|
Assalamu`alaikum Warahmatullah hiwabarakatuh Syukur kepada Allah SWT dan Salawat beriring salam kepada Rasulullah SAW. Yang saya hormati Pak Adi darmawan selaku tutor dan ibu-ibu bapak-bapak yang telah hadir memenuhi undangan kami, yang saya hormati seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini, baiklah untuk bapak-bapak-ibu-ibu sekalian ada yang sudah ketemu dan ada yang baru pertama sekali bertemu hari ini dengan kami GSF. Yang kami undang 33 tapi yang sudah hadir 32 orang,,,karena salah seorang guru di seuradek tidak dapat hadir Bapak-bapak- Ibu-ibu seandai nya hari ini tidak hadir nya tidak usah datang lagi karena tidak akan sempurna, saya minta juga untuk tidak hadir lagi kemudian besok kita masuk \jam setengah dua . GSF sudah melakukan training diantaranya kelas 1,2.3 dan kami tidak memaksa untuk hadir dan dari pada nanti tersinggung lebih baik tidak usah datang lagi, tetapi kami lebh capek lagi melobi negara lain untuk mengasih dana untuk melaksanakan training yang seperti ini. Ilmu yang kita dapat hari ini untuk anak-anak dan cucu kita nanti,,,mohon yang besifat negatif jangan di ajarkan pada anak-anak contoh kerbau pak madi sangat besar..sampai mati pun ia akan ingat kerbau..kita tidak sadar sudah kita tanam kan watak pada anak-anak yaitu kerbau kenapa bapak-ibu tidak ajarkan tentang pahlawan.tapi jika kita salah maka akan salah lah kita semua. Kemudian juga menanamkan hal-hal yang baik pada anak-anak mengingat anak-anak adalah penerus kita apa salahnya anak-anak kita didik seperti doa sembahyang...yang kita harapkan di tahun depan anak-anak-anak sudah Bisa mengenal yang baik mana yang buruk.. Ya mungkin ini hal yang Bisa sampaikan dan saya harap sangat bermamfaat bagi bapak-ibu semua..dan saya harap jangan ada bapak-ibu berceramah di belakang tutor, Dengan mengucapkan bismillah hiramanirrahim, acara pelatihan guru wali kelas rayon Woyla dengan resmi saya nyatakan dibuka…saya akhiri wabillahitaufit walhidayah wasalamu`alakum warahmatullahiwabarakatuh kata Wahidin Staf admin GSF.
Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Woyla, 01- 05 November 2008 TRAINING WALI KELAS III Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Support BY CAFOD Aula SDN Lueng Tanoh Thoe Woyla, 01- 05 November 2008
Hari Pertama, Sabtu 1 November 2008 Pembukaan Hasballah (Kordinator Team Monitoring). Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Jamaluddin Kata-kata sambutan dari Direktur GSF Assalamu`alaikum Warahmatullah hiwabarakatuh Syukur kepada Allah SWT dan Salawat beriring salam kepada Rasulullah SAW. Yang saya hormati Pak Adi darmawan selaku tutor dan ibu-ibu bapak-bapak yang telah hadir memenuhi undangan kami, yang saya hormati seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini, baiklah untuk bapak-bapak-ibu-ibu sekalian ada yang sudah ketemu dan ada yang baru pertama sekali bertemu hari ini dengan kami GSF. Yang kami undang 33 tapi yang sudah hadir 32 orang,,,karena salah seorang guru di seuradek tidak dapat hadir Bapak-bapak- Ibu-ibu seandai nya hari ini tidak hadir nya tidak usah datang lagi karena tidak akan sempurna, saya minta juga untuk tidak hadir lagi kemudian besok kita masuk \jam setengah dua . GSF sudah melakukan training diantaranya kelas 1,2.3 dan kami tidak memaksa untuk hadir dan dari pada nanti tersinggung lebih baik tidak usah datang lagi, tetapi kami lebh capek lagi melobi negara lain untuk mengasih dana untuk melaksanakan training yang seperti ini. Ilmu yang kita dapat hari ini untuk anak-anak dan cucu kita nanti,,,mohon yang besifat negatif jangan di ajarkan pada anak-anak contoh kerbau pak madi sangat besar..sampai mati pun ia akan ingat kerbau..kita tidak sadar sudah kita tanam kan watak pada anak-anak yaitu kerbau kenapa bapak-ibu tidak ajarkan tentang pahlawan.tapi jika kita salah maka akan salah lah kita semua. Kemudian juga menanamkan hal-hal yang baik pada anak-anak mengingat anak-anak adalah penerus kita apa salahnya anak-anak kita didik seperti doa sembahyang...yang kita harapkan di tahun depan anak-anak-anak sudah Bisa mengenal yang baik mana yang buruk.. Ya mungkin ini hal yang Bisa sampaikan dan saya harap sangat bermamfaat bagi bapak-ibu semua..dan saya harap jangan ada bapak-ibu berceramah di belakang tutor, Dengan mengucapkan bismillah hiramanirrahim, acara pelatihan guru wali kelas rayon Woyla dengan resmi saya nyatakan dibuka…saya akhiri wabillahitaufit walhidayah wasalamu`alakum warahmatullahiwabarakatuh kata Wahidin Staf admin GSF.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalammu’alaikum warahmatullahiwabarakatu yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw dengan perjuangan darah dan air mata beliau maka kita Bisa merasakan nikmat seperti saat ini dan kita Bisa tampil disini, Bapak- bapak ibu ibu, dan jika yang saya sampaikan terlalu luas saya mohon dikritik karena kita belajar disini hingga mendapat pengetahuan sekaligus saya senang sekali dapat bertemu dengan orang tua saya, teman-teman sekaligus kerabat kerja dalam upaya kita menjalin silaturahmi berbagi informasi dan semoga silaturahmi ini tetap terjalin hingga kita meninggalkan tempat ini.
