Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Notulensi Workshop Wali Kelas II SD-MI, Kuta Padang Tanggal, 18-22 Oktober 2008

Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji Syukur Kepada allah SWT dan selawat beserta  salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang saya hormati pak Adi Darmawan selaku tutor di hari pertama dan kedua dan yang saya hormati juga para ibu yang berhadir di acara pelatihan wali Kelas II yang terakhir ( Gabungan Johan pahlawan, kaway XVI dan sama tiga ) dan yang saya hormati juga kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara ini, Training pelatihan wali kelas II ini kami rencanakan dua puluh peserta tapi dikarenakan kodisi cuaca yang tidak menentu ( Banjir ) bahkan menurut informasi ada teman-teman kita yang tidak hadir karena banjir di kaway,  baiklah walaupun kita Cuma lima belas orang yang hadir untuk pelatihan kali ini, harapan saya training ini Cuma empat sore kita laksanakan dan satu hari pagi untuk praktek disekolah, sebenarnya pembelajaran semacam ini paling kurang  kita belajar satu tahun baru bisa kata humas GSF Azhar sigege pada pembukaan workshop guru wali kelas II.

Notulensi Workshop Wali Kelas II SD-MI,  Kuta Padang Tanggal, 18-22 Oktober 2008
TRAINING WALI KELAS II WILAYAH JOHAN PAHLAWAN II
Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD
Di Aula Kuta Padang Tanggal, 18-22 Oktober 2008

Hari Pertama, Sabtu 18 Oktober 2008
Pembukaan
Yusrizal
Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Jamaluddin
Kata-kata sambutan dari Direktur GSF.

Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Puji Syukur Kepada allah SWT dan selawat beserta  salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang saya hormati pak Adi Darmawan selaku tutor di hari pertama dan kedua dan yang saya hormati juga para ibu yang berhadir di acara pelatihan wali Kelas II yang terakhir ( Gabungan Johan pahlawan, kaway XVI dan sama tiga ) dan yang saya hormati juga kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara ini, Training pelatihan wali kelas II ini kami rencanakan dua puluh peserta tapi dikarenakan kodisi cuaca yang tidak menentu ( Banjir ) bahkan menurut informasi ada teman-teman kita yang tidak hadir karena banjir di kaway,  baiklah walaupun kita Cuma lima belas orang yang hadir untuk pelatihan kali ini, harapan saya training ini Cuma empat sore kita laksanakan dan satu hari pagi untuk praktek disekolah, sebenarnya pembelajaran semacam ini paling kurang  kita belajar satu tahun baru bisa kata humas GSF Azhar sigege pada pembukaan workshop guru wali kelas II.

GSF tidak menciptakan yang baru tapi kami Cuma membantu penddidkan di Aceh Barat dan harapan kita kedepan Aceh Barat bisa jadi contoh untuk kabupaten lain, beberapa hari yang lalu kami pernah diajak oleh Kepala dinas yang ada di kabupaten tetangga yaitu Nagan Raya untuk mengadakan training ini akan tetapi kami menolak karena masih berpokus di Kabupaten Aceh Barat karena menurut pandangan kami Kabupaten Aceh Barat masih jauh ketertinggalan masalah penddidkan di Aceh kalau dibandingkan dengan kabupaten lain makanya kami masih fokus di Aceh Barat, dan saya minta tolong kepada ibu untuk dibaca waktu sampe kerumah supaya kalu tutor yang menayakan ibu tidak susah lagi waktu membukanya,  seperti biasa GSF mengharapkan bagi peserta yang sudah hadir hari ini dan besok tidak hadir lusa hadir lagi GSF tidak menerima lagi karena ibu-ibu tinggal satu hari dan GSF buat pelatihan tiadak sama dengan yang dibuat oleh dinas yang boleh selang seleng hadirnya, yang jelas  target kami  di aceh barat Cuma seratus lima puluh orang, dan bagi sekolah yang tidak hadir atau tidak memenuhi undangan kami kami bisa mengambil dari sekolah lain.

 Adapun pertanggungjawab kepada Cafod ( Donatur ) ini bukan dg absen akan tetapi dengan CD yang kami kirim, kebiasaan pada waktu pelatihan tutor ngomong peserta asik sendiri ngomong itu tidak baik, yang jelas ini yang terakhir palatihan untuk Wali kelas II dan  minggu depan kami langsung mengadakan training wali kelas tiga, setelah itu kami langsung melanjutkan dengan pelatihan wali murid, karena wali murid tersebut calon komote di sekolah yang bersangkutan, yang jelas GSF tetap melaksana kan training ini mudah-mudahan kabupaten aceh barat menjadi pilot Projet, besar harapan kami bagi peserta utk mengulang sampe kerumah, dengan mengucapkan bismilah kami buka.

Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad dengan perjuangan darah dan air mata beliau maka kita bisa merasakan nikmat seperti saat ini dan kita bisa tampil disini, saya terlalu muda dibandingkan bapak ibu, dan jika yang saya sampaikan terlalu luas saya mohon dikritisi karena kita belajar disini hingga mendapat pengetahuan sekaligus saya senang sekali dapat bertemu dengan orang tua saya, teman-teman sekaligus kerabat kerja dalam upaya kita menjalin silaturahmi berbagi informasi dan semoga silaturahmi ini tetap terjalin hingga kita meninggalkan tempat ini.

Yang perlu kita tahu
     
 
KBK
     Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran
     Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun
     Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok)
     Dikembangan oleh direktorat         KBK
     Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah
     Kurikulum tingkat satuan pendidikan
     Pemerintah mengeluarkan standar isi  SK dan KD)
     Dikembangkan oleh satuan pendidikan    
Kalau ada yang kurang jelas langsung ditanyakan, tolong diklasifikasi,  kalau tidak ada pertanyaan kita lanjut…
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN SKL
C. STANDAR KOMPETENSI LULUSAN MATA PELAJARAN
1.    SEKOLAH DASAR (SD)/ MADRASAH IBTIDAIYAH (MI)
a.    Pendidikan Agama Islam SD/MI
1.    Menyebutkan, menghafal, membaca dan mengartikan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an, mulai surat Al-Fatihah sampai surat Al-‘Alaq
Produknya Permen 23 tahun 2006 PP No 19 tahun 2005
2.    Mengenal dan meyakini aspek-aspek rukun iman dari iman kepada Allah sampai iman kepada Qadha dan Qadar
3.    Berperilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari serta  menghindari perilaku tercela
4.    Mengenal dan melaksanakan rukun Islam mulai dari bersuci (thaharah) sampai zakat serta mengetahui tata cara pelaksanaan ibadah haji
5.    Menceritakan kisah nabi-nabi serta mengambil teladan dari kisah tersebut dan menceritakan kisah tokoh orang-orang tercela dalam kehidupan nabi
Ini utk Pelajaran agama, kalau untuk pelajaran lain silahkan ibu atur sendiri, dan silahkan pilah-pilah sendiri sesuai dengan jenjang, dan kalau agama ini mungkin mudah karena di Aceh,
Peserta :Ini bukan guru yang salah tapi termasuk keluarga
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator): Saya tidak ingin masuk dulu kebimbingan dari orang tua dulu saya ingin perencanaan kita dulu seperti dulu sebagai guru. Kita lanjut…
PENGEMBANGAN  BAHAN AJAR
Pengertian Bahan Ajar
     Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.
     Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training).
     Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.   
Saya yan paling tertarik point yang terakhir, Ada satu kasus saat saya memberi materi di Woyla, seyokyanya kalau kita memberi materi harus kita nampakkan apa yang kita ajarkan, tapi kalau yang kita ajarkan tidak ada ditempat itu bagaimana, di woyla ada seorang guru yang mengajar tentang lampu merah, dan karena diwoyla tidak ada lampu merah dan untuk membawa anak woyla ke kota pun tidak mungkin maka guru tersebut membuat lampu merah di Karton, dan kemudian memperagakan dikelas, serta murid yang menjadi kendaraan, alangkah indahnya. Dengan tidak langsung maka murid-murid di woyla dikelas ibu itu sdh menetahui fungsi dari lampu merah.
Bentuk Bahan Ajar
     Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart,
     Audio Visual seperti: video/film,VCD
     Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH
     Visual: foto, gambar, model/maket.
     Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet

Peserta :Kalau kita pakai buku paket kedalam kelas terlalu awam termasuk saya, seakan-akan buku paket ini  ada kerangka jadi menurut kami harus buku paket.

Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator): Jadi buat ini dulu baru cari buku paket, jadi pikiran berkembang, untuk mendukung meteri yang telah dibuat.  Tidak semua perencanaan sama, jadi masing-masing sekolah berbeda-beda dan tidak ada yang sama karena keadaan sekolah berbeda.
 

 
Seperti ini saja trims, mudah-mudahan tidak ada yang marah karena terlambat istirahat, saya akhiri Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Break
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Tadi kita sudah membicarakan dua hal SKL dan Pangembangan Bahan Ajar, dan kalau masih belum jelas dapat dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini dapat lebih maximal.
Pengertian
Lembar Kegiatan Siswa.
•    Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.
•    Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.   
•    Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.
Kalau Anak-anak belum dapat mengisi maka guru yang harus mengisi dan agar orangtuanya dirumah dapat tahu kemampuan Anak-anaknya.
Lembar Kegiatan Siswa (LKS).
Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut:
•    Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran.
•    Menyusun peta kebutuhan LKS.
•    Menentukan judul LKS.
•    Menulis LKS.
•    Menentukan alat penilaian.
Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut:
•    Judul, mata pelajaran, semester, tempat.
•    Petunjuk belajar.
•    Kompetensi yang akan dicapai.
•    Indikator.
•    Informasi pendukung.
•    Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja.
•    Penilaian.
Kira-kira untuk sesoen ini ada pertanyaan, tidak usah takut bu karena kita lagi belajar. sekali untuk memuculkan materi ini apa sudah, contoh sejarah turunya al-fatihah.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator): Menjelaskan bermacam cara untuk menyampaikan ada yang ceramah, Tanya jawab dan bermacam-macam  cara biarkan anak-anak bekaerja dan menemukan sendiri.
PENGEMBANGAN SILABUS
1. Pengertian
Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS?
1.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2).
2.    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20.
PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2).
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah,
SILABUS
Nama Sekolah    :  
Tema    : Lingkungan
Kelas    : II
Semester    :
 
Pelajaran    SK    KD    Indikator    Kegiatan Pembelajaran    Penilaian    Sumber Belajar       
IPA    Mengenai berbagai bentuk benda dan kegunaan beserta perubahan wujud yang dapat dialaminya    21.    Mengendentifikasikan benda-benda padat dan cair di lingkungan sekitar
22.    Menunjukkan perubahan bentuk dan wujud benda     (plastisin/tanah liat/adonan tepung) akibat dari kondisi tertentu    -    Menyebutkan tiga macam benda padat
-    Menyebutkan lima ciri benda padat
-    Mengelompokan benda padat menurut cirri-ciri
-    Menyebutkan tiga macam benda cair
-    Menyebutkan lima ciri benda cair
-    Mengelompokan benda cair menurut cirri-ciri    -    Menunjukan benda-benda padat yanga ada di dalam kelas    - Tulisan    







    

Silabus yang kita buat Ini sebagai contoh  dan masalah silabus akan kita tuntaskan besok, apa ada pertanyaan kalau tidak cukup disini dan mohon maaf bila ada kata-kata saya yang tidak berkenan di hati ibu-ibu... cukup sekian wabillahitaufit walhidayah Asalamualakum Warahmatullahi wabarakatuh.
Hari Kedua, Minggu, 19 Oktober  2008
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator): Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat berjumpa kembali kita hari ini, mudah-mudahan cuaca hari bertambah baik atau lebih kondusif dari hari kemaren walaupun ada beberapa teman kita belum sampai karena cuaca juga yang tidak mementu,
Hari ini kita langsung mengerjakan apa yang kita sepakati kemaaren, dan sekarang kita lansung membagi kelompok sesuai dengan kapasitas kita lima belas orang,  kita bagi aja empat kelompok
Kelompok A    : Matematika
Kelompok B    : IPS
Kelompok C    : BI
Kelompok D    : IPA
Masing-masing kelompok pilihlah satu KD yang bertema diri sendiri, lamgkah pertama yang memunculkan indicator bagi Matematika, IPA temanya tidak ada disitu tapi sebentar lagi saya nampakkan, tolong ibu buat satu SK dan satu KD ini sebagai contoh.
Nama Sekolah    :  
Tema    : Lingkungan
Kelas    : II
Semester    :
 
Pelajaran    SK    KD    Indikator    Kegiatan Pembelajaran    Penilaian    Sumber Belajar       
Kelompok A       
Matematika    Giometri dan Penngukuran
4. Mengenal unsur-unsur bangun datar sederhana

    Mengelompokkan bangun    datar    -    Menyebutkan macam-macam bangun datar yang terdapat dlm kelas
-    Mengelompokkan macam-macam bangun datar yang ada dalam kelas    -    Menunjukkan macam-macam bangun datar yang terdapat dlm kelas
-    Menggambarkan bentuk bangun datar yang ada dln kelas
Mengelompokkan bangun datar menurut bentuk masing-masing
    -    Lisan
-    Pengamatan    GambarBangun datar
       
Kelompok B       
IPS    2. Memahami kedudukan peran anggota keluarga dlm keluarga dan lingkungan tetangga    2.2 Menceritakan pengalamannya dlm melaksanakan peran dala anggota keluarga2.2 Menceritakan pengalamannya dlm melaksanakan peran dala anggota keluarga    -    Menceritakan pengalaman siswa dalam melaksanakan peran serta dalam anggota keluarga pada pagi hari
-    Menceritakan pengalaman yang dilakukan pada siang hari  bersama bunda
-    Menceritakan pengalaman yang dilakukan pada siang hari bersama ayahnya    1.    Menceritakan kembali pengalaman yang dilakukan siswa pada pagi hari
2.    Menceritakan  kembali pengalaman yang dilakukan pada siang hari  bersama bunda
3.    Menceritakan kembali pengalaman yang dilakukan pada siang hari bersama ayahnya
    - Unjuk kerja    Lingkungan keluarga
       
Kelompok C       
B Indo    Mendengarkan
5. Memahami pesan pendek dan dongeng yang dilisankan    5.1 Menyampaikan pesan pendek yang didengarnya kpd orang lain    -    Mendengarkan teks puisi sepeda impian kpd orang lain
-    Menyampaikan pesan yang terkandung didlm puisi sepeda impian kepada orang lain    -    Mendengarkan teks puisi sepeda impian
-    Memilih atau menentukan pesan-pesan yang terkandung puisi sepeda impian kpd orang lain
-    Menyampaikan pesan-pesan yang terkandung didlm puisi sepeda impian kpd orang lain    Teks Puisi sepeda impian    Pengamatan       
Kelompo D       
IPA    Bumi dan alam semesta
4. Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dlm kehidupan sehari-hari dan kegunaannya    4.1 Mengindentifikasi kenampakan matahari pada pagi dan sore hari    -    Menunjukkan arah matahari menurut waktu
-    Menyebutkan perbedaan suasana letak matahari    -    sore hari
-    Membedakan suhu berdasarkan letak matahari    Pengamatan unjuk kerja    - IPA kelas II
- Alat Peraga
- jam
- gambar
- Matahari    

Adi Darmawan, S.Ag (Tutor):Baik bapak ibu, dari presentasi tadi saya bisa mengambil hikmah dari sebuah kesalahan karena keslahan menjadi iktibar selanjutnya. Harapan saya indikator yang dimunculkan adalah benar-benar mencapai KD dan SK. Setelah ini kita bagi kelompok untuk membuat RPP dan sekarang kita break sejenak untuk menunaikan sholat ashar..
Break
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh . Baik bapak ibu sekarang kita buat RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
T e m a        :  Lingkungan
Pertemuan    :  I
K e l a s    :  II ( Dua )
Semester    :  II ( dua )
Alokasi Waktu    :  5 x 354 Menit
 
