|
Assalam mualaikum, wr. Wb, Syukur Alhamdulillah kepada Allah, Salawat Salam kepada Rasulullah, dan kepada sahabat-sahabat semua, penghormatan saya kepada Bapak Adi Darmawan selaku tutor, penghormatan saya kepada bapak dan ibu yang telah hadir memenuhi undangan kami dalam rangka pelatihan guru Wali kelas II Rayon Woyla ( woyla Induk, woyla barat, woyla timur ) dan juga terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan acara ini sehingga bisa terlaksanakan pada hari ini, salamat berjumpa kembali yang sudah pernah berjumpa dan selamat berjumpa bagi yang pertamakali mengikuti pelatihan ini, GSF melaksanakan training ini kita rencanakan 4 hari dalam ruangan ini, dan hari kelima praktek dibeberapa sekolah. Bapak-bapak dan Ibu-ibu tolong di pergunakan kesempatan yang sedikit ini, dan harapan kita kedepan Bapak-bapak dan Ibu-ibu memiliki RPP untuk 1 tahun, kemudian harapan kami Aceh Barat ( khususnya Kecamatan Woyla Raya ) ini menjadi Pilot Projet untuk beberapa tahun kedepan khusus untuk SD sehingga ada guru yang study keluar , kemudian saya memohon maaf sekali lagi karena acara ini agak terlambat dimulai sedikit, GSF mengharapkan jangan ada terulang kembali seperti orang tua kita dahulu yang tidak ada data Best di sekolah mudah-mudahan dengan adanya data Best semua sekolah didaerah kita bisa maju dan berkembang, jangan seperti STAI Tgk Dirundeng yang tiap hari selalu turun mutu dikarenakan para dosen selalu memetingkan diri sendiri ( tidak mementingkan pendidikan ) contoh aja yang nyata legalisir ijazah sekarang harus ke Banda Aceh. kata Azwarliza Report Officer: atas nama (Direktur GSF) dalam sambutan pembukaan workshop.
Notulensi Workshop Wali Kelas II SD-MI Johan Pahlawan, 10 – 14 Juni 2008 TRAINING WALI KELAS II Dilaksanakan Grassroots Society Forum (GSF) Support BY CAFOD Aula SDN Kuala Bhee, 28 Juli – 01 Agustus 2008
Hari Pertama, Senin, 28 Juli 2008
Wahidin Pembukaan
Tgk. Hasballah Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Azwarliza Report Officer: atas nama (Direktur GSF)
Assalam mualaikum, wr. Wb, Syukur Alhamdulillah kepada Allah, Salawat Salam kepada Rasulullah, dan kepada sahabat-sahabat semua, penghormatan saya kepada Bapak Adi Darmawan selaku tutor, penghormatan saya kepada bapak dan ibu yang telah hadir memenuhi undangan kami dalam rangka pelatihan guru Wali kelas II Rayon Woyla ( woyla Induk, woyla barat, woyla timur ) dan juga terima kasih kepada panitia yang telah mempersiapkan acara ini sehingga bisa terlaksanakan pada hari ini, salamat berjumpa kembali yang sudah pernah berjumpa dan selamat berjumpa bagi yang pertamakali mengikuti pelatihan ini, GSF melaksanakan training ini kita rencanakan 4 hari dalam ruangan ini, dan hari kelima praktek dibeberapa sekolah.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu akan praktek perlokal, dan hari ini Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang mengajar di kelas II dan nanti akan praktek di kelas I – VI dan tidak ada kata yang tidak bisa karena saya yakin tidak ada fakultas yang hanya menghasilkan guru2 kelas II, dan ini ada bahan yang diberikan panitia untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu nanti sesampai di rumah dapat mengulang pelajaran di training sewaktu dirumah, dan ketika masuk langsung tahu halaman yang diberikan materi oleh tutor, dan mudah-mudahan dapat dibaca kembali di rumah, dan GSF menyediakan 2 pemateri pak Adi hari ini dan besok, dan pak Khairuddin tanggal 30-31 juli 2008 dan seterusnya, dan jika ada yang tidak jelas maka tolong pertanyakan kepada pemateri,
Bapak-bapak dan Ibu-ibu tolong di pergunakan kesempatan yang sedikit ini, dan harapan kita kedepan Bapak-bapak dan Ibu-ibu memiliki RPP untuk 1 tahun, kemudian harapan kami Aceh Barat ( khususnya Kecamatan Woyla Raya ) ini menjadi Pilot Projet untuk beberapa tahun kedepan khusus untuk SD sehingga ada guru yang study keluar , kemudian saya memohon maaf sekali lagi karena acara ini agak terlambat dimulai sedikit, GSF mengharapkan jangan ada terulang kembali seperti orang tua kita dahulu yang tidak ada data Best di sekolah mudah-mudahan dengan adanya data Best semua sekolah didaerah kita bisa maju dan berkembang, jangan seperti STAI Tgk Dirundeng yang tiap hari selalu turun mutu dikarenakan para dosen selalu memetingkan diri sendiri ( tidak mementingkan pendidikan ) contoh aja yang nyata legalisir ijazah sekarang harus ke Banda Aceh. kata Azwarliza Report Officer: atas nama (Direktur GSF) dalam sambutan pembukaan workshop.
Dan harapan saya besok pagi dapat datang tepat waktu, dan pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, baiklah bapak ibu dengan mengucapkan Bismillah hirrahman nirrahim, training Wali Kelas II wilayah Rayon Woyla support anggaran dari Cafod, tanggal 28 Juli sampai 01 Agustus 2008 dengan resmi saya buka………saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Assalammu’alaikum wr, wb. Dan yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW berkat perjuangan beliau sehingga kita diliputi dari alam yang tidak berpengetahuan hingga mendapat pengatahuan sekaligus saya senang sekali bisa bertemu dengan orang tua saya, teman2 sekaligus kerabat sekerja dalam upaya kita menjalin silaturahmi berbagi informasi dan semoga silaturahmi ini tetap terjalin hingga kita meninggalkan tempat ini.
Ibu-ibu hari ini kita akan bahas SKL (Standar Kopentensi Lulusan), Pengembangan Bahan Ajar kalau bahan ini selesai dengan bagus artinya bagus tangngapannya dan bagus juga silaturahminya maka kita bisa lanjut ke Silabus, jika ada pembicaraan saya tidak sesuai dengan yang sudah ada dipikiran Ibu-ibu maka silahkan dipertanyakan. Karena jika sebelumnya sudah ada pengetahuan ttg ini maka akan susah menerima pengetahuan dari saya, Ibu-ibu saat ini kita belum punya Kurikulum KTSP, saat ini kita hanya memakai produknya saja baik dari SD sampai SMU.
Adi Darmawan, S. Ag
Adi Darmawan, S. Ag menanyakan kepada peserta Apa guna dari sebuah Standar kelulusan bagi seorang guru ? lalu Pak Adi menjelaskan Saya rasa itu sudah dilakukan dan saya yakin guru dikuala bhee sudah melakukan itu semua?Bapak-bapak dan Ibu-ibu Dari semua pelatihan yang sudah dilaksanakan saya sangat senang di Kuala Bhee karena di waktu pelatihan wali Kelas I semua peserta tampil bagus dan saya mengharapakan pelatihan Wali kelas II kali ini juga begitu.
Yang perlu kita tahu
· KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembangkan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yang disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum tingkat satuan pendidikan
· Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembangkan oleh satuan pendidikan
Peserta Setelah mendengar kupasan dari bapak tentang kurikulum itu tidak berubah jadi yang selalu diterapkan kepada kami apa, kami sebagai guru ini tidak tahu kemana arah yang akan dibawa, dan kami ini hanya sebagai pengajar, dan dengan adanya training ini kami mengharapkan bagaimana kedepan agar kami terarah, kami dari guru2 ini bingung bagaimana arah kami kedepan.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Tidak mesti semua pertanyaan harus ada jawaban, kurikulum ini berubah memang berubah harus berubah dan patut berubah, dan apanya yang berubah, saya melihat kalau kurikulum ini menurut tahun, tapi kenyataan selama saya di SMU 2 dari pertama masuk sampai dengan sekarang tidak pernah berubah, dan sekarang kebebasan diberikan ke sekolah untuk menelaah, Ibu-ibu sudah pernah mendengar tematik, apakah sudah pernah mempraktekkan ? 1. Sebenarnya kalau tematik Full ini pelajaran tidak di batasi untuk kelas I – III 2. Tidak diajar per pelajaran materi pokok tapi diajar tentang satu tema mencakup seluruh pelajaran ini yang namanya tematik Jadi, kita harus menemukan titik temu, tematik ini mengajar sekaligus tidak dipisah-pisah
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 · Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan · Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran · Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Yang ingin kita ketahui hari ini bagaimana menggunakan SKL, SKL ini kalau diramu ada 3 yaitu : 1. Membaca 2. Menulis 3. Menghitung Tapi jika hanya ke 3 hal tersebut saja yang di ramu di sekolah Ibu-ibu maka pasti sekolah Ibu-ibu akan ditinggal sama Anak-anak
SKL yang ada ditangan bapak ibu ini adalah standar minimum yang harus di capai, ini diberikan pemerintah bukan GSF, dan ini bisa diubah ke atas bukan ke bawah
Peserta Kenapa SKL ini selalu ditargetkan oleh pemerintah, saya kecewa karena saya yang mengajar Anak-anak jadi yang tahu Anak-anak saya ya saya, tapi kenapa harus pemerintah yang buat.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Yang ibu beri pendapat itu benar dalam kapasitas kita sebagai guru, dan yang buat kesalahan ini sebenarnya kita, di setiap tahun kerjaan kita nolong siswa sehingga keluar nilai rata-rata, seperti saat kita ke Dinas ada uang saku sebenarnya ini tidak ada dan tidak pernah diminta tapi karena sudah sering maka kalau tidak diberikan tidak enak, akhirnya membudaya, budaya ini susah untuk dirubah, kalau ibu buat standar sendiri silahkan tapi diatas standar pemerintah, dan hari ini banyak yang lulus tidak berdasarkan standar nasional.