Baiklah nama saya adi darmawan dan masih sangat muda dan saya mengajar di SMA 2 mbo...dan yang ingin papar kan adalah tafsir kita sebagai guru...sebelum kita masuk materi saya teringat kejadian masa lalu yaitu perubahan pada anak atau paradigma yang lalu karena anak-anak tidak Bisa bohong kerana anak-anak terlalu lugu dan apa yang kita tanam itulah yang tumbuh, nah yang seperti itu yang kita coba. Ibu-ibu bapak hari ini kita akan bahas SKL (Standar Kopentensi Lulusan), Pengembangan Bahan Ajar kalau bahan ini selesai dengan bagus artinya bagus tangngapannya dan bagus juga silaturahminya maka kita dapat lanjut ke Silabus, jika ada pembicaraan saya tidak sesuai dengan yang sudah ada dipikiran Ibu-ibu maka silahkan dipertanyakan. Karena jika sebelumnya sudah ada pengetahuan tentang ini maka akan susah menerima pengetahuan dari saya, Ibu-ibu saat ini kita belum punya Kurikulum KTSP, saat ini kita hanya memakai produknya saja baik dari SD sampai SMU.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL). Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan PP No.19/2005 · Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. · Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran. · Dikembalikan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BISANP).
Yang ingin kita ketahui hari ini bagaimana menggunakan SKL, SKL ini kalau diramu ada Tiga yaitu : 1. Membaca. 2. Menulis. 3. Menghitung. Tapi jika hanya ke tiga hal tersebut saja yang di ramu di sekolah ibu-ibu maka pasti sekolah ibu-ibu akan ditinggal sama anak-anak. SKL yang ada ditangan bapak ibu ini adalah standar minimum yang harus di capai, ini diberikan pemerintah, bukan saya yang memberikan dan bukan juga GSF, dan ini dapat diubah ke atas bukan ke bawah. Stiap sekolah di indonesia harus mengikti SKL yang seperti ini contohnya yang tertera diatas.,,silahkan bapak-ibu mengkritisinya yang tujuannya mencapai perubahan. Contohnya Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq...Nah kalau bapak ibu merubah maka SKL juga harus di ubah sesuai indikotor dan KD. Maksuknya Pertayaan saya ini beberapa jam semuanya dan apakah dalam waktu dua jam anak-anak mengerti semua???
Muhammad Dan (Peserta) kami akan buat jam ngajar guru agar sesuai dengan indikator tadi.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Jadi sangat ironis sese orang guru yang mengajar anak-anak dan akan mengerti dalam waktu dua jam..karena kita akan takut menjdi guru yang gagal dalam mengajar.
Peserta Ini kan sudah terpogram, kalau kita tambahan apa tidak akan jadi masalah???
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Itu tidak akan masalah dan itu lah proses perubahaan program secara frontal dengan mengikuti program dari pusat yaitu departemen pendidikan dan itu benar dalam kapasitas kita sebagai guru.
Yang perlu kita tahu:
· KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembalikan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum titidakat satuan pendidikan
· Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembalikan oleh satuan pendidikan
Nah, pemerinatah sudah membuat SK Dan KD nah indikator nya siapa yang buat?? Kalau kita lihat dulu bagaimana anak mengenal pahlawan yang berasal dari luar Aceh,kalau kita tidak membuat indikator bagaimana bapak-ibu mengajar,kita lihat permen 23 tentang pedoman penilaian peserta didik...ada kewenangan yang diberikan untuk kita dalam hal mencapai pendidikan yang maximal sesuai permen pemerintah dibacalah sendiri biar nanti enak bicarain.
Muhammad Dan (Peserta) Kendala kita pernah dikatakan rekan-rekan guru yang mengapa kita sombong nah bagaimana kita Bisa membangun kalau ada komitmen begini??
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Untuk merubah suatu budaya sangat susah..merubah setiap paradigma bapak-ibu tetapi pada hakekat nya kita mengikuti buku paket untuk mengajar, ada prilaku yang belum Bisa ditela’ah kalau ada orang sudah mengakui kebenaran maka susah menerima kesalahan. Kalau masayarakat sudah peduli sama sekolah maka dia juga akan sadar tentang apa itu sekolah sehingga orang lain juga akan tau kepentingan sekolah.
Ergawati (peserta) Kita kan dari pusat, sebelum kita ikti SN (Standar Nasional) bagiamana kita tetap hal yang seperti itu?
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Buat dulu kurikulum alatidakah baiknya sebelum kita mengajar buat dulu KTSP bersama orang tua murid agar nanti orang tua murid tau bagaimana kita mengajar anak-anak.
Mukhtaruddin (Peserta) SKL yang sudah tetapkan oleh Pemerintah..yang ingin saya tanya kan sumbernya dari mana dan masalah yang kedua roster apakah ada persamaan antara klas 1.2.3 ?
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Saya tidak Bisa menjawab lebih banyak karena nanti ada sesion membuat RPP untuk mengetahui target yang ingin kita capai dan nanti kita akan kembalikan bagaimana cara menentukan jam mengajar yang lebih baik. Oke masih ada pertanyaan, kalau tidak ada kita lanjut ke Pengembangan Bahan Ajar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Pengertian Bahan Ajar · Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. · Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar memengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). · Bahan ajar adalah seperatidakat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta litidakungan/suasana yang memutidakinkan siswa untuk belajar.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Memberi contoh tentang bahan ajar. Bahan ajar yang bagus dan baik : Umapanya di Kuala Bhee mengikuti suara burung dan binatang yang ada dipengunungan tapi kalau di Sama Tiga jangan sama seperti di Kuala Bhee, umpamanya kalau di Sama Tiga dengan suara laut, dan binatang yang ada disekitar Sama Tiga. Sekarang kita lanjut kembali; Bentuk Bahan Ajar · Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, · Audio Visual seperti: video/film,VCD. · Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH. · Visual: foto, gambar, model/maket. · Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet. Cakupan Bahan Ajar · Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat. · Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru). · Tujuan yang akan dicapai. · Informasi pendukung. · Latihan-latihan. · Petunjuk kerja. · Penilaian.
Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja, Insaya Allah setelah shalat Ashar kita lanjut kembali dengan materi yang sama dan saya berharap Bapak/Ibu cepat kembali ke ruangan... Assalammualaikum warah matullahiwabarakatu.