SK    Mata Pelajaran
Matematika
-    Mengenal unsur-unsur bangun datar sederhana
IPA
-    Bumi dan alam semesta
-    Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari-hari dan kegunaannya       
KD    Mata Pelajaran
Matematika
-    Mengelompokan bangun datar
IPA
-    Mengidentifikasi kenampakan matahari pada pagi, siang dan sore       
Indikator    Mata Pelajaran
Matematika
-    Menyebutkan macam-macam bangun datar yang terdapat dalam kelas
-    Mengelompokan macamm-acam bangun datar yang ada did lm kelas
IPA
-    Menunjukkan araha mata hari menurut waktu
-    Menyebutkan perbedaan suasana berdasarkan letak matahari       
Tujuan Pembelajaran    Matematika
-    Siswa dapat menyebutkan dan mengelompkkan macam-macam angun datar yang terdapat dalam di dalam kelas
IPA
-    Siswa dapat menunjukkan arah matahari menurut waktu
-    Siswa dapat menyebutkan perbedaan suasana berdasarkan matahari       
Metode pembelajaran    Langkah – langkah pembelajaran
1.    Kegiatan awal (1 x 35 menit) :
a.    Berdoa
b.    Mengecek kesiapan anak untuk belajar
c.    Menyanyikan lagu bangun datar
d.    Guru meminta murid untuk penyebutan bangun datar dalam lirik lagu
e.    Guru meminta anak-anak untuk mengamati ruangan kelas, kemudian memintak untuk menunjukkan dan menyebutkan bangun datar yang terdapat didalam kelas
2.    Kegiatan inti (1 x 35 menit) :
a.    Guru  menunjukkan alat peraga ( jam ), kemudian menanyakan ulang nama bangun datar dari jam tersebut.
b.    Guru mebimbing anak untuk meletakkan jarum jam sesuai dengan kenampakan matahari          ( Pagi, siang dan sore )
3.    Kegiatan Penutup (1 x 35 menit)
a.    Pesan-pesan moral tentang perlu waktu
b.    Menyimpulkan materi yang disajikan
c.    Berdoa untuk pulang       
Sumber    Buku Paket       
Penilaian        
Mengetahui                                    Penyusun
Kepala                                        Guru Bidang Study

___________                                    ______________

T e m a    :  Lingkungan
Pertemuan    :  I
K e l a s    :  II ( Dua )
Semester    :  II ( dua )
Alokasi Waktu    :  5 x 354 Menit    
 
SK    Mata Pelajaran
Matematika
-    Mengenal unsur-unsur bangun datar sederhana
IPA
-    Bumi dan alam semesta
-    Memahami peristiwa alam dan pengaruh matahari dalam kehidupan sehari2 dan kegunaannya       
KD    Mata Pelajaran
Matematika
-    Mengelompokan bangun datar
IPA
-    Mengidentifikasi kenampakan matahari pada pagi, siang dan sore       
Indikator    Mata Pelajaran
Matematika
-    Menyebutkan macam-macam bangun datar yang terdapat dalam kelas
-    Mengelompokan macam-macam bangun datar yang ada did lm kelas
IPA
-    Menunjukkan araha mata hari menurut waktu
-    Menyebutkan perbedaan suasana berdasarkan letak matahari       
Tujuan Pembelajaran    Matematika
-    Siswa dapat menyebutkan dan mengelompkkan macam-macam bangun datar yang terdapat dalam di dalam kelas
IPA
-    Siswa dapat menunjukkan arah matahari menurut waktu
-    Siswa dapat menyebutkan perbedaan suasana berdasarkan matahari       
Metode pembelajaran    Langkah – langkah pembelajaran
4.    Kegiatan awal (1 x 35 menit) :
a.    Berdoa
b.    Mengecek kesiapan anak untuk belajar
c.    Menyanyikan lagu bangun datar
d.    Guru meminta murid untuk penyebutan bangun datar dalam lirik lagu
e.    Guru meminta anak-anak untuk mengamati ruangan kelas, kemudian memintak untuk menunjukkan dan menyebutkan bangun datar yang terdapat didalam kelas
5.    Kegiatan inti (1 x 35 menit) :
a.    Guru  menunjukkan alat peraga ( jam ), kemudian menanyakan ulang nama bangun datar dari jam tersebut.
b.    Guru mebimbing anak untuk meletakkan jarum jam sesuai dengan kenampakan matahari    ( Pagi, siang dan sore )
6.    Kegiatan Penutup (1 x 35 menit)
a.    Pesan-pesan moral tentang perlu waktu
b.    Menyimpulkan materi yang disajikan
c.    Berdoa untuk pulang       
Sumber    Buku Paket       
Penilaian        
    
Mengetahui                                    Penyusun
Kepala                                        Guru Bidang Study

____________                                ______________
    
T e m a    :  Lingkungan
Pertemuan    :  I
K e l a s    :  II ( Dua )
Semester    :  II ( dua )
Alokasi Waktu    :  5 x 354 Menit
 
SK    Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
-    Mendengarkan
-    Memahami pesan pendek dan dogeng yang dilisankan
IPS
-    Memahami kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga       
KD    Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
-    Menyampaikan pesan pendek yang di dengarnya kepada orang lain
IPS
-    Menceritakan pengalamanya dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga       
Indikator    Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia
-    Mendengarkan puisi teks sepeda inpian
-    Menyampaikan pesan yang terkandung dalam puisi sepeda inpian kepada orang lain
-    Mengelompokan macam-macam bangun datar yang ada did lm kelas
IPS
-    Menceritakan pengalaman siswa dalam melaksanakan peran serta dalam anggota keluarga pada pagi hari       
Tujuan Pembelajaran    -    Siswa dapat memahami pesan yang terkandung dalam teks puisi sepeda inpian
-    Siswa dapat menceritakan pengalaman dalam melaksanakan peran dalam anggota keluarga pada pagi hari       
Metode pembelajaran    Langkah – langkah pembelajaran
7.    Kegiatan awal (1 x 35 menit) :
a.    Berdoa
b.    Mengecek kesiapan anak untuk belajar
c.    Menyanyikan lagu bangun tidur
d.    Guru meminta murid untuk membaca puisi di dalam kelas dan yang lain mendengarkan agar dapat mengambil pesan dalam puisi yang dibacakan
8.    Kegiatan inti (1 x 35 menit) :
a.    Guru  meminta beberapa murid untuk mengemukakan tentang pengalaman dalam peran serta anggota keluarga
b.    Beberapa sisswa bergantian di depan kelas menceritakan pengalaman dan peran serta dalam keluarga pada pagi hari
9.    Kegiatan Penutup (1 x 35 menit)
- bersama guru membuat rangkuman atas kegiatan yang telah dilakukan tadi       
Sumber
    -    Teks puisi  ( sepeda impian )
-    Lingkungan Keluarga       
Penilaian
    -    Pengamatan
-    Unjuk kerja
-        

Mengetahui                                    Penyusun
Kepala                                        Guru Bidang Study