SKL yang harus dicapai itu bukan dari kelas enam tetapi harus diterapkan dari kelas satu contoh di kelas satu kita terapkan tentang surat Alfatihah tetapi di kelas dua nanti harus beralih kesurat lain. Ibu-ibu dan Bapak-bapak SKL itu lahir pada tahun 2003.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Menanyakan kepada peserta apakah perlu diterapkan SKL di sekolah ? Peserta menjawab, perlu lalu pak Adi menjawab lagi berarti tidak usah saya jawab lagi karena Ibu-ibu dan Bapak-bapak sudah mengerti semua lagian kan tiap hari di praktek disekolah Ibu, sekarang banyak sekali Kasusnya tentang buku paket semua mengatakan buku paket padahal tidak ada, seperti di SMA 2, SMA modal bangsa dan lain lain. Mungkin saya sepakat dengan bapak tapi kalau ada proses saya tidak sepakat tapi semuanya itu terserah guru dan juga semuanya terserah sekolah yang memiliki prasarana lengkap. Nah mengubah cara belajar/ budaya sangat susah, sekarang saya tanya apakah disekolah anda punya KTSP, Visi dan Misi ,Saya bingung karena banyak sekolah tidak jelas misi dan misinya lebih2 di daerah kita.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Pengertian Bahan Ajar • Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. • Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). • Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar. Cotoh. Bahan ajar yang bagus dikuala bhee umpamanya mengikuti suara burung , ayam dan lain jangan mengajarkan suara laut karena kuala bhee jauh dari laut
Bentuk Bahan Ajar • Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, • Audio Visual seperti: video/film,VCD • Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH • Visual: foto, gambar, model/maket. • Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet
Cakupan Bahan Ajar • Judul, MP, SK, KD, Indikator, Tempat • Petunjuk belajar (Petunjuk siswa/guru) • Tujuan yang akan dicapai • Informasi pendukung • Latihan-latihan • Petunjuk kerja • Penilaian
Menanamkan minat kepada Anak-anak ini bisa di tumbuhkan melalui RPP. Pelajaran yang ada kelas Menanamkan minat kepada Anak-anak ini bisa di tumbuhkan melalui RPP. Figure 1 Ini saja pertemuan kita nanti setelah shalat Ashar kita lanjut kembali tentang materi yang sama, Assalam mualaikum wr, wb. Break
Pengertian Lembar Kegiatan Siswa • Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. • Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. • Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.
Kalau Anak-anak belum bisa mengisi maka guru yang harus mengisi dan agar orangtuanya dirumah bisa tahu kemampuan Anak-anaknya.
Lembar Kegiatan Siswa (LKS) Langkah-langkah penulisan LKS sebagai berikut: • Melakukan analisis kurikulum; SK, KD, indikator dan materi pembelajaran. • Menyusun peta kebutuhan LKS • Menentukan judul LKS • Menulis LKS • Menentukan alat penilaian
Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut: • Judul, mata pelajaran, semester, tempat • Petunjuk belajar • Kompetensi yang akan dicapai • Indikator • Informasi pendukung • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja • Penilaian
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, wb. Senang masih bisa kita jalin tali silaturahmi ini tadi kita sudah membicarakan 2 item SKL dan Pangembangan Bahan Ajar, dan mungkin ada yang masih belum jelas bisa dipertanyakan agar pertemuan kita yang sedikit ini bisa lebih maximal, dan kalau tidak ada pertanyaan hari ini besok masih ada pertanyaan ttg materi hari ini juga masih bisa ditanyakan.
Hari Kedua, Selasa, 28 Juli 2008
Dibuka oleh Tgk. Hasballah
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Dan yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, ibu bagaimana keadaan hari apa sehat semua kalau memang sehat mari kita lanjuntukan materi kemaren dan sesuai dengan perjanjian harus duduk perkelompok yang dibagi kemaren sore
Kelompok A : Kelompok B : Kelompok C : Kelompok D : Kelompok F :
Yang pertama sekali saya menanyakan kepada ibu/bapak sudahkah memperoleh SK yang kita bicarakan kemaren Kalau memang sudah kita langsung ke indikator, yang nampak dilayar ini hanya sebagai contoh, kalau memang dipilih untuk membuat KD, yang menciritakan tentang lingkungan dan kalau sudah ditulis dikarton, No,Kd, idikator,kegiatan belajar,sarana/sumber dan penilaian, ditulis kedalam table yang sudah dibuat. Oke ibu buat dulu formatnya, kartasnya harus di buat model panjang jangan model pendek supaya muat waktu ditulis datanya, ayo formatnya dulu dibuat bu.
Saya kepingin ibu dan bapak mencoba membuat silabus, ibu kalau memang belum sesusai dengan yang diharapkan hari ini harus dibuat yang sesui artinya yang baku dibuat, bu kalau memang sudah rindu dengan saya supaya dipanggil lagian supaya saya bisa menjawab dan mengajarkannya. Bu supaya lihat kedepan sebentar kita shering, ini adalah contoh kd. Menjelaskan pertumbuhan dan hewan , contoh kacang hijau tumbuh daun dan berkembang biakan yang baik berarti saya tidak usah menjelaskan semua tentang tumbuhan karena cukup dengan kacang hijau, sebuntukan nama-nama pahlawan nasional berarti kalau bisa disebuntukan berarti tidak ada batasnya tapi harus disebut umpamanya lima, sebelum kita pelajari lebih jauh,
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Apa itu indicator, Peserta Menjawab indikator adalah yang dapat di ukur, nah separti ini, contoh KD menyebut bagian tubuh. Tapi kalau kita sebutkan hewan itu terlalu jauh makanya harus ada indikator supaya dapat hasilnya maksimal, yok segera saja menulis bu kalau ibu masuk bagaimana waktu mengajarnya. Proses indicator itu adanya di KBM. Apa kewajiban guru peserta menjawab orang yang memberi taukan dan membimbing atau ibu pernah menanyakan ke Anak-anak proses terbitnya matahari jam berapa otomatis anak menjawab dan kalau memang adanya jam mainan anak-anak pasti anak-anak mengunakan dan meletakkan jarum pada jam yang dituju.
PENGEMBANGAN SILABUS
1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20
PP NO 19 TAHUN 2005 Pasal 17 Ayat (2)
Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI. MTs, MA, dan MAK.
Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu untuk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan Tema, sebenarnya untuk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah2
Format didepan Ibu-ibu bukan yang paling benar, maksudnya tidak mesti seperti itu formatnya tapi boleh dirubah sesuai dengan Silabus, tapi dalam satu sekolah pakailah format yang sama. Agar lebih bagus kita susun disini, kita perbaiki silabus kita menjadi seperti ini….
Nama sekolah : Kelas : Semester :
Standar Kompetensi Tema KD Indikator Waktu Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajara Metode Langkah2 Pembelajaran Alat / sumber Penilaian
Menganalisis SK dan KD Alokasi waktu kalau silabus untuk KD, dan kalau di RPP Alokasi waktu untuk indicator. Silabus salah atau benar baru kita tahu ketika silabus di bawa keruangan dan diuji kepembelajarannya cocok atau tidak, kalau tidak cocok maka dibawa untuk tahun berikutnya.
