PMI dll )
·    Kegiatan  pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut :
o    Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan,  pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
o    Spontan, adalah kegiatan  tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
o    Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bidang Pelayanan Konseling
a.    Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik  kepribadian dan kebutuhan dirinya secara  realistik.
b.    Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
c.    Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
d.    Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Fungsi Bimbingan Konseling
·    Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
·    Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya..
·    Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
·    Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
·    Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
Jenis Layanan Konseling
·    Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
·    Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
·    Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
·    Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kedapataan  yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
·    Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
·    Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
·    Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
·    Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
·    Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Kegiatan Pendukung
·    Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
·    Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
·    Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
·    Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
·    Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
·    Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Format Kegiatan
·    Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
·    Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
·    Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
·    Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau  sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
·    Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.

Jenis Program
·    Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
·    Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
·    Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
·    Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
·    Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
·    pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program
·    Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
·    Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
·    Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
·    Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
·    Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
Penyusunan Program
Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor .
Pelaksanaan Kegiatan Konseling
Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
·    Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
·    Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
·    Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:
·    Kegiatan tatap  muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.  
·    Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
·    Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.
Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler
·    Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
·    Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
·    Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
·    Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
·    Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
·    Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
·    Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
·    Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
·    Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
·    Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Sebelum saya akhiri apa ada pertanyaan karena ini yang terahkir dan besok kita akan praktek.
Aida Kesuma ( Guru SDN 2 Meulaboh )  Dalam pengembangan anak harus ada sarana dan prasarana sedangkan di sekolah kami belum ada
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator). menjawab itu harus di musyawarah dengan dinas terkait dan dengan komite sekolah dan buat proposal untuk mencari dana, tapi yang khawatirkan  sekarang banyak sekolah tidak dapat membuat proposal padahal di Aceh ada BUMD dan BUMN itu dapat di fungsikan untuk di buat proposal
Syitra Ulfa, A.Ma (SDN Perumnas Peunyereng  Bagaimana membuat RPP apa harus sesuai degan roster?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Iya harus sesuai dengan tema, misalnya pelajaran IPA, matematikan itu harus di padukan ( saling terkait dari satu ketema yang lain ) dan kalau memang hari ini tidak tuntas dapat dilanjuntukan besok.
Terima kasih itulah yang dapat kita sampaikan pada hari terakhir ini, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat ibu terima, kami menyadari masih banyak kekurangan, dan untuk pertemuan yang lebih lanjut ibu-ibu dapat menjumpai kami dengan alamat di GSF atau di SMU Muhammadiyah Meulaboh, saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb
Hari Kelima, Rabu, 19 November   2008
Pembawa Acara      
Yusrizal. A Assalam mualaikum wr, wb. Puji syukur kepada Allah, salawat beriring salam kepangkuan nabi besar Muhammada SAW kepada junjungan alam nabi kita. Ibu-ibu hari ini merupakan hari terakhir tadi ibu-ibu sudah melakukan praktek dibeberapa sekolah. Sebelum kita tutup acara kita, mari kita dengarkan dulu kata arahan maupun saran dari Falisitator kita ataupun dari derektur GSF sendiri, kepada bapak kami persilahkan.

