|
Asalamu` alaikum WR. Wb. Puji Syukur Kepada allah SWT dan selawat beserta salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang saya hormati pak Adi Darmawan selaku tutor di hari pertama dan kedua dan yang saya hormati juga para ibu yang berhadir di acara pelatihan wali Kelas III yang pertama wilayah kecamatan johan pahlawan dan yang saya hormati juga para panitia yang telah mempersiapkan acara ini, training ini kita laksanakan 4 sore dan satu hari pagi ( Praktek ) dalam hal ini GSF sudah Melaksanakan training wali Kelas I dan II nah pada hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan training wali kelsa III, yang jelas ibu-ibu sudah ada teman-teman yang sudah duluan ikut training ini, GSF tidak membuat materi yang baru tapi hanya melaksanakan sesuai yang ditetapkan oleh Departemen pendidikan Nasional, saya mengharapkan kepad ibu-ibu mempergunakan waktu karena kalau ibu-ibu lalai dalam pelatihan ini sangat rugi karena pelatihan tentang ini baru kita bisa 5 tahun kita belajar makanya saya berharap sekali lagi tolong dipergunakan waktu semaksimal mungkin.saya berharap juga di waktu sampai kerumah untuk membuka dan mengulang supaya besok dapat mengetahui apa yang di sampaikan oleh tutor, ibu-ibu yang saya hormati kalu kita mau pergunakan waktu semaksimal mungkin, umpama saya ibu-ibu saya sekolah Dasar di SD Pasie Aceh Baroh, smp III Meulaboh dan kuliah di jurusan pertanian di meulaboh juga akan tetapi karena saya mau membaca makanya saya bisa dan dapat mendatang kan dana dari luar coba kalu ibu mau membaca juga pasti bisa juga, yang jelas saya unggul itu bukan suatu jaminan, STAI paling banyak mengorbit kan sarjana akan tetapi alumni STAI ada yang tidak bisa mangajar ken rugi inilah karena kurang membaca,kata staf Admin Fetty kurnia Laily pada pembukaaan workshop johan pahlawan wali kelas III.
Notulensi Workshop Wali Kelas III SD-MI, Kuta Padang Tanggal, 25-29 Oktober 2008 TRAINING WALI KELAS III WILAYAH JOHAN PAHLAWAN III Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD Di Aula Kuta Padang Tanggal, 25-29 Oktober 2008
Hari Pertama, Sabtu 25 Oktober 2008
Pembukaan Oleh Saudara M. Nur Pembacaan Ayat Suci Al Qur an Oleh Saudara tgk. Hasballah Kata-kata Sambutan oleh derektur GSF Asalamu` alaikum WR. Wb. Puji Syukur Kepada allah SWT dan selawat beserta salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang saya hormati pak Adi Darmawan selaku tutor di hari pertama dan kedua dan yang saya hormati juga para ibu yang berhadir di acara pelatihan wali Kelas III yang pertama wilayah kecamatan johan pahlawan dan yang saya hormati juga para panitia yang telah mempersiapkan acara ini, training ini kita laksanakan 4 sore dan satu hari pagi ( Praktek ) dalam hal ini GSF sudah Melaksanakan training wali Kelas I dan II nah pada hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan training wali kelsa III, yang jelas ibu-ibu sudah ada teman-teman yang sudah duluan ikut training ini, GSF tidak membuat materi yang baru tapi hanya melaksanakan sesuai yang ditetapkan oleh Departemen pendidikan Nasional, saya mengharapkan kepad ibu-ibu mempergunakan waktu karena kalau ibu-ibu lalai dalam pelatihan ini sangat rugi karena pelatihan tentang ini baru kita bisa 5 tahun kita belajar makanya saya berharap sekali lagi tolong dipergunakan waktu semaksimal mungkin.saya berharap juga di waktu sampai kerumah untuk membuka dan mengulang supaya besok dapat mengetahui apa yang di sampaikan oleh tutor, ibu-ibu yang saya hormati kalu kita mau pergunakan waktu semaksimal mungkin, umpama saya ibu-ibu saya sekolah Dasar di SD Pasie Aceh Baroh, smp III Meulaboh dan kuliah di jurusan pertanian di meulaboh juga akan tetapi karena saya mau membaca makanya saya bisa dan dapat mendatang kan dana dari luar coba kalu ibu mau membaca juga pasti bisa juga, yang jelas saya unggul itu bukan suatu jaminan, STAI paling banyak mengorbit kan sarjana akan tetapi alumni STAI ada yang tidak bisa mangajar ken rugi inilah karena kurang membaca,kata muhammad azhar staf monitoring sama tiga pada pembukaaan workshop johan pahlawan wali kelas III. Harapan saya tolong digunakan waktu semaksimal mungkin, aturan GSF bagi yang tidak hadir besok lusa jangan datang lagi karena GSF tidak sama dengan lembaga lain kalau pelatihan boleh hadir hari ini dan besok tidak, ibu-ibu ketahui GSF tidak mempertanggujawab kepada CAFOD melalui absensi akan tetapi melaui Soting, kemudian saya mengharap untuk dapat mengisi data guru honor atau belangko profil sekolah yang telah dibagikan oleh temm kami, ibu-ibu.hari ini tolong ditanya kalau ibu tidak mengerti, di dunia ini sekolah paling baik adalah di firlandia padahal di firlandia penduduk Cuma sedikit kalu dibandingkan dengan Negara kita, harapan dan komitmen kami bagi ibu-ibu yang ikut pelatihan ini agar menjadi contoh bagi guru-guru lain yang tidak ikut pelatihan. Dengan mengucapkan bismillah hiramanirrahim, acara pelatihan guru wali kelas III rayon Johan Pahlawan dengan resmi saya nyatakan dibuka dan saya akhiri wabillahitaufit walhidayah wasalamu`alakum Wr. Wb
Adi darmawan, S.Ag ( Fasilitator ) Assalammu’alaikum wr, wb. yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dengan perjuangan darah dan air mata beliau maka kita bisa merasakan nikmat seperti saat ini dan kita bisa tampil disini, saya terlalu muda dibandingkan bapak ibu, dan jika yang saya sampaikan terlalu luas saya mohon dikritisi karena kita belajar disini hingga mendapat pengetahuan sekaligus saya senang sekali dapat bertemu dengan orang tua saya, teman-teman sekaligus kerabat kerja dalam upaya kita menjalin silaturahmi berbagi informasi dan semoga silaturahmi ini tetap terjalin hingga kita meninggalkan tempat ini. Yang perlu kita tahu: · KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembangkan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum tingkat satuan pendidikan
· Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembangkan oleh satuan pendidikan
