|
Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya senang berada di sini bertemu untuk menemukan cara baru untuk membuat adek-adek kita yang luar biasa, kalau kita lihat sistim pendidikan yang bagus difilandia padahal kalau kita lihat penduduknya lebih ramai di negara kita, kesan pertama sangat jauh berbeda dengan waktu saya pertama datang kemari, kalau di kembangkan model begini ini kan menjadi luar biasa, saya mengucapkan terimakasih dari kawan-kawan GSF yang telah mendampingi ibu-ibu saya bangga dengan GSF karena sampai detik ini masih mau menjadi relawan untuk membangaun aceh ke depan.kata Wances staf cafod untuk indonesiadalam sambutannya pada penutupan workshop di sama tiga. Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya cuma menambahkan aja yang telah disampaikan oleh wances yang jelas cukup banyak perubahan dari yang dulu, tapi ada beberapa guru yang mengatakan ini suatu tantangan, kalau saya bandingkan dengan sekolah di inggris itu sama saya bangga karena anak-anak juga sudah menemukan karyanya yang di tenpelkan di dinding, yang jelas ini suatu yang positif sekali saya bangga dengan teman-teman GSF yang telah melaksanakan pelatihan ini yang luar biasa, dan bagi ibu-ibu bisa dapat tukar pikiran. dengan kami melalui teman kami yang ada sama ibu ( GSF ) terima kasih. tutur Ibu dini Astuti dari perwakilan cafod koordinator indonesia ada penutupan workshop wali kelas III.
Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Sama Tiga Tanggal 8-12 November 2008
TRAINING WALI KELAS III Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD Aula MIN Suak Timah Kecamatan Sama Tiga Tanggal 8-12 November 2008
Hari Pertama, Sabtu, 8 November 2008 Pembukaan Jamaluddin (Team Monitoring Woyla). Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Hendri Saputra ( Koordinator Team Monitoring ) Kata-kata sambutan dari Direktur GSF. Abdul Jalil. Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Syukur kepada Allah SWT dan Salawat teriring salam kepada Rasulullah SAW. Yang saya hormati Pak Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) selaku falisitator untuk hari ini dan saya hormati para peserta pelatihan wali kelas III wilayah kecamatan samatiga dan yang saya hormati segenap panitia yang telah mempersiapkan acara ini, GSF sudah selesai membuat training untuk wali kelas I dan kelas II dan sekarang sedang melaksanakan training wali kelas III dan yang ini merupakan training yang ke 16. Setelah lebaran kita juga akan melaksanakan training untuk Wali Murid ( orang tua murid ) saya berharap kepada ibu-ibu dan bapak-bapak nanti diwaktu di undang wali murid tolong di kirim wali murid yang mau memperdulikan tentang pendidikan. Dari sekian Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidayah yang ada di Aceh Barat sekitar 181(seratus delapan puluh satu) sekolah itu tidak semua mendapat kesempatan, makanya ibu-ibu harus memilih wali murid yang berpontensial, dalam pelaksanaan training ini yang didanai oleh CAFOD untuk di amanahkan kepada GSF, makanya GSF beda dengan lembaga lain umpamanya peserta yang tidak hadir besok. besoknya juga tidak usah datang lagi, dari pada memusingkan panitia karena peserta yang tidak menentu, kalau ibu-ibu juga berisi keras terpaksa kami yang keluar. Hari ini ada pak Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) dan besok masih dengan pak Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ). Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak, teman kami yang ada di wilayah ibu ada Jamaluddin di Woyla raya, Azhar di Samatiga raya, M. Nur di Johan Pahlawan dan Yusrizal di wilayah Kaway XVI bagi ibu dan bapak yang kepingin mengatakan sesuatu boleh melalui mareka karena mereka ada disekitar ibu-ibu. GSF dalam pelaksanaan training ini berkomitmen untuk kemajuan pendidikan di Aceh Barat, dalam hal ini kami membuat training dengan mempertanggung jawab melalui kaset dan tidak mengunakan absen. Sebenarnya ini saya sudah mempergunakan sedikit waktu Pak Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) sudah dua puluh menit. Sebenarnya training ini ingin kita membuat bukan untuk ibu-ibu dan bapak aja akan tetapi untuk para sarjana STAI yang kuliah tidak menentu lagian banyak sekali sarjana yang yang dikeluarkan ataupun yang diyudisium tidak bermutu makanya kami ingin buat training untuk mareka. Kalau dinas pendidikan digunakan dana dari pemda sedangkan GSF menyakinkan dari cafod untuk mengirim dana, kami menharapkan kepada ibu tolong digunakan waktu semaksimal mungkin, kita membua training Cuma empat hari tiori dan satu hari praktek. Dengan mengucapkan bismillah hiramanirrahim, acara pelatihan guru wali kelas III rayon samatiga dengan resmi saya nyatakan dibuka dan saya akhiri wabillahitaufit walhidayah Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dengan perjuangan darah dan air mata beliau maka kita bisa merasakan nikmat seperti saat ini dan kita bisa tampil disini, saya mengharap jangan dianggap saya lebih mengerti dari pada ibu-ibu karena ibu-ibu sudah duluan menjadi guru sedangkan saya baru beberapa tahun. Ibu-bu kita selalu dikejutkan karena sebentar-bentar berubah kurikulum tahun 2003 KBK nah sekarang sudah KTSP mungkin kedepan ada perubahan lagi. Untuk sekarang kita lanjut materi sampai sore nanti kita persentasikan kedepan mudah-mudahan apabila kerja sama kita bagus tidak ada yang perlu di persoalkan, sebelumnya saya ingin tanya sama ibu dan bapak apa masih menggunakan roster untuk kelas I padahal itu keliru itu salah menurut undang-undang karena untuk kelas I sampai kelas III itu harus digabung, Erna Wati ( Guru SDN Alue Sundak ) Ya Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Itu salah bu karena untuk kelas I s/d III itu tematik, nah sekarang bagaimana mengajar yang lebih baik itu harus sejalan. Yang perlu kita tahu: · KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembangkan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum tingkat satuan pendidikan · Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembangkan oleh satuan pendidikan