Break
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalammualaikumwarahmatullahiwabarakatu.. tadi kita sudah membicarakan SKL dan sekarang masih lanjutan Pangembangan Bahan Ajar, dan kalau masih belum jelas dapat dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini dapat lebih maximal.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Sekarang kita masuk ke alur penyusunan bahan ajar dan kalau ada yang ingin ditanyakan silahkan agar kita paham tentang penyusunan dan cara mengajar.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Menjelaskan bermacam cara untuk menyampaikan ada yang ceramah, Tanya jawab dan bermacam-macam cara biarkan anak-anak bekaerja dan menemukan sendiri. PENGEMBANGAN SILABUS 1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesianesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2). 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesianesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20.
PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2).
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembatidakan kurikulum titidakat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan keratidaka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah.
Format didepan Ibu-ibu bukan yang paling benar, maksudnya tidak mesti seperti itu formatnya tapi boleh dirubah sesuai dengan Silabus, tapi dalam satu sekolah pakailah format yang sama. Agar lebih bagus kita susun disini, kita perbaiki silabus kita menjadi seperti ini….
Nama sekolah : Kelas : Semester :
Standar Kompetensi Tema KD Indikator Waktu Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajara Metode Latidakah2 Pembelajaran Alat / sumber Penilaian
Menganalisis SK dan KD Alokasi waktu kalau silabus untuk KD, dan kalau di RPP Alokasi waktu untuk indicator. Silabus salah atau benar baru kita tahu ketika silabus di bawa keruangan dan diuji kepembelajarannya cocok atau tidak, kalau tidak cocok maka dibawa untuk tahun berikutnya Kita buatkan contoh silabus misalnya :
Nama Sekolah : ……. Tema : Diri Sendiri Kelas : Semester : Pela jaran SK KD Indikator Materi Pokok Penilaian Sumber
IPS
IPA Memahami litidakungan dan melaksanakan kerjasama disekitar rumah dan sekolah
Memahami ciri-ciri dan kebutuhan mahkluk hidup serta hal yang mengpengaruhi perubahan pada makluk hidup Menceritakan litidakungan alam buatan disekitar rumah dan sekolah
Mengindentifikasi ciri-ciri kebutuhan makhluk hidup · Menyebutkan contoh litidakungan alam sekitar (gunung hutan sungai) dan buatan (sawah kolam kebun taman) Menyebutkan contoh litidakungan alam dan buatan Tes tulis pengamatan Litidakungan buku gambar Dll.
Rahmawati (Peserta) Saya ingin menyatakan setelah pembelajaran tematis apakah pada LKS juga lakukan sekalian?
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Iya...silahkan di campur agar tidak terlalu rumit dan anak-anak tidak terlalu rumit dalam hal belajar dan kita lebih gamapang membuat RPP. kita susun kelompok dan membuat satu SK dan Satu KD untuk mata pelajaran yang berkaitan dengan tema lindungan, indicator adalah bahasa operasional yang dapat di ukur atau di opserfasi ( Amati ). Ibu semuanya berakhir sudah hari ini, dan ada indahnya saya tutup dengan salam, saya mohon maaf jika ada kesalahan, dan tentang presentasi kelompok kita lanjutkan saja ya, dan saya mohon maaf diakhir pertemuan kita hari ini bila ada kata-kata saya yang menyinggung perasaan bapak-ibu, dan saya akhiri Asalam mualaikum warah matullahiwabarakatu.
Hari Kedua, Minggu 02 November 2008
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalammu’alaikum warahmatullahiwabarakatu. Ibu-ibu kita sepakati tentang pembagian kelompok Yang kita bagikan bicarakan kemaren, semua peserta yang sudah di bagi enam kelompok membuat SK dan KD dan bersedia mempertanggung jawabkan tentang pembuatan SK dan KD. Kalau memang saya yang salah tolong di tegur karena kita sama-sama lagi belajar. Bapak-ibu kalau memang mau pakai buku tolong di buat penerbitnya dan halamannya supaya kita mudah melihat. Lalu Tutor mengajak siapa yang mau maju kedepan, nah peserta dari salah satu kelompok maju kedepan untuk mempersentasikannya.Silahkan bapak-ibu membuat persentrasi matematika dan IPA agar lebih mudah dalam membuatnya tetapi jangan kelas 1, buat saja punya kelas 3 semester 2 nama sekolahnya jangan dibuat karena kita masih lagi belajar.
Persentasi kelompok. SILABUS Tema : Lingkungan Semester : II Kelas : III Mata Pel SK KD Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar IPA
Memahami berbagai carak benda hubunganya dengan energi dan sumber energi
Menyimpulkan hasil pengamatan bahwa gerak benda di perngaruhi oleh bentuk dan ukuran · membedakan gerak benda yang besar dan kecil · membedakan gerak benda berat dan ringan · mengamati dan mencatat perpindahan benda dari sebuah tempat ketempat lain (benda berat dan ringan) · mengamati dan mencetakperpindahan benda berat dan ringan. · lisan · tulisan · Buku kelas 111 · Alat peraga Matematika
Memahami pecahan serdehana dan pengunaan nya dalam pecahan masaalah Pecahan masaalah yang diberikan dengan pecahan sederhana · Mengidenfikasi pembilang dan penyebut dalam sebuah masaalah · Memecahkan masaalah yangberkaitan dengan masaalah sederhana Memecahkan hasil dari masaalah yang melibatkan pecahan sederhana · Pengamatan · Tes · Tulisan Buku pakek kelas tiga Hal-1-11 IPS Memahami jernih pekerjaan dan pengunaan uang
Mengenal jenis-jenis pekerjaan · Menyebutkan tiga jenis pekerjaan · Membedakan jenis pekerjaan · Menyebutkan 3 jenis pekerjaan · Menceritakan pengalaman sendiri tentang pekerjaan Orang tua murid di rumah · menyebutkan peralatan yang disuruh menurut jenis pekerjaan Pengamatan · Litidakungan sekitar · Buku Bahasa Indonesianesia Memahami cerita dan teks drama anak yang di tuliskan Memberikan tangapan sederhana tentang cerita pengalaman tema yang didengarkan · Memberikan tangapan sederhana tentang cerita pengalaman teman · Memberikan kesan terhadap cerita teman. · Mendengarkan cerita pengalaman teman. · Tanya jawab dengan teman yang bercerita. · Pengamatan · OBisaervasi · Pengalaman siswa · Buku
SILABUS Tema : Diri sendiri Semester : II Kelas : III
Mat Pel SK KD Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar PKn Memiliki harga diri sebagai individu Mengenal pentingnya memiliki harga diri · Memberi contoh cara menghargai diri sendiri dan orang lain. · Menyebutkan cara menghargai diri sendiri dan orang lain. · Cara menghargai diri sendiri dan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. · Mendengarkan pentingnya harga diri dalam kehidupan sehari—hari. · Lisan · Tulisan · Buku PKn · Alat peraga Agama Melaksanakan shalat fardhu Menyebutkan shalat fardhu · Menyebutkan nama shalat fardhu · Menyebutkan jumlah raka’at dalam setiap shalat fardhu · Membedakan shalat fardhu menurut waktu. · Menyebutkan nama-nama shalat fardhu · Menyebutkan jumlah raka’at dalam setiap shalat fardhu · Pengamatan · Lisan · Tulisan · Buku agama kelas III · Buku tuntunan shalat letidakap.