____________                                ______________



Peserta :Bagai mana kalau ada guru yang sudah ditetapkan oleh sekolah untuk mengajar pelajaran tertentu
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor): ini harus ada saling duduk untuk mebuat Silabus dan dan RPP
Peserta :Senadainya kita tidak dapat lagi menulis dan memberi tau tentang materi pelajaran apa  boleh pak
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor):Itu yang tidak boleh
Peserta:Apakah boleh menggali informasi sama anak-anak
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor): Boleh
 Peserta: Pak bagaimana kita manghadapi sama Anak-anak yang tidak bisa membaca
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor): Menjelaskan kalau memang anak-anak ada yang tidak bisa membaca itu diajarkan secara lisan aja supay anak lebih serius unk belajar
Peserta: Pak bagai mana kita membiasakan menggunakan RPP
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor): Menjelaskan kita lebih susah menggunakan RPP dari pada membuat RPP karena kita belum terbiasa lebih2 di Aceh Barat dan bagi ibu-ibu kalau memang sudah ada RPPnya tolong digunakan supaya bisa terbiasa dan untuk kemajuan pendidikan daerah kita
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor): Amin.. Alhamdulillah pada hari pada hari ini kita bertambah ukhuwah dan bertambah saudara, ibu-ibu ketahui saya tidak ada saudara waktu perama kali datang ke meulaboh akan tetapi saudara saya sekarang lebih banyak terutama kalangaan guru SD yang pernah mengikuti pelatihan seperti ini dan Saya mohon maaf mungkin dalam dua hari ini ada kata-kata saya yang tersinggung sama ibu-ibu dan bagi ibu yang ingin menayakan masalah RPP, Silabus dan lain-lain yang menyangkut materi-materi boleh menghubungi saya di SMA 2 atau kerumah saya dilapang, cukup disini perjumpaan kita billahitaufiq walhidayah assalammualaikum wr wb.
Hari ketigaa, Senin 20 Oktober 2008
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Yang saya hormati ibu-ibu para peseerta training wali kelas II Johan pahlawan, sebelum kita lanjut materi yang dibebankan kepada saya terlebih dahulu saya akan memperkenalkan diri dulu nama saya Khairuddin  tempat tanggal lahir saya di luar negeri yaitu di jerman ( Jeuram Aceh Barat ) tempat tinggal saya di jalan kiblat lorong amanah desa gampa kecamatan johan pahlawan dan saya sudah bekeluarga punya anak tiga, pengalaman akademik saya D III kesastraan dan bahasa di Unsyiah Banda Aceh dan SI di Unsyiah Banda Aceh Juga dan S II di Universitas malang, pengalaman mengajar sudah enam belas tahun, ada di SMA satu dan ada juga di MAN meulaboh, sekarang saya mengajar di SMA muhammaddiyah juga merangkap sebagai konsultan muhammaddiyah,  hanya inilah yang dapat saya sampaikan, nah sekarang kita langsung masuk kepada materi.
MULTIPLE INTELLEGENCES
( MULTI KECERDASAN)
A. PENGERTIAN KECERDASAN
Intelligence Adalah Keseluruhan Kemampuan Indifidu Untuk Berfikir Dan Bertindak Secara Terarah,Serta Mengolah Dan Menguasai Lingkungan Secara Efektif (Marthen Pali,1993). Konsep Intelegensi Awalnya Dirintis Oleh Alfred Bined 1964, Mempercayai Bahwa Kecerdasan Itu Bersifat Tunggal Dan Dapat Diukur Dalam Satu Anggka.
selanjutnya gardner ( 2002) memaparkan pengertian kecerdasan mencakup tiga faktor :
1.    kemampuan menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia.
2.    kemampuan menghasilkan persoalan-persoalan baru untuk diselesaikan.
3.    kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang akan memunculkan penghargaan dalam budaya seorang individu.
B.DULU TUNGGAL, KINI MULTI
Dulu orang mengira bahwa kecerdasan seseorang bersifat tunggal,yakni dalam suatu iq                 ( intellegence qountient) seperti yang kita kenal. Dampak negatif dari persepsi ini adalah siswa yang rendah kecerdasan “akademik tradisionalnya “, yakni matematik dan verbal (kata-kata) seakan tidak dihargai di sekolah dan masyarakat luas. Kini tradisi yang sudah berlangsung hampir seabad tersebut,telah ditemukan ternyata kecerdasan manusia banyak rumpunnya. Kecerdasan itu multidimensional, banyak cabangnya. Jadi tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa punya rumpun kecerdasan!
Delapan rumpun kecerdasan“ multiple intellengences” ( gardner,1994 )
1.    Linguistik
2.    Matematis-logis
3.    Spasial
4.    Kinestetis-jasmaniah
5.    Musikal
6.    Interpersonal
7.    Intrapersonal
8.    Natural
Peserta. Misalnya adanya ada anak kecil yang bertanya tentang adanya tuhan di mana ?
 Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Inilah syarat dan kegunaan belajar tematik.
 C.MULTI KECERDASAN ( MULTIPLE INTELLEGENCES)
1.    KECERDASAN LINGUISTIK
Kemampuan menggunakan kata secara efektif,baik secara lisan  misalnya, (pendongeng,orator) maupun secara tertulis misalnya (pengarang , editor, wartawan).kecerdasan linguistik mencakup kemampuan menggunakan kata, bahasa,bunyi,makna,retorika,dll.
2.    KECERDASAN MATEMATIS-LOGIS
Kemampuan menggunakan angka dengan baik misalnya, (ilmuan, program komputer,ahli logika) kecerdasan ini meliputi kepekaan pada pola dan hubungan logis,hubungan sebab akibat,proses kategorisasi, klasifikasi, generalisasi, penghitungan, pengujian hipotesis dan pengambilan simpulan.  
3.    KECERDASAN SPASIAL
Kemampuan mempersepsi spasial-visual (keruangan) secara akurat misalnya, (pilot, pengemudi, pemburu, pramuka) dan mentranformasikan (dekorator interior-eksterior, arsitek,pelukis penemu) komponen intinya adalah kepekaan pada warna, garis bentuk, ruang dan hubungan antarunsur tersebut.
4.    KECERDASAN KINESTETIK-JASMANIAH
keahlian menggunakan seluruh tubuh untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan misalnya  (aktor, pemain pantomim-operet,penari,atlet) dan keterampilan menggunakan tangan untuk menciptakan atau mengubah misalnya ( pengrajin,teknisi mesin mekanik, dokter bedah, pengukir) kecerdasan ini mencakup kemampuan fisik yang spesifik antara lain keseimbangan,keterampilan,kekuatan,kelenturan,koordinasi dan lain-lain.
5.    KECERDASAN MUSIKAL
Kemampuan mengerjakan bentuk-bentuk musikal dengan cara mempersepsi (pengguna musik),membedakan(kritikus musik),mengubah (komposer) dan mengekspresikan(penyanyi) komponen dasar kecerdasan musikal adalah kepekaan pada irama, pola titi nada /melodi ,warna suara suatu lagu.
6.    KECERDASAN INTERPERSONAL
Kemampuan Mempersepsi Dan Membedakan Susana Hati, Keinginan Motivasi Dan Perasaan Orang Lain.Komponen Utamanya Adalah Kepekaan Pada Ekspresi Wajah,Suara,Gerak,Isyarat ,Merespon Dan Persuasi (Mempengaruhi)
7.    KECERDASA INTRAPERSONAL
Kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak atas pemahaman diri tersebut. Termasuk juga memahami secara tepat kekuatan dan keterbatasannya, menyadari susana hati,keinginan,motivasi, temperamen/watak,disiplin diri dan harga diri.
8.    KECERDASAN  NATURALIS
Keahlian mengenal dan mengatagorikan spesies plora dan fauna dan alam sekitar.kemampuan dasarnya adalah kepekaan terhadap fenomena( gejala) alam dan menyekapi makhluk hidup.
D. MENGENALI MULTI KECERDASAN KITA
isilah kolom berikut untuk mengeksplorasi multi kecerdasan kita masing-masing!
                                                                                                        
 
No    Jenis kecerdasan    Cara berfikir    Kegiatan    Taraf    Ket       
                B    C    K           
1    lingustik    melalui kata-kata    membaca, menulis, bermain kata.                       
2    matematis-logis    melalui penalaran    bereksprimen, tanya jawab, berhitung, teka-teki logis.                       
3    spasial    melalui kesan dan gambar    mendesain, menggambar, mencorat-coret                       
4    kinestetik jasmaniah    kinestetik jasmaniah    berlari, menari, menyentuh, isyarat, membuat bangunan.                       
5    musikal    musikal    bersiul, bersenandung, bernyanyi mendengarkan gerak ritmis.                       
6    interpersonal    interpersonal    berdiskusi, memimpin, mengorganisasi, humas                       
7    intrapersonal    intrapersonal    merenung, menyusun tujuan beribadah merencanakan, memahami kalbu                       
8    naturalis    naturalis    berkebun, berternak, meneliti alam, jelajah alam, peduli lingkungan                    