Yang sebelah kiri itu yang dulu sedangkan yang sebelah kanan itu yang sekarang. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Umpama kita mengajar menggunakan huruf abjab, Contoh di samatiga kita mengajar dengan memberi contoh dengan suara laut akan tetapi di samatiga tidak cocok dengan suara burung, contoh lain dalam buku paket mengajar tentang hujan di bogor padahal di Aceh juga ada daerah hujan, lebih bagus kita ceritakan tentang hujan yang ada di Aceh, nah ada lagi contoh menggunakan KD (kompetensi Dasar) untuk menyembutkan pahlawan nasional padahal di Aceh juga da pahlawan ken lebih baik kita gunakan pahlawan dari Aceh saja, pengalaman saya waktu keluar daerah tidak semua daerah menyelenggarakan upacaara bendera akan tetapi dengan acara yasin bersama.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN 1. SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) a. Pendidikan Agama Islam SD/MI 1. Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq. Kira-kira SKL yang nampak di depan bapak-bapak dan ibu-ibu SKL yang nampak dari kelas 1 sampai kelas VI ini adalah SKL tingkat nasional, tapi kalau di sekolah kita sudah bisa tolong di naikan sampai ayat-ayat yang lain. Ada yang guru agama disini. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Apakah ibu dan bapak sudah pernah membuat SKL??? Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak )Ya sudah. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) contoh kita membuat silabus dengan contoh menghafal ayat alfatihah Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) guru kita memetapkan waktu sesuka hati dia, Kalau begini siapa yang salah, kalau ditanya hati nurani, mungkin di nasehati lah begini, Kalau kita sudah mengajak anak-anak untuk menghafal itu satu tahun anak-anak kita sudah luar biasa. Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak ) Kompentesi dasar itu ke 2 apa-apa saja pak. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) menjelaskan tentang pertanyaan tadi itu sudah saya jelaskan coba ibu lihat kedepan. Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak ) Kenapa bisa menulis Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ), kalau ibu mengangkat tentang menulis ibu harus melihat anak-anak apa sudah bisa menulis, hati-hati Kalau sama anak kelas 1 karena kita sudah mengecek anak-anak apa sudah bisa membaca atau belum. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) menjelaskan lagi, saya sepakat tolong diperhatikan apa-apa anak-anak sudah bisa membaca Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak ) Bagai mana cara menerapakan ini Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) tulah yang saya jelaskan tadi apakah anak-anak bisa menulis, tapi Kalau mampu tolong di pakai tapi bagi sekolah yang belum mampu jangan di gunakan. Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak ) Pak apakah bisa dijelas sekali lagi tentang indikator Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) indikator bahasa oprasinal yang bisa di iukur dan diopserpasi, yang jelas Kalau itu bisa laur biasa nah disekolah ibu, 70 % anak-anak yang lewat ibu dikatakan ibu yang baik tapi kalau 50% ibu biasa-biasa saja dan 50 % kebawah ibu gagal berarti. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) memberi contoh tentang membuat soal, ada sebagian guru yang membuat soal yang tidak bisa dijawab anak-anak itu tidak boleh. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Apakah masih ada pertanyaan tentang SKL Contoh Indikator: Sebutkan pahlawan-pahlawan nasional apakah ini benar kalau kita lihat ini sayang anak yang pintar. Tapi yang benar pertanyaannya adalah sebutkan dua pahlawan nasional dari Aceh. Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak ) Ada anak-anak yang tidak bisa membaca harus kita buat SKL sendiri. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) . Tidak SKL itu harus sama semua dan lebih baik anak-anak sudah kita kasih yang sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah itu pasti tidak akan salah. 2. Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar 3. Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari perilaku tercela 4. Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji 5. Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi b. Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI 1. Menerapkan hidup rukun dalam perbedaan 2. Memahami dan menerapkan hidup rukun di rumah dan di sekolah 3. Memahami kewajiban sebagai warga dalam keluarga dan sekolah 4. Memahami hidup tertib dan gotong royong 5. Menampilkan sikap cinta lingkungan dan demokratis 6. Menampilkan perilaku jujur, disiplin, senang bekerja dan anti korupsi dalam kehidupan sehari-hari, sesuai dengan nilai-nilai pancasila 7. Memahami sistem pemerintahan, baik pada tingkat daerah maupun pusat 8. Memahami makna keutuhan negara kesatuan Republik iIndonesia, dengan kepatuhan terhadap undang-undang, peraturan, kebiasaan, adat istiadat, kebiasaan, dan menghargai keputusan bersama 9. Memahami dan menghargai makna nilai-nilai kejuangan bangsa 10. Memahami hubungan Indonesia dengan negara tetangga dan politik luar negeri c. Bahasa Indonesia SD/MI 1. Mendengarkan Memahami wacana lisan berbentuk perintah, penjelasan, petunjuk, pesan, pengumuman, berita, deskripsi berbagai peristiwa dan benda di sekitar, serta karya sastra berbentuk dongeng, puisi, cerita, drama, pantun dan cerita rakyat 2. Berbicara Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, tegur sapa, percakapan sederhana, wawancara, percakapan telepon, diskusi, pidato, deskripsi peristiwa dan benda di sekitar, memberi petunjuk, deklamasi, cerita, pelaporan hasil pengamatan, pemahaman isi buku dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk dongeng, pantun, drama, dan puisi 3. Membaca Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana berupa petunjuk, teks panjang, dan berbagai karya sastra untuk anak berbentuk puisi, dongeng, pantun, percakapan, cerita, dan drama 4. Menulis Melakukan berbagai jenis kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk karangan sederhana, petunjuk, surat, pengumuman, dialog, formulir, teks pidato, laporan, ringkasan, parafrase, serta berbagai karya sastra untuk anak berbentuk cerita, puisi, dan pantun d. Matematika SD/MI 1. Memahami konsep bilangan bulat dan pecahan, operasi hitung dan sifat-sifatnya, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah kehidupan sehari-hari
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Pengertian Bahan Ajar · Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. · Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar memengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). · Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Ini sesuatu yang tidak mungkin dibuat mungkin Bentuk Bahan Ajar · Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, · Audio Visual seperti: video/film,VCD. · Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH. · Visual: foto, gambar, model/maket. · Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet. Lalu Pasilitator memperlihatkan bentuk bahan ajar Cakupan Bahan Ajar · Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat. · Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru). · Tujuan yang akan dicapai. · Informasi pendukung. · Latihan-latihan. · Petunjuk kerja. · Penilaian. Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja, Insya Allah setelah shalat Ashar kita lanjut kembali dengan materi yang sama dan saya berharap Bapak/Ibu cepat kembali ke ruangan... Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Break Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Assalam mualaikum wr, wb. kita sudah membicarakan dua hal SKL dan Pangembangan Bahan Ajar, dan kalau masih belum jelas dapat dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini dapat lebih maximal.