Akhirnya yang maju kedepan yang pertama dari kelompok F Nama saya Muktarudin berasal dari SD PIR BT III Saya akan coba menjelaskan sedikit atau uraian silabus yang kami buat…mungkin ada diantara bapak-ibu yang ingin menanyakan silahkan.
Muhammad Dan (Peserta) Yang kami maksudnya seorang guru dalam proses mengajar tentang sejauh mana seorang siswa dalam menerima.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Gurunya mengamati sikap prilaku seorang anak dan mengajak anak untuk menjawab masalah pertanyaan tentang masalah yang telah diajarkan tadi Peserta menanggapi kalau memang anak-anak sudah mengerti tentang pelajaran tersebut lebih baik jangan dites lagi Muhammad Dan (Peserta) Dipertama sekali di kolom pertama harus ditulis terntang anak didik yang telah diketahui Yang kedua ajaklah anak untuk mempraktekkan Yang maju kedapan lagi dari kelompok C Ergawati (peserta) Kenapa siswa yang mengamati bukan guru? Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Kalau bak membuatnya boleh tapi harus ada di bawa peralatan tapi kalau saya lebih baik di buat tes tulis, dan yang jelas pengamatan itu lebih banyak di kelas I dan II tapi di kelas III lebih banyak tentang ujian tulis Terima kasih nanti kita lanjutkan kembali setelah asar dan kita akan lanjutkan ke materi RPP ( Rencana pelaksanaan pembelajaran). Break Adi Darmawan, S.Ag (Fasillitator). Assalam mualaikum wr, wb. Kita lihat ke RPP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS : I TEMA : LITIDAKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit
INDIKATOR: Bahasa Indonesianesia: · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas. · Menjiplak berbagai bentuk gambar, litidakaran, dan bentuk huruf.
Matematika: · Membilang atau menghitung secara urut. · Menyebuntukan banyak benda. · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari.
IPA · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu.
IPS · Menyebuntukan nama letidakap dan nama panggilan.
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Bertepuk tangan dengan pola
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat.
SARANA DAN SUMBER BELAJAR: Kartu-kartu kata. Lembar kerja (jam). Bola.
STRATEGI KEGIATAN
A. Pembukaan (1 X 35 menit) · Berdoa bersama. · Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2. · Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenatidakan dirinya. · Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya. · Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari. B. Inti (3 x 35 menit) · Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali). · Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru. · Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut diletidakapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. C. Penutup (1 x 35 menit) · Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab. · Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan. · Berdoa pulang. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : PPKN Pertemuan ke : I Kelas/semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Hari/tanggal : ................................. Standar Kompetensi Memahami Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam litidakungan tetangga Kompetensi Dasar Mendiskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga didalam litidakungan tetangga Indikator · Menyebuntukan anggota keluarga · Menceritakan peran anggota keluarga didalam litidakkungan tetangga Materi Pembelajaran · Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam litidakungan tetangga Tujuan Pembelajaran · Siswa dapat menyebuntukan annggota keluarga · Siswa dapat menceritakan peran anggota keluarga Metode Pembelajaran Latidakah – latidakah pembelajaran · Kegiatan awal : - Menyanyikan lagu (satu-satu aku sayang ibu) - Tanyajawab tentang keluarga - Membagi siswa dalam lima kelompok · Kegiatan Inti : - Siswa mendiskusikan tentang keluarga - Presentasi hasil kelompok ditanggapi oleh kelompok lain - Pemajangan hasil diskusi kerja kelompok · Kegiatan akhir/penutup - Menyimpulkan materi pembelajaran - Mengumpilkan hasil diskusi kerja kelompok - Pesan moral tentang anak yang berbakti kepada anggota keluarga Alat dan sumber belajar belajar · Buku · LKS Penilaian · Tes Tulis (terlampir) Mengetahui / menyetujui Meulaboh, Penyusun Kepala Sekolah Guru Bid. Study
Nip. Nip.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Saya mohon maaf sekali lagi siapa tau atau nanti malam ibu tidak dapat tidur gara-gara ada dosa dengan saya kalau ibu mau jumpa dengan saya tolong kerumah saya atau ke SMA 2 kita akan jumpa. Ini dapat dengan menanyakan siapa yang tidak hadir, bukan mengaBisaen langsung yang ntinya apa yang telah ibu tulis jadi tolong dilakukan, jangan ditulis lain diomongin lain ,dan ketika nanti saya melihat saat praktek maka saya akan menilai ini, dan mutidakin karena kondisi maka ibu tampil hari ini tidak maksimal, dan semoga apa yang saya sampaikan ini menjadi pedoman bagi Ibu-ibu, dan saya mengucapkan Astarafirullah jika yang saya sampaikan diikuti, dan saya mengucapkan alhamdulillah jika omongan saya tidak di ikuti, karena saya tidak berhutang dengan Allah, saya akhiri mohon maaf jika ada kesalahan Assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu. Hari Ketiga, 03 November 2008
