|
Assalam mualaikum, wr. wb. Syukur kepada Allah kita masih diberikan umur hingga masih bisa berjumpa pada hari ini, Salawat beriring salam kepada Rasulullah SAW. Yang saya hormati pak Adi selaku tutor yang telah hadir di ruangan ini, yang saya hormati ibu2 yang telah memenuhi undangan kami pada hari ini, dan yang kami hormati segenap panitia yang telah mempersiapkan acara ini, dan ibu2 peserta training yang telah hadir dari kec. Meureubo dan sekitarnya, ini training wali kelas II, sebelumnya GSF telah 6 kali mengadakan training wali kelas I, dan training wali kelas II ini merupakan yang pertama jadi kedepan ada 5 kali lagi utk wilayah lain, kami merupakan sekelompok naungan kecil dibawah GSF yang mendapat dana dari CAFOD yang bermarkas di Inggris, kami mencoba membantu pendidikan di Aceh Barat dan target kami yaitu Aceh Barat menjadi Pilot Projec pendidikan utk beberapa tahun kedepan di sampaikan Hendri Saputra (Koordinator Rayon Kaway XVI) pada pembukaan workshop wali kelas II. di meurebo
Notulensi Workshop Wali Kelas II SD-MI Meureubo, 24 – 28 Mei 2008 TRAINING WALI KELAS II Dilaksanakan oleh Grassroots Society Forum (GSF) Support BY CAFOD 24 – 28 Mei 2008 Kec. Meureubo Aula Kuta Padang
Hari Pertama, Sabtu, 24 Mei 2008 Azwar Liza Pembukaan
Diantho Pembacaan Ayat Suci Al quran
Pembukaan sekaligus Sambutan Hendri Saputra (Koordinator Rayon Kaway XVI) Assalam mualaikum, wr. wb. Syukur kepada Allah kita masih diberikan umur hingga masih bisa berjumpa pada hari ini, Salawat beriring salam kepada Rasulullah SAW. Yang saya hormati pak Adi selaku tutor yang telah hadir di ruangan ini, yang saya hormati ibu2 yang telah memenuhi undangan kami pada hari ini, dan yang kami hormati segenap panitia yang telah mempersiapkan acara ini, dan ibu2 peserta training yang telah hadir dari kec. Meureubo dan sekitarnya, ini training wali kelas II, sebelumnya GSF telah 6 kali mengadakan training wali kelas I, dan training wali kelas II ini merupakan yang pertama jadi kedepan ada 5 kali lagi utk wilayah lain, kami merupakan sekelompok naungan kecil dibawah GSF yang mendapat dana dari CAFOD yang bermarkas di Inggris, kami mencoba membantu pendidikan di Aceh Barat dan target kami yaitu Aceh Barat menjadi Pilot Projec pendidikan utk beberapa tahun kedepan di sampaikan Hendri Saputra (Koordinator Rayon Kaway XVI) pada pembukaan workshop wali kelas II. di meurebo dan kami ini sebuah komponen kecil yang peduli pendidikan dan sebenarnya yang lebih berhak yaitu pihak Dinas pendidikan, hari ini ibu2 sdh mempunyai komitmen utk mengikuti training ini selama 5 hari, dan sebenarnya training ini tidak cukup 5 hari tapi memerlukan waktu berbulan2, kalau hari ini hadir, dan besok ada halangan maka lebih baik tidak usah datang lagi sama sekali, dan yang ada ibu2 salah pengertian kepada kami, dan kalau di tempat lain boleh kalau training 10 hari bisa hanya ikut 5 hari tapi di GSF tidak bisa, dan kalau hadir, maka hadirlah penuh waktu hingga selesai training, sebab kami dari kelompok kecil mencoba menyumbang tenaga utk pendidikan, dan coba ibu bayangkan bahwa training ini saya Lobby dana dari Cafod di Inggris sana. Dan kemarin saya baru pulang dari Banda Aceh, karena ada pertemuan dgn Cafod di Banda Aceh, inilah bagian kecil yang kita hadapi, dan mungkin lusa saya ke Jakarta sampai 1 minggu ikut pelatihan tambah ilmu, dan jangan sampai ada saya dengar laporan dari staff saya ada yang tidak serius mengikuti training ini, seperti di Kaway XVI hari pertama hadir, hari kedua dan ketiga