Pengertian Lembar Kegiatan Siswa. • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. • Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik. Kalau Anak-anak belum dapat mengisi maka guru yang harus mengisi dan agar orangtuanya dirumah dapat tahu kemampuan Anak-anaknya. Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran. • Menyusun peta kebutuhan LKS. • Menentukan judul LKS. • Menulis LKS. • Menentukan alat penilaian. Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul, mata pelajaran, semester, tempat. • Petunjuk belajar. • Kompetensi yang akan dicapai. • Indikator. • Informasi pendukung. • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja. • Penilaian. Kira-kira untuk sesoen ini ada pertanyaan, tidak usah takut ibu karena kita lagi belajar. sekali untuk memuculkan materi ini apa sudah, contoh sejarah turunya al-fatihah. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Menjelaskan bermacam cara untuk menyampaikan ada yang ceramah, Tanya jawab dan bermacam-macam cara biarkan anak-anak bekaerja dan menemukan sendiri. PENGEMBANGAN SILABUS 1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2). 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20. PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2). Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK. Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas. · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf. Matematika: · Membilang atau menghitung secara urut. · Menyebuntukan banyak benda. · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari. IPA · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu. IPS · Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan. SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: Kartu-kartu kata. Lembar kerja (jam). Bola. STRATEGI KEGIATAN A. Pembukaan (1 X 35 menit) · Berdoa bersama. · Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi satu dua - satu dua · Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya. · Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya. · Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari. B. Inti (3 x 35 menit) · Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali). · Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru. · Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. C. Penutup (1 x 35 menit) · Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab. · Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan. · Berdoa pulang. Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak )Apa boleh digabung pelajaran diwaktu mengajar.
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator )Boleh satu RPP untuk satu hari.Terima kasih untuk hari ini dan besok kita bagikan kelompok yang jelas kita besok harus kita selesaikan dan ada indahnya saya tutup dengan salam, saya mohon maaf jika ada kesalahan, dan tentang presentasi kelompok besok saja ya, saya mohon maaf diakhir pertemuan kita hari ini bila ada kata-kata yang menyinggung perasaan, dan saya akhiri Asalam mualaikum wr. Wb. Hari Kedua, Minggu, 9 November 2008 Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Darmawan, S. Ag (Fasilitator)Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat berjumpa kembali kita hari ini, mudah-mudahan cuaca hari ini bertambah baik atau lebih kondusif dari pada hari kemaren walaupun ada beberapa teman kita belum sampai karena cuaca juga yang tidak menentu.Kita lanjutkan materi peyusunan silabus dan penyusunan RPP. SILABUS Nama sekolah : Tema : Lingkungan Kelas/Semester :
Mata Pelajaran SK KD Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alat dan Sumber IPS Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama disekitar rumah dan sekolah 1.1 menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitr rumah dan sekolah 1.2 - Menyebutkan empat lingkunan alam
- Menyebutkan empat lingkungan buatan
- menceritkan tentang lingkungan alam dan buatan
- Membedakan lingkungan alam dan buatan - Menyebutkan lingkungan alam
- Menyebutkan lingukungan buatan
- Menceritakan ttg lingkungan alamdan buatan
- Mengelompokkan lingkungan alam dan lingkungan buatan Tes tulis (Multiple choise) Pengalaman Siswa Buku IPS..... hal.... Bahasa Indonesia Mate matika Geometri Menggunakan pengukuran waktu, panjang dan berat Memilih alat ukur sesuai dengan fungsinya (meteran, timbangan, jam) - Menyebutkan tiga jenis alat ukur - Menentukan alat ukur sesuai dengan fungsinya - Menyebutkan Unjuk Kerja Kayu Meter timbangan IPA Memahami sifat Mengidentifikasi sifat2 benda berdasarkan pengamatan meliputi benda padat, cair dan gas - Menyebutkan tiga benda padat yang ada di dalam ruangan - Menyebutkan tiga sifat benda padat, cair dan gas. - Membedakan benda padat, cair dan gas - Mengamati ruangan kelas - Menyebutkan benda padat, cair dan gas - Menyebutkan tiga sifat benda padat, cair dan gas. - Mengelompokkan benda menurut sifatnya Tes lisan Tes tulis Pengamatan Buku..... LKS Ruang kelas Menceritakan Lingkungan alam - laut - sungai - rawa-rawa - hutan Lingkungan buatan - sawah - kolam - tambak - taman Presentasi Dari Kelompok B ( hamdani ) Presentasi Dari Kelompok C ( Ahmad ) Hamdani, A.Ma Kalau menurut saya, menyebutkan benda cair itu salah ditempatkan. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Yang jels itu sama-sama benar. Tematis itu adalah semua gabungan pelajaran yang ada dirumah sekolah
Break
Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Darmawan, S.Ag (Fasillitator). Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Kita lihat ke RPP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas. · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf. Matematika: · Membilang atau menghitung secara urut. · Menyebuntukan banyak benda. · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari. IPA · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu. IPS · Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan. SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: Kartu-kartu kata. Lembar kerja (jam). Bola. STRATEGI KEGIATAN B. Pembukaan (1 X 35 menit) · Berdoa bersama. · Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi satu dua-satu dua. · Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya. · Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya. · Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari. B. Inti (3 x 35 menit) · Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali). · Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru. · Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. C. Penutup (1 x 35 menit) · Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab. · Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan. · Berdoa pulang.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : II TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit Indikator Mata pelajaran
SBK o Menggambarkan bentuk Burung merpati o Mewarnai gambar burung IPS o Menyebuntukan dokumen dan benda ber-harga milik pribadi o Menjelaskan dan merawat dokumen dan benda berharga miliknya IPA o Menyebuntukan bagianak-anak dari tubuh Burung berkenaan dengan kepala, badan dan kaki o Menyebuntukan bagianak-anak utama dari pohon jambu bagian batang, akar dan buah. Sarana dan Sumber SBK o Buku paket….. o Gambar Burung Merpati IPS o Buku paket…… o Dokumen dan benda berharga o LKS IPA o Buku paket Sain…… Metode pembelajaran Kegiatan Awal ( 1 x 35 menit) o Berdoa o Mengulang hafalan surat pilihan…… o Mengecek kesiapan siswa belajar o Menyanyikan lagu dahan o Menanyakan bagian tumbuhan dalam lirik lagu yang telah dinyanyikan Kegiata Inti ( 3 x 35 menit) o Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan nama-nama burung o Setelah keg di atas selesai, guru menjelaskan baian-bagian yang terdapat pada burung o Siswa diarahkan mengambar bentuk burung sesuai dengan gambar yang ditunjukkan. o Siswa mewarni gambar burung yang telah dibuat. o Guru menanyakan penting tidak hasil gambar yang telah dibuat anak. o Guru menanyakan benda dan dokumen lain yang dianggap penting. Keagiatan akhir (1 x 35 menit) o Pesan-pesan moral tentang menjaga dan merawat benda dan dokumen yang penting o Memberikan PR o Doa Penilaian SBK Ujuk kerja (gambar siswa) IPS Lisan : o Sebuntukan benda-benda yang kamu anggap penting o ... o .... IPA Tulisan : 1. Sebuntukan tiga bagian utama dari tumbuhan 2. Sebuntukan tiga bagian utama dari hewan