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Assalamu`alaikum warah matullahiwabarakatuhSyukur Alhamdulillah kita hari ini masih diberi umur panjang dan dapat berjumpa dalam ruangan ini Yang saya hormati bapak Direktur GSF, penghormatan saya kepada panitia pelaksana, ibu-ibu peserta pelatihan yang hadir pada hari ini, sebelum saya sampaikan Pembelajaran Tematik yang sangat intensial dan beberapa materi lain. Pada prisip kita belajar dalam beberapa aspek tentang pembelajaran. Aspek ini akan menjadi suatu tanggung jawab karena anak anak adalah tanggung jawab kita bersama. Bapak ibu yang berbahagia. Saya perkenalkan diri Nama. Khairuddin lahir di Jeuram Atau yang (disebut dengan Jerman Timur itu dulu bu ) di desa Kuta Padang Nagan Raya, Alamat di Desa Gampa, Jalan Kiblat, Lorong Amanah, alhamdullilah saya sudah berkerluarga dan Pengalaman mengajar di SMU I Meulaboh, dan hari ini saya sebagai konsultan di SMU Muhammadyah juga pada sekolah yang lain, pengalaman akademik SI Jurusan Sastra di Unsayaiah Banda Acehh, Magister di Universitas Malang Jawa Timur, Jurusan Bahasa Sastra Indonesianesi Terima kasih Ada pertanyaan. Ibu anak kita cukup berpotensial, tetapi yang sangat kita sayatidakan banyak orang tua mengsia-siakan anaknya. Sebenarnya anak kita memiliki potensial yang luar biasa seperti kata pepatah belajar diwaktu kecil diibarat kita menululis di atas batu dan kalau kita belajar di waktu tua ibarat kita belajar di atas air. Bapak-ibu berbahagian pada hari ini kita mulai dengan materi IQ (Intellegence Quetiont) Intelengence adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai litidakungan secara efektif. ( Martien Palie, 1993 ) Martin Pali ini adalah dosen Universitas malang yaitu ahli Psikologi, maksudnya anak-anak memiliki potensi yang luar biasa.
Dengan Penemuan Delapan rumpun kecerdasan Multiple Intelegence ( Garden 1994 ) Intelegence paradigma baru tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa memiliki kecerdasan. Dulu IQ kecerdasan tunggal, kini multi dimensional: 1. Languistik (Kecerdasan Berbahasa). 2. Matematis (Berpikir Logis). 3. Spasial (Menggambar). 4. Minestetik JaSMAniah (Cerdas Gerak). 5. Musikal (Vokalis). 6. Interfesonal (Cerdas Diri). 7. Intra Personal (Cerdas Bergaul). 8. Naturalis/Otodidat (Cerdas Alam).
EQ (Emotional Quotient) Kecerdasan Emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri, orang lain, memotivasi, mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain. · Kesadaran diri. · Pengaturan diri. · Motivasi. · Empati ( memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi kesadaran dan kesadaran politi ). · Keterampilan social. SQ ( Spiritual Quotient ) Spritual Adalah inti diri sendiri dan pusat sumber yang mengilhami, menyemangati, mengikat diri seseorang pada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu. SQ adalah kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Sang Pencipta Allah Swt.
Ciri-ciri SQ Tinggi ( Kuat ) · Memiliki prinsip dan visi yang kuat : prinsip kebenaran, keadilan, kebaikan visi: cara pandang semata dengan visi yang benar. · Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman: semua pihak tidak berbeda, tetapi sama-sama menginginkan kebaikan. · Mampu memaknai sisi kehidupan: semua yang terjadi di alam raya ada makna, hikmah, diciptakan ada tujuannya, serta rasa syukur dan tidak lupa diri. · Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan: jika tubuh banyak berada dalam kemudahan/kesenangan, maka aspek jiwa akan rusak/jiwanya tidak pernah tersentuh, penderitaan atau kesulitan menumbuhkan dan mengembatidakan dimensi spiritual. · Perbedaan antara Akhlak Islamiah dan Moral. · Akhlak islamiyah: 1. Bersumber pada wahyu Allah, 2. Bertujuan untuk mencari ridha Allah, 3. Berhubungan erat dengan keberadaan Allah, dan keyakinan terhadap-Nya. 4. Universal: untuk seluruh umat manusia dimanapun berada. 5. Konsisten: tidak terpengaruh oleh litidakungan sekitar (tetap).
AQ (Adversity Quotient) Adalah kemampuan/kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi kesulitan hidup. Inilah sebagai pengantar dari saya intinya Kecerdasan pada anak kita diusia 5 – 7 tahun ini sungguh luar biasa, dan tinggal kita berdayakan saja, dan orang pintar itu bukan hanya cerdas dalam satu bagian tapi mampu menguasai semuanya. Muhammad Dan ( peserta) Dari tulisan yang kami catat kami tidak mengerti bahasa ilmiah seperti Intelegence dan sifat individu Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Mari kita lihat Intelegence, jadi otak manusia sudah bekali oleh Allah,,apa itu kecerdasan adalah keseluruhan individu baik itu pengetahuan atau spritual yng bertidak secara teraarah dan mengolah temuan dengan efektif. Selanjutnya garner memaparkan pengertian masaalah mencakup tiga faktor 1. Kemampuan menyelesaikan 2. Kemampuan menghasilkan 3. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan perhargaan dalam budaya seorang invidu
Maka bagi orang Acehh mengangap sesuatu yang tidak indah itu tidak berguna tetapi setelah diolah sama negara luar bahkan menjadi mutiara, marilah kita lihat otak sebelah kiri Languistik (Kecerdasan Berbahasa), maka seharusnya guru mempuyai potensi yang akan dikembalikan untuk anak peserta didik.