Keterangan : B : Baik.  C: Cukup. K : Kurang
Penemuan multi kecerdasan, telah membetuk paradigma baru dalam belajar, bahwa sebenarnya tidak ada siswa yang bodoh. Siswa adalah manusia-manusia yang berpotensi bermacam-macam dengan delapan jenis kecerdasan dan berpeluang besar untuk sukses di bidangnya masing-masing. Jadi setiap siswa sebenarnya memiliki satu atau lebih jenis kecerdasan.
E. KECERDASAN EQ (EMOTINAL QOUNTIENT)
Kecerdasan emosi adalah kemampuan untuk: mengenali perasaan sendiri  dan perasaan orang lain. Daniel goldman mengembangkan kecerdasan eq menjadi lima kategori yaitu:
1.    Kesadaran diri : kesabaran emosi dalam menilai pribadi dan percaya diri.
2.    Pengaturan diri : pengendalian diri, sikap dapat dipercaya, waspada, adaptif dan inovatif.
3.    Motivasi : dorongan berprestasi, komitmen,inisiatif dan optimisme.
4.    Empati : memahami orang lain, pelayanan, membantu pengembangan orang lain, menyikapi perbedaan dan kesadaran politis.
5.    Keterampilan sosial :pengaruh/persuasi keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, katalisator dan perubahannya, manajemen komflik, keakraban dan kerja sama dalam kerja tim.
F. KECERDASAN SQ ( SPRITUAL QOUTIENT)
Spritual adalah inti dan pusat diri sendiri. Kecerdasan spritual adalah sumber yang mengilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tampa batas waktu (kebenaran absolut). Kecerdasan spritual digunakan untuk “berhubungan” dengan tuhan sang pencipta. Fungsi otak kanan semuanya berkaitan dengan perasaan atau emosi (eq) makin peka rasa seseorang berarti semakin cerdas budinya,maka dorongan berperilaku kekerasan akan makin terkendali.fungsi otak kanan sangat penting untuk memahami keberadaan allah swt.dalam surat al-sajadah ayat 9 Allah berfirman yang artinya “ kenapa manusia sedikit sekali yang bersyukur mengenal Allah  
Neurolog v.s. Ramachandran bersama timnya di universitas california dalam penelitiannya menemukan adanya titik tuhan (god spot) di dalam otak manusia. Pusat spritual tersbut bersinar ( bergetar ) ketika seseorang terlibat dalam pembicaraan tentang topik-topik spritual dan agama
CIRI-CIRI SQ TINGGI
Menurut dimitri mahayana (2001), ciri-ciri orang yang ber- sq tinggi adalah:
1.    Memiliki prinsip dan visi yang kuat
2.    Mampu melihat kesatuan dalam keaneka ragaman.
3.    Mampu memaknai setiap sisi kehidupan.
4.    Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan.
G. OTAK KIRI DAN KANAN
Selama ini dalam belajar atau dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menggunakan setengah kemampuan saja, yakni otak kiri. Seharusnya otak kiri dan kanan dimanfaatkan semua secara harmonis.
CIRI KERJA OTAK KIRI:
1.berfikir secara berurutan
2.logis
CIRI KERJA OTAK KANAN
1.berfikir secara acak,
2.holistik dan kreatif
3.proses menghafal cepat
4.membaca cepat dan berfikir kreatif
H.CATATAN
Intelegensi bukan satu-satunya penentu keberasilan,bahkan menurut hasil penelitian peranan intelegensi (iq) hanya 20 % saja bagi keberhasilan. Selebihnya 80%ditentukan oleh faktor lainnya yakni kecerdasan emosional dan spritual
Pembagian Kelompok
Kelompok A tentang :
1.    Latar belakang pembelajaran tematik
2.    Karakteristik pengembangan anak kelas awal sekolah dasar
3.    Ruang lingkup tematik
4.    Cara anak belajar
Kelompok B tentang :
1.    Belajar dan pembelajaran bermakna
2.    Pengertian pembelajaran tematik
3.    Landasan pembelajaran tematik
Kelompok C tentang :
1.    Arti penting pembelajaran tematik
2.    Karakteristik pembelajaran tematik
3.    Rambu-rambu pembelajaran tematik
Kelompok D tentang :
1.    Implikasi pembelajaran tematik
Kelompok E tentang :
1.   Tahap Persiapan Pelaksanaan
2.   Tahap Pelaksanaan
Kelompok F tentang :
1.     Penilaian
Latar Belakang
•    Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya
•    Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD  kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik
Dengan jaringan tema lingkungan yang akurat, Contoh:  menghitung anatomi tubuh (bernyanyi yan ada kaitan dengan alat tubuh)
Interdispliner : keterpaduan antar pelajaran yang menyeluruh, bermakna : melalui pengalaman nyata
•    Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.
Pengertian
•    Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat  memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik.
•    Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.
Tujuan
•    Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas;
Lihat indicator dan ini harus sesuai
•    Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama;
•    Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
•    Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif.
Manfaat Pembelajaran Tematik
•    Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar.
•    Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran.
•    Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah.
Selama ini diprediksikan bahwa satu pelajaran tidak ada kaitan padahal semua punya keunggulan dan keterkaitan
•    Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Saya bukan mengatakan kelompok lain tidak bagus, tapi karena waktu jadi kita persingkat mungkin tidak semua kelompok bisa hadir.
Kelompok D
Karakteristik Pembelajaran Tematik
•    Berpusat pada peserta didik
Mereka yang melakukan kita hanya mengarahkan dan selama ini guru tampil berceramah sehingga ada kesan guru sebagai penceramah
•    Memberikan pengalaman langsung
Yang mangalami sia Anak  ,
•    Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran
•    Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran
Dari segi teori bahwa satu pelajaran dengan yang lainnya berhubungan
•    Bersifat fleksibel
Bisa berdiskusi dll, bisa faska dan personal
•    Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik
Kalau tema AKU maka ini cocoknya kelas I,kemampuan menyusun kata hingga dia pintar.
•    Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
Implikasi Pembelajaran Tematik
Implikasi bagi:
•    Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.
•    Peserta didik: harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi.
Ada mate matika, olahraga, biologi.
Implikasi Pembelajaran Tematik
Sarana prasarana, sumber belajar dan media:
•    Memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.  
•    Memanfaatkan berbagai sumber belajar
•    Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang   bervariasi
•    Masih dapat menggunakan bahan ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi
Pengaturan ruang kelas:
•    Ruang perlu ditata disesuaikan dengan tema yang sedang   dilaksanakan.
•    Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung .
bisa didalam kelas dan kadangkala diluar kelas.
•    Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/ karpet
•    Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
•    Alat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.
Disebut sbagi Vortofolio mereka
•    Pemilihan metode : pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai variasi metode (percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap)
baik di dalam kelas maupun di luar kelas, Tidak hanya dengan metode ceramah tapi bisa demontrasi, sosio drama dll

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Sampai disini ada masalah, atau sdh bisa dipahami
Peserta :Saya kurang jelas tentang poin tiga Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang   bervariasi
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator): Anatomi tubuh yang seperti kita jelaskan tadi yang disesuaikan dengan mata pelajaran dan indicator yang sesuai dengan peserta didik. Sampai disini bagaimana atau saya jelaskan tidak begitu jelas
Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik
•    Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
•    Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester.
•    Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri.
•    Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri.
•    Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral dan cerita tanah air.
•    Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat.
Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
Tahap Persiapan:
1.    Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dalam Tema
Kita harus membuat pemetaan tanda SK, KD, Indikator dan lain
2.    Penetapan Jaringan Tema
Kita harus menentukan tema
3.    Penyusunan Silabus
4.    Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
1.    Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar,  Indikator Dalam Tema
Kegiatan pemetaan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang dipilih.
Yang jelas ini harus dipadukan dalam satu tema
Kegiatan Pemetaan
1.    Penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam indikator
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan indikator:
•    Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik
•    Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik mata pelajaran
•    Dirumuskan dalam kata kerja oprasional yang terukur dan/atau dapat diamati
Yang jelas siswa dapat memperkenalkan diri
2.    Menentukan tema
Cara penentuan tema
•    Cara pertama, mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
•    Cara kedua, menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru dapat bekerjasama dengan peserta didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
Khairuddin: Yang jelas ini ada saling  keterkaitan
Prinsip Penentuan tema
•    Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik
•    Dari yang termudah menuju yang sulit
•    Dari yang sederhana menuju yang kompleks
•    Dari yang konkret menuju ke yang  abstrak.
    Khairuddin Ini dimaksud dengan tiori yang jelas anak2 dapat membuat defenisi
•    Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik
    