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan nama bagian-bagian tubuh · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri t ertentu MATEMATIKA · Membilang atau menghitung secara urut · Menyebutkan banyak benda · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Membedakan berbagai bentuik sesuai dengan cirinya
Kewarganegaraan · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia BAHASA INDONESIA · Membedakan berbagai bunyi/suara tertentu secara tepat. · Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung, ombak, kendaraan, dan lain-lain. · Mengenal bunyi bahasa. · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas · Menjiplak berbagai bentuk gambat, lingkaran, dan bentuk huruf.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan · Menyebutkan alamat tempat tinggal. Tema LINGKUNGAN Minggu I
BAHASA INDONESIA · Membedakan berbagai bunyi/suara tertentu secara tepat. · Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung, ombak, kendaraan, dan lain-lain. · Mengenal bunyi bahasa. · Membedakan bunyi bahasa. · Melafalkan bunyi bahasa secara tepat. · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama oratua serta saudara teman sekelas · Mengenali huru-huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata dan kalimat sederhana. · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan nama bagian-bagian tubuh · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya · Menunjuk sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai ukuran: bintik, garis, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah · Bertepuk tangan dengan pola
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan nama ayah, ibu, saudara dan wali. · Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah KEWARGANEGARAAN · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia MATEMATIKA · Membilang atau menghitung secara urut · Menyebutkan banyak benda · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari
Tema LINGKUNGAN Minggu II
BAHASA INDONESIA · Melafalkan bunyi bahasa secara tepat. · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama oratua serta saudara teman sekelas · Mengenali huru-huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata dan kalimat sederhana. · Membaca nyaring satu paragraf dengan lafal dan intonasi yang tepat. · Membaca teks pendek dengan lafal dan intonasi yang benar · Menebalkan bebagai bentiuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Mengelompokkan berbagai ukuran: bintik, garis, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar
KEWARGANEGARAAN · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Menyebutkan anggota gerak tubuh. · Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan alamat tempat tinggal. · Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah · Menghitung jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam lingkungan rumahnya Tema LINGKUNGAN Minggu III
MATEMATIKA · Membaca dan menulis lambang bilangan · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Menyebutkan perbedaan antara pagi dan malam hari · Menyebutkan hasil pengelompokkan bangun ruang sederhana
BAHASA INDONESIA · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama oratua serta saudara teman sekelas · Mengenali huru-huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata dan kalimat sederhana. · Membaca nyaring satu paragraf dengan lafal dan intonasi yang tepat. · Membaca teks pendek dengan lafal dan intonasi yang benar · Menebalkan berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
MATEMATIKA · Menyatakan masalah sehari-hari yang terkait penjumlahan dan pengurangan sampai 20 · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Menceritakan pengalaman sat pagi, siang atau malam hari · Membedakan berbagai bentuk sesuai dengan cirinya
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan alamat tempat tinggal. · Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah · Membuat silsilah keluarga
Tema LINGKUNGAN Minggu IV
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan nama bagian-bagian tubuh · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Menyebutkan anggota gerak tubuh. · Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Mengelompokkan berbagai ukuran: bintik, garis, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar
KEWARGANEGARAAN · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia
Ibu-ibu langsung aja dibuat contohya masing-masing
Nama Sekolah : SD Seuradek Tema : Kelas : Semester : Pela jaran SK KD Indikator KEGIATAN BELAJAR SARANA/SUMBER WAKTU PENILAIAN B. Indonesia 1. berbicara 2. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan pengalaman secara isan melalui kegiatan, bertanya bercerita dan deklamasi Menceritakan kegiatan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami orang lain - menceritakan kegiatan yag dilakukan di pagi hari - menceritakan kegiatan yag dilakukan di siang hari - menceritakan kegiatan yag dilakukan di malam hari dg bahasa yag mudah di pahami orang lain menceritakan kegiatan yang dilakukan - pagi - siang - malam - buku - kegiatan siswa - Pengamatan IPA Makhluk hidup dan prosesnya kehidupannya Mengindentifikasikan tempat hidup makhluk hidup ( air, tanah dan tempat lainnya ) - memberi contoh hewan yang hidup didarat misalnya kambing, ayam dll - memberi contoh hewan yang hidup diair misalnya ikan, udang dll - memberi contoh hewan yang hidup di darat dan diair misalnya katak, biawak da buaya, dll - Menceritakan hewan yang hidup di darat dan di air - menyebuntukan hewan yang hidup di darat dan di air - buku - alat peraga - berupa gamabar Unjuk kerja PPKN Menampilkan sikap cinta lingkungan Mengenal pentingnya lingkungan alam seperti dunia dan dunia hewan - megenal tumbuhan seperti kacang tanah dan hewan seperti kerbou kambing yang ada di sekitar kita - mamfaat peting tumbuhan dan hewan - menjelaskan mamfaat lingkungan alam tentang dunia tumbuhan dan dunia hewan - menyebuntukan lingkungan alm dunia tumbuhan dan hewan - mendiskusikan bagian-bagiantumbuhan kacang tanah dan hewan seperti kerbu dan kambing - buku - gambar tumbuhan kacang tanah dan hewan kerbau dan kambing Unjuk kerja
IPS Memahami peristiwa penting dalam keluarga sejahtera secara kronologi Menceritakan peristiwa penting dlm keluarga sejahtera secara kronologis - menyebuntukan beberapa kegiatan penting dalam keluarga seperti mandi, gosok gigi - menceritakan beberapa penting dalam keluarga - menceritakan kegiatan penting dalam keluarga - mendengar cerita penting dalam keluarga secara kronologis Sikat gigi lisan MTK Mengunakan pengukuran waktu, panjang, berat, dlm pemecahan masalah Menggunakan alat ukur dengan satuan Jam - menunjukkan jam dinding salah satu alat kuran waktu - menjelaskan fungsi jarum jam, menit dan detik - meletakkan jarum jam, menit dan detik pada kegiatan sehari-hari seperti bangun pagi, belajar di rumah dan berangkat sekolah - siswa mengamati jam dinding/gambar jam yang ditunjukkan guru - bertanya jawab tentang fungsinya jarum jam, menit an detik - beberapa siswa mendemontrasikan penempatan jarum jam menit dan detik pada beberapa kegiatan sehari-hari -jam dinding - Gambar jam -Buku Unjuk kerja Keterampilan Menerapkan teknologi sderhna dalam keterampilan Menjelaskan cara membuat cat warna dai bahan alam - menyebuntukan berbagai bahan alam yang menhasilkan warna, seperti daun pandan dan buah melon - menyelesaikan secara kronologis proses menghasilkan warna dari daun pandan dan buah melon - siswa menyebuntukan bahan2 yg menhasilkan warna -siswa menjelskan cat warna dari daun pandan dan buah melon - daun padan dan buah melon Unjuk kerja
Adi Darmawan, S.Ag (Fasillitator) Waktu kita istirahat, saya tutup sejenak Assalam mualaikum wr, wb
Break
Adi Darmawan, S.Ag (Fasillitator) Assalam mualaikum wr, wb. Kita lihat ke RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit
INDIKATOR: Bahasa Indonesia: · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
Matematika: · Membilang atau menghitung secara urut · Menyebuntukan banyak benda · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari
IPA · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu
IPS · Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Bertepuk tangan dengan pola
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat.
SARANA DAN SUMBER BELAJAR: Kartu-kartu kata Lembar kerja (jam) Bola
STRATEGI KEGIATAN
Pembukaan (1 X 35 menit) Berdoa bersama Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari B. Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. C. Penutup (1 x 35 menit) Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan dengan tanya jawab Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan Berdoa pulang
Kalau indikator tinggal diangkat dari silabus, jadi tidak ada yang menjadi masalah, kalau di pembukaan ini tidak harus selalu berdoa bersama, kita buat dulu contoh
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS : I TEMA : Diri Sendiri MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit
I Standar Kompetensi Matematika Mengenal unsur2 bangun datar sederhana
IPS Memahami Indentitas Diri II Kompetensi Dasar Matematika Mengelompokkan bangun datar
IPS Mengindentifikasi Indentitas Diri III Indikator Mata Pelajaran Matematika - Menyebuntukan bentuk2 bangun datar di sekitar kita - Menunjukkan contoh sisi2 bangun datar - Mengarahkan dari bagian bentuk sisi bangun datar
IPS - Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan - Menyebuntukan ciri2 khusus seperti jenis rambut, warna kulit, berat badan - Menyebuntukan tempat tinggal IV Materi Pembelajaran Matematika - Siswa menceritakan bentuk bangun datar yang ada disekitar kita - Siswa dapat menunjukkan bangun datar di sekitar kita - Siswa memahami dan mengenal bentuk2 bangun datar
IPS - Meminta anak menyebuntukan nama lengkap dirinya - Meminta anak menulis nama panggilannya sehari2 V Sarana dan sumber belajar belajar Matematika - Buku - Gambar - LKS
IPS - Buku - Gambar - LKS VI Strategi Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran 1. Kegiatan awal (1 x 35 menit) : - Berdoa - Mengecek kesiapan siswa untuk belajar - Mengamati kondisi ruangan belajar - Guru meminta siswa untuk memperkenalkan indentitas drinya kemudian siswa tsb menceritakan bentuk bangun datar yang telah diamati