Peserta : Salah satu peserta menanyakan kepada Tutor tentang SKL, SKL itu diambil dari mana Adi Darmawan, S. Ag Menjelaskan Tentang STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL). Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan. Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran. Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Yang ingin kita ketahui hari ini bagaimana menggunakan SKL, SKL ini kalau diramu ada 3 yaitu : 1. Membaca. 2. Menulis. 3. Menghitung. Tapi jika hanya ke 3 hal tersebut saja yang di ramu di sekolah ibu-ibu maka pasti sekolah ibu-ibu akan ditinggal sama anak-anak. SKL yang ada ditangan bapak ibu ini adalah standar minimum yang harus di capai, ini diberikan pemerintah, bukan saya yang memberikan dan bukan juga GSF, dan ini dapat diubah ke atas bukan ke bawah. Peserta Kenapa SKL ini selalu ditargetkan oleh pemerintah, sedangkan guru sendiri yang memengajar anak-anak banyak yang belum mengerti ? Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Yang ibu jawab itu benar dalam kapasitas kita sebagai guru, dan yang buat kesalahan ini sebenarnya kita, disetiap tahun kerjaan kita tolong siswa, lagian sifat kita sehari khususnya orang Aceh sudah membudayakan tentang uang saku dan akhir di Aceh sudah luar biasa tentang membudayakan uang saku. Oke masih ada pertanyaan, kalau tidak ada kita lanjut ke Pengembangan Bahan Ajar.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar memengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Memberi contoh tentang bahan ajar. Bahan ajar yang bagus dan baik : Umapanya di Kuala Bhee mengikuti suara burung dan binatang yang ada dipengunungan tapi kalau di Sama Tiga jangan sama seperti di Kuala Bhee, umpamanya kalau di Sama Tiga dengan suara laut, dan binatang yang ada disekitar Sama Tiga, tapi kalau di johan pahlawan harus sesuiai dengan keadaan di johan pahlawan Sekarang kita lanjut kembali; Bentuk Bahan Ajar Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, Audio Visual seperti: video/film,VCD. Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH. Visual: foto, gambar, model/maket. Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet. Cakupan Bahan Ajar Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat. Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru). Tujuan yang akan dicapai. Informasi pendukung. Latihan-latihan. Petunjuk kerja. Penilaian.
Sekarang kita coba menyusun Peta bahan ajar, ini tugas ibu Lita istirahat sejenak nanti kita lanjutkan kembali Break
Ibu-ibu dan bapak sekalian berhubung sudah sampai waktu asar dulu kita istirahat dan shalat setelah itu kita masuk lagi Break
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Asalamua`alakum Wr. WB. RPP ini adalah Perencanaan jadi tidak ada yang benar, jadi walau dibuat diJakarta tetap belum tentu benar. Beitu juga tidak ada yang salah, RPP baru benar setelah digunakan dan mendapat hasil yang maksimal. Indikatornya belum kita buat, nanti akan kita bahas tentang Silabus dan setelah silabus tersusun akan lebih mudah menyususu Indikator. Format silabus ini juga tidak ada yang salah dan benar, yang penting mudah untuk bu pahami, silabus ini milik sekolah yang buat ibu, dan yang penting satu sekolah memiliki format yang sama
SILABUS Nama Sekolah : Tema : Lingkungan Kelas : Semester : Pela jaran SK KD Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar IPS Memahami lingkungsn dan melaksanakan kerja sama disekitar rumah dan sekolak menceritakan lingkungan alam dan buatan disekitar rumah dan sekolah memberikan 2 contoh lingkungan alam dan buatan Menceritakan pengalamnya tentang lingkungan laut Menceritakan pengalaman tentang lingkungan kolam menentukan lingkungan alam dan lingkungan buatan Menceritakan pengalaman ketika berada di pengunungan Menceritakan pengalaman ketika di kolam Pengamatan Pengalaman pribadi, buku, gambar lingkungan alam dan buatan dll B I Memahami cerita dan teks drama anak yang dilisankan
memberikan tanggapan sederhana tentang cerita pengalaman teman yang didenganya Memberikan kesan terhadap cerita teman Menyimpulkan pesan-pesan yang terdapat dari cerita teman Tanya jawab dengan teman yang bercerita Menulis pesan yang terdapat dalam cerita
Pengalaman siswa, buku dll
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit INDIKATOR: Bahasa Indonesia: · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas. · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf. Matematika: · Membilang atau menghitung secara urut. · Menyebuntukan banyak benda. · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari. IPA · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu. IPS · Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan.
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Bertepuk tangan dengan pola PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat. SARANA DAN SUMBER BELAJAR: Kartu-kartu kata. Lembar kerja (jam). Bola.
STRATEGI KEGIATAN A. Pembukaan (1 X 35 menit) · Berdoa bersama. · Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2. · Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya. · Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya. · Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari. B. Inti (3 x 35 menit) · Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali). · Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru. · Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. C. Penutup (1 x 35 menit) · Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab. · Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan. · Berdoa pulang.
Peserta: Apa boleh digabung pelajaran diwaktu mengajar dalam satu hari. Adi Darmawan S.Ag ( Falisitator ) Boleh Terima kasih untuk hari ini mudah-mudahan besok kita berjumpalagi sebelum saya akhiri saaya minta maaf siapa tau dalam penyampaian tadi ada kata –kata saya yang salah atau tidak berkenan di hati ibu dan bapak malklum saya orang yang masih muda dan besok kita langsung membagikan kelompok,... wabillahitaufit walhidayah wasalamua`aliku Wr, Wb.