•    Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya
Yang jelas ini harus membuat tema
3.        Identifikasi dan Analisis Standar Kompetensi,  Kompetensi Dasar dan Indikator
Mengidentifikasi dan menganalisis setiap Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator terbagi habis dalam tema.
Menetapkan Jaringan Tema
Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat  kaitan antara tema,  kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema.
Menetapkan Jaringan Tema
Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat  kaitan antara tema,  kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema. .
Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja.Isya Allah  setelah shalat Ashar kita lanjut kembali dengan materi yang sama dan saya berharap Bapak/Ibu cepat kembali ke ruangan .Asalam mualaikum wr. wb.
Break
Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh .
Menetapkan Jaringan Tema
Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat  kaitan antara tema,  kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema
Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema pemersatu sehingga akan terlihat  kaitan antara tema,  kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini dapat dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema
Penyusunan Silabus
Komponen silabus terdiri atas standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, pengalaman belajar, alat/sumber, dan penilaian.
Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Komponen rencana pembelajaran tematik meliputi :
•    Identitas mata pelajaran
•    Kompetensi dasar dan indikator yang akan dilaksanakan.
•    Materi pokok beserta uraiannya yang perlu dipelajari
•    Strategi pembelajaran (kegiatan pembukaan, inti dan penutup).
•    Alat dan media serta sumber bahan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran tematik
•    Penilaian dan tindak lanjut
Tahap Pelaksanaan
1.    Tahapan/jadwal kegiatan per hari
    - Kegiatan Pembukaan (± 1 jp)
    - Kegiatan Inti (± 3 jp)
    - Kegiatan Penutup (± 1 jp)
2.    Pengaturan jadwal pelajaran

1. Tahapan Kegiatan
Pelaksanaan pembelajaran tematik setiap hari dilakukan dengan menggunakan tiga tahapan.
a.    Kegiatan Pendahuluan/awal/pembukaan (1 jam pelajaran)
    Kegiatan ini dilakukan terutama untuk menciptakan suasana awal pembelajaran berupa kegiatan untuk pemanasan. Pada tahap ini dapat dilakukan penggalian terhadap pengalaman anak tentang tema yang akan disajikan. Beberapa contoh kegiatan yang dapat dilakukan adalah bercerita, kegiatan fisik/jasmani, dan menyanyi
b. Kegiatan Inti
    Dalam kegiatan inti difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan kemampuan baca, tulis dan hitung. Penyajian bahan pembelajaran dilakukan dengan menggunakan berbagai  strategi/metode yang bervariasi dan dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, ataupun perorangan.
c.   Kegiatan Penutup/Akhir dan Tindak Lanjut
    Sifat dari kegiatan penutup adalah untuk menenangkan. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah menyimpulkan/mengungkapkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan, mendongeng, membacakan cerita dari buku, pantomim, pesan-pesan moral, musik/apresiasi musik

Contoh Jadwal Harian
 
Pembukaan    Waktu berkumpul (anak menceritakan pengalaman, menyanyi, melakukan kegiatan fisik sesuai dengan tema)       
Inti    •    Pengembangan kemampuan menulis (kegiatan kelompok besar)
•    Pengembangan kemampuan berhitung (kegiatan kelompok kecil atau berpasangan)
•    Melakukan pengamatan sesuai dengan tema, misalnya mengamati jenis kendaraan yang lewat pada tema transporasi, menggambar hewan hasil pengamatan       
Penutup    •    Mendongeng
•    Pesan-pesan moral
•    Musik/menyanyi    
2. Pengaturan Jadwal Pelajaran
•    Pengaturan jadwal dilakukan untuk memudahkan administrasi sekolah
•    Guru bersama dengan guru mata pelajaran  pendidikan agama, guru pendidikan jasmani dan guru muatan lokal dapat bersama-sama menyusun jadwal pelajaran
•    Jadwal pelajaran ini bersifat fleksibel sesuai dengan situasi dan keperluan sekolah
Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik
•    Penilaian dalam pembelajaran tematik adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik melalui pembelajaran.
•    Penilaian di kelas I, II, dan III mengikuti aturan penilaian mata-mata pelajaran lain di Sekolah Dasar. Mengingat bahwa peserta didik kelas I SD belum semuanya lancar membaca dan menulis, maka cara penilaian di kelas I tidak ditekankan pada penilaian secara tertulis.
•    Kemampuan  membaca, menulis, dan  berhitung  merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Oleh karena itu, penguasaan terhadap ke kemampuan tersebut adalah prasyarat untuk kenaikan kelas.
•    Penilaian dilakukan dengan mengacu pada indikator masing-masing Kompetensi Dasar dari masing-masing mata pelajaran.
•    Penilaian dilakukan secara terus menerus  dan  selama  proses belajar mengajar berlangsung, misalnya sewaktu peserta didik bercerita pada kegiatan awal, membaca pada kegiatan inti, dan menyanyi pada kegiatan akhir.
•    Hasil karya/kerja peserta didik dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi guru dalam mengambil keputusan untuk peserta didik misalnya: penggunaan tanda baca, ejaan kata, maupun angka.
•    Pada pembelajaran tematik penilaian dilakukan untuk mengkaji ketercapaian Kompetensi Dasar dan Indikator pada tiap-tiap mata pelajaran yang terdapat pada tema tersebut. Dengan demikian penilaian dalam hal ini tidak lagi terpadu melalui tema, melainkan sudah terpisah-pisah sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indikator mata pelajaran.
•    Nilai akhir pada laporan (raport) dikembalikan pada kompetensi mata pelajaran yang terdapat pada kelas I, II, dan III Sekolah Dasar



Hari Keempat, Selasa 21 Oktober  2008
Khairuddin, M.Pd (Tutor): Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.  Kita dapat berjumpa kembali untuk sesion pertama kita akan menguraikan berkenaan dengan Muatan Lokal, ibu-ibu menyimak dan tidak berbicara, dan jika mendengar sambil berbicara maka apa yang ibu tanggapi tidak masuk secara maksimal, saya sebagai pasilitator akan tetapi ibu-ibu dan bapak sendiri harus ada keyakinan untuk mendapat sasaran yang diharapkan, kalau kita lihat waktu Cuma sedikit tetapi kalau kita pergunakan semaksimal mungkin yang sedikit itu akan menjadi lebih banyak waktu. Ibu dan bapak tolong di lihat sekitar 5 menit setelah itu siapa yang mau maju kedepan saya persilakan.
Pembelajaran terpadu melaui tema antara satu temadengan tema yang lain dan bisa menjangkau dengan pelajaran lain
MUATAN LOKAL
I.   PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
         Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural (ada berbagai kesenian yang dulu belum diangkat sebagai materi intensial pada daerah tertentu), mulok. Adanya mulok karena ada Otonomi daerah.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) memperjelaskan :
1.    Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat.
2.    Subordinasi  : kekuasaan ada pada seseorang.
3.     Pendekatanbiogratik : berbelit-belit.
4.    Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu.
5.    Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah ( tingkat 1 dan 2 ) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif.
6.    Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan syariat).   
B. Landasan
·    UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
·    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2).
·    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Tabel
Pasal 37 Ayat (1)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat :
1.    Agama        
2.    PPKN
3.    Bahasa
4.    IPS
5.    IPA
6.    Seni Budaya
7.    Penjaskes
8.    Keterampilan
9.    Mulok
Pasal 38 Ayat (2)  Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relefansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan  komite sekolah/Madrasah dibawah koordinasi dan superfisi Dinas Pendidikan Atau Kantor Depag Kab/kota untuk pendidikan dasar dan propinsi untuk pendidikan menengah
PP No 19
·    Standar Isi.
·    Standar Proses.
·    Standar Hasil.
C. Tujuan
Tujuan Umum:
Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
Tujuan Khusus:
Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat:
·    Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya.
·    Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa.
·    Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
D. Pengertian
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
E. Ruang Lingkup
1.    Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah
o    Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya.
o    Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
2.    Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah (yang telah dikodifikasikan/stadarisasikan), bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran
A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini
·    Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah?
·    Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD.
·    Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah dapat menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai.
B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD
·    Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah.
·    Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok.
·    Mengidentifikasi bahan kajian Mulok.
·    Menentukan Mata Pelajaran Mulok.
·    Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya.
3. Pelaksanaan
Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan
·    TPK (Tim Pengembangan Kurikulum).
·    LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan).
·    PT (Perguruan Tinggi).
·    Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya:  
       - Pemerintah Daerah/Bapeda,
         - Dinas Departemen lain terkait,
         - Dunia Usaha/Industri,
         - Tokoh Masyarakat.
5. Rambu-Rambu
·    Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode memengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar memengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial.
·    Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu  
·    kepada suatu tujuan pemengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran.
·    Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
6. Penilaian
·    Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