2. Kegiatan inti : ........
3. Penutup (1 x 35 menit) - Pesan2 moral ttg cara menyapa nama dengan sopan - Berdoa VI Methode - ceramah / tanya jawab VII Alat / Sumber - Alat hitungan dan dekah - biji-bijian
Sumber - kurikulum KTSP - Mate matika 1/B Hal 104-106 VIII Penilaian - Tes Lisan dan tes tulisan
Ini kalau tidak bisa dicapai maka perlu dievaluasi, rata-rata yang tidak tercapai sebagian, maka saat Di UAN kan kalau tidak berhasil maka evaluasi diulang kembali dengan di Remedialkan, dan dites apa sudah mencapai target atau tidak, ini kalau sebagian, kalau mengajar 50% tidak berhasil maka salah gurunya, mungkin salah mengambil metode atau jg salah alokasi waktu. Jadi harus diulang kembali. Kalau 60 % yang tuntas maka yang tidak tuntas diarahkan hingga dia tuntas, dan kalau 75% tuntas maka ini ibu sudah termasuk guru yang ideal, maka tidak perlu di remedialkan. Oke Ibu-ibu silahkan kembali ke kelompok masing-masing kita mulai diskusi
Diskusi Kelompok
Presentasi Kelompok
Mata Pelajaran : Pertemuan ke : Kelas/semester : Alokasi Waktu : Standar Kompetensi Matematika Mengenal unsur2 bangun datar sederhana
IPS Memahami Indentitas Diri Kompetensi Dasar Matematika Mengelompokkan bangun datar
IPS Mengindentifikasi Indentitas Diri Indikator Mata Pelajaran Matematika - Menyebuntukan bentuk2 bangun datar di sekitar kita - Menunjukkan contoh sisi2 bangun datar - Mengarahkan dari bagian bentuk sisi bangun datar
IPS - Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan - Menyebuntukan ciri2 khusus seperti jenis rambut, warna kulit, berat badan - Menyebuntukan tempat tinggal Materi Pembelajaran - Menngenal bangun datar yang ada disekitar - Diri Sendiri Tujuan Pembelajaran - siswa dapat menyebuntukan Sarana dan sumber belajar belajar Matematika - Buku - Gambar - LKS
IPS - Buku - Gambar - LKS Strategi Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran 4. Kegiatan awal (1 x 35 menit) : - Berdoa - Mengecek kesiapan siswa untuk belajar - Mengamati kondisi ruangan belajar - Guru meminta siswa untuk memperkenalkan indentitas drinya kemudian siswa tsb menceritakan bentuk bangun datar yang telah diamati
5. Kegiatan inti : - Guru membimbing siswa untuk dapat menemukan ciri2 bangun datar - Guru meminta anak untuk dapat menunjukkan berbagai bentuk bangun datar - Guru mengarahkan siswa untuk menggambar bangun datar yang ada di dalam kelas
6. Penutup (1 x 35 menit) - Pesan2 moral ttg cara menyapa nama dengan sopan - Berdoa Methode - ceramah / tanya jawab Alat / Sumber - Alat hitungan dan dekah - biji-bijian
Sumber - kurikulum KTSP - Mate matika 1/B Hal 104-106 Penilaian - Tes Lisan dan tes tulisan
Peserta Saya pernah ikut pelatihan Pengecekan Absen tidak perlu karena waktu habis disitu saja bahkan jika murid sampai 40 org kan cukup lama untuk mengabsen, jadi ini bagaimana
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Mengabsen itu ada berbagai cara misal ibu cukup dengan menanyakan kepada teman2 yang lain siapa yang tidak hadir hari ini jadi ini merupakan suatu kerangka untuk mengajak Anak-anak berpikir RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : PPKN Pertemuan ke : I Kelas/semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Hari/tanggal : Senin 26 Mei 2008-05-2
Standar Kompetensi Memahami Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam lingkungan tetangga Kompetensi Dasar Mendiskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga didalam lingkungan tetangga Indikator · Menyebuntukan anggota keluarga · Menceritakan peran anggota keluarga didalam lingkkungan tetangga Materi Pembelajaran · Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam lingkungan tetangga Tujuan Pembelajaran · Siswa dapat menyebuntukan annggota keluarga · Siswa dapat menceritakan peran anggota keluarga Metode Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran · Kegiatan awal : - Menyanyikan lagu (satu2 aku sayang ibu) - Tanyajawab tentang keluarga - Membagi siswa dalam 5 kelompok
· Kegiatan Inti : - Siswa mendiskusikan tentang keluarga - Presentasi hasil kelompok ditanggapi oleh kelompok lain - Pemajangan hasil diskusi kerja kelompok
· Kegiatan akhir/penutup - Menyimpulkan materi pembelajaran - Mengumpilkan hasil diskusi kerja kelompok - Pesan moral tentang anak yang berbakti kepada anggota keluarga
Alat dan sumber belajar belajar · Buku · LKS
Penilaian · Tes Tulis (terlampir)
Mengetahui / menyetujui Meulaboh, Penyusun Kepala Sekolah Guru Bid. Study
Nip. Nip.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Ini bisa dengan menanyakan siapa yang tidak hadir, bukan mengabsen langsung. Intinya apa yang telah ibu tulis jadi tolong dilakukan, jgn ditulis lain diomongin lain ,dan ketika nanti saya melihat saat praktek maka saya akan menilai ini, dan mungkin karena kondisi maka ibu tampil hari ini tidak maksimal, dan semoga apa yang saya sampaikan ini menjadi pedoman bagi Ibu-ibu, dan saya mengucapkan astarafirullah jika yang saya sampaikan diikuti, dan saya mengucapkan alhamdulillah jika omongan saya tidak di ikuti, karena saya tidak berhutang dengan Allah, saya akhiri mohon maaf jika ada kesalahan Assalam mualaikum wr, wb.
Hari Ketiga, Senin, 07 April 2008
Khairudin, M.Pd (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, Wb Alhamdulilah hirabbil’alamin wassalatu ‘ala himursalin, waala alihi waatsahbihi adma’in. Pertama2 puji syukur kepada Allah salawat salam kepada nabi Muhammad berserta ahli dan sahabat beliau.Terima kasih kepada GSF atas kesediaannya sekian kali saya diundang untuk memimpin forum ini. disesion ini kita akan mengkaji sebuah teori dan kemudian prakteknya, pertama tentang tematik dan lanjutan dari pada nya, kepada kita semua diharapkan pemerintah agar di sekolah diantarkan kepada murid untuk bertuhan kepada Allah dan relevan benar dengan UU Pemerintahan Aceh dan ini untuk mengkrucut kita bertaqwa kepada Allah swt.
Ini adalah tugas guru, Bapak-bapak ibu yang berbahagia, dan ini perlu kita catat beberapa hal yang dimiliki si anak :
1. Fitrah, Anak-anak kita memiliki ini, Anak-anak kita harus kita arahkan akan adanya tuhan, yang pertama menumbuhkan in adalah orang tua, masyarakat dan lingkungan. Dalam diri manusia ini ada roh2 dan ini dimulai dari tingkat dasar. 2. individu 3. sosial 4. bermoral 5. berperadaban
Berdasarkan pengkajian hal2 yang harus ditanam kepada siswa-siswi : IQ (Intellegence Quetiont) Intelengence adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
Dengan Penemuan Multiple Intelegence paradigma baru tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa memiliki kecerdasan. Dulu IQ kecerdasan tunggal, kini multi dimensional. Ada 8 kecerdasan: 1. Linguistik (bahasa) 2. Matematis-Logis/Cerdas angka 3. Spasial/cerdas gambar 4. Kenistis Jasmaniah/Cerdas gerak 5. Musical 6. Interpersonal/cerdas diri 7. Intra personal/cerdas bergaul 8. Naturalis/cerdas alam Kelas dasar saja sudah di bayangkan dengan teori2 yang susah dia temui, jadi dia akan susah memahami arti dari pembelajaran itu.
EQ (Emotional Quotient) Kecerdasan Emosi adalah kemampuan mengenali perasaan sendiri, orang lain, memotivasi, mengelola emosi dengan baik dan berhubungan dengan orang lain. · Kesadaran diri · Pengaturan diri · Motivasi · Empati (jaman dahulu kuat, kalau ada musibah maka akan menetes kan air mata, tapi hari ini sekolah tidak bisa lagi menumbuhkan rasa empati di sekolah. Sekolah mengantarkan murid untuk tau akan nilai tauhit. · Keterampilan social
AQ (Adversity Quotient) Adalah kemampuan/kecerdasan seseorang untuk dapat bertahan menghadapi kesulitan-kesulitan dan mampu mengatasi kesulitan hidup.
SQ (Spiritual Quotient) Adalah sumber yang mengilhami, menyemangati, mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu. SQ kecerdasan yang digunakan untuk berhubungan dengan Tuhan Sang Pencipta. Ciri-ciri SQ Tinggi · Memiliki prinsip dan visi yang kuat; prinsip kebenaran, keadilan, kebaikan visi: cara pandang semata dengan visi yang benar. · Mampu melihat kesatuan dalam keanekaragaman: semua pihak berbeda, tetapi sama-sama menginginkan kebaikan. · Mampu memaknai sisi kehidupan: semua yang terjadi di alam raya ada makna, hikmah, dciptakan ada tujuannya, serta rasa syukur dan tidak lupa diri. · Mampu mengelola dan bertahan dalam kesulitan dan penderitaan: jika tubuh banyak berada dalam kemudahan/kesenangan, maka aspek jiwa akan rusak/jiwanya tidak pernah tersentuh, penderitaan atau kesulitan menumbuhkan dan mengembangkan dimensi spiritual. · Perbedaan antara Akhlak Islamiah dan Moral Akhlak islamiyah: 1. Bersumber pada wahyu Allah, 2. bertujuan untuk mencari ridha Allah, 3. Berhubungan erat dengan keberadaan Allah, dan keyakinan terhadap-Nya 4. Universal: untuk seluruh umat manusia dimana pun berada 5. Konsisten: tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar (tetap)
Sebelum saya lanjuntukan tolong ajukan pertanyaan, ada.... apa nyambung bahasa yang saya sampaikan, mari kita lihat antara akhlak islamiah yang telah kita bahas tadi. Nilai bukan hanya angka tapi juga pujian, cukup jelas... Ini sebagai pengantar awal saja, dan saya sekarang beri waktu sekitar 5 menit kepada bapak ibu untuk mengajukan pertanyaan, bahan ini sudah ada sama bapak ibu sekarang ibu yang bertanya teman lain yang menjawab saya hanya sebagai pemandu, atau bagaimana kalau kita bagikan saja kelompok, kita bagi menjadi 6 kelompok.