PENDEKATAN TEMATIK (THEMATIC APPROACH) Pendekatan tematik merupakan pendekatan pembelajaran untuk mengadakan hubungan yang erat dan serasi antara berbagai aspek yang mempengaruhi peserta didik dalam proses belajar.oleh karena itu pembelajaran tematik sering disebut pendekatan terpadu (integrated) istilah lain mempunyai pengertian yang sama dengan pendekatan tematik adalah integrated learning,interdisciplinary units,integrated studies. Perlunya pendekatan tematik pada pembelajaran yang mempunyai korelasi tinggi ialah kenyataan bahwa “dunia nyata” itu menunjukkan adanya keterpaduan dan bahwa peserta didik tenyata lebih baik bila belajar menghubung-hubutidakan berbagai fakta yang ada.
Pendekatan tematis atau pendekatan terpadu merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menyatu padukan seratidakaian pengalaman belajar, sehingga terjadi saling berhubungan satu dengan yang lainnya, dan berpusat pada sebuah pokok atau persoalan.pendekatan ini didasari oleh psikologi gestalt yang menyatakan bahwa keseluruhan / keterpaduan itu lebih berarti daripada bagian-bagiannya. Hal tersebut disebabkan adanya sinergistik efek (efek keterpaduan ) yang ditimbulkan sebagai hasil dari keterpaduan tersebut.beberapa prinsip belajar menurut gestalt antara lain:
A. Dasar situasi belajar secara keseluruhan,ditetukan oleh adanya antara berbagai bagian,bukan oleh bagian-bagian yang terpisah. B. Bagian-bagian dari situasi belajar hanya mengandung arti apabila berhubungan dengan situasi belajar secara keseluruhan. C. Faktor yang memadukan bagian-bagian situasi belajar adalah motivasi peserta didik atas dorongan guru. D. Adanya efek keterpaduan yang timbul merupakan interaksi antarbagian situasi dalam belajar.
Dari prinsip gestalt tersebut, pendekatan tematik bertujuan : A. Membentuk pribadi yang harmonis dan sanggup bertindak dalam menghadapi berbagai situasi yang memerlukan keterampilan pribadi. B. Menyesuaikan pembelajaran dengan perbedaan peserta didik. C. Memperbaiki dan mengatasi kelemahan-kelemahan yang terdapat pada metode mengajar hafalan (oemar hamalik,1982).
PELAKSANAAN PENDEKATAN TEMATIK SECARA OPTIMAL PERLU DITUNJANG OLEH KONDISI SEKOLAH SEBAGAI BERIKUT: A. Guru harus beberapartisipasi dalam sebuah tim serta mempunyai tanggung jawab untuk mengsukseskan tujuan tim. B. Guru harus mempunyai kemampuan untuk mengembatidakan program pembelajaran pada jadwal yang telah ditentukan. C. Peralatan yang diperlukan untuk pelaksanaan pendekatan tematis harus tersedia. D. Pelaksanaan pendekatan tematik harus ada dalam struktur sekolah,sehingga guru dapat menggunakan berbagai sarana yang diperlukan.
Pendekatan tematik dapat dilaksanakan oleh seorang guru,jadi semua bahan ajar menjadi tanggung jawabnya. Dapat pula dilaksanakan beberapa orang guru secara kolektif,namun harus dilandasi dengan kelancaran komunikasi,semangat kerja sama dan mengadakan kordinasi yang baik di antara mereka. Pembelajaran tematik sangat menuntut kreatifitas guru dalam memilih dan mengembatidakan tema pembelajaran,serta menyorotinya dari berbagai aspek. Demikian halnya dalam mengembatidakan ilustrasi dan contoh-contoh yang menarik dalam pembelajaran. Lebih lanjut (rukaisih,2007) mengemukakan pembelajaran tematik merupakan pendekatan pembelajaran terpadu yang menyajikan kaitan-kaitan konseptual dalam satu kemasan.keterpaduannya yaitu saling terkait dan terikat secara holistik baik secara fungsional maupun struktural antar komponen dan antar sub isatansinya. Fungsi pembelajaran terpadu :Pembelajaran terpadu berfungsi sebagai wadah, ajang, atau muara penyatu kaitan konsep-konsep yang terkandung beberapa pokok bahasan atau beberapa bidang studi yang memiliki keterkaitan dan keterpaduan pemahamannya. Pola ini berawal dengan asumsi bahwa batas antar berbagai bidang studi sebenarnya tidak terlalu ketat. Artinya, berbagai pengetahuan, ketrampilan, dan sikap dapat diperoleh dari berbagai bidang studi yang tidak perlu dikemas dalam dalam paket-paket yang terpisah. Break Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu. Kita lanjut kembali materinya.
Salah satu dari peserta membacakan persentasi yang dipandu oleh fasilitator menjelaskan beberapa modul yang kurang dipahami oleh peserta.
Salah satu peserta maju kedepan menjelaskan tentang tematik. Mukhtaruddin (Peserta)
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Tematik Merupakan pendekatan pelajaran terpadu yang menyajikan kaitan-kaitan konsepkual dalam suatu kemasan Tepadu dalam pengertian bukan sekedar menjadi satu dalam satu wadah ( dalam satu Tema ). Namun demikian keterpaduannya saling terkait dan terikat secara Holistik ( menyeluruh ) baik secara fungsional maupuk Struktural, terkait dengan agama dan pengetahuan yang lain. Terimakasih kita jumpa lagi.
Hari Keempat,Selasa 04 November 2008
Khairuddin, M.Pada (Tutor) Assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu. Kita dapat berjumpa kembali untuk sesion pertama kita akan menguraikan berkenaan dengan Muatan Lokal, ibu-ibu menyimak dan tidak ada yang berbicara, dan jika mendengar sambil berbicara maka apa yang ibu tanggapi tidak masuk secara maksimal, saya sebagai pasilitator akan tetapi ibu-ibu dan bapak sendiri harus ada keyakinan untuk mendapat sasaran yang diharapkan, kalau kita lihat waktu Cuma sedikit tetapi kalau kita pergunakan semaksimal mutidakin yang sedikit itu akan menjadi lebih banyak waktu. Ibu dan bapak tolong di lihat atau baca sekitar lima menit materi dan setelah itu siapa yang mau maju kedepan saya persilakan...
MUATAN LOKAL I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diatidakat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah.