Hari kedua, minggu 26 Oktober 2008
Adi Darmawan S.Ag ( Falisitator ) Assalammu’alaikum wr, wb Sesuai dengan janji kemaren hari ini kita buat kelompok dan rencana buat silabus dan RPP Saya tidak menjelaskan lagi, sebelum kita lanjut apa ada pertanyaan tetang masalah kemaren atau sudah mengerti semua, yang jelas idikator itu bahasa operasional. Saya rasa ini sudah klir dan lansung kita membuat kelompok Kelompok A. IPA Kelompok B. Matematika ( Tema diri sendiri ) Kelompok C IPS Kelompok D. Bahasa Indonesia Kelompok E PKN
Pela jaran SK KD Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Sumber Belajar Kelompok A IPA Mahkluk hidup dan proses kehidupan 1. Memehami dan ciri2 dan kebutuhan makhluk hidupo serta hal-hak yang mempengaruhi perubahan pada mahkluk hidup
mengidentifikasi ciri2 dan kebutuhan makhluk hidup
- Menyebutkan 5 ciri2 mahkluk hidup - Memberikan 2 contoh makhluk hidup didarat dan di air - Menyebutkan 3 kebutuhan pokok makhluk hidup
- Menyebutkan 5 ciri2 mahkluk hidup - Menentukan makhluk didarat dan di air - Bercerita tentang 3 kebutuhan makhluk hidup
Pengamatan
Buku Paket Gambar Kelompok B Matematika Bilangan 1. Melakukan opersi hitung bilangan sampai tiga angka Melakukian perjumlahan dan pengurangan tiga angka 1- Menambah bilangan 3 angka dengan bilangan 3 angka cara bersusun panjang - Menambah bilangan 3 angka dengan 3 angka dengan cara bersusun pendek 2- Mengurangi bilangan 3 angka dengasn bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang - mengurangi bilangan 3 angka dengan bilangan 3 angka dengan cara bersusun pendek - Melakukan perhitungan penjumlahan bilangan 3 angka dengan bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang - Melakukan perhitunan pengurangan bilangan 3 angka dengan bilangan tiga angka dengan cara bersusun pendek Tulisan Buku Paket Kelompok C IPS Memahami lingkungan dan melaksanakan kerja sama di sekitar rumah dan sekolah Memelihara lingkungan alam dan buatan disekitar rumah 1. Menceritakan cara memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah 2. Menyebutkan dua mamfaat memelihara lingkungan alam buatan disekitar rumah 1. Bercerita pengalaman pribadi tentang memelihara lingkungan disekitar rumah 2. Menyebutkan mamfaat memnelihara lingkungan alam 3. Menyebutkan dua nampak negatif tidak memelihara lingkungan alam Pengamatan Lingkungan sekitar Kelompok D B.Indonesia Memahami penjelasan tentang petunjuk dan cerita anak yamng di lisankan 1.1 Melakukan sesuatu berdasarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan Mencerita pentingnya mentaati tata tertip sekolah Melakukan tata tertip pada awal pelajaran Mendengarkan tentang tatatertip kelas Melaksanakan penuga san - Lisan - Pengamatan Tata tertip sekolah Kelompok E PPKN Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat Mengenal atauran2 yang berlaku di lingkungan masyarakat Menceritakan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah Menunjukkan 2 contoh aturan yang berlaku dilingkungan sekolah · Bercerita tentang aturan yang berlaku di lingkungan sekolah · Menentukan aturan yang berlaku dilingkungan sekolah Melalui pengamatan lingkungan sekolah - Buku - Lingkungan sekolah - Poster
Ibu dan bapak kalau dah selesai tolong di kumpul dan hasil yang ibu tulis hari ini di hari ketiga akan dibagi kembali untuk bisa menjadi pedoman dalam membuat RPP
Akhirnya Yang maju pertama dari kelompok A Nama Saya : TR. Efendi dan tempat tugas MIS Nurul Falah dengan tema diri sendi Sem I Kls III Dan membacakan hasil dari kelompoknya Apa ada yang ingin ditanyakan Tanggapan kelompok lain
Hj Syamsiah dari SDN 20 Meulaboh Tolong di baca indikator yang dibawah TR. Efendi Tidak Perlu disebut karena kita sudah tau semua Sayamsiah. Apa-apa saja kebutuhan makluk hidup TR. Efendi Itu membutuhkan tiga macam Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Kalau lah disebut buku paket tolong disebut kan buku dan nomor halamnnya dan kalau di tulis gambar tolong di tulis gambar juga
Selanjutnya yang maju dari kelompok B Nama Saya : Rina Yulisa, A.Ma dari SDN 7 Meulaboh dengan tema diri sendiri mata pelajaran MTK Dan membacakan hasil dari kelompoknya Apa ada yang ingin ditanyakan Tanggapan kelompok lain
Hj Syamsiah dari SDN 20 Meulaboh Silabus yang kita buat ini untuk berapa kali pertemua Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Yang ibu-ibu jawab itu sudah betol semua dan yang saya mau jawab sudah ibu sampaikan semua.
Selanjutnya yang maju dari kelompok C Nama Saya Suryani dari SDN 27 dengan mata pelajara IPS Apada pertanyaan
Nama saya Riana Agustina, A.Ma.Pd dari SDN 19 Meulaboh Dan di perjelaskan oleh Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) tolong dihilangkan dannya kalau memang mau dipisah alamnya satu dan lingkungannya satu dan masing2 sendiri
Selanjutnya yang maju dari kelompok D
Nama Saya M. Amin is dari SDN 5 Meulaboh Kalau salah tolong sama2 diperbaiki Ada yang ingin di tanya
Eka Gusnevi, A.Ma Dari SD 14 MBO Bagai mana melaksanakan tugas2 Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) menjelaskan : melaksanakan prosel belajar di kegiatan awal dipembelajara dan tolong disebutkan tatatertip sekolah karena di setiap lokal ada tata tertip
Selanjutnya yang maju dari kelompok E Nama Saya Idar Yanti dari SD Muhammaddiyah Mata pelajaran yang akan kami jelaskan matap pelajaran PKN Apa ada pertanyaasn Kalau nagada saya tutup
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ibu-ibu dan bapak dilembar pengamatan tolong di tulis makanya harus dibuat lembar pengamatan Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Terima ksih nati kita lanjutkan kembali setelah shalat asar Break
Asalamu`alaikum Wr. Wb. Sekarang Kita langsung aja buat RPP tematis Kalau ingin digabung beberapaa pelajaran tinggal ditambah saja...