tidak hadir, kemudian hari ke empat dan kelima hadir kembali, maka apa yang disampaikan tutor tidak nyambung, dan begitu juga di samatiga kemarin, hari keempat tidak masuk alasannya beli sepeda motor baru. maka pas masuk kembali dia tidak nyambung dan malah menyalahkan kami. Ini bahan diberikan maka tolong dipelajari dirumah, kita ini sangat ketinggalan di bagian tekhnologi dibandingkan dgn orang lain, dan tolong bahan ini di pelajari kembali dirumah, jangan sampai ibu2 besok ditunjukkan halaman oleh tutor, dan tolong dilihat Modul training apa materi utk besok kemudian dilihat dirumah, kemudian jangan ada ceramah di atas ceramah, dan pergunakan waktu dgn sebaik2nya, ini sebenarnya waktu perlu 5 bulan tapi ini hanya 5 hari, sebenarnya bahan ini yang berikan Dinas Pendidikan tapi hari ini kami yang diluar dari pihak Dinas mencoba bersumbangsih, kalau ada waktu istirahat tolong pergunakan waktu istirahat dgn sebaik-baiknya dan kemudian kembali ke Forum, dan kalau ada pertanyaan silahkan ditanyakan kepada tutor, semoga bisa dipahami karena saya yakin ibu- ibu cukup mengerti apalagi ibu- ibu sebagai pendidik. Prakteknya nanti di MIN Drien Rampak, dan kami tidak bisa memberikan praktek hanya utk kelas 2 karena kita tidak mungkin mencari kelas 2 saja, kalau 27 peserta maka harus ada 27 sekolah. dan saya yakin ibu2 bisa karena tidak ada perguruan tinggi yang hanya mennghasilkan guru kelas 2 dan ini tempat praktek akan di acak oleh teman2 nantinya, ttg kehadiran karena waktu kita sedikit jadi tolong hadir tepat waktu, ini saja sdh terlambat kita mulai sehingga saya harus menyita waktu pak Adi, dan tolong koordianasi dgn kepala sekolah agar bisa ibu2 pulang cepat dari sekolah dalam beberapa hari ini dan cepat hadir di forum, ini ada wali kelas II wali murid anak saya di SD 25, dan ini juga ada ibu Cut Faridah ini guru saya di SD Pasi Aceh Baroh, dan kemarin saya ada bertemu dgn ibu Asiah dan Ibu Jaliah mantan guru2 saya, saya bersekolah di SD Pasi Aceh Baroh SMP 3 dan SMU Kaway XVI, kemudian kuliah di DIII Pertanian dan lanjut ke SI Pertanian, dan saya ini agak kelainan, tapi walaupun demikian saya bisa menunjukan keahlian saya melebihi dari kerja pak Adami, baiklah ibu ini saja yang dapat saya sampaikan dgn mengucapkan Bismillah hirrahman nirahhim training Wali Kelas II wilayah Meureubo dgn resmi saya buka………saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Alhamdulillah rasa syukur atas apa yang telah diberikan dan hanya kepada beliau kita berserah diri semoga kita tidak jadi manusia yang takabur dan serakah, salawat salam kepada Pejuang2 islam dan tokoh2 pendidikan dgn darah dan air mata mereka kita bisa menngecap pendidikan seperti saat ini, mungkin selama ini ibu2 masih bingung ttg perubahan2 kurikulum yang sebentar2 berubah dari 2003 – 2006, kita langsung kemateri, hari ini dan besok kita bicarakan ttg SKL, Penyiapan Bahan Ajar, Silabus, dan harapan saya tidak ada lagi yang tidak bisa, dan sehingga ibu2 melihat silabus anggapan ibu mudah dan begitu juga tematik. Ibu2 apa sdh sesuai pendidikan kita dgn kurikulum ini, kita berbicara dulu ttg kurikulum ini hanya sbg pengantar agar pesepsi kita sama, dan hari ini ibu2 masih terikat dgn buku paket, dan ini nanti kita bicarakan pada saat Bahan Ajar, dan sekarang kita lihat ke Kurikulum, jika ada pembicaraan saya tidak sesuai dgn yang sdh ada dipikiran ibu2 maka silahkan dipertanyakan. Ibu2 saat ini kita belum punya Kurikulum KTSP, saat ini kita hanya memakai produknya saja baik dari SD sampai SMU.