·    Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
7. Pelaporan
Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif.
ANALISIS PENCAPAIAN KKM
RAMBU-RAMBU
Ø    KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran
Ø    KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah
Ø    Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100
Ø    Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100
Ø    Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal
Ø    Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS ( laporan hasil belajar siswa )

 

 

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
A.    Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
    1. Kompleksitas    :    - Tinggi = 1
                    - Sedang = 2
                    - Rendah = 3
    2. Daya dukung    :    - Tinggi = 3
                    - Sedang = 2
                    - Rendah = 1
    3. Intake        :    - Tinggi = 3
                    - Sedang = 2
                    - Rendah = 1
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang  nilainya adalah:                   (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89
                                            9
Break
Diskusi Kelompok
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)Mengajak para peserta untuk membagikan kelompok   6  (enam kelompok )
hanya satu kelompok yang akan tampil karena waktu di karenakan waktu.
break
Hasil persentase kelompok A

 


Kompetensi dasar dan Indikator    Kriteria Ketuntasan Minimal       
    Kriteria Penetapan Ketuntasan    
Nilai
KKM       
    Kompleksitas    Daya dukung    Intake           
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
§    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
§    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
§    Menganalisis  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara    

1

2

1    

3

2

3    

3

1

2    
7,03


7,77

5,55
7,77    





Hasil persentase kelompok B

 


Kompetensi dasar dan Indikator    Kriteria Ketuntasan Minimal       
    Kriteria Penetapan Ketuntasan    
Nilai
KKM       
    Kompleksitas    Daya dukung    Intake           
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara
§    Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial
§    Menguraikan  pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa
§    Menganalisis  pengertian negara dan unsur  terbentuknya Negara    

1

2

1    

3

2

3    

3

1

2    

7,03

7,77

5,55
7,77    

Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Kalau sudah mengerti semua materi ini tidak perlu kita lanjut lagi bagaimana kalau kita lanjut ke Pengembangan Diri.
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan menengah
Landasan Pengembangan Diri.
·    UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas:
·    Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan.
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widiaswara, tutor, instruktur, falisitator dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususanya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan
Pendidikan nasional adalah berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan berbangsa selanjutnya tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah,dan berakhlak mulia, sehat, ber ilmu, cakapp, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang demokratif dan bertanggung jawab
Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangung kemauan dan mengembangkan kreatifitas peerta didik dalm proses pembelajara
·    PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan:
·    Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.
·    Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.
·    Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Pendddik adalah tentang kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, kenslong, pamong belajar, widiaiswara, tutor seperti saya/ pasilitator, instruktur dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhsususannya serta berpartisipasi dalam penyelenggaraan penddikan.
pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran : Pddkn diselenggarakan dengan memberi keteledanan  ( Contoh Model ), membangun kemauan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses PBM.
Pengertian Pengembangan Diri
·    Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai  bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.
·    Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling  berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.
·    Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir ( Khusus STM Dan SMEA ).
Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik
Tujuan Umum: Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat,  minat, kondisi dan perkembangan  peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus: Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan :
a.    Bakat ( Sifat pembawaan sejak lahir )
b.    Minat ( Kegemaran dan kesukaan Dll )
c.    Kreativitas
d.    Kompetensi dan kedapataan dalam kehidupan
e.    Kemampuan kehidupan keagamaan
f.    Kemampuan sosial
g.    Kemampuan belajar
h.    Wawasan dan perencanaan karir
i.    Kemampuan pemecahan masalah
j.    Kemandirian
Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri
Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual,  kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan :
·    Layanan dan kegiatan pendukung Konseling
·    Kegiatan Ekstra Kurikuler
·    Kegiatan  pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut :
o    Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan,  pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
o    Spontan, adalah kegiatan  tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
o    Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.
Konseling
Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bidang Pelayanan Konseling
a.    Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik  kepribadian dan kebutuhan dirinya secara  realistik.
b.    Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
c.    Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
d.    Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Fungsi Bimbingan Konseling
·    Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
·    Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya..
·    Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
·    Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
·    Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.