Kata-kata Sambutan Dari Fasilitator
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalammu`alaikum Wr. Wb. Senang bertemu dengan ibu semoga jalinan untuk mempererat silaturrahami, pertama harus di tulis masalah waktu yang jelas, disini banyak selaki RPP yang tidak menggunakan waktu, RPP yang lebih bagus adalah RPP yang Sudah ditulis waktu, paling tidak untuk di ketahui secara global yang kedua untuk kelas tinggi jangan di tulis tema, artinya ibu saling berbagi lah dengan mata pelajaran yang penting ada sling menghubung, ada beberapa RPP yang seperti ini, yang ketiga sebagian ada yang menyampaikan RPP yang Sudah dan alhamdulillah yang belum tolonglah di beri tahukan, toh silabus untuk memudahkan untuk membuat RPP, Kalau di kelas itu tidak  memberikan materi pokok, ada rasa haru saya ada nilai kesungguhan belajar dengan ibu, dalam waktu tes itu tidak jadi masalah
Apa yang ada ditanyakan, kalau mulok itu arus ibu yag buat karena itu harus dikondisikan di rumah sekola yang bersangkutan
Aida Kesuma ( Guru SDN 2 Meulaboh ) kalau SK KD  siapa yang buat tentang mulok
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) itu harus disesuaikan dengan sekolah
Pemberian Sertifikat secara simbolis
1. Syitra Ulfa, A.Ma (SDN Perumnas Peunyereng) Oleh Bapak Hendri Saputra, S.Pd.I
2. Aida Kesuma ( Guru SDN 2 Meulaboh ) Oleh Bapak Adi Darmawan, S.Ag
Pembagian Lember Evaluasi Yang dipandu oleh Panitia


Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalam mualaikum wr, wb. Syukur Alhamdulillah kita diberikan kesehatan oleh Allah dan selawat kepada nabi, kita sudah menyelasikan trining dan ibu telah melkukan praktek, ibu ketahui materi yang kami beri tidak sempurna, kami Sudah melakukan trining kelas satu, dua, dan yang sedang kami laksanakan wali kelas tiga, munking juga ibu-ibu sudah pernah mengikuti training ini, dari NGO lain, saya mengharpkan setelah mengikututi pelatihan iniibu dan bapak menjadi ajang silaturrahmi sesama, SDN Rantau Panyang 1 ini termasuk SDNyang bagus kalau ibandingkan dengan SD yang saya datangi, ini menjadi suatu contoh untuk ditiru, di SD lain lagian anak-anak tidak ada yang nakal dan tolong dikoordinasian denga komite, yang masih kekurangan bahan pajangan, bahan yang sudah ada di sekolah ini tidak usah dibawa pulang karena anak-anak bisa berpacu, dalam hal ini ibu-ibu butuh menbaca yang sangat banyak, kalau dirumah sekolah Cuma buku paket yang dibaca padahal ibu harus banyak membaca dan butuh refernsi yang banyak, kita akui yang sarjana yang ada di Aceh Barat sangat jauh ketiggalang kalau dibangdingkang degan daerah lain, yang GSF berikan ini masih dikit tapi ibu harus mencari sendiri, di Aceh Barat banyak undangan yang kita berikan bayak yang tidak datang, yang jelas GSF berkomitme untuk membantu ibu-ibu, saya pesankan sama ibu-ibu siapapun yang buat training tolong diikuti karena mencari ilmu itu sampai keliang lahat, tidak usah di lihat dari pagkat, bahan-bahan yang sudah ada tolong di ulang dan untuk membuat RPP supaya kalau ibu-ibu yang tidak masuk guru lain bisa mengajar, kalau RPP ibu tidak buat susaha guru lain untuk menganti posisi ibu Apa da yang mau menyampaikan pesan untuk satu orang

Eka Devi Noviana, A.Ma  (SDN Ranto Panyang 1) Kesan saya pada fasilitator sangat puas,  secara individu sangat karena fasilitator sangat menguasai materi
Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim acara pelatihan guru wali kelas III wilayah meureubo saya nyatakan ditutup

Wabillahitaufid walhidayah asalamu`alaiku Wr. Wb.
Pembacaan doa Tgk. Hasballah

Jamluddin Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pula rangkaian acara kita dan saya sebagai MC mohon maaf jika ada salah kata dan bahasa saya akhiri assalammu’alaikum wr, wb.

SELESAI
 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday73
mod_vvisit_counterYesterday886
mod_vvisit_counterThis week2835
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month26072
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days585286

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 38.107.179.229
,
Today: Mei 23, 2012