Yang perlu kita tahu · KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembangan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yg disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum tingkat satuan pendidikan
· Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembangkan oleh satuan pendidikan
Sebelum kita masuk ke SKL ada yang perlu dipertanyakan ttg hal ini, dan hari ini kita agak terburu, karena materi kita padat : 1. SKL ini dalam kategori yang minimal, dirubahnya keatas bkn kebawah 2. SKL bukan dicapai perkelas, tapi harapan pemerintah sampai kelas VI sdh bisa baru bisa diluluskan, kalau ibu tdk mampu menaikkan ke hal lain maka pertahankan yang wajib saja. Dari 2 hal diatas ada atau tidak bayangan ttg apa itu SKL, walau pun sekolah berbeda2 tapi paling tidak sdh bisa dipilah2
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
Yang ingin kita ketahui hari ini bagaimana menggunakan SKL, SKL ini kalau diramu ada 3 yaitu 1. Membaca 2. Menulis 3. Menghitung Tapi jika hanya ke 3 hal tersebut saja yang di ramu di sekolah ibu2 maka pasti sekolah ibu2 akan ditinggal sama anak2
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Bentuk Bahan Ajar Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, Audio Visual seperti: video/film,VCD Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH Visual: foto, gambar, model/maket. Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet
Kita akhiri sejenak Assalam mualaikum wr, wb
Break Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Silabus yang saya maksud utk hari ini adalah Silabus yang digunakan utk kelas rendah yaitu kelas I, II, III, coba bapak ibu cari blangko kosong Silabus, format yang kita pakai benar tapi tidak hakiki, dan kalau di rubah boleh karena tidak ada hal yang baku utk sebuah format.
PENGEMBANGAN SILABUS
1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20
Hendaklah dalam satu sekolah memakai satu format, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu utk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran. Kita hanya menganalisis SK dan KD yang berujung pada pemetaan Tema, sebenarnya utk kelas I sampai kelas III ini tidak pakai Bell karena pelajarannya masih belum terpisah2
Agar lebih bagus kita susun disini, kita perbaiki silabus kita menjadi seperti ini….
Nama sekolah : Kelas : Semester :
Standar Kompetensi Tema KD Indikator Waktu Tujuan Pembelajaran Materi Pembelajara Metode Langkah2 Pembelajaran Alat / sumber Penilaian
Menganalisis SK dan KD Alokasi waktu kalau silabus utk KD, dan kalau di RPP Alokasi waktu untuk indicator. Silabus salah atau benar baru kita tahu ketika silabus di bawa keruangan dan diuji kepembelajarannya cocok atau tidak, kalau tidak cocok maka dibawa utk tahun berikutnya.
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Bergerak bebas sesuai irama musik · Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah
Kewarganegaraan · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan nama bagian-bagian tubuh · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak. · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri t ertentu PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat. · Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan. MATEMATIKA · Membilang atau menghitung secara urut · Menyebutkan banyak benda · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Membedakan berbagai bentuik sesuai dengan cirinya
BAHASA INDONESIA · Membedakan berbagai bunyi/suara tertentu secara tepat. · Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung, ombak, kendaraan, dan lain-lain. · Mengenal bunyi bahasa. · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas · Menjiplak berbagai bentuk gambat, lingkaran, dan bentuk huruf.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan · Menyebutkan alamat tempat tinggal. Tema LINGKUNGAN Minggu I
BAHASA INDONESIA · Membedakan berbagai bunyi/suara tertentu secara tepat. · Menirukan bunyi/suara tertentu seperti: suara burung, ombak, kendaraan, dan lain-lain. · Mengenal bunyi bahasa. · Membedakan bunyi bahasa. · Melafalkan bunyi bahasa secara tepat. · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama oratua serta saudara teman sekelas · Mengenali huru-huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata dan kalimat sederhana. · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan nama bagian-bagian tubuh · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya · Menunjuk sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai ukuran: bintik, garis, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Menyebutkan unsur rupa di lingkungan sekolah · Bertepuk tangan dengan pola