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Lingkungan Pertemuan Ke : VI Kelas/Semester : III/2 Alokasi Waktu : 2 x 60 menit
Standar Kompetensi Mata pelajaran: B. Indonesia Memahami penjkelasan ttg petunjuk dan cerita anak yang dilisankan PKN Melaksanakan norma yang berlaku di masyarakat IPS Memahami lingkungan dan melaksanakan kerjasama dirumah dan disekolah
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran: B. indonesia (Mendengarkan) Melakukan sesuatu bersadarkan penjelasan yang disampaikan secara lisan PKN Mengenal aturan2 yang berlaku dilingkungan masyarakat Sekitar IPS Memelihara linngkkungan alam dan buatan disekitar rumah
Indikator Mata Pelajaran : B. Indonesia - Menceritakan pentingnya mentaati tata tertib sekolah - melakukan tata tertip pada awal pelajaran PKN - Menceritakan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah IPS - Menceritakan cara memelihara llingkungan alam dan buatan disekitar rumah Materi Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Mata Prlajaran Bahasa Indonesia - siswa dapat menceritakan pentingnya tata tertib sekolah dan mampu melakukannya PKN - siswa dapat menceritakan aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah IPS - siswa dapat bercerita tentang pengalaman pribadi memelihara lingkungan di sekitar rumah Metode Pembelajaran Langkah-langkah Pembelajaran : Kegiatan awal (1 x 35 menit) - salam - Berdoa - Mengecek kesiapan siswa belajar - Menyanyi naik2 kepuncak gunung - Guru menanyakan kepada siswa apa saja yang terdapat dipegunungan dalam lirik lagu yang dinyanyikan, guru meminta anak utk dapat mengemukakan pendapatnya manfaat dari pohon cemara dan pohon lainnya bagi lingkungan alam.ersepsi: · capkan Salamnirukan sala Kegiatan Inti: ( 3 x 35 menit) - Guru meminta anak untuk membagi pengalaman tentang memelihara lingkungan disekitar rumah. - Guru memberi penjelasan tentang memelihara hutan, sebagai aturan yang harus dita’ati kemudian guru meminta beberapa anak menyebut aturan2 yag ber beberapa anak menyebut aturan2 yang berlaku dilingkungan sekolah - Setelah kegiatan diatas selesai, guru meminta anak untuk bercerita aturan2 yg berlaku dilingkungan sekolah.Siswa mendiskusikan berbagai kegiatan di waktu enggang da kegiatan di waktu senggang dan amwaktu senggang dan hobi Kegiatan Penutup (1 x 35 menit) - Pesan2 moral ttg pentingnya menta’ati aturan 8 norma yang berlaku - Merefleksi materi ajar - PR - Doaatan di waktu senggang dan hobi Alat dan Sumber Belajar Bahasa Indonesia - Tata tertip sekolah PKN - Buku - Lingkungan Sekolah - Roster IPS - Lingkungan Penilaian Bahasa Indonesia - Lisan - Pengamatan PKN - Pengamatan IPS - Pengamatan - Test Lisan Meulaboh, Mengetahui/menyetujui: Penyusun, Kepala Sekolah, Guru Bid. Studi...............................
_______________ _______________ NIP. NIP.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran : Tema : Diri Sendiri Pertemuan Ke : VI Kelas/Semester : III/2 Alokasi Waktu : 2 x 60 menit
Standar Kompetensi Mata pelajaran: Matematika Bilangan - Melakukan operasi hitung bilangan sampai 3 angka IPA - Memahami ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta hal2 yang mengpengaruhi pada makhluk hidup
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran: Matematika - Melakukan dan pengurangan angka 3 IPA - Mengidentifikasi ciri2 dan kebutuhan makhluk hidup
Indikator Mata Pelajaran : Matematika - Menaqmbah bilang 3 angka dengan bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang IPA - Menyebutkan lima ciri2 makhluk hidup - Memberikan 2 contoh makhluk hidup di dart dan dia air Materi Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Mata Prlajaran Matematika - siswa dapat menambah bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang IPA - siswa dapat Menyebutkan 5 ciri2 makhl;uk hidup - Siswa dapat memberikan 2 contoh makhluk hidup didarat dan di air - Metode Pembelajaran
Langkah-langkah Pembelajaran : Kegiatan awal (1 x 35 menit) - salam - Berdoa - Mengecek kesiapan siswa belajar - Menyanyi belajar menambah angka - Guru menanyakan kepada siswa operasi hitung apa pada lagu - Memilih gambar2 binatang yang hidup di darat dan di air - Membedakan binatang yang hidup di darat dan di air · Mengucapkan Salamnirukan sala Kegiatan Inti: ( 3 x 35 menit) - Guru meminta anak untuk menambah angka bilangan 3 angka dengan cara bersusun panjang - Guru memmintak kepada anak untuk menunjukan gambar binatang yang hidup di darat dan di air - Guru meminta pada ank untuk membedakan gambar binatang yang hidup di darat dan air. Kegiatan Penutup (1 x 35 menit) - Pesan2 moral - Doaata di waktu senggang dan hobi Alat dan Sumber Belajar Penilaian Meulaboh, Mengetahui/menyetujui: Penyusun, Kepala Sekolah, Guru Bid. Studi...............................