Belajar kelompok Kelompok A tentang : 1. Latar belakang pembelajaran tematik 2. Pengertian pembelajaran tematik 3. Mamfaat Pembelajaran Tematik dan Ruang lingkup pembelajar tematik
Kelompok B tentang : 1 Karakteristik Pembelajaran Tematik 2 Implikasi Pembelajaran Tematik 3 Rambu-Rambu Pembelajaran Tematik 4 Pelaksanaan Pembelajaran Tematik
Kelompok C tentang : 1. Karakteristik pembelajaran anak secara kophentif 2. Pembelajaran bermakana (kontektual) 3. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar 4. Indikator Dalam Tema 5. Kegiatan Pemetaan
Kelompok D tentang : 1. Pengetian pembelajarn tematik 2. Landaran pembelajaran tematik 3. Arti penting pembelajaran tematik 4. Karakteristik pembelajaran tematik.
Kelompok E tentang : 1. Implikasi pembelajaran bagi guru, siswa, 2. Indikasi terhadap pengaturan ruangan 3. Menetapkan Jaringan Tema 4. Penyusunan Silabus
Kelompok F tentang : 1. Tahap pelaksanaan 2. Tahapan Kegiatan 3. Penilaian Dalam Pembelajaran Tematik 4. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Terima kasih saya persilahkan untuk kelompok A presentasi, ini dipersingkat saja silahkan bu….
Diskusi Kelompok Presentasi Kelompok A
Pertanyaan dari kel E
Assalam mualaikum, wr. Wb. Tadi saya dengar ibu mengatakan EQ dalam kehidupan kita sehari2 yang kita temui di SD ini EQ nya di bawah normal, bagaimana cara menerapkan EQ kepada Anak-anak di bawah normal ini, itu saja assalam mualaikum wr, wb.
Tanggapan dari kelompok A Cara mengajar kita, dengan berbagai cara harus diupayakan karena ini adalah tugas
Pertanyaan dari kel E Salah satu caranya bagaimana
Tanggapan dari kelompok A Misalnya berikan perhatian yang lebih,
Pertanyaan dari kelompok D Dalam pembelajaran tematik dapat menghemat waktu karena dalam beberapa mata pelajaran bisa sekaligus, apakah ini tidak terlalu terburu, sedangkan Anak-anak susah menanggapnya,
Tanggapan dari kelompok A Bisa kita tambah jamnya
Pertanyaan dari kelompok D Ini jam nya sudah pas 3 x 60 menit
Tanggapan dari kelompok A Ini terserah sama bapak Khairuddin saja karena saya juga belum memahami ttg RPP
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Diharapkan kita harus menerapkan pelajaran yang terintergrasi, menyatu dan saling berhububungan (berkaitan) ini yang disebut dengan tematik melihat lingkungan dengan berbagia cara antar berbagai pelajaran. Salah satu pertimbangan diantarkan pada pekembangan anak antara 5-6 tahun yang masih berada pada taraf operasi kongkret (nyata). Karena anak otaknya bisa mencernakan perkiraan awal. Maka hadirkan sesuatu contoh meski dalam bentuk gambar agar lebih kongkrit.
Holistik (satu kesatuan/bersama-sama)Secara menyeluruh, melihat lingkungan melalui jaringan tema. Anak belum mampu menilai secara tegas pengetahuan secara khusus, karena ini butuh waktu yang luar bisaa, anak belum mampu memikirkan sesuatu konsep tanpa melihat benda kongkrit. Kondisi selama ini anak trauma di sekolah karena guru memilih bahan ajar secara khusus, dan terlalu menanamkan teori menurut guru. Jadi kita harus tanamkan Pendekatan Tematik yang meliputi : v Kejujuran v Kasih sayang v Keihklasan
Jumlah waktu yang sangat terbatas, jumlah watu ini 2 jam jadi ini tidak mungkin, jadi kalau waktu tidak memungkinkan ini bisa di remedialkan dengan pendekatan rasional individual. Dananya bisa digunakan dari dana BOS jika masih ada pelajaran yang tidak efektif. Materi learning (belajar tuntas) Kepsek bisa mengarahkan kepada guru jika ada pelajaran yang belum tuntas dengan jadwal pada tahap lain, sekarang kita persilahkan kepada kelompok lain, silahkan..
Presentasi Kelompok D
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Oke bapak ibu karena waktu sudah menunjukkan saat shalat Ashar maka kita akhiri dulu sejenak nanti kita lanjuntukan kembali, saya akhiri sejenak Assalam mualaikum, wr. Wb.
Break
Assalam mualaikum, wr. Wb. Karena waktu yang sangat terbatas maka kita lanjuntukan kembali, saya dan teman2 sudah sepakat bahwa dengan materi yang begitu banyak tapi waktu kita yang sudah begitu sedikit maka kami copot seedikit2 dan bila ada yang masih kurang jelas nantinya maka bisa jumpai kami di kantor GSF Jl. Geuruete no. 300B, Meulaboh. Sekarang mari kita lanjut lagi presentasi dari kelompok D, silahkan...
Lanjutan presentasi kelompok D
Pertanyaan Kelompok A Rencana pembelajaran ini merupakan realisasi dari pengalaman siswa kami belum mengerti, mohon dijelaskan, itu saja terima kasih
Tanggapan kelompok D Realisasi pengalaman siswa dalam silabus kemudian ke RPP dan baru kita lanjuntukan ke sistem pembelajaran.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Saya anggap tuntas, sekarang kita harapkan kesediaan kelompok C
Presentasi Kelompok C
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Tema pengikat yang dilihat secara intergral, yang dilihat dari berbagai pelajaran. Proses pertama sebagai model yang tampil adalah guru. 1. Quisterning (bertanya) tumbuh kembangkan bertanya 2. Inquiry (Menemukan) guru harus menemukan karya ilmiah Melalui Risset 3. Modelling (contoh model) 4. Masyarakat belajar ini dapat di akses dari berbagai pihak 5. Refleksi, pengalaman yang sudah di peroleh dimanfaatkan dengan baik perlu ditambah agar bisa diisi pengalaman baru dengan memamfaatkan pengalaman terdahulu. 6. Autentic Assement penilaian bisa diberikan setiap hari melalui prestasi sehari2
CONTOH RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU / HARI : 1 SENIN ALOKASI WAKTU : 5 X 35 MENIT
I. INDIKATOR : Bahasa Indonesia Ø Menanyakan data diri dan nama orang tua serta saudara teman sekelas. Ø Menjeplak berbagai bentuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf.
Mate matika Ø Membilang atau menghitung secara urut Ø Menybuntukan banyak benda Ø Menceritakan pengalaman saat pagi, siang atau malam hari.
IPA Ø Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu.
IPS Ø Menyebuntukan nama lengkap dan nama panggilan
Seni Budaya dan Keterampilan Ø Bertepuk tangan dengan pola
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan Ø Menarapakan Konsep arah dalam berjalan berlari dan melompat
II. SARANA DAN SUMBER BELAJAR Ø Kartu – kartu kata Ø Lembar Kerja Ø Bola
III. METODE PEMBELAJARAN Contextual Teaching and Learning (CTL)
IV. STRATEGI KEGIATAN A. Pembukaan (1 x 35 menit) Ø Berdoa bersama Ø Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk tangan dengan variasi 1-2-1-2. Ø Guru meminta beberapa anak untuk menyebuntukan indentitas dirinya, seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya. Ø Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut ) lompatanya. Ø Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari.
B. Kegiatan Inti. Ø Di Kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. Memilih benda yang ada di kelas menghitungnya (Kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Ø Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama ) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu kata yang sudah disiapkan guru. Ø Guru meminta anak untuk melihat jam dinding di kelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam dinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya.
V. PENILAIAN. Penilaian proses peserta didik.
VI. PENUTUP ( 1 x 35 Menit ) Ø Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjuntukan tanya jawab. Ø Pesan – pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi / menjaga kebersihan. Ø Berdoa pulang.
Pengetahuan diperoleh seseorang secara bertahap berdasarkan pengalaman belajar dan tidak serta merta. Pengetahuan selanjutnya dikembangkan atau diperluas, sesuai dengan pengalaman yang dia miliki/rasakan. Sebenarnya belajar bukan menghafal, disekolah bapak ibu CTL sudah pernah dilatih atau belum, saya berharap apa yang sudah dipelajari disini bisa ibu terapkan kesekolah saya yakin ditangan guru yang kreatif semua jadi berguna.