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan nama ayah, ibu, saudara dan wali. · Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah KEWARGANEGARAAN · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat. · Berjalan dengan berbagai pola langkah dan kecepatan. MATEMATIKA · Membilang atau menghitung secara urut · Menyebutkan banyak benda · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari
Tema LINGKUNGAN Minggu II
BAHASA INDONESIA · Melafalkan bunyi bahasa secara tepat. · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama oratua serta saudara teman sekelas · Mengenali huru-huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata dan kalimat sederhana. · Membaca nyaring satu paragraf dengan lafal dan intonasi yang tepat. · Membaca teks pendek dengan lafal dan intonasi yang benar · Menebalkan bebagai bentiuk gambar, lingkaran dan bentuk huruf
KEWARGANEGARAAN · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Mengelompokkan berbagai ukuran: bintik, garis, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Menyebutkan anggota gerak tubuh. · Mengelompokkan benda dengan berbagai cara yang diketahui anak ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan alamat tempat tinggal. · Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah · Menghitung jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam lingkungan rumahnya PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN. · Berlari dengan berbagai pola langkah dan kecepatan. · Melompat ke berbagai arah. Tema LINGKUNGAN Minggu III
MATEMATIKA · Membaca dan menulis lambang bilangan · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Menyebutkan perbedaan antara pagi dan malam hari · Menyebutkan hasil pengelompokkan bangun ruang sederhana
BAHASA INDONESIA · Menyebutkan data diri (nama, kelas, sekolah, dan tempat tinggal) dengan kalimat sederhana · Menyebutkan nama orangtua dan saudara kandung · Menanyakan data diri dan nama oratua serta saudara teman sekelas · Mengenali huru-huruf dan membacanya sebagai suku kata, kata dan kalimat sederhana. · Membaca nyaring satu paragraf dengan lafal dan intonasi yang tepat. · Membaca teks pendek dengan lafal dan intonasi yang benar · Menebalkan berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
MATEMATIKA · Menyatakan masalah sehari-hari yang terkait penjumlahan dan pengurangan sampai 20 · Membandingkan dua kumpulan benda melalui istilah lebih banyak, lebih sedikit, atau sasma banyak · Menceritakan pengalaman sat pagi, siang atau malam hari · Membedakan berbagai bentuk sesuai dengan cirinya
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL · Menyebutkan alamat tempat tinggal. · Menyebutkan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah · Membuat silsilah keluarga
Tema LINGKUNGAN Minggu IV
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Mengelompokkan berbagai jenis: bintik gari, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar · Mengelompokkan berbagai ukuran: bintik, garis, bidang, warna dan bentuk pada benda dua dan tiga dimensi di alam sekitar
PENGETAHUAN ALAM · Menyebutkan nama bagian-bagian tubuh · Menyebutkan kegunaan bagian-bagian tubuh · Menyebutkan anggota gerak tubuh. · Memasangkan benda sesuai dengan pasangannya
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN · Berlari dengan berbagai pola langkah dan kecepatan. · Melompat ke berbagai arah.
KEWARGANEGARAAN · Menyebutkan jenis kelamin anggota keluarga. · Meyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia
Ini kita buat contoh bersama-sama sebelum ibu2 beralih kekelompok masing2
MP SK KD Indikator Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Penilaian Penilaian Waktu (menit) Sumber Bahan Ajar I P A Mengenal Bagian2 utama tubuh hewan da tumbuhan, pertumbuhan hewan dan tumbuhan serta berbagai tempat hidup makhluk hidup Mengenal bagian2 utama hewan tumbuhan disekitar rumah dan sekolah melalui pengamatan - Menyebutkan bagian2 utama hewan dan tumbuhan - Menunjukkan bagian2 utama hewan dan tumbuhan - Menjelaskan fungsi bagian2 utama hewan dan tumbuhan - Bagian utama hewan dan tumbuhan Siswa menceritakan hewan2 yang ada di lingkungan rumah da sekolah - siswa menunjukkna bagian2 penting pada gambar hewan dan tumbuhan yang di tunjukkan - siswa menjelaskan fungsi anggota tubuh yang penting dari hewan dan tumbuhan - tes lisan - tes tulis (mutiple Choise) 2 x 35 - buku - gambar - LKS
Oke berdasarkan contoh tsb, coba kita bagikan kelompok
Kelompok A : B. Indonesia Kelompok B : Mate matika Kelompok C : I P S Kelompok D : PPKN Kelompok E : IPA
Diskusi Kelompok