Peserta dan Nara sumber bernyanyi bersama, salah satu peserta maju kedepan. Peserta maju kedepan dan menanyakan kepada anak-anak seperti diwaktu mengajar disekolah. Peserta menanyakan tentang tema dan Tutor menjawab menyangkut tema akan disampaikan oleh Khairuddin Besok. Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Darmawan, S. Ag (Fasilitator)Mengabsen itu ada berbagai cara misalnya ibu cukup dengan menanyakan kepada teman-teman yang lain siapa yang tidak hadir hari ini jadi ini merupakan suatu kerangka untuk mengajak Anak-anak berpikir. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : PPKN Pertemuan ke : I Kelas/semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Hari/tanggal : ................................. Standar Kompetensi Memahami Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam lingkungan tetangga Kompetensi Dasar Mendiskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga didalam lingkungan tetangga Indikator · Menyebuntukan anggota keluarga · Menceritakan peran anggota keluarga didalam lingkkungan tetangga Materi Pembelajaran · Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam lingkungan tetangga Tujuan Pembelajaran · Siswa dapat menyebuntukan annggota keluarga · Siswa dapat menceritakan peran anggota keluarga Metode Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran · Kegiatan awal : - Menyanyikan lagu (satu-satu aku sayang ibu) - Tanyajawab tentang keluarga - Membagi siswa dalam lima kelompok · Kegiatan Inti : - Siswa mendiskusikan tentang keluarga - Presentasi hasil kelompok ditanggapi oleh kelompok lain - Pemajangan hasil diskusi kerja kelompok · Kegiatan akhir/penutup - Menyimpulkan materi pembelajaran - Mengumpilkan hasil diskusi kerja kelompok - Pesan moral tentang anak yang berbakti kepada anggota keluarga Alat dan sumber belajar belajar · Buku · LKS Penilaian · Tes Tulis (terlampir) Mengetahui / menyetujui Meulaboh, Penyusun Kepala Sekolah Guru Bid. Study
Nip. Nip.
Hari Ketiga, Senin 10 November 2008 Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Syukur Alhamdulillah kita hari ini masih diberi umur panjang dan dapat berjumpa dalam ruangan ini Yang saya hormati bapak Direktur GSF, penghormatan saya kepada panitia pelaksana, ibu-ibu peserta pelatihan yang hadir pada hari ini, sebelum saya sampaikan Pembelajaran Tematik yang sangat intensial dan beberapa materi lain. Pada prisip kita belajar dalam bebrapa aspek tentang pembelajaran. Aspek ini akan menjadi suatu tanggung jawab karena anak anak adalah tanggung jawab kita bersama. Bapak ibu yang berbahagia. Saya perkenalkan diri Nama. Khairuddin lahir di Jeuram Atau yang (disebut dengan Jerman Timur itu dulu bu ) di desa Kuta Padang Nagan Raya, Pengalaman memengajar di SMU I Meulaboh, dan hari ini saya sebagai konsultan di SMU Muhammadyah, pengalaman akademik SI Jurusan Sastra di Unsyaiah Banda Aceh, Magister di Universitas Malang Jawa Timur, Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan saya mengajar juga di UTU Alamat saya di Desa Gampa, Jalan Kiblat, Lorong Amanah, Alhamdullilalh saya bisa berkesempatan bisa bertatap muka bersama ibu- bapak sekalian....Baiklah kita langsung saja masuk dalam materi yang pertama.
PENDEKATAN TEMATIK (THEMATIC APPROACH)
Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.oleh karena itu pembelajaran tematik sering disebut pendekatan terpadu (integrated) istilah lain mempunyai pengertian yang sama dengan pendekatan tematik adalah integrated learning,interdisciplinary units,integrated studies. Perlunya pendekatan tematik pada pembelajaran yang mempunyai korelasi tinggi ialah kenyataan bahwa “dunia nyata” itu menunjukkan adanya keterpaduan dan bahwa peserta didik tenyata lebih baik bila belajar menghubung-hubungkan berbagai fakta yang ada. Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatu padukan serangkaian pengalaman belajar, sehingga terjAdi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dan berpusat pada sebuah pokok atau persoalan.pendekatan ini didasari oleh psikologi gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan / keterpaduan itu lebih berarti daripada bagian-bagiannya. Hal tersebut disebabkan adanya sinergistik efek (efek keterpaduan ) yang ditimbulkan sebagai hasil dari keterpaduan tersebut.beberapa prinsip belajar menurut gestalt antara lain:
A. Dasar situasi belajar secara keseluruhan,ditetukan oleh adanya antara berbagai bagian,bukan oleh bagian-bagian yang terpisah. B. Bagian-bagian dari situasi belajar hanya mengandung arti apabila berhubungan dengan situasi belajar secara keseluruhan. C. Faktor yang memadukan bagian-bagian situasi belajar adalah motivasi peserta didik atas dorongan guru. D. Adanya efek keterpaduan yang timbul merupakan interaksi antarbagian situasi dalam belajar. Dari prinsip gestalt tersebut, pendekatan tematik bertujuan : a. Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi berbagai situasi yang memerlukan keterampilan pribadi b. Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik. c. Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode mengajar hafalan (oemar hamalik,1982). PELAKSANAAN PENDEKATAN TEMATIK SECARA OPTIMAL PERLU DITUNJANG OLEH KONDISI SEKOLAH SEBAGAI BERIKUT: a. Guru harus berpartisipasi dalam sebuah tim serta mempunyai tanggung jawab untuk mengsukseskan tujuan tim. b. Guru harus mempunyai kemampuan untuk mengembangkan program pembelajaran pada jadwal yang telah ditentukan. c. Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pendekatan tematis harus tersedia. d. Pelaksanaan pendekatan tematik harus ada dalam struktur sekolah,sehingga guru dapat menggunakan berbagai sarana yang diperlukan. Pendekatan tematik dapat dilaksanakan oleh seorang guru,jadi semua bahan ajar menjadi tanggung jawabnya. Dapat pula dilaksanakan beberapa orang guru secara kolektif,namun harus dilandasi dengan kelancaran komunikasi,semangat kerja sama dan mengadakan kordinasi yang baik di antara mereka. Pembelajaran tematik sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan tema pembelajaran,serta menyorotinya dari berbagai aspek. Demikian halnya dalam mengembangkan ilustrasi dan contoh-contoh yang menarik dalam pembelajaran. Lebih lanjut (rukaisih,2007) mengemukakan pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang menyajikan kaitan-kaitan konseptual dalam satu kemasan.keterpaduannya yaitu saling terkait dan terikat secara holistik baik secara fungsional maupun struktural antar komponen dan antar substansinya. Fungsi pembelajaran terpadu Pembelajaran terpadu berfungsi sebagai wadah, ajang, atau muara penyatu kaitan konsep-konsep yang terkandung beberapa pokok bahasan atau beberapa bidang studi yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan pemahamannya. Pola ini berawal dengan asumsi bahwa batas antar berbagai bidang studi sebenarnya tidak terlalu ketat. Artinya, berbagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dapat diperoleh dari berbagai bidang studi yang tidak perlu dikemas dalam dalam paket-paket yang terpisah Kalau menurut say pengalaman yang saya buat yaitu pendekatan tematik adalah pendekatan keseluruhan.