_______________ _______________ NIP. NIP. Yusnidar, S.Pd.I ( MIN Kampung Belakang ) Di RPP tidak ada PR tapi kalau masuk diminta PR apa bisa Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator) Tida bisa, kalau PR tidak pernah diberikan maka jangan disuruh kumpul, kalau hal ini dilakukan anak2 akan bingung. Khairani (SDN 4 Meulaboh )Kalau hari jum’at kami ada pelajaran KTK ( Seni tari ,Seni lukis )Yang ingin saya tanyakan Bagaimana melatih supaya anak cepat pandai melukis? Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Jadi kasih gambar yang bisa menciplak agar lebih mudah, biasanya kalau anak2 ini akan lebih mudah meniru, dan kemudian hasil karya anak yang paling bagus di pajang didalam kelas, agar anak yang lain terangsang utk membuat labih bagus Khairani (SDN 4 Meulaboh )Kadang ada soal seperti matematika, dan belum di periksa, dan kemudian ada lagi PR matematika jadi ini sudah bertumpuk bagaimana. Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Kalau yang periksa ini jangan orang lain tapi silahkan periksa oleh guru-guru yang memberi tugas. Khairani (SDN 4 Meulaboh )Dalam satu hari saya adan mata pelajaran tiga , yang saya ingin tanyakan, bagaimana cara mengajarnya ke tiga-tiganya Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Kalau ibu mau membuat tematis ini sangat mudah, alangkah mudahnya kalau ibu mengajar seperti ini Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Masalah yang di persentasikan oleh peserta tadi. Mengajar dengan adanya rpp adalah mengajar yang terpola Adi Darmawan. S. Ag (Fasilitator)Dengan berkhirnya materi tadi maka berhirlah perjumpaan kita hari sebelum saya akhiri saya minta maaf kadang ada kata yang salah dalam dua hai selam berjumpa dengan ibu-ibu, tapi bagi ibu-ibu yang ingin menayakan tentang RPP dan silabu tolong dihubungi saya di rumah sekolah ataupun di SMA 2 meulaboh ataupun juga boleh di hubungi kami di kantor GSF kami denga lapang dada menerima. Dan terahir karena saya orang muda pasti ada salah tolong dimaafkan.
Hari ketiga senin, 27 0ktober 2008
Khairuddin, M. Pd ( Pasilitator )Assalamu`laikum Wr. Wb.Selamat berjumpa dengan ibu-ibu dan bapak-bapak di pelatihan wali kelas III wilayah Johan Pahlawan yang pertama Nama saya Khairudin nama yang bagus dan berasal dari luar negeri yaitu di Jerman Timur yaitu jeuram Aceh Barat itu dulu tapi sekarang ( Nagan Raya dan dekat dengan luar negeri juga yaitu Kuba ( Kuala Baroo ) dan bertugas di sekolah luar negeri juga yaitu sekolah mexsiko yaitu SMA Muhammadiyah dan pengalaman mengajar saya sudah 16 dari SMA 1 Meulaboh, MAN Meulaboh dan ada beberapa sekolah lagi termasuk di Universita Teuku Umar Meulaboh, pengalaman Akademik saya D III jurusan Sastra di Unsyiah Banda Aceh selanjut S 1 juga di Unsyiah dengan jurusam yang sama sedangkan S II saya mengambil ilmu di Universitas negeri Malang dengan Jurusan sastra juga adapun tempat tinggal saya di desa gampa kecamatan Johan Pahlawan Jln Kiblat Lrg. Amanah dan saya sudah bekeluarga dan sudah punya tiga anak, sekarang kita lansung memasuki materi
Khairuddin, M. Pd ( Pasilitator)pelajaran tematik adalah pelajaran terpadu yang tidak bisa dipisahkan antara satu pelajaran dengan pelajaran yang lain MULTIPLE INTELLEGENCES (MULTI KECERDASAN)
A. PENGERTIAN KECERDASAN Intelligence Adalah Keseluruhan Kemampuan Indifidu Untuk Berfikir Dan Bertindak Secara Terarah,Serta Mengolah Dan Menguasai Lingkungan Secara Efektif (Marthen Pali,1993). Konsep Intelegensi Awalnya Dirintis Oleh Alfred Bined 1964, Mempercayai Bahwa Kecerdasan Itu Bersifat Tunggal Dan Dapat Diukur Dalam Satu Anggka. selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor : 1. kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia. 2. kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan. 3. kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu.
B.DULU TUNGGAL, KINI MULTI Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya “, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu multidimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan! Delapan rumpun kecerdasan“ multiple intellengences” ( gardner,1994 ) 1. Linguistik 2. Matematis-logis 3. Spasial 4. Kinestetis-jasmaniah 5. Musikal 6. Interpersonal 7. Intrapersonal 8. Natural Peserta. Misalnya adanya ada anak kecil yang bertanya tentang adanya tuhan di mana ? Khairuddin. Inilah syarat belajar tematik. C.MULTI KECERDASAN ( MULTIPLE INTELLEGENCES) 1. KECERDASAN LINGUISTIK Yuisnidar, S. Pd.I ( MIN Kampung Belakang ) Yang ingin saya tanyakan Lingustik itu apa Khairuddin, M. Pd ( Pasilitator ) Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan misalnya, (pendongeng,orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan).kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll. 2. KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer,ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan. 3. KECERDASAN SPASIAL Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna, garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut. 4. KECERDASAN KINESTETIK-JASMANIAH keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya ( pengrajin,teknisi mesin mekanik,dokter bedah,pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan,keterampilan,kekuatan,kelenturan,koordinasi dan lain-lain. Contoh : Diluar negeri kecerdasan kinestetik jasmaniah luar biasa contoh Rut Gulit dan Maradona tapi di indonesia diangkat guru olah raga tiap tahun tiada yang unggul satu pun padahal itu ada sama anak kita karena tidak ada yang melatih padahal Setiap siswa tidak ada yang bodoh dan Anak2 sebenarnya memilki pontensi yang luar biasa 5. KECERDASAN MUSIKAL Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik),membedakan(kritikus musik),mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu. 6. KECERDASAN INTERPERSONAL Kemampuan Mempersepsi Dan Membedakan Susana Hati, Keinginan Motivasi Dan Perasaan Orang Lain.Komponen Utamanya Adalah Kepekaan Pada Ekspresi Wajah,Suara,Gerak,Isyarat ,Merespon Dan Persuasi (Mempengaruhi) 7. KECERDASA INTRAPERSONAL Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri. 8. KECERDASAN NATURALIS Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar.kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup. D. MENGENALI MULTI KECERDASAN KITA isilah kolom berikut untuk mengeksplorasi multi kecerdasan kita masing-masing! No Jenis kecerdasan Cara berfikir Kegiatan Taraf Ket B C K lingustik melalui kata-kata membaca, menulis, bermain kata. matematis-logis melalui penalaran bereksprimen, tanya jawab, berhitung, teka-teki logis. spasial melalui kesan dan gambar mendesain, menggambar, mencorat-coret kinestetik jasmaniah kinestetik jasmaniah berlari, menari, menyentuh, isyarat, membuat bangunan. musikal musikal bersiul, bersenandung, bernyanyi mendengarkan gerak ritmis. interpersonal interpersonal berdiskusi, memimpin, mengorganisasi, humas intrapersonal intrapersonal merenung, menyusun tujuan beribadah merencanakan, memahami kalbu naturalis naturalis berkebun, berternak, meneliti alam, jelajah alam, peduli lingkungan Keterangan : B : Baik. C: Cukup. K : Kurang Penemuan multi kecerdasan, telah membetuk paradigma baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan. E. KECERDASAN EQ (EMOTINAL QOUNTIENT) Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain. Daniel goldman mengembangkan kecerdasan eq menjadi lima kategori yaitu: 1. Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri. 2. Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif. 3. Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme. 4. Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis. 5. Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban dan kerja sama dalam kerja tim. F. KECERDASAN SQ ( SPRITUAL QOUTIENT) Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt.dalam surat al-sajadah ayat 9 allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal allah Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannya menemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar ( bergetar ) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama CIRI-CIRI SQ TINGGI Menurut dimitri mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah: 1. Memiliki prinsip dan visi yang kuat 2. Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman. 3. Mampu memaknai setiap sisi kehidupan. 4. Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. G. OTAK KIRI DAN KANAN Selama ini dalam belajar atau dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis. CIRI KERJA OTAK KIRI: 1.berfikir secara berurutan 2.logis CIRI KERJA OTAK KANAN 1.berfikir secara acak, 2.holistik dan kreatif 3.proses menghafal cepat 4.membaca cepat dan berfikir kreatif H.CATATAN Intelegensi bukan satu-satunya penentu keberasilan,bahkan menurut hasil penelitian peranan intelegensi (iq) hanya 20 % saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80%ditentukan oleh faktor lainnya yakni kecerdasan emosional dan spritual Break Pembagian Kelompok Kelompok A tentang : 1. Latar belakang pembelajaran tematik 2. Karakteristik pengembangan anak kls awal sekolah dasar 3. Ruang lingkup tematik 4. Cara anak belajar Kelompok B tentang : 1. Belajar dan pembelajaran bermakna 2. Pengertian pembelajaran tematik 3. Landasan pembelajaran tematik Kelompok C tentang : 1. Arti penting pembelajaran tematik 2. Karakteristik pembelajaran tematik 3. Rambu2 pembelajaran tematik Kelompok D tentang : 1. Implikasi pembelajaran tematik Kelompok E tentang : 1. Tahap Persiapan Pelaksanaan 2. Tahap Pelaksanaan Nama Sriharyti mewakil K A 1. Tentang Latar belakag Pesertadidik yang berada diusia dini dan tumbuh yang luarbiasa Pembelajaran terpadu yang menggunakan tema dan menargetkan bebera pelajaran Pelajaran tematik dan meliki di pandu secara propisional Iplikasi Bagi guru memerlukan guru yang kreatif Iplikasi Siswa siswa dapat mengikuti pelajaran baik individu kelompok dan klsikal Implikasi Prasarana Khairuddin, M. Pd ( Pasilitator ) Dulu mengajar diwaktu orde baru mengajar secara terpisah2 nah selama ini karena guru memberi pelajaran secara terpisah
Masih ada pertanyaan yang mau ditanyakan Dan di perjelaskan oleh khairuddin
Latar Belakang • Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya • Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik • Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah. Pengertian • Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. • Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran. Teme Itu haru salaing keter akaitan sedangkan topik suatu pokok pembicaraan
TR Efendi Dari Kelompok B Khairuddin Pelajaran tematik sangat terkait dengan aliran Msayarakat belajar, Repleksen pengalaman mengajar Bahwa antara satu siswa dengan siswa yang lain berbeda2 pemikiranya Komentar Sangat menyenangkan bersama kapak dan kami Cut lindawati Kita nyanyi gelang sepatu gelang dan nyaian sayo nara Terima kasih kalau ada kesalahan mari di maafkan
Hari Keempat Selasa tanggal 28 Okt0ber 2008
Assalamua`alaikum Wr. Wb.Pada hari ini langsung kita lanjut pada materi muatan lokal MUATAN LOKAL I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diangkat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah. Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) memperjelaskan : 1. Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat. 2. Subordinasi : terpusatnya kekuasaan pada seseorang. 3. Brogratik : berbelit-belit. 4. Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu. 5. Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah ( tingkat 1 dan 2 ) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif. 6. Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan syariat). B. Landasan · UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. · Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2). · Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pasal 37 Ayat (1) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat : 1. Agama 2. PPKN 3. Bahasa 4. IPS 5. IPA 6. Seni Budaya 7. Penjaskes 8. Keterampilan 9. Mulok Pasal 38 Ayat (2) Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relefansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/Madrasah dibawah koordinasi dan superfisi Dinas Pendidikan Atau Kantor Depag Kab/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah PP No 19 · Standar Isi. · Standar Proses. · Standar Hasil.
C. Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan. Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: · Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. · Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. · Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional. D. Pengertian Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
E. Ruang Lingkup · Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah o Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. o Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. · Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah (yang telah dikodifikasikan/stadarisasikan), bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini · Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? · Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD. · Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD · Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah. · Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok. · Mengidentifikasi bahan kajian Mulok. · Menentukan Mata Pelajaran Mulok. · Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya. 3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi. 4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan · TPK (Tim Pengembangan Kurikulum). · LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). · PT (Perguruan Tinggi). · Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - Pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - Dunia Usaha/Industri, - Tokoh Masyarakat. 5. Rambu-Rambu · Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. · Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu · kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran. · Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester. 6. Penilaian · Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. · Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. 7. Pelaporan Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Masih ada yang belum jelas, kalau tidak ada lagi kita lanjut ke KKM. ANALISIS PENCAPAIAN KKM RAMBU-RAMBU Ø KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran Ø KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Ø Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Ø Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Ø Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Ø Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS ( laporan hasil belajar siswa )
MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
1. Kompleksitas : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3
2. Daya dukung : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1
3. Intake : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89 9
Break Diskusi Kelompok
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Mengajak para peserta untuk membagikan kelompok ( 6 kelompok ) hanya satu kelompok yang akan tampil karena waktu di karenakan waktu.
kelompok A
Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara
2
3
1
2
3
2
3
3
1 74,07
77,77
100
44,44
kelompok B dan seterusnya
Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Ketuntasan Minimal Kriteria Penetapan Ketuntasan Nilai KKM Kompleksitas Daya dukung Intake 1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara § Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial § Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa § Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara
2
3
1
2
3
2
3
3
1 74,07
77,77
100
44,44
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri.