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ibu semuanya berakhir sdh hari ini, dan ada indahnya saya tutup dgn salam, saya mohon maaaf jika ada kesalahan, dan ttg presentasi kelompok besok saja ya, saya lihat cuma 2 kelompok lagi yang belum siap, dan saya mohon maaf diakhir pertemuan kita hari ini bila ada kata2 yang menyinggung perasaan, dan saya akhiri assalam mualaikum wr, wb
Hari Kedua, Minggu, 25 Mei 2008 Adi Darmawan, S.Ag (Fasillitator) Assalam mualaikum wr, wb. Alhamdulilah hari ini Kita bertemu kembali hari ini, senang rasanya, dalam upaya kita menjalin silaturahmi berbagi informasi, dan hari ini kita kembali lanjutkan ttg Silabus kemarin yang sempat terpenggal, dan ada yang sdh siap hasil kelompok kemarin, kalau belum siap tidak apa2 silahkan lanjutkan kembali
Lanjutan Diskusi Kelompok
Presentasi Kelompok
Mata pelajaran SK KD Materi Pokok Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Waktu Sumber Belajar Kelompok D PPKN Memahami Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga Mendeskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga didalam lingkungan keluarga Kedudukan dan peran anggota keluarga dalam lingkungan tetangga - Menyebutkan anggota keluarga - Menceritakan Peran anggota keluarga - Siswa Menyebutkan anggota keluarga - Siswa mendiskusikan anggota keluarga dalam lingkungan keluarga - Siswa menceritakan peran annggota keluarga - Tes Tulis - Lisan - 2 x 30 menit - Buku - LKS Kelompok B Mate matika Mengenal unsur2 bangun datar sederhana Mengelompokkan bangun datar Mengenal bangun datar yang ada disekitar kita - Menyebutkan bentuk2 bangun datar di sekitar kita - Menunjukkan contoh sisi2 bangun datar - Mengarahkan dari bagian bentuk sisi bangun datar - Mengarahkan bentuk2 bangun datar - Siswa menceritakan bentuk bangun datar yang ada disekitar kita - Siswa dapat menunjukkan bangun datar di sekitar kita - Siswa memahami dan mengenal bentuk2 bangun datar - Tes Lisan - Tes Tulis (Mutiple Choise) - 2 x 35 menit - Buku - Gambar - LKS Kelompok E IPA Mengenal bagian2 utama tumbuh2an, pertumbuhan hewan dan tumbuhan serta berbagai tempat hidup Mengindentifikasikan perubahan yang terjadi pada pertumbuhan hewan (dalam ukuran ) dan tumbuhan (dari biji menjadi tanaman) - Bagian utama pada tumbuh2an - Bagian utama pada hewan - Bagian perubahan hewan - Mengamati pertumbuhan biji kacang - Membedakan induk dan anak ayam yang ada dilingkungan - Mengamati perubahan telur menjadi anak ayam - Menceritakan yang ada dilingkungan rumah dan sekolah - Membedakan induk dan anak ayam yang ada dilingkungan - Menceritakan perubahan telur menjadi anak ayam - Tes Tulis - Tes Lisan - 2 x 35 menit - Buku - Gambar - LKS Kelompok A B. Indonesia Mengungkapkan secara lisan beberapa informasi dgn mendeskripsikan benda dan bercerita Mendeskripsikan tumbuhan atau binatang disekitar sesuai ciri2nya dgn menggunakan kalimat yg mudah dipahami orang lain Tumbuhan atau gambar ttg tumbuhan dan binatang sekitar - Menyebutkan 3 nama binatang yang senang pada tumbuhan bunga - Menjelaskan 2 macam bunga (bunga kembang sepatu, bunga matahari) - Menjelaskan ciri2 binatang - Siswa menyebutkan nama binatang yang suka pada bunga - Siswa menjelaskan ciri2 tumbuhan - Siswa menyanyikan lagu kebunku - Lisan - Tulisan - 2 x 35 menit - Buku - Gambar - LKS Kelompok C IPS Memahami Indentitas Diri Mengindentifikasi Indentitas Diri Diri sendiri - Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan - Menyebutkan ciri2 khusus seperti jenis rambut, warna kulit, berat badan - Menyebutkan tempat tinggal - Meminta anak menyebutkan nama lengkap dirinya - Meminta anak menulis nama panggilannya sehari2 - Tes Lisan - Tes Tulisan - 2 x 35 menit - Buku - Gambar - LKS
Adi Darmawan, S.Ag (Fasillitator) Waktu kita istirahat, saya tutup sejenak Assalam mualaikum wr, wb
Break
Adi Darmawan, S.Ag (Fasillitator) Assalam mualaikum wr, wb. Kita lihat ke RPP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS : I TEMA : LINGKUNGAN MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit
INDIKATOR: Bahasa Indonesia: · Menanyakan data diri dan nama orangtua serta saudara teman sekelas · Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf
Matematika: · Membilang atau menghitung secara urut · Menyebutkan banyak benda · Menceritakan pengalamannya saat pagi, siang atau malam hari
IPA · Menunjukkan sebanyak-banyaknya benda yang mempunyai warna, bentuk dan ciri tertentu
IPS · Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan
SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN · Bertepuk tangan dengan pola
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN · Menerapkan konsep arah dalam berjalan, berlari dan melompat.