Kalau ada indikator dua maka lahirlah dua, ini berdasarkan KD, KD ini lahir dari SK. Luar bisaa tampa harus ditambah, saya sesuaikan saja, karena ada satu sesion lagi, sekarang kt lanjuntukan kembali, ini ada satu tahap yang kita lakukan untuk pembelajran tematis 1. cermati SK dan KD yang termuat dlm KTSP (ini sudah dibagi oleh dinas untuk disampaikan ke masing-masing sekolah) a. rumuskan tema2 tersebut untuk satu atau dua semester. b. satu tema bisaanya digunakan untuk 1 minggu, contoh IPA, MTK, IPS. c. rumusan tema sebaiknya mempertimbangkan taraf berfikir, dan aktual kehidupan anak. Cara berfikirnya holistik/kongkrit tidak aftrak. Yang dapat dilihat anak secara langsung 2. buat pemetaan SK dan KD yang sesuai dengan setiap tema untuk satu semester agar lebih mudah, pemetaan tema dapat dilakukan melalui matrik 3. buat jaringan tema untuk tiap2 kompetensi dasar (KD) yang dimungkinkan untuk dipadukan (diintergralkan) sesuai dengan tema. Jaringan tema dapat dibuat dalam bentuk jaring laba2 yang di sebut dengan wabbing, bila dalam 1 semester terdapat 15 tema, idealnya juga dibuat 25 jaringan tema. 4. berdasarkan jaringan tema itu, susunlah rencana pelaksanaan per pelajaran (RTT) atau skenario pembelajaran, untuk tiap2 tema. Dimungkinkan satu RPP bisa digunakan lebih dari sekali pertemuan bergantung cakupan dan tingkat keluasan setiap kompetensi dasar yang akan di capai.
Jadi kalau ada kelebihan waktu atau tidak cukup waktu ini bisa diatasi yang penting ketuntasan belajar ada. Oke ada pertanyaan dari saya Mengapa pemerintah ingin sekalli memberlakukan tematik di sekolah, siapa bisa jawab.
Peserta Pembelajaran tematik harus diterapkan di SD karena ini sangat di perlukan di dalam pembelajaran Peserta Ini sangat bagus, sama juga dengan jawaban ibu yang tadi karena di kelas 1 – 3 ini pelajarannya sangat rendah.
Peserta Pembelajaran tematik lebih bermakna, menarik dan menyenangkan, ini akan mudah di pahami oleh anak karena belajarnya kongkrit
Peserta Karena belajar dengan tematik ini semua akan berperan dan antara guru dan murid akan semakin intergral
Peserta Jiwa belajarnya lebih luar bisaa karena bisa belajar dengan kongkrit dan sianak akan bisa menghubungkan pengalaman dengan kenyataan yang ada di tematik itu.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Insyaallah pada pertemuan berikutnya akan lebih berapi2 oke kita lanjuntukan kembali.
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Landasan Pengembangan Diri UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.
Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah.
Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler.
Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir
Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik. Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat b. Minat c. Kreativitas d. Kompetensi dan kebisaaan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian
Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat b. Minat c. Kreativitas d. Kompetensi dan kebisaaan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian
Besok kita lanjuntukan muatan lokal, dan kriteria ketuntusan minimal (KKM) Bapak ibu ada 1 lagi presentasi kita yang belum terbaca dan besok akan kita tampilkan, ada pertanyaan,
Peserta Besok bagaimana apa satu2 kedepan Khairuddin, M.Pd (Fasillitator) Ya besok saya akan memperjelas, salah satu guru besok harus bisa melanjuntukan karya ilmiah, saya usulkan dengan GSF akan dilatih guru ilmiah, insyaallah bersama kuala bhee kita akan maju kedepan besok kita bertemu lagi Assalam mualaikum wr, wb...
Direktu GSF
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Baiklah Ibu-ibu sekalian besok saya harapkan untuk besok cepat hadir karena GSF tidak mau ada peserta yang terlambat, dan ada sebagian peserta yang menitipkan bahan dirumah teman, mohon sekali lagi bahan harus dibawa pulang ke rumah untuk dibaca dan di pahami. Dan ibu/bapak kita besok waktu praktek harus kerumah sekolah yang dituju, ibu ini sangat penting karena ada sebgian yang mau sertifikasi, ibu saya maunya ada yang bertanya, ibu saya mengharap untuk besok harus ada yang bertanya, kalau utuk buat RPP itu susah sekali makanya kita harus mengikuti pembelajaran ini. Ibu apa sudah ada yang mengembalikan Profil sekolah,
Hari keempat, Selasa, 08 April 2008
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, wb. Alhamdulillah kepada Allah Salawat salam kepada Rasulullah, selamat bertemu kembali pada hari ini dalam rangka akselerasi pencepatan mutu pendidikan Aceh Barat dan sosialisai kurikulum di seluruh wilayah indonesia paling tidak di woyla, dan terima kasih kepada GSF yang masih memberikan waktu untuk saya untuk yang kesekian kalinya. Sebelum sesiaon ini kita bahas ada baiknya karena kemari masih ada yang blm presentasi, jadi kita lanjuntukan presentasi, tapi sebelumnya saya berikan duku pengantar awal. Ilmu ini harus dipahami oleh guru dengan baik, pertanyaan saya ada yang tahu tentang pagagogi
Peserta Ilmu tentang anak
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Ya ini adalah ilmu yang mempelajari ttg spisikologi anak, bagaimana fisiknya, Ditaktik adalah metode yang digunakan, ada ceramah, tanya jawab, pemberian tugas, sosio drama, investigasi disesuaikan dengan topik2 yang disajikan, dan ini dibedakan dengan teori (pendekatan) kita coba bahas lagi tentang materi kemarin ttg pengembangan diri
Landasan Pengembangan Diri UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan
PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah.
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina.
Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Tujuan dari pembelajaran kita agar peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, maksudnya kalau ibu mengajar pelajaran Orientasi kita bagaimana mengikatkan pengetahuan yang kita antarkan setiap saat, Berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab.
Pasal 4 ayat 4 ini menjelaskan pendidikan ini diselenggarankan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
Fungsi guru dan tugas guru 1. pengajar, bukan penceramah tapi sebagi fasilitator 2. pendidik, disini ada yang dituntut untuk guru agar menjadi teladan mampu menampilkan sikap2 positif 3. pembimbinng 4. kreator (bisa memberikan kreasi) 5. fasilitator 6. akreator 7. inovator (ada perubahan dengan motivasi)
Kalau menurut bapak ibu siapa yang berhak menjadi guru...
Peserta Guru harus bisa menjadi yang teladan kepada muridnya dan juga sebagai pembimbing
Peserta Orang yang mampu mengajar, mendidik, dan mempunyai ke 7 hal diatas.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Sekarang saya beri waktu kepada bapak ibu untuk berdiskusi ttg materi Pengembangan Diri ini, kalau tidak terlalu sukar maka bisa kita lanjuntukan ke materi berikutnya, ada yang sukar, oke kalau tidak masalah kita lanjuntukan. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler Kegiatan ekstra kurikuler yang bersifat rutin, spontan dan keteladanan dilaksanakan secara langsung oleh guru, konselor dan tenaga kependidikan di sekolah/madrasah.
Kegiatan ekstra kurikuler yang terprogram dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi, jenis kegiatan, waktu, tempat dan pelaksana sebagaimana telah direncanakan.
Melalui kegiatan ekstarkurikuler ini kita dapat kembangkan berbagai hal seperti kesenian, Paskibraka, seperti contoh saya katakan SMU Muhammaddiyah Anak-anak yang dikatakan buangan akhirnya bisa meraih juara 1 tahun 2007 mengalahkan SMU unggul, ini sungguh luar bisaa.
Guru di sekolah juga sebagai pembimbing : Diberikan kewenangan (hak-haknya) untuk mengarahkan peserta didik agar potensi yang dia miliki (bakat dan minat) dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan potensi yang dia miliki maka salah satu peran guru disebut sebagai pembimbing. Jika guru yang bersangkutan mempunyai keterbatasan (untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik) dapat diminta bantuan kepada pihak lain (kenslor/ahli spikologi)
Peserta Didalam pengembangan diri ini siswa mendapat jam di luar pelajaran bagaimana kita mempersiapkan untuk ini maksud saya langkah awal kita untuk konseling ini bagaimana
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Sekolah yang ideal harus memenuhi hal-hal sebagai berikut : 1. tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, ruang belajar, fasilitas, gedung, perpustakaan, dll 2. tersedianya guru yang profesional (mempunyai keahlian pada bidangnya) 3. tersedianya guru yang memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kpd peserta didik sesuai dengan bakat dan minat yang dia miliki, 4. tersedianya dana yang memadai 5. pembelajaran belangsung secara demokrtrtis dan berkeadilan
Sebenarnya yang disebut orang pintar bukan dilihat pada jurusannya, tetapi orang2 yang memilliki keahlian pada bidangnya masing-masing (profesional) Terima kasih ibu atas pertanyaannya, yang lain sudah terulis disini bisa bapak ibu lihat sendiri dirumah.
Penetapan Kriteria Ketuntasan Minimal
PENETAPAN KKM
ANALISIS PENCAPAIAN KKM
RAMBU-RAMBU Ø KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran Ø KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Ø Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Ø Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Ø Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Ø Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS
MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
1. Kompleksitas : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3
2. Daya dukung : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 3. Intake : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89 9
Sekarang saya beri waktu 10 menit ibu isi kemudian kita presentasikan, silahkan, selamat bekerja. Diskusi Fresentasi
Ada satu lagi yang belum kita bahas ttg mata pelajaran, saya anggap tuntas dan saya anggap bapak ibu sudah menguasai tentang ini dan kita istirahat dulu nanti kita lanjut kembali pada materi yang satu lagi belum terbahas Assalam mualaikum wr, wb.