Peserta Bisakah bapak berikan contoh bagaiamana anak bisa perkembangan anak dengan cepat dan bagaimana sisi kehidupan siswa Khai: Ada yang mau bantu saya .. Pembelajaran tematik sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembangkan tema pembelajaran,serta menyorotinya dari berbagai aspek. Demikian halnya dalam mengembangkan ilustrasi dan contoh-contoh yang menarik dalam pembelajaran.
MULTIPLE INTELLEGENCES ( MULTI KECERDASAN)
A. PENGERTIAN KECERDASAN Intelligence Adalah Keseluruhan Kemampuan Indifidu Untuk Berfikir Dan Bertindak Secara Terarah,Serta Mengolah Dan Menguasai Lingkungan Secara Efektif (Marthen Pali,1993). Konsep Intelegensi Awalnya Dirintis Oleh Alfred Bined 1964, Mempercayai Bahwa Kecerdasan Itu Bersifat Tunggal Dan Dapat Diukur Dalam Satu Anggka. selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor : 1. kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. 2. kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan. 3. kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu.
B.DULU TUNGGAL, KINI MULTI Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya “, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu multidimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan!
Delapan rumpun kecerdasan“ multiple intellengences” ( gardner,1994 ) 1. Linguistik 2. Matematis-logis 3. Spasial 4. Kinestetis-jasmaniah 5. Musikal 6. Interpersonal 7. Intrapersonal 8. Natural
C.MULTI KECERDASAN ( MULTIPLE INTELLEGENCES) 1. KECERDASAN LINGUISTIK Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan misalnya, (pendongeng,orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan).kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll. 2. KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer,ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan. 3. KECERDASAN SPASIAL Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna, garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut. 4. KECERDASAN KINESTETIK-JASMANIAH keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya ( pengrajin,teknisi mesin mekanik,dokter bedah,pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan,keterampilan,kekuatan,kelenturan,koordinasi dan lain-lain. 5. KECERDASAN MUSIKAL Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik),membedakan(kritikus musik),mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu. 6. KECERDASAN INTERPERSONAL Kemampuan Mempersepsi Dan Membedakan Susana Hati, Keinginan Motivasi Dan Perasaan Orang Lain.Komponen Utamanya Adalah Kepekaan Pada Ekspresi Wajah,Suara,Gerak,Isyarat ,Merespon Dan Persuasi (Mempengaruhi) 7. KECERDASA INTRAPERSONAL Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri.
8. KECERDASAN NATURALIS Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar.kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup.
D. MENGENALI MULTI KECERDASAN KITA isilah kolom berikut untuk mengeksplorasi multi kecerdasan kita masing-masing! No Jenis kecerdasan Cara berfikir Kegiatan Taraf Ket B C K 1 lingustik melalui kata-kata membaca, menulis, bermain kata. 2 matematis-logis melalui penalaran bereksprimen, tanya jawab, berhitung, teka-teki logis. 3 spasial melalui kesan dan gambar mendesain, menggambar, mencorat-coret 4 kinestetik jasmaniah kinestetik jasmaniah berlari, menari, menyentuh, isyarat, membuat bangunan. 5 musikal musikal bersiul, bersenandung, bernyanyi mendengarkan gerak ritmis. 6 interpersonal interpersonal berdiskusi, memimpin, mengorganisasi, humas 7 intrapersonal intrapersonal merenung, menyusun tujuan beribadah merencanakan, memahami kalbu 8 naturalis naturalis berkebun, berternak, meneliti alam, jelajah alam, peduli lingkungan
Keterangan : B : Baik. C: Cukup. K : Kurang Penemuan multi kecerdasan, telah membentuk mereka yang baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan.
E. KECERDASAN EQ (EMOTINAL QOUNTIENT) Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Daniel goldman mengembangkan kecerdasan eq menjadi lima kategori yaitu: 1. Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri. 2. Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif. 3. Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme. 4. Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis. 5. Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban dan kerja sama dalam kerja tim.