SARANA DAN SUMBER BELAJAR: Kartu-kartu kata Lembar kerja (jam) Bola
STRATEGI KEGIATAN
Pembukaan (1 X 35 menit) Berdoa bersama Menyanyi lagu kasih ibu sambil bertepuk dengan variasi 1-2-1-2 Guru meminta beberapa anak untuk menyebutkan identitas dirinya seperti nama dan alamatnya, dan menceritakan suatu pengalaman yang menyenangkan dirinya Guru meminta anak untuk berkeliling di kelas sambil melompat satu kaki dengan membilang (menghitung secara urut) lompatannya Guru meminta beberapa anak mengemukakan tentang kegiatan yang dapat dilakukan pada waktu pagi hari, siang hari dan malam hari B. Inti (3 x 35 menit) Di kelas anak secara individual diminta untuk mengamati berbagai benda yang ada dalam kelasnya. memilih benda yang ada di kelas, menghitungnya dan menuliskan lambang bilangan dari jumlah benda yang dihitungnya (kegiatan ini dilakukan beberapa kali) Kegiatan berikutnya (atau bagi yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) dapat membaca kalimat sederhana dari kartu-kartu kata yang sudah disiapkan guru Guru meminta anak untuk melihat jam dinding dikelasnya, lalu anak diminta untuk menggambarkan jam didinding tersebut dilengkapi dengan penunjukkan jarum jam pada saat anak melihat dan menggambarkannya. C. Penutup (1 x 35 menit) Guru bercerita tentang perlunya air bagi makhluk hidup, yang dilanjutkan dengan tanya jawab Pesan-pesan moral bagi anak misalnya tentang perlunya hemat air, perlunya mandi/menjaga kebersihan Berdoa pulang
Kalau indikator tinggal diangkat dari silabus, jadi tidak ada yang menjadi masalah, kalau di pembukaan ini tidak harus selalu berdoa bersama, kita buat dulu contoh
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KELAS : I TEMA : Diri Sendiri MINGGU/HARI : I/Senin ALOKASI WAKTU : 5 x 35 menit
I Standar Kompetensi Matematika Mengenal unsur2 bangun datar sederhana
IPS Memahami Indentitas Diri II Kompetensi Dasar Matematika Mengelompokkan bangun datar
IPS Mengindentifikasi Indentitas Diri III Indikator Mata Pelajaran Matematika - Menyebutkan bentuk2 bangun datar di sekitar kita - Menunjukkan contoh sisi2 bangun datar - Mengarahkan dari bagian bentuk sisi bangun datar
IPS - Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan - Menyebutkan ciri2 khusus seperti jenis rambut, warna kulit, berat badan - Menyebutkan tempat tinggal IV Materi Pembelajaran Matematika - Siswa menceritakan bentuk bangun datar yang ada disekitar kita - Siswa dapat menunjukkan bangun datar di sekitar kita - Siswa memahami dan mengenal bentuk2 bangun datar
IPS - Meminta anak menyebutkan nama lengkap dirinya - Meminta anak menulis nama panggilannya sehari2 V Sarana dan sumber belajar belajar Matematika - Buku - Gambar - LKS
IPS - Buku - Gambar - LKS VI Strategi Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran 1. Kegiatan awal (1 x 35 menit) : - Berdoa - Mengecek kesiapan siswa utk belajar - Mengamati kondisi ruangan belajar - Guru meminta siswa utk memperkenalkan indentitas drinya kemudian siswa tsb menceritakan bentuk bangun datar yang telah diamati