Bu coba tempelkan contoh2 yang ibu sudah buat ( Ada samaraja )
Break
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr, wb. Masih siap Ibu-ibu, kalau untuk kebaikan Insyaallah kita siap semua, tidak ada rintangan, untuk kebaikan tdk ada badai dan angin, hujan, untuk membangun anak woyla untuk terus berpacu dalam dunia pendidikan, sekarang kita masuk ke Muatan Lokal, sebelum saya beri kesempatan untuk presentasi ada baiknya saya berikan dulu sedikit penjelasan
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi, multikultural, mulok
B. Landasan • UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
1. Sentrallistik (terpusat) : semua aturan atau mekanisme harus melalui keputusan dari pusat 2. Subordinasi : terpusatnya kekuasaan pada seseorang 3. Brogratik : berbelit-belit 4. Penggunaan anggaran yang tidak optimal dalam hal tertentu 5. Desentralisasi : pelimpahan kewenangan diberikan pemerintah pusat ke pemerintah daerah (tingkat 1 dan 2) akhirnya terjadilah perubahan-perubahan manajemen di lembaga pendidikan yang disebut dengan Manajemen Partisipatif. 6. Akuntabilitas : dapat dipertanggung jawabkan (jika muatan lokal ni harus berdasarkan syariat)
Pasal 37 ayat 1 : Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah wajib memuat yang terakhir yaitu muatan lokal
Pasal 38 ayat 2 : Kurikulum Pendidikan Dasar dan Mengengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya, oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan, sekarang saya beri waktu 10 menit untuk bapak ibu membaca kemudian di buat catatan kecil untuk kita presentasikan, selamat bekerja
Membuat catatan kecil untuk presentasi
Sudah kalau sudah kita persilahkan, maksud saya bapak ibu harus tahu subtansi dari mulok apa diberikan semua atau bagaimana, termasuk ciri2 mulok,
Presentasi
I. PENDAHULUAN
Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. a. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah b. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu, sesuai dengan keadaan perekonomian daerah c. Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari, dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat) d. Meningkatkan kemampuan berwirausaha.
2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal Dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
II. PENGEMBANGAN MATA PELAJARAN MUATAN LOKAL
Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran, dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk masing-masing pelajaran. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya.
Hal ini membuat kendala bagi sekolah untuk menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yang mudah, karena harus dipersiapkan berbagai hal untuk dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal Untuk muatan lokal masing-masing daerah diserahkan kepada satuan pendidikan didaerah setempat bekerja sama dengan dinas pandidikan dan pihak2 lain yang mempunyai pengetahuan untuk itu (muatan lokal) disusun oleh masing-masing tingkat pendidikan. Ada dua pola pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal dalam rangka menghadapi pelaksanaan KTSP. Pola tersebut adalah:
A. PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL SESUAI DENGAN KONDISI SEKOLAH SAAT INI Langkah dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal bagi sekolah yang memang tidak mampu mengembangkannya, langkah tersebut adalah: 1. Analisis Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mata Pelajaran Muatan Lokal diterapkan di Sekolah? 2. Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan, maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mata Pelajaran Muatan Lokal tersebut ke dalam SK dan KD 3. Bila Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan muatan lokal yang lebih sesuai.
B. PENGEMBANGAN MUATAN LOKAL DALAM KTSP 1. Proses Pengembangan Mata Pelajaran Muatan lokal pengembangannya sepenuhnya ditangani oleh sekolah dan komite sekolah yang membutuhkan penanganan secara profesional dalam merencanakan, mengelola, dan melaksanakannya. Dengan demikian di samping mendukung pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perencanaan, pengelolaan, maupun pelaksanaan muatan lokal memperhatikan keseimbangan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan. Penanganan secara profesional muatan lokal merupakan tanggung jawab pemangku kepentingan (stakeholders) yaitu sekolah dan komite sekolah. Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal oleh sekolah dan komite sekolah dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah b. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal c. Mengidentifikasi bahan kajian muatan lokal d. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal e. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP Lebih lanjut dijelaskan sebagai berikut: a. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah Kegiatan ini dilakukan untuk menelaah dan mendata berbagai keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Data tersebut dapat diperoleh dari berbagai pihak yang terkait di daerah yang bersangkutan seperti Pemda/Bappeda, Instansi vertikal terkait, Perguruan Tinggi, dan dunia usaha/industri. Keadaan daerah seperti telah disebuntukan di atas dapat ditinjau dari potensi daerah yang bersangkutan yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan kekayaan alam. Kebutuhan daerah dapat diketahui antara lain dari: 1) Rencana pembangunan daerah bersangkutan termasuk prioritas pembangunan daerah, baik pembangunan jangka pendek, pembangunan jangka panjang, maupun pembangunan berkelanjutan (sustainable development); 2) Pengembangan ketenagakerjaan termasuk jenis kemampuan-kemampuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan; 3) Aspirasi masyarakat mengenai pelestarian alam dan pengembangan daerahnya, serta konservasi alam dan pemberdayaannya b. Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi muatan lokal Berdasarkan kajian dari beberapa sumber seperti di atas dapat diperoleh berbagai jenis kebutuhan. Berbagai jenis kebutuhan ini dapat mencerminkan fungsi muatan lokal di daerah, antara lain untuk: 1) Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah; 2) Meningkatkan keterampilan di bidang pekerjaan tertentu; 3) Meningkatkan kemampuan berwiraswasta; 4) Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari; c. Menentukan bahan kajian muatan lokal Kegiatan ini pada dasarnya untuk mendata dan mengkaji berbagai kemungkinan muatan lokal yang dapat diangkat sebagai bahan kajian sesuai dengan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Penentuan bahan kajian muatan lokal didasarkan pada kriteria berikut: 1) Kesesuaian dengan tingkat perkembangan peserta didik; sekolah memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk berpartisipasi. 2) Kemampuan guru dan ketersediaan tenaga pendidik yang diperlukan; 3) Tersedianya sarana dan prasarana 4) Tidak bertentangan dengan agama dan nilai luhur bangsa: 5) Tidak menimbulkan kerawanan sosial dan keamanan; dapat dijadikan sarana komunikasi 6) Kelayakan berkaitan dengan pelaksanaan di sekolah; 7) Lain-lain yang dapat dikembangkan sendiri sesuai dengan kondisi dan situasi daerah. d. Menentukan Mata Pelajaran Muatan Lokal Berdasarkan bahan kajian muatan lokal tersebut dapat ditentukan kegiatan pembelajarannya. Kegiatan pembelajaran ini pada dasarnya dirancang agar bahan kajian muatan lokal dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Kegiatan ini berupa kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Serangkaian kegiatan pembelajaran yang sudah ditentukan oleh sekolah dan komite sekolah kemudian ditetapkan oleh sekolah dan komite sekolah untuk dijadikan nama mata pelajaran muatan lokal. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. e. Mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta silabus, dengan mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP. 1) Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar adalah langkah awal dalam membuat mata pelajaran muatan lokal agar dapat dilaksanakan di sekolah. Adapun langkah-langkah dalam mengembangkan standar kompetensi dan kompetensi dasar adalah sebagai berikut: a) Pengembangan Standar Kompetensi Standar kompetensi adalah menentukan kompetensi yang didasarkan pada materi sebagai basis pengetahuan. b) Pengembangan Kompetensi Dasar Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang harus dikuasai siswa. Penentuan ini dilakukan dengan melibatkan guru, ahli bidang kajian, ahli dari instansi lain yang sesuai. 2) Pengembangan silabus secara umum mencakup: a) Mengembangkan indikator b) Mengidentifikasi materi pembelajaran c) Mengembangkan kegiatan pembelajaran d) Pengalokasian waktu e) Pengembangan penilaian f) Menentukan Sumber Belajar Langkah-langkah tersebut dapat mengacu pada penyusunan silabus mata pelajaran.
Peserta Selama ini kami sudah 6 bulan menerapkan muatan lokal, yang kami terapkan b inggris, ini diterapkan di kelas masing-masing dan jika ingin ttg kebudayaan diluar sekolah apa bisa
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Supaya lebih fokus, Muatan Lokal tetap Muatan Lokal, yang lain di tempatkan di extrakurikuler. Nilai yang muncul tetap nilai tersebut, nilai yang lainnya hanya sebagai penunjang, oke kalau tidak ada masalah maka kita lanjuntukan kembali
Peserta Bagaimana tentang tradisi yang sudah turun temurun
Peserta Kalau kita berdoa kepada Allah, bukan hal yang lain ini apa salahnya
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator)
Ini tidak ada kaitan dengan roh halus, dan kita harus memamfaatkan tokoh adat, imam mesjid, komite sekolah dan lain-lain. Ini saja yang dapat saya sampaikan dan padahal ini masih ada satu bahan lagi, karena waktu mungkin ini kesalahn kita, dan sampai ketemu pada saat yang lain, dan semoga Allah memberikan hikmah dari apa yang telah tersampaikan hari ini saya akhiri Assalam mu’alaikum wr,wb.