F. KECERDASAN SQ ( SPRITUAL QOUTIENT) Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt. dalam Surat As-sajadah ayat 9 Allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal allah . Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannya menemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar ( bergetar ) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama Hamdani ( guru SDN Leuken ) Kecerdasan ini sangat penting karena kita dengan adanya spritual anak-anak akan mengetahui mana yang baik dan yang buruk Kharuddin, M.Pd ( Fasilitator ) Menjelaskan ini sebenarnya kecedasan adah kita untuk berhubungan dengan tuhan berarti semenjak kita dalam kandungan ini sudah ada. Hijrah saputra ( MIS Peulante ) saya masih bingung dengan anak-anak yang masih bodoh. Kharuddin, M.Pd ( Fasilitator ) Itu tidak bodoh tapi ia bodoh di bidang itu akan tetapi di bidang lain belum tentu bodoh anak itu. CIRI-CIRI SQ TINGGI Menurut dimitri mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah: 1. Memiliki prinsip dan visi yang kuat 2. Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman. 3. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. 4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. G. OTAK KIRI DAN KANAN Selama ini dalam belajar atau dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis. CIRI KERJA OTAK KIRI: 1.berfikir secara berurutan 2.logis CIRI KERJA OTAK KANAN 1.berfikir secara acak, 2.holistik dan kreatif 3.proses menghafal cepat 4.membaca cepat dan berfikir kreatif H.CATATAN Intelegensi bukan satu-satunya penentu keberasilan,bahkan menurut hasil penelitian peranan intelegensi (iq) hanya 20 % saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80%ditentukan oleh faktor lainnya yakni kecerdasan emosional dan spritual Break Berikutnya yang maju kedepan Hamdani, A.Ma dari SDN Leuken untuk membaca apa yang nampak dilayar infocus. Tujuan · Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas; · Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama; · Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; · Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif. Manfaat Pembelajaran Tematik · Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. · Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. · Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. · Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkat. Berikutnya yang maju kedepan Rita Rahniar, A.Ma dari SDN Drien Rampak Karakteristik Pembelajaran Tematik · Berpusat pada peserta didik. · Memberikan pengalaman langsung. · Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran. · Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran. · Bersifat fleksibel. · Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik. · Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Implikasi Pembelajaran Tematik ( Implikaasi bagi guru, siswa, sarana dan prasarana, pengaturan ruangan dan pemilihan metode) Implikasi bagi Guru: · Guru harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh. · Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi. Implikasi bagi Siswa: · Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. · Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah. Implikasi sarana dan prasarana Pembelajaran tematik menekankan pada siswa baik individu maupun kelompok belajar yang sifatnya didesainkan secara khusus untuk dapat dimanfaatkan. Implikasi pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang yang ditata dengan tema yang disesuaikan. Implikasi pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik dengan menggunakan multi metode, misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab dan demontrasi. Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja.Isya Allah besok kita lanjut kembali dengan materi yang lain dan saya berharap Bapak/Ibu cepat sampe ke ruangan . Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hari Keempat,Selasa 11 Oktober 2008 Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Kita dapat berjumpa kembali untuk sesion pertama kita akan menguraikan berkenaan dengan Muatan Lokal, ibu-ibu menyimak dan tidak berbicara, dan jika mendengar sambil berbicara maka apa yang ibu tanggapi tidak masuk secara maksimal, saya sebagai pasilitator akan tetapi ibu-ibu dan bapak sendiri harus ada keyakinan untuk mendapat sasaran yang diharapkan, kalau kita lihat waktu Cuma sedikit tetapi kalau kita pergunakan semaksimal mungkin yang sedikit itu akan menjadi lebih banyak waktu. Ibu dan bapak tolong di lihat sekitar lima menit setelah itu siapa yang mau maju kedepan saya persilakan.
MUATAN LOKAL I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diangkat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah. Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) memperjelaskan : 1. Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat. 2. Subordinasi : terpusatnya kekuasaan pada seseorang. 3. Brogratik : berbelit-belit. 4. Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu. 5. Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah ( tingkat I dan II ) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif. 6. Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ini harus berdasarkan syariat). B. Landasan · UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. · Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2). · Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Hamdani, A.ma dari SDN Leukeun Kenapa tidak layak guru yang sertivikasi yang belum sarjana padahal seorang sarjana itu belum tentu juga bermutu Ahmadi dari MIS Suak Siron Ini harus dilihat dari pengalamannya karena seorang sarjana belum tentu juga memiliki disiplin ilmu yang tinggi. Nasrijal, A. Ma dari MIN Blang Balee Saya setuju dengan pendapat Ahamad . Rita Rahniar, A. Ma dari SDN Drien Rampak Ini adalah keputusan dari pusat yang telah ditentukan. Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan Ini adalah suatu prasyarat untuk sertivikas yang telah ditetapkan dari pusat, kalau sarjana yang menyelesaikan penddikan didaerah terpencil sangat berbeda dengan sarjana yang di daerah kota Pasal 37 Ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : 1. Agama 2. PPKN 3. Bahasa 4. IPS 5. IPA 6. Seni Budaya 7. Penjaskes 8. Keterampilan 9. Mulok Pasal 38 Ayat (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relefansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/Madrasah dibawah koordinasi dan superfisi Dinas Pendidikan Atau Kantor Depag Kab/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah PP No 19 · Standar Isi. · Standar Proses. · Standar Hasil. C. Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: · Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. · Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. · Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. D. Pengertian Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. E. Ruang Lingkup · Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah o Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. o Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. · Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah (yang telah dikodifikasikan/stadarisasikan), bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Rita Rahniar, A. Ma dari SDN Drien RampakPertama sekali dengan adanya muatan lokal untuk menglestarikan bahasa daerah dan adat istiadat sedangkan bahasa inggris untuk mengikuti perkembangan zaman ( globalisasi ). Ahmadi) dari MIS Suak SironMengapa bahasa inggis itu diangkat bahasa. Rita Rahniar, A. Ma dari SDN Drien Rampak Muatan lokal untuk memberdayakan bahasa sendiri akan tetapi bahasa inggris itu untuk mengikuti globalisasi. Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh masyrakat mungkin tahun-tahun akan datang kita akan memasuki eraglobalisasi pasti orang luar banyak yang berdatangan ke aceh Kalau bahas aceh yang di angkat dalam mutan lokal itu harus bahsa aceh yang telah di bukukan ( dikodifikasikan). 2. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD. Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok. Mengidentifikasi bahan kajian Mulok. Menentukan Mata Pelajaran Mulok. Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya. 3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TAPIK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di Provinsi. 4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan TAPIK (Tim Pengembangan Kurikulum). Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang TAPIK 1. mengidentifikasikan kedadan dan kebutuhan daerah masing-masing. 2. Menentukan jenis muatan lokal. 3. menentukan proritas bahan kajian muatan lokal yang akn dilaksanakan. 4. mengembembangkan silabus muatan lokal dan prangkat kurikulum muatan lokal lainnya yang dilkukan bersama sekolah. LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). PT (Perguruan Tinggi). Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang LPMP dan PT 1. Mengidentifikasi dan menyabarkan keadaan, potensi, dan keadan lingkungan kedalam komposisi jenis muatan local. 2. Menentukan lingkup bahan kajian. 3. Menentukan metode pengajaran yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan jenis bahan kajian/ pelajaran. Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - Pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - Dunia Usaha/Industri, - Tokoh Maessyarakat. Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang Instansi/ Lembaga Memberikan informasi mengenai informasi tentang daerah yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, kekayaan alam dan sdm yang ada di daerah yang bersangkutan serta pioritas pembangunan daerah diberbagi sektor yang dikaitkan dengan sumber daya daerah yang dibutuhkan dan memberikan kemampuan dan keterampilan pada sektor tertentu, memberikan sumbangan pikiran , pertimbangan dan tenaga dalam menetukan muatan lokal sesuai dengan norma/nilai didaerah. Break 5. Rambu-Rambu Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran. Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester. 6. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Khairuddin, M.Pd( Fasilitator ) Menjelaskan tentang Ada beberapa hal yang perlu di waktu penilaian a. Penilian diarahkan untuk mengukur penilainan kopentensi b. Penilain digunakan kriteria, apa yang bisa dilkukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran c. Sisitem penilaian yang berkelanjutan berkelanjutan berati semua indikator di tagih ( evaluasi ), analisis untuk menentukan kopentesi dasr yang telah dimiliki atau belum serta untuuk megetahui kesulitan siswa d. Hasil penelitian untuk di analis menentukan tindak lanjut 7. Pelaporan Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif. ( dalam bentuk angka ) Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Masih ada yang belum jelas, kalau tidak ada lagi kita lanjut ke KKM. ANALISIS PENCAPAIAN KKM RAMBU-RAMBU Ø KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran Ø KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Ø Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Ø Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Ø Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Ø Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS ( laporan hasil belajar siswa )
Kelompok D yang mempersentasikan kedepan
Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara
3
2
1
2
2
3
1
2
2 66,6
66,6
66,6
66,6
Peserta
kelompok B dan seterusnya
Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara
2
3
1
2
3
2
3
3
1 74,07
77,77
100
44,44
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri.
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah
Landasan Pengembangan Diri. · UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan. Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi sebagiai guru, dosen, konselor, pamong belajar, bidywai swara, tutor, intruktur, falisitator dan sebutan lain yang sesuai dengan khekhususanya serta berpratisifasi dalam penyelenggaraan pendidikan ( yang jelas kalau kita ngajar untuk S1 harus yang S 2 jangan S 1 )
· PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: · Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. · Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. · Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, kenseling, pamong belajar, widiaiswara, tutor seperti saya/ fasilitator, instruktur dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan penddikan.
pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran : Pddkn diselenggarakan dengan memberi keteledanan ( Contoh Model ), membangun kemauan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses PBM.
Pengertian Pengembangan Diri · Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. · Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. · Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM dan SMEA ). Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik
Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir ) b. Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll ) c. Kreativitas d. Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian
Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : · Layanan dan kegiatan pendukung Konseling · Kegiatan Ekstra Kurikuler · Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : o Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. o Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). o Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
Konseling Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan pribadi yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Fungsi Bimbingan Konseling · Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. · Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. · Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. · Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. · Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Jenis Layanan Konseling · Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. · Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan. · Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler. · Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kedapataan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. · Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. · Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. · Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. · Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. · Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. Kegiatan Pendukung · Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. · Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. · Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. · Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. · Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. · Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Format Kegiatan · Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. · Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. · Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. · Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. · Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program · Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. · Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. · Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. · Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. · Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. · pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Jenis Program · Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. · Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. · Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. · Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. · Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: · Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. · Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal · Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: · Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. · Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. · Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Peserta Kenapa pemerintah tidak menetapkan guru mata pelajaran Konseling ditiap sekolah? Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Bu tunggu saya menjadi kepala Dinas maksudnya gini, saya di SMA Muhamaddyah menjadi konsultan bukan menggantikan kepala sekolah, sesuai dengan dilingkungan SMA Muhamdiyah berartikan saya kepala dinasnya, tapi di Muhammdyah kami sedang merancang buku tetang konseling. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.
Sebelum kita akhiri saya ingin ibu memberikan sedikit arahan tentang ekstra kurikuler. Peserta Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler · Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka. · Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. · Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. · Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler · Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing. · Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. · Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. · Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. · Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. · Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Ada pertanyaan Nasrijal, A. Ma ( MIN Blang Balee ) Dalam pengembangan anak harus ada sarana dan prasarana sedangkan di sekolah kami belum ada.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator). Menjawab itu harus di musyawarah dengan dinas terkait dan dengan komite sekolah dan buat proposal untuk mencari dana, tapi yang khawatirkan sekarang banyak sekolah tidak dapat membuat proposal padahal di Aceh ada BUMD dan BUMN itu dapat di fungsikan untuk di buat proposal.
Sebelum saya akhiri apa ada pertanyaan karena ini yang terahkir dan besok kita akan praktek. Cut Ratna Juani, A. Ma ( SDN Suak timah ). Bagai mana membuat RPP apa harus sesuai dengan roster?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Iya harus sesuai dengan tema, misalnya pelajaran IPA, matematika itu harus di padukan ( saling terkait dari satu ketema yang lain ) dan kalau memang hari ini tidak tuntas dapat dilanjuntkan besok.
Terima kasih itulah yang dapat saya sampaikan pada hari terakhir ini, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat ibu terima, kami menyadari masih banyak kekurangan, dan untuk pertemuan yang lebih lanjut ibu-ibu dapat menjumpai kami dengan alamat di GSF atau di SMU Muhammadiyah Meulaboh, saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb
Hari Kelima, Rabu, 12 November 2008
Pembawa Acara Jamaluddin Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Puji syukur kepada Allah, salawat beriring salam kepangkuan nabi besar Muhammada SAW kepada junjungan alam nabi kita. Ibu-ibu hari ini merupakan hari terakhir tadi ibu-ibu sudah melakukan praktek dibeberapa sekolah. Sebelum kita tutup acara kita, mari kita dengarkan dulu kata arahan maupun saran dari Falisitator kita ataupun dari derektur GSF sendiri, kepada bapak kami persilahkan.