2. Kegiatan inti : ........
3. Penutup (1 x 35 menit) - Pesan2 moral ttg cara menyapa nama dgn sopan - Berdoa VI Methode - ceramah / tanya jawab VII Alat / Sumber - Alat hitungan dan dekah - biji-bijian
Sumber - kurikulum KTSP - Mate matika 1/B Hal 104-106 VIII Penilaian - Tes Lisan dan tes tulisan
Ini kalau tidak bisa dicapai maka perlu dievaluasi, rata2 yang tidak tercapai sebagian, maka saat Di UAN kan kalau tidak berhasil maka evaluasi diulang kembali dgn di Remedialkan, dan dites apa sdh mencapai target atau tidak, ini kalau sebagian, kalau mengajar 50% tidak berhasil maka salah gurunya, mungkin salah mengambil metode atau jg salah alokasi waktu. Jadi harus diulang kembali. Kalau 60 % yang tuntas maka yang tidak tuntas diarahkan hingga dia tuntas, dan kalau 75% tuntas maka ini ibu sdh termasuk guru yang ideal, maka tidak perlu di remedialkan. Oke ibu2 silahkan kembali ke kelompok masing2 kita mulai diskusi
Diskusi Kelompok
Presentasi Kelompok
Mata Pelajaran : Pertemuan ke : Kelas/semester : Alokasi Waktu : Standar Kompetensi Matematika Mengenal unsur2 bangun datar sederhana
IPS Memahami Indentitas Diri Kompetensi Dasar Matematika Mengelompokkan bangun datar
IPS Mengindentifikasi Indentitas Diri Indikator Mata Pelajaran Matematika - Menyebutkan bentuk2 bangun datar di sekitar kita - Menunjukkan contoh sisi2 bangun datar - Mengarahkan dari bagian bentuk sisi bangun datar
IPS - Menyebutkan nama lengkap dan nama panggilan - Menyebutkan ciri2 khusus seperti jenis rambut, warna kulit, berat badan - Menyebutkan tempat tinggal Materi Pembelajaran - Menngenal bangun datar yang ada disekitar - Diri Sendiri Tujuan Pembelajaran - siswa dapat menyebutkan Sarana dan sumber belajar belajar Matematika - Buku - Gambar - LKS
IPS - Buku - Gambar - LKS Strategi Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran 4. Kegiatan awal (1 x 35 menit) : - Berdoa - Mengecek kesiapan siswa utk belajar - Mengamati kondisi ruangan belajar - Guru meminta siswa utk memperkenalkan indentitas drinya kemudian siswa tsb menceritakan bentuk bangun datar yang telah diamati
5. Kegiatan inti : - Guru membimbing siswa utk dapat menemukan ciri2 bangun datar - Guru meminta anak utk dapat menunjukkan berbagai bentuk bangun datar - Guru mengarahkan siswa utk menggambar bangun datar yang ada di dalam kelas
6. Penutup (1 x 35 menit) - Pesan2 moral ttg cara menyapa nama dgn sopan - Berdoa Methode - ceramah / tanya jawab Alat / Sumber - Alat hitungan dan dekah - biji-bijian
Sumber - kurikulum KTSP - Mate matika 1/B Hal 104-106 Penilaian - Tes Lisan dan tes tulisan
Peserta Saya pernah ikut pelatihan Pengecekan Absen tidak perlu karena waktu habis disitu saja bahkan jika murid sampai 40 org kan cukup lama utk mengabsen, jadi ini bagaimana
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Mengabsen itu ada berbagai cara misal ibu cukup dgn menanyakan kepada teman2 yang lain siapa yang tidak hadir hari ini jadi ini merupakan suatu kerangka utk mengajak anak2 berpikir RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : PPKN Pertemuan ke : I Kelas/semester : IV/II Alokasi Waktu : 2 x 35 menit Hari/tanggal : Senin 26 Mei 2008-05-2
Standar Kompetensi Memahami Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam lingkungan tetangga Kompetensi Dasar Mendiskripsikan kedudukan dan peran anggota keluarga didalam lingkungan tetangga Indikator Menyebutkan anggota keluarga