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah
Landasan Pengembangan Diri. · UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: · Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan. · PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: · Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. · Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. · Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Pendddik adalah tng kependdkan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, kenslong, pamong belajar, widiaiswara, tutor seperti saya/ pasilitator, instruktur dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhsususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan penddikan. pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran : Pddkn diselenggarakan dengan memberi keteledanan ( Contoh Model ), membangun kemauan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses PBM.
Pengertian Pengembangan Diri UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi sebgai guru, dosen, konselor, pamong belajar, bidywa swara, tutor, intruktur, falisitator dan sebutan lain yang sesuai dengan khekhususanya serta berpratisifasi dalam rangka meningkatkan mutu guru ( yang jelas kalau kita ngajar untuk S1 harus yang S 2 jangan S 1 )
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.
Pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Selanjutnya bertujuan uttuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, ber ilmu, kreatif, mandiri demokratis dan bertanggung jawab Disetiap sekolah harus ada guru bimbingan konsling kalau memeng tidak ada tidak apa2 dan guru merupakan juga bisa bimbingan Konseling Kalau kita lihat UUPA Nomor 11 tentang pendidikan islam di aceh Pengertian Pengembangan Diri · Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. · Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. · Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir · Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. Bagaimana cara membentuk watak anak sedangkan kami guru SD ini susah sekali karena pendidikan kami Pak gimana cara untuk mengajak anak2 untuk melaksanakan shalat · Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. · Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. · Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM Dan SMEA ). Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah. Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir ) b. Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll ) c. Kreativitas d. Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : · Layanan dan kegiatan pendukung Konseling · Kegiatan Ekstra Kurikuler · Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : o Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. o Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). o Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu. Konseling Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku. Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir. Fungsi Bimbingan Konseling · Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. · Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. · Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. · Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. · Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian. Jenis Layanan Konseling · Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. · Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan. · Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler. · Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kedapataan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. · Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. · Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. · Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. · Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. · Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka. Kegiatan Pendukung · Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. · Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. · Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. · Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. · Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. · Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya. Format Kegiatan · Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. · Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. · Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. · Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. · Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan. Jenis Program · Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. · Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. · Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. · Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. · Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. · pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program · Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. · Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. · Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. · Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. · Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling. Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor . Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: · Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. · Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal · Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus. Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: · Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. · Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. · Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah. Peserta; Kenapa pemerintah tidak menetapkan guru mata pelajaran Konseling ditiap sekolah?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Bu tunggu saya menjadi kepala Dinas maksunya gini, saya di SMA Muhamaddyah menjadikan konsultan bukan menggantikan kepala sekolah, sesuai dengan di lingkungan SMA Muhamddyah berarti kan saya kepala dinasnya, tapi di Muhammdyah kami sedang merangcang buku tetang konseling. Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.
Sebelum kita akhiri saya ingin ibu memberikan sedikit arahan tentang ekstra kurikuler.
Peserta Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler · Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka. · Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. · Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan. · Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler · Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing. · Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik. · Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh. · Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik. · Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil. · Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat. Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Ada pertanyaan Sebelum saya akhiri apa ada pertanyaan karena ini yang terahkir dan besok kita akan praktek.
Faridah ( Dari SDN Seumantok ) Bagai mana membuat RPP apa harus sesuai degan roster?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Iya harus sesuai dengan tema, misalnya pelajaran Ipa, matematikan itu harus di padukan ( saling terkait dari satu ketema yang lain ) dan kalau memang hari ini tidak tuntas dapat dilanjuntukan besok.
Terima kasih itulah yang dapat kita sampaikan pada hari terakhir ini, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat ibu terima, kami menyadari masih banyak kekurangan, dan untuk pertemuan yang lebih lanjut ibu-ibu dapat menjumpai kami dengan alamat di GSF atau di SMU Muhammadiyah Meulaboh, saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb
Hari Kelima, Rabu, 29 Oktober 2008 Azhar Sigege (Panitia) Assalamualaikum . Wr. Wb. Alhamdulillahirabbil ‘Alamin Wasshalatu Wassalamu’ala Rasulillahi Ambia Iwal Mursalin Wa’ala Alihi Washahbihi Ajma’in. Puji dan Syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah Swt, yang telah memberikan umur panjang dan kesehatan kepada kita semua. Kemudian Selawat dan Salam marilah sama-sama kita sanjungkan kepangkuan Nabi Besar Muhammad Saw, yang telah membawa kita dari alam kegelapan kealam yang terang benderang. Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu yang saya hormati, GSF Support CAFOD telah membuat Training Guru Wali Kelas III Rayon Johan Pahlawan Yang bertempat AULA GSF dari tanggal 25 s/d 29 Oktober 2008. Hari ini tanggal 29 Oktober 2008 Acara Penutupan Training Wali Kelas III Rayon Johan Pahlawan Segera kita Mulai. Untuk menghematkan waktu marilah sama-sama kita dengarkan pengarahan dari tutor kita yaitu Bapak Khairuddin lebih kurang 10 menit.