Jenis Layanan Konseling
·    Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.
·    Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
·    Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
·    Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kedapataan  yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
·    Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
·    Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
·    Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
·    Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
·    Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Kegiatan Pendukung
·    Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes.
·    Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
·    Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
·    Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya.
·    Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
·    Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Format Kegiatan
·    Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan.
·    Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok.
·    Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas.
·    Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau  sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
·    Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program
·    Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
·    Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
·    Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
·    Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
·    Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
·    pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program
·    Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
·    Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
·    Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
·    Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
·    Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
Penyusunan Program
Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor .
Pelaksanaan Kegiatan Konseling
Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
·    Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas.
·    Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal
·    Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:
·    Kegiatan tatap  muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas.  
·    Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas.
·    Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
Peserta :Kenapa pemerintah tidak menetapkan guru mata pelajaran Konseling ditiap sekolah?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator): Bu tunggu saya menjadi kepala Dinas maksunya gini, saya di SMA Muhamaddyah menjadikan konsultan bukan menggantikan kepala sekolah, sesuai dengan di lingkungan SMA Muhamddyah berarti kan saya kepala dinasnya, tapi di Muhammdyah kami sedang merangcang buku tetang konseling.
Kegiatan Ekstra Kurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah/madrasah.
Sebelum kita akhiri saya ingin ibu memberikan  sedikit arahan tentang ekstra kurikuler.
Peserta : Fungsi Kegiatan Ekstrakurikuler
·    Pengembangan, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan kreativitas peserta didik sesuai dengan potensi, bakat dan minat mereka.
·    Sosial, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik.
·    Rekreatif, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan suasana rileks, mengembirakan dan menyenangkan bagi peserta didik yang menunjang proses perkembangan.
·    Persiapan karir, yaitu fungsi kegiatan ekstra kurikuler untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik.
Prinsip Kegiatan Ekstra Kurikuler
·    Individual, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan potensi, bakat dan minat peserta didik masing-masing.
·    Pilihan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang sesuai dengan keinginan dan diikuti secara sukarela peserta didik.
·    Keterlibatan aktif, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh.
·    Menyenangkan, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler dalam suasana yang disukai dan mengembirakan peserta didik.
·    Etos kerja, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang membangun semangat peserta didik untuk bekerja dengan baik dan berhasil.
·    Kemanfaatan sosial, yaitu prinsip kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat.
Ada pertanyaan
Peserta : Dalam pengembangan anak harus ada sarana dan prasarana sedangkan di sekolah kami belum ada
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator): menjawab itu harus di musyawarah dengan dinas terkait dan dengan komite sekolah dan buat proposal untuk mencari dana, tapi yang khawatirkan  sekarang banyak sekolah tidak dapat membuat proposal padahal di Aceh ada BUMD dan BUMN itu dapat di fungsikan untuk di buat proposal
Sebelum saya akhiri apa ada pertanyaan karena ini yang terahkir dan besok kita akan praktek.
Peserta :Bagai mana membuat RPP apa harus sesuai degan roster?
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator): Iya harus sesuai dengan tema, misalnya pelajaran IPA, matematikan itu harus di padukan ( saling terkait dari satu ketema yang lain ) dan kalau memang hari ini tidak tuntas dapat dilanjuntukan besok.
Terima kasih itulah yang dapat kita sampaikan pada hari terakhir ini, dan semoga apa yang kami sampaikan dapat ibu terima, kami menyadari masih banyak kekurangan, dan untuk pertemuan yang lebih lanjut ibu-ibu dapat menjumpai kami dengan alamat di GSF atau di SMU Muhammadiyah Meulaboh, saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb
Hari kelima, Rabu, 22 Oktober 2008 Penutupan
Yusrijal: Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdulillah pada hari ini hari terakhir  acara, dan bapak ibu sudah melaksanakan praktek dilapanngan dengan materi yang sudah diberikan selama beberapa hari ini, untuk lebih jelas tentang praktek tadi dilapangan,kita dengarkan arahan dari kedua Fasilitator kita, untuk yang pertama kepada bapak Adi Darmawan kami persilahkan !
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator):Assalam mualaikum wr,wb. Bapak ibu saya bahagaia sekali pada hari ini melihat bapak ibu, yang pertama rasa kagum, pelatihan kita selama dua hari ini yang saya dampingi tapi ketika saya jalan-jalan ada suasana yang membuat saya bangga ketika saya mengawasi saat praktek tadi, sungguh luar biasa, ada anak yang di suruh mengungkapkan aspirasi, ini sungguh luar biasa, dan jika ini kita mulai dari awal, maka kelak akan menjadi anak yang tidak hanya memendam suara didalam hati, RPP ini saya belum sempat baca, tapi masih ada juga tadi yang saya lihat sewaktu nulis membelakangi murid.
 Catatan untuk kedepan jangan pernah nulis dengan membelakangi siswa, karena kita tidak bisa melihat posisi anak sedang apa, dan yang lain sudah bagus, kelas II alat peraga sesuai dengan dicatatan saya, disini tidak dituntut jawaban siswa harus benar, tapi tujuan kita menumbuhkan keberanian. Tadi ada yang bawa helm, ini menimbulkan pertanyaan kepada anak helm ini apa keguanaannya, tapi sayang Anak-anak mungkin tidak tahu kegunaannya, alat peraganya sudah termasuk bagus, secara keseluruhan sungguh luar bisaa, tapi masih banyak mengajar dengan menggunakan kata “kor” di kelas.
Padahal bisa ditumbuhkan pertanyaan secara langsung walau belum tentu bisa di jawab tapi ini adalah proses, dan tadi ada yang gemetar saat dilihat, mungkin penguasaan materi sangat kurang. Ini akibat mental padahal menurut saya materi yang ibu bahas tadi saya yakin ibu bisa, mungkin cara penilaian saya salah nanti kita bisa diskusikan kembali diluar ruangan. Penguasaan kelas bagus hingga Anak-anak bisa didisiplinkan, indentitas kelompok bagus, penyiapan bahan oke diskusi bagus, ini saja penilaian dari saya saya akhiri, Assalam mualaikum wr,wb.
Khairuddin, M.Pd (Faslitator):Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdullillah telah sama-sama kita laksanakan praktek dilapangan tadi, Bapak ibu yang hadir dikesempatan ini yang saya banggakan, perlu saya sampaikan sebagai sumbang pikiran, RPP ini satu kali masuk bukan satu topik, contoh ini sudah ada ditangan bapak ibu silahkan gunakan. RPP kelas IV - VI tidak cocok bila digunakan pada kelas I –III., pada prinsipnya sudah dilakukan dengan maksimal, tapi ada catatan yang harus diingat bersama, ketika hendaknya mulailah sesuatu dengan berdoa, walau hanya dengan ayat-ayat pendek.
Dan juga saya lihat tadi pada saat menutup pelajaran tidak ada penarikan kesimpulan, tidak ada sisipan sisi moral, seharusnya ada pesan moral yang disampaikan kepada murid, penguasaan materi ini sudah bisa tapi masih ada yang belum menguasai, usahakan cerita pendek yang mengandung unsur “In” ini dapat dibedakan, dan ada juga yang disebut alur maju dan juga campuran, ini dipillih untuk ditarik keindikator, secara umum saya garis bawahi bahwa penulisan bahasanya yang perlu dipelajari kembali, dan secara umum harus ada perbaikan kedepan.
Metode pemberlajaran ini sudah saya ajarkan kemarin, ada CTL investigasi dan lain lain, pada prinsipnya sudah baik cuma keaktifan guru yang masih kurang kedepan agar Anak-anak lebih dibimbing, diarahkan oleh guru sampai dia menemukan sendiri. Indikator yang akan menjadi patron ibu dalam pengajaran yang tidak jauh dari indikator, dan nanti secara lebih detil kita bahas lagi, karena waktu, contoh sudah ada ditangan bapak ibu dan ibu bisa pelajari lebih lanjut dirumah, jika bapak ibu sudah tahu tapi bapak ibu tidak lakukan maka ini akan berdosa, kalau ada yang kurang berkenan dan ada senyum yang tidak berkesan saya mohon maaf saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb.
Yusrijal:Terima kasih kepada tutor dan selanjut pembagian sertifikat secara simbolis kepada dua orang yang terfavorit, bukan berarti yang lain tidak terfavorit, tapi ini hanya untuk simbolis, kepada. Ibu Asniati dan kepada Ibu Mariani kami persilahkan kedepan, kepada bapak khairuddin kami persilahkan untuk menyerahkan sertifikat kepada Ibu Asniati dan Kepada Bapak Adi Darmawan kami persilahkan untuk menyerahkan sertifikat kepada Ibu Mariani...
Penyerahan Sertifikat secara Simbolis
1.    Ibu Sry Wahyuni SDN 8 Meulaboh Oleh Bapak  Khairuddin, M.Pd    
2.    Ibu Mardawati SDN 2 Meulaboh 0leh Bapak Adi Darmawan, S.Ag
Yusrijal: Selanjutnya pengisian lembar evaluasi ( Yang dipandu oleh Panitia untuk pengisiannya ) ibu kami harap jangan ada yang tulis nama, supaya kami dapat mengetahui kelemahan yang ada pada kami
Abdul Jalil (Direktur GSF):Asalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Syukur kepada Allah SWT, yang telah menyukseskan acara kita sampai hari ini, yang telah membri kesehatan sehingga sukses acara yang telah direncanakan, dan kita sangat sayang akan ada beberapa peserta yang tidak ikut pelatihan ini, bu saya mengharapkan kepeda Ibu-ibu semua utuk diperbanyak membaca seperti saya bukan sarjana pendidikan tapi sarjana pertanian karena saya banyak membaca saya tau tentang pendidikan kalau diajak berdialong saya tidak mau kalah dengan profesor manapun.
Terima kasih kepada Bapak Adi dan Bapak  Khairuddin yang telah memberikan materi semoga bisa kita memanfaatkan sampai akhir hayat, dan bisa diterapkan di sekolah dan semoga kepada tutor diberi balasan oleh Allah SWT. Bapak ibu blangko ini bisa diisi, satu minggu atau satu bulan, format ini bisa diubah, dan jika lebih bisa dikurangi dan jika kurang bisa ditambah, dan ini menjadi bahan ibu untuk benah diri, kami ini hanya pendamping bapak ibu di sekolah,
Acara ini dapat kami selenggarakan atas dukungan dana dari CAFOD serta dukungan masyarakat dan pemda aceh barat, baiklah bapak ibu acara kita sudah selesai dengan mengucapkan Alhamdulilah acara saya tutup, bila ada kesalahan selama pelatihan kami mohon maaf, selama pelatihan pulang dalam hujan ini kita sama-sama kena hujan saya pun pakai honda jadi juga basah, semalam sampai kerumah jam 8, oke bapak ibu terima kasih mohon maaf atas kesalahan, Assalam mualaikum wr,wb.
Tgk. Hasballah Doa....

Yusrijal Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pulalah acara penutupan kita pada hari ini, saya selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan bahasa saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb
Selesai

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday72
mod_vvisit_counterYesterday886
mod_vvisit_counterThis week2834
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month26071
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days585285

Online (20 minutes ago): 19
Your IP: 38.107.179.230
,
Today: Mei 23, 2012