Abdul Jalil (Direktur GSF)
Assalam mualaikum wr,wb. Syukur kepada Allah SWT, Salawat Salam kepangkuan Nabi Muhammad SAW, Terima kasih kepada Bapak Khairuddin yang sudah 2 hari mendampingi kita, dan semoga apa yang telah di berikan dapat ibu aplikasikan dilapangan, dan kepada Bapak Khairuddin semoga mendapatkan rahmat dari Allah SWT, dan ada yang kurang jelas tentang praktek besok bisa ditanyakan, untuk praktek besok bapak ibu akan ditemani oleh Panitia dan kedua Fasilitator, Bapak Khairuddin di SDN Cot Lagan dan MIN Suak Trieng sedangkan Bapak Adi SDN Kuala Bhee, SDN Lueng Tanoh Thoo dan SDN Blang Mee, saya tidak mau besok guru pamong duduk di kantor atau kantin ketika bapak ibu praktek.
Tetapi guru pamong harus menemani bapak ibu, besok yang membawa alat peraga silahkan sesuai dengan RPP, dan tolong ditunggu proses tutor datang masing-masing, dan nanti ada pembagian tugas panitia yang selalu kami laksanakan setelah acara ini, dan untuk kedepan bisa kita arahkan kepada wali kelas I – VI hal seperti ini seperti dalam training yang sudah bapak ibu ikuti sesuai dengan kelas masing-masing, tapi kalau dirasa tidak butuh kami tidak akan mau lagi, dan sampai jumpa besok di tempat praktek masing-masing saya akhiri Assalammu’alaikum wr,wb.
Hari kelima, Rabu, 09 April 2008 Wahidin Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdulillah pada hari ini hari terakhir acara, dan bapak ibu sudah melaksanakan praktek dilapanngan dengan materi yang sudah diberikan selama beberapa hari ini, untuk lebih jelas tentang praktek tadi dilapangan,kita dengarkan arahan dari kedua Fasilitator kita, untuk yang pertama kepada bapak Khairuddin kami persilahkan !
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator)
Assalam mualaikum wr,wb. Bapak ibu saya bahagaia sekali pada hari ini melihat bapak ibu, yang pertama rasa kagum, pelatihan kita selama dua hari ini yang saya dampingi tapi ketika saya jalan-jalan ada suasana yang membuat saya bangga ketika saya mengawasi saat praktek tadi, sungguh luar biasa, ada anak yang di suruh mengungkapkan aspirasi, ini sungguh luar biasa, dan jika ini kita mulai dari awal, maka kelak akan menjadi anak yang tidak hanya memendam suara didalam hati, RPP ini saya belum sempat baca, tapi masih ada juga tadi yang saya lihat sewaktu nulis membelakangi murid.
Catatan untuk kedepan jangan pernah nulis dengan membelakangi siswa, karena kita tidak bisa melihat posisi anak sedang apa, dan yang lain sudah bagus, kelas II alat peraga sesuai dengan dicatatan saya, disini tidak dituntut jawaban siswa harus benar, tapi tujuan kita menumbuhkan keberanian. Tadi ada yang bawa helm, ini menimbulkan pertanyaan kepada anak helm ini apa keguanaannya, tapi sayang Anak-anak mungkin tidak tahu kegunaannya, alat peraganya sudah termasuk bagus, secara keseluruhan sungguh luar bisaa, tapi masih banyak mengajar dengan menggunakan kata “kor” di kelas.
Padahal bisa ditumbuhkan pertanyaan secara langsung walau belum tentu bisa di jawab tapi ini adalah proses, dan tadi ada yang gemetar saat dilihat, mungkin penguasaan materi sangat kurang. Ini akibat mental padahal menurut saya materi yang ibu bahas tadi saya yakin ibu bisa, mungkin cara penilaian saya salah nanti kita bisa diskusikan kembali diluar ruangan. Penguasaan kelas bagus hingga Anak-anak bisa didisiplinkan, indentitas kelompok bagus, penyiapan bahan oke diskusi bagus, ini saja penilaian dari saya saya akhiri, Assalam mualaikum wr,wb.
Khairuddin, M.Pd (Faslitator)
Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdullillah telah sama2 kita laksanakan praktek dilapangan tadi, Bapak ibu yang hadir dikesempatan ini yang saya banggakan, perlu saya sampaikan sebagai sumbang pikiran, RPP ini satu kali masuk bukan satu topik, contoh ini sudah ada ditangan bapak ibu silahkan gunakan. RPP kelas IV - VI tidak cocok bila digunakan pada kelas I –III., pada prinsipnya sudah dilakukan dengan maksimal, tapi ada catatan yang harus diingat bersama, ketika hendaknya mulailah sesuatu dengan berdoa, walau hanya dengan ayat2 pendek.
Dan juga saya lihat tadi pada saat menutup pelajaran tidak ada penarikan kesimpulan, tidak ada sisipan sisi moral, seharusnya ada pesan moral yang disampaikan kepada murid, penguasaan materi ini sudah bisa tapi masih ada yang belum menguasai, usahakan cerita pendek yang mengandung unsur “In” ini dapat dibedakan, dan ada juga yang disebut alur maju dan juga campuran, ini dipillih untuk ditarik keindikator, secara umum saya garis bawahi bahwa penulisan bahasanya yang perlu dipelajari kembali, dan secara umum harus ada perbaikan kedepan.
Metode pemberlajaran ini sudah saya ajarkan kemarin, ada CTL investigasi dan lain lain, pada prinsipnya sudah baik cuma keaktifan guru yang masih kurang kedepan agar Anak-anak lebih dibimbing, diarahkan oleh guru sampai dia menemukan sendiri. Indikator yang akan menjadi patron ibu dalam pengajaran yang tidak jauh dari indikator, dan nanti secara lebih detil kita bahas lagi, karena waktu, contoh sudah ada ditangan bapak ibu dan ibu bisa pelajari lebih lanjut dirumah, jika bapak ibu sudah tahu tapi bapak ibu tidak lakukan maka ini akan berdosa, kalau ada yang kurang berkenan dan ada senyum yang tidak berkesan saya mohon maaf saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb.
Wahidin
Terima kasih kepada tutor dan selanjut pembagian sertifikat secara simbolis kepada 2 orang yang terfavorit, bukan berarti yang lain tidak terfavorit, tapi ini hanya untuk simbolis, kepada. Ibu Asniati dan kepada Ibu Mariani kami persilahkan kedepan, kepada bapak khairuddin kami persilahkan untuk menyerahkan sertifikat kepada Ibu Asniati dan Kepada Bapak Adi Darmawan kami persilahkan untuk menyerahkan sertifikat kepada Ibu Mariani...
Penyerahan Sertifikat secara Simbolis
1. Maslinar, S.Pd.I yang diserahkan oleh Bapak Khairuddin, M.Pd 2. Anian. AS. A.Ma yang diserahkan oleh Bapak Adi darmawan, S.Ag
Wahidin Selanjutnya pengisian lembar evaluasi ( Yang dipandu oleh Panitia untuk pengisiannya ) ibu kami harap jangan ada yang tulis nama, supaya kami dapat mengetahui kelemahan yang ada pada kami
Abdul Jalil (Direktur GSF)
Assalam mualaikum wr,wb. Syukur kepada Allah SWT, yang telah menyukseskan acara kita sampai hari ini, yang telah membri kesehatan sehingga sukses acara yang telah direncanakan, dan kita sangat sayang akan ada beberapa peserta yang tidak ikut pelatihan ini, bu saya mengharapkan kepeda Ibu-ibu semua utuk diperbanyak membaca seperti saya bukan sarjana pendidikan tapi sarjana pertanian karena saya banyak membaca saya tau tentang pendidikan kalau diajak berdialong saya tidak mau kalah dengan profesor manapun.
Terima kasih kepada Bapak Adi dan Bapak Khairuddin yang telah memberikan materi semoga bisa kita memanfaatkan sampai akhir hayat, dan bisa diterapkan di sekolah dan semoga kepada tutor diberi balasan oleh Allah SWT. Bapak ibu blangko ini bisa diisi, satu minggu atau satu bulan, format ini bisa diubah, dan jika lebih bisa dikurangi dan jika kurang bisa ditambah, dan ini menjadi bahan ibu untuk benah diri, kami ini hanya pendamping bapak ibu di sekolah, dan ini perlu proses bertahun-tahun untuk menjadi projek kepada sekolah lain baik yang datang dari Aceh Jaya dan Nagan raya.
Kami selalu datang berkunjung kesekolah bapak ibu dan untuk wilayah woyla ada Jamaluddin, Samatiga ada Azhar yang akan mengunjungi bapak ibu disekolah dan sampaikan kepada mereka, dan insya Allah kami akan dapat bantu, dan kami hari ini juga membawa kelender dan kita akan bagikan ke peserta semua dan tolong juga dititipkan kepada komite sekolah, , dan nanti ada sedikit transportasi walau tidak sempurna, begitu juga sertifikat sudah siap kami buat, dan nanti bisa bapak ibu jumpai panitia.
Acara ini dapat kami selenggarakan atas dukungan dana dari CAFOD serta dukungan masyarakat dan pemda aceh barat, baiklah bapak ibu acara kita sudah selesai dengan mengucapkan Alhamdulilah acara saya tutup, bila ada kesalahan selama pelatihan kami mohon maaf, selama pelatihan pulang dalam hujan ini kita sama2 kena hujan sayapun pakai honda jadi juga basah, semalam sampai kerumah jam 8, oke bapak ibu terima kasih mohon maaf atas kesalahan, Assalam mualaikum wr,wb.
Tgk. Hasballah Doa....
wahidin Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pulalah acara penutupan kita pada hari ini, saya selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan bahasa saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb. |