Kata-kata Sambutan Dari Fasilitator Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ). Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dari hasil kita praktek di lapangan tadi ada kekurangan dan kelebihan, pertama harus disampaikan materi yang akan di uraikan di ruangan dan masalah penggunaan RPP harus sesuai yang di tulis, Kalau kita salah menulis RPP dan silabus itu harus sesuai dengan yang di perencanan, yang paling terakhir ini hal masalah mengajar dan tidak mungkin dalam 4 hari kita bisa berubah dengan silahturahmi ini mari kita bina bersama.
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Bapak ibu peserta pelatihan yang saya banggakan, Pak Adi Darmawan, S.Ag ( Fasilitator ), sebagai falisitator yang saya hormati, hari ini merupakan hari terakhir, izinkan saya menyampaikan sedikit saran , pada umumnya para peserta sudah tampil lumannya akan tetapi ada sedikit kekurangan, tapi sebagian masih mengunakan RPP kelas tinggi . Ibu yang praktek di MIN Blang Balee, Min Payalumpat khusunya metodenya baik dan pengeloaan kelas baik panggunaan waktu juga baik alat peraga pengunaan yang baik, menyangkut dengan PBM luar biasa dan bahasa yang digunakan tetap mengunakan bahasa indonesia yang baik, bagi yang di MIN suak timah dan SD suak timah tolong di perhatikan dan mengajar yan baik, yang jelas bagi yang kelas satu harus ada belajar terpadu ( tidak terpisah ) dan bagi mengajar kelas tinggi harus terpisah, walau sedikit ada yang menggunakan bahasa daerah, pariasi dan dalam kondisi seperti ini anak cukup menarik belajar karena masih mengajar secara terpadu akan tetapi kalau dipisah ini tidak sesuai dengan pembelajaran kita dan yang harus diingatkan mengajar dari kelas I sampai III harus belajar secara terpadu, kemudian hampir ada salahsatu dari bapak dan ibu sekalian belum mampu memamfaatkan media papan tulis, suara yang mengajar harus disesuaikan dengan keadaan ini harus dipahami dengan baik. Variasi berdiri didepan, ada sebagian peserta mengeluh dengan tidak adanya guru pamong dan ada juga yang mengeluh tentang guru pamong tidak mampu dalam penilaian, metode luar biasa diterapkan akan tetapi Cuma yang digunakan metode ceramah, rekan saya panitia pelaksana yang saya banggakan, dan kami akan lihat apa yang menjadi entri point dari guru pamong tersebut. Mungkin juga kurang pengetahuan saya, dan kita belajar bersama-sama dan kepada Allah kita bermohon, dan usaha ini kita minta diberi keberkahan saya akhiri Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Wances. Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya senang berada di sini bertemu untuk menemukan cara baru untuk membuat adek-adek kita yang luar biasa, kalau kita lihat sistim pendidikan yang bagus difilandia padahal kalau kita lihat penduduknya lebih ramai di negara kita, kesan pertama sangat jauh berbeda dengan waktu saya pertama datang kemari, kalau di kembangkan model begini ini kan menjadi luar biasa, saya mengucapkan terimakasih dari kawan-kawan GSF yang telah mendampingi ibu-ibu saya bangga dengan GSF karena sampai detik ini masih mau menjadi relawan untuk membangaun aceh ke depan.
Ibu dini Astuti. Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Saya cuma menambahkan aja yang telah disampaikan oleh wances yang jelas cukup banyak perubahan dari yang dulu, tapi ada beberapa guru yang mengatakan ini suatu tantangan, kalau saya bandingkan dengan sekolah di inggris itu sama saya bangga karena anak-anak juga sudah menemukan karyanya yang di tenpelkan di dinding, yang jelas ini suatu yang positif sekali saya bangga dengan teman-teman GSF yang telah melaksanakan pelatihan ini yang luar biasa, dan bagi ibu-ibu bisa dapat tukar pikiran. dengan kami melalui teman kami yang ada sama ibu ( GSF ) terima kasih.
Pemberian Sertifikat secara simbolis Bapak Hamdani ( Guru SDN Leuken ) Oleh Bapak Wancees ( Team Cafod ) Rita Rahniar, A. Ma ( Guru SDN Drien Rampak ) Oleh Ibu Dini Astuti ( Team Cafod )
Pengisian Lember Evaluasi Yang dipandu oleh Panitia
Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Syukur Alhamdulillah kita diberikan kesehatan oleh Allah dan selawat kepada nabi, terimaksih kepada panitia yang telah mempersiapkan acara ini yang saya hormati tim Cafod dan tutor. GSF membuat acara ini berkat dukungan dari Cafod untuk pelatihan Training komite, kepala sekolah, guru dan insya Allah wali murid, sebenarnya posisi para Team Cafod disini orang bulek akan tetapi wances dan Ibu Dini Astuti putra/purti terbaik indonesia yang dipercayakan oleh Cafod dari Inggris yang jelas jasa mareka berdua ini merupakan kebanggaan bagi kita karena orang yang dipercayakan dari luar negeri, Mudah-mudahan kedepan ada putra/putri kita sema denga mereka. Kami mengambil tutor yang menetapkan di meulaboh supaya ibu-ibu dapat bisa menghubungi pelatihan ini yang hari pertama empat puluh orang tapi sekarang sudah tiga puluh empat orang. Nah saya berharap dengan adannya pelatian ini ibu-ibu dapat menyambung silaturrahmi dengan ibu-ibu yang lain GSF sudah melaksanakan training dari Kelas I sampai dengan Kelas III bagi ibu-ibu. Juga GSF Mengadakan acara Talk Show Radio setiap kamis jam 15.00. 17.00 khusus membicarakan masalah pendidikan di Aceh Barat, ini mudah mudahan bisa bermamfaat, oh ya saya minta maaf tadi menyampaikan tiga puluh tiga orang akan tetapi tiga puluh empat orang makanya kami mengambil tindakan bagi ibu-ibu yang tidak hadir karena kami melaksanakan cuma 150 (seratus lima puluh) peserta, walau di Aceh Barat ada 181 sekolah SD-MI, baiklah bapak ibu ini saja yang dapat saya sampaikan, dengan mengucapkan Alhamdulillah training Wali kelas III wilayah sama tiga dengan resmi saya ditutup Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pembacaan doa Tgk. Hasballah
Jamluddin Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pula rangkaian acara kita dan saya sebagai MC mohon maaf jika ada salah kata dan bahasa saya akhiri Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selesai
|