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Bapak ibu peserta pelatihan yang saya banggakan, rekan2 saya panitia pelaksana yang saya banggakan, bapak ibu yang berbahagia setelah saya lihat dilapangan, bahwa sdh mencapai tujuan yang ingin kita capai, jadi hendaklah pembelajaran dimulai dgn abversebsi dgn memperkaya khasanah pada sianak, dan mengaitkan pengalaman dgn ide yang telah dimiliki oleh sianak, saya juga melihat tadi sdh ada yang mengajar dari yang kongkrit ke abtrak, yang abrak harus di mulai dari yang kokrit dgn ide2 kognitif, dan juga dalam pembelajaranibu2 bisa menggunakan alat peraga,agar daya serap sianak lebih tersentuh.seperti pepatah ”saya dengar saya lupa saya lihat saya ingat saya kerjalan saya bisa”. Pembelajaran tematik ini dari kls rendah I - III ini melihat persoalan secara holistik dalam arti satu persatu, yaitu terutama liguistik, matematis (cerdas angka,spacial, musikal, intra personal atau sama dengan potensi diri, hinespetis hismanias, naturalis) Andaikan kaitan ini dikaitkan antar pembelajaran maka prinsipnya membangkitkan kecerdasannya, ini saja yg dapat saya sajikan kehadapan bapak ibu semoga Allah memperkenalkan apa yang kita pelajari hari ini saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Terlalu indah teoritis dari pak Khairuddin, dan alangkah lebih indah jika yang disampaikan disini terjadi dilapangan, dan dalam membuat RPP apa sdh pernah membuat atau baru dipelajari disini, tolong kalau tematis ini bukan satu pelajaran, dan kalau masuk tolong di tulis semua aspek mata pelajaran, terserah mata pelajaran apa yang ingin didapat dan suatu saat biar sama2 kita merubah utk menciptakan pendidikan yang lebih bagus, ini perencanaannya tidak cocok ada yang mengajar dikelas I teoritisnya masuk kekelas IV jadi kedepan ibu2 harus siap masuk kekelas manapun, dan tolong pada masuk kekelas tolong dijelaskan tujuan ibu mengajar apa, tujuan di RPP ini tolong papan tulisnya ditulis utk apa pembelajaran itu, dan utk kelas I - III ini jelaskan saja tidak perlu ditulis pelajarannya, dan kurang2 yang tadi karena keadaan yang lain sdh optimal Peserta :Tadi bapak ngomong tidak usah tulis, jadi kami dari pertama mengajar sampai dgn sekarang pertama masuk tulis B indonesia dan ini bagaimana Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Jadi untuk kelas rendah ini perlahan ditulis, dan ini perlu dijelaskan temanya, dan kalau untuk kelas tinggi ini perlu ditullis kalau memang tidak tahu apa yang dipelajari, Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Ini karena anak belum bisa melihat pelajaran secara terpisah I-III ini secara simultan digabung antara pelajaran yang satu dgn pelajaran yang lain. Apa bila perlu di tampilkan gambar yang mencolok, intri point yang ingin kita capai (menulis, menghitung dan membaca) untuk kelas tinggi. Dan juga kurangi metode SAS. Pemberian Sertifikat secara simbolis 1. Ibu Rina Yulisa (SDN 7 MBO) Yang akan diberikan oleh Bapak Khairuddin 2. Ibu Suriani (SDN 27 MBO)Yang akan diberikan oleh bapak Adi Darmawan Pengisian Lembar Evaluasi Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalam mualaikum wr, wb. Syukur Alhamdulillah kepada Allah salawat kepada nabi terima kasih kepada bapak Adi dan pak Khairuddin, terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan acara training kita ini sampai hari terakhir hari ini, terima kasih kepada kepala sekolah yang telah menerima kita disekolah utk praktek, dan silabus yang tadi dipelajari oleh guru terserah ibu2 mau pakai disekolah atau tidak, dan GSF beserta Cafod tidak ada kepentingan utk ini, dan setelah pulang dari sini barang yang telah diberikan dibuang juga tidak ada apa2, GSF dan Cafod tidak rugi, kalau dibuang atau dipakai ini terserah, dan ini tidak ada hubungan dgn GSF. Dan kecuali anak atau cucu saya, dan ini kepentingan utk Aceh Barat. Dan kalau bisa mengajar kedepan menggunakan RPP, dan ini sdh ada guru yang telah dilakukan training dari kelas I – III dan saat berkumpul disekolah masing2 bisa didiskusikan. Training ini sama dgn kita buat Skripsi, kalau dibuat sendiri dan ikut sidang sendiri alangkah indahnya, dan hari ini tergantung kepada ibu2 utk merubah, kadang pemerintah ini sdh memberi kesempatan tapi kita tidak memamfaatkan, dan banyak sekolah buka sepatu diluar atau pintu pagar dan anak2 masuk kelas tidak memakai sepatu, dan saat anak2 istirahat atau ke WC ini kalau tersepak keramik ini bagaimana, siap yang bertanggung jawab, mana banyak harga kaki dgn keramik, apalagi pengawasan tidak ada, dan tolong ditanyakan kekepala sekolah kalau memang tidak dibutuhkan lagi sepatu kompromi saja dgn orang tua agar mamakai sandal saja kalau kesekolah, kalau hanya memakai sepatu dari rumah sampai pintu pagar sekolah lebih baik pakai sandal saja, sebenarnya ini perintah siapa, dan kalau ada NGO yang memerintah saya mau tahu NGO mana yang memerintahkan, dan saya rasa tida ada ini sangat tidak ideal, yang bagus itu Mesjid, jadi masuk kemesjid yang tidak bisa pakai sepatu, ibu2 pakai pentolkan ? kalau pentul kena kaki anak2 jadi bagaimana, dalam hal ini saya minta maaf utk tidak tersinggung, dan saya harapkan kalau tidak inti SD ibu2 ini jangan minder, sebenarnya ini hanya merek yang hanya tertulis di dinding sekarang yang perlu diunggulkan ilmunya, harapan saya pada ibu2 dan bapak tolong pergunakan RPP di sekolah dan tolong pergunakan apa yang telah diberikan, dan perbanyak membaca, dan pesankan kepada kepala sekolah utk menyisipkan dana BOS disekolah utk membeli Koran, biar anak2 tahu dan mau membaca koran, baiklah bapak ibu ini saja yang dapat saya sampaikan, dengan mengucapkan Alhamdulillah training Wali kelas III wilayah Johan Pahlawan yang berjumlah 25 orang saya tutup Assalam mualaikum wr, wb. Tgk Hasballah Doa Selesai |