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) memperjelaskan tentang materi muatan lokal: 1. Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat. 2. Subordinasi : terpusatnya kekuasaan pada seseorang. 3. Brogratik : berbelit-belit. 4. Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu. 5. Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah dan akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif. 6. Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan sayariat).
Fauziah ( Peserta). Assalammualaikum warahmatullahiwabarakatu.kalau menrt saya untuk mengatasi masalah tersebut , Kita lihat dilapangan memang terjadi seperti itu....kita para guru telh mengikuti training ini jangan sampai pembelajaran kita menjadi sampah,,,kita lihat banyak kepala sekolah banyak tidak mengajar tidak mengajar maka nya kita harus berdiskusi agar apa yang kita dapat hari ini dapat terjdi perubahan di sekolah kita.
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Pendidikan adalah tentang pendidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, kenslong, pamong belajar, widiaiswara, tutor seperti saya/ pasilitator, instruktur dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhsususannya serta beberapartisipasi dalam penyelenggaraan penddikan. GSF sebagai lembaga yang peduli terhadap pendidikan di Acehh khususnya di Acehh barat yang kedepan akan melakukan ( training ) sekaligus bertatap muka dan membahas apa yang harus dilakukan orang tua murid di rumah....mengapa GSF diberi kewenangan khusus untuk memperbaiki pendidikan kedepan agar sekolah berpotensi.
B. Landasan · UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Kita selaku guru yang berdomisili di Acehh harus tahu Qanun no 22 tentang pendidkan NAD berlandaskan al-quran, al-hadis dan budaya Acehh serta teringrasi dengan falsafah pancasila dan UUD 1945. · Undang-Undang Republik Indonesianesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2). · Peraturan Pemerintah Republik Indonesianesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Pasal 37 Ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : 1. Agama 2. PPKN 3. Bahasa 4. IPS 5. IPA 6. Seni Budaya 7. Penjaskes 8. Keterampilan 9. Mulok
Pasal 38 Ayat (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembalikan sesuai dengan relefansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah dibawah koordinasi dan superfisi Dinas Pendidikan Atau Kantor Departemen agama Kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah
PP No 19 · Standar Isi. · Standar Proses. · Standar Hasil.
C. Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada titidakat satuan pendidikan yang bersatidakutan.
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan litidakungan dan kebutuhan masayarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: · Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan litidakungan alam, sosial, dan budayanya. · Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun litidakungan masayarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. · Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembatidakan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam ratidaka menunjang pembangunan nasional.
D. Pengertian
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembatidakan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. SuBisatansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
E. Ruang Litidakup
· Litidakup Keadaan dan Kebutuhan Daerah o Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan litidakungan alam, litidakungan sosial ekonomi, dan litidakungan sosial budaya. o Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masayarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan penitidakatan taraf kehidupan masayarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersatidakutan.
· Litidakup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah (yang telah dikodifikasikan/stadarisasikan), bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas litidakungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersatidakutan.
Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini · Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? · Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD. · Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembatidakan Mulok yang lebih sesuai. B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD · Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah. · Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok. · Mengidentifikasi bahan kajian Mulok. · Menentukan Mata Pelajaran Mulok. · Mengembatidakan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya.
3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembatidakan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembatidakan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan · TPK (Tim Pengembangan Kurikulum). · LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). · PT (Perguruan Tinggi). · Instansi/lembaga di luar Departemen Pendidikan Nasional, misalnya: - Pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - Dunia Usaha/Industri, - Tokoh Masayarakat.
5. Rambu-Rambu · Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembatidakan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di litidakungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masayarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. · Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu · kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jatidaka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran. · Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
6. Penilaian · Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
· Penilaian merupakan seratidakaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
7. Pelaporan Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif.
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator). Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja. Isaya Allah setelah shalat Ashar kita lanjut kembali dengan materi yang sama dan saya berharap Bapak/Ibu cepat kembali ke ruangan .Asalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu. Break Khairuddin, M.Pada (Fasilitator). Menanggapi tentang pertanyaan peserta tentang mulok yaitu dengan adanya otonomi daerah otomatis dengan adanya mulok akan lahir sendiri contoh di jawa timur ada satu Sekolah Dasar yang mempergunakan akar bambu untuk dijadikan bebek buatan dan botol-botol mirip dan sekolah dapat mengespor hasil mulok tersebut keluar negeri.
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator). Masih ada yang belum jelas, kalau tidak ada lagi kita lanjut ke KKM.
ANALISIS PENCAPAIAN KKM RAMBU-RAMBU Ø KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran Ø KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Ø Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Ø Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Ø Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Ø Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBISA ( laporan hasil belajar siswa )
MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
1. Kompleksitas : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3
2. Daya dukung : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1
3. Intake : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89 9 Diskusi Kelompok Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Untuk mempersitidakat waktu bagaimana kalau kita bagi kelompok ( 5 kelompok ). Kelompok A yang maju kedepan.
Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara
1
1
3
3
3
2
3
21
2 66,66
66,66
66,66
77,77
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri. PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah Landasan Pengembangan Diri. · UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: · Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan. · PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: · Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. · Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. · Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Pendidikan adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, kenslong, pamong belajar, widiaiswara, tutor seperti saya/ pasilitator, instruktur dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhsususannya serta beberapartisipasi dalam penyelenggaraan penddikan. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran : Pada didikan diselenggarakan dengan memberi keteledanan ( Contoh Model ), membangun kemauan dan mengembatidakan kreatifitas peserta didik dalam proses PBM. Pengertian Pengembangan Diri · Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. · Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. · Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM Dan SMEA ). Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekan anak-anak penitidakatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembatidakan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembatidakan : a. Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir ) b. Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll ) c. Kreativitas d. Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : · Layanan dan kegiatan pendukung Konseling · Kegiatan Ekstra Kurikuler · Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : o Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. o Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertetidakaran). o Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : beberapakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu. Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku. Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembatidakan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembatidakan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga litidakungan sosial yang lebih luas. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembatidakan kemampuan belajar dalam ratidaka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir. Fungsi Bimbingan Konseling · Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan litidakungannya. · Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. · Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. · Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembalikan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. · Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Jenis Layanan Konseling · Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami litidakungan baru, terutama litidakungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di litidakungan yang baru. · Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
· Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler. · Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kedapataan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masayarakat. · Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. · Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. · Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. · Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. · Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. Kegiatan Pendukung · Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan litidakungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. · Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. · Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. · Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. · Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. · Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Format Kegiatan
· Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. · Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. · Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. · Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. · Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Jenis Program · Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. · Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. · Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. · Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. · Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. · pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Jenis Program
· Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. · Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. · Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. · Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. · Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. Khairuddin, M.Pada (Fasilitator) Terima kasih itulah yang dapat kita sampaikan pada hari terakhir ini, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat ibu terima, kami menyadari masih banyak kekurangan, dan untuk pertemuan yang lebih lanjut ibu-ibu dapat menjumpai kami dengan alamat Hari Kelima, Rabu5 November 2008 Moderator
Yusrizal Assalam mualaikum warah matullahiwabarakatu.. Puji syukur kepada Allah, salawat beriring salam kepatidakuan nabi besar Muhammada SAW. Ibu-ibu hari ini merupakan hari terakhir tadi ibu-ibu sudah melakukan praktek dibeberapa sekolah. Sebelum kita tutup acara kita, mari kita dengarkan dulu kata arahan maupun saran dari Bapak Adi Darmawan kepada bapak kami persilahkan. Hari ini tanggal 5 -10-2008 acara penutupan training GSF rayon Woyla segera kita mulai
Adi darmawan S.Ag ( Fasilitator) Assalammualaikumwarahmatullahiwabarakatu..puji syukur kehadirat Allah Swt Anak itu kalau dihargai lama-lama ia akan semakin dekat pada kita tergantung pada kita dalam proses pengembangan, pada hakekatnya anak-anak itu sama ingin dihargai...tolong ibu-bapak RPP nya disusun dengan bagus agar mudah saya lihat dan saya nilai...saya masih melihat bapak-ibu pada kelas tinngi menngunakan tema karena pada umur demikian sangat awam..itu saja yang Bisa yang saya sampaikan dari saya selaku fasilitator. Khairuddin, M.Pada (Faslitator) Assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu. Bapak dan Ibu teman – teman yang saya banggakan saya bahagia sekali hari ini karena kita masih diberi kesehatan dan merasa bertanggung jawab dalam akselerasi untuk memajukan pendidikan kita kedepan, dan saya melihat dari wajah bapak ibu yang sangat antusias, dan terima kasih kepada bapak ibu semua kami mohon maaf karena sudah beberapa hari ibu meninggalkan keluarga dirumah untuk mengikuti training ini.
Bapak-ibu berbahagia...adanya mari kita simak beberapa pilar yang layak disebut gruru 1. guru bisa mengusai materi dengan maximal jangan setengah karena ini akan berisiko tinggi pada anak peserta didik. 2. Guru bisa menggunakan alat peraga yang fungsionalnya bisa mudah di pahami oleh anak-anak peserta didik. Ini sekilas yang dapat saya sampaikan padahal banyak hal lain yang ingin disampaikan karena waktu, dan saya minta dua orang penanyak silahkan sebelum microphone ini saya serahkan kembali ke panitia. Yusrizal Selanjutnya pembagian sertifikat secara simbolis yang diberikan kepada dua peserta yaitu : 1. Bapak Muhammad Dan dari SDN Paya meugendrang yang diberikan oleh pak adi 2. Ibu Ergawati dari SDN Blang Luah yang diberikan oleh Pak Khairuddin. Selanjutnya pengisian lembar evaluasi kepada peserta training agar jangan tulis nama dan Bapak-ibu yang sudah selesai segera dikumpulkan pada panitia. Selanjutnya kata pengarahan sekaligus penutup training GSF rayon woyla.
Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatuh . Syukur Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan oleh Allah dan selawat kepada nabi, Muhammad SAW terima kasih kepada bapak adi dan pak khairuddin. Ini juga pada bapak-ibu sekalian yang telah melaksanakan praktek.Ini merupakan hari terakhir, Cuma ini yang dapat kami lakukan dan merupakan suatu sumbangsih kepada ibu-bapak dalam membantu dunia pendidikan khusunya di Acehh Barat, apapun yang diberikan oleh panitia harus bapak- ibu baca karena ini kepentingan ibu-bapak semua. Kalau kita mengajar salah akan hancur generasi yang akan datang akan tetapi kalau kita mengajar benar generasi yang akan datang juga akan bagus, banyak yang terjadi titidakah laku anak-anak yang tidak baik sekarang banyak anak-anak yang selesai sama titidakah lakunya kurang baik, saya selaku direktur tidak mengangap sebagai direktur karena setiap pelatihan saya hadir. Jadi mudah-mudahan apa yang diberikan Bisa di implementasikan kesekolah, setelah ini GSF akan melakukan kembali training wali kelas III di wilayah samatiga dan kami Cuma ada waktu istirahat hari kamis. RPP juga di kumpulkan dan nanti akan kami kembalikan ini untuk diperiksa oleh bapak Khairuddin dan pak adi, Bapak ibu jadi dalam hal ini saya menyampaikan pesan agar bapak ibu Bisa mengulang kembali semua hal yang telah diarahkan oleh tutor, sekaligus materi yang telah dibagikan mohon dipelajari kembali dirumah agar bapak-ibu terarah, dibiasakan terus sifat mengulang dan saya mohon sangat bapak-ibu membaca sesuai dengan perkembangan jaman khususnya di kuala bhee saat ini . Saya mewakili dari panitia bila ada kesalahan dan jangan didosakan ini kami masih muda, jika ada panitia yang salah menegur ibu dan lain-lain, ini perintah saya, dan saya diperintah oleh AD, ART GSF, lebih kurang saya minta maaf dengan mengucapkan Alhamdulillah, training wali kelas Kelas III untuk Kecamatan Woyla saya tutup. Saya akhiri Assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu. Hasballah Doa.... Yusrizal Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pula acara kita dan saya sebagai MC mohon maaf jika ada salah kata dan bahasa saya akhiri assalam mualaikum warahmatullahiwabarakatu.
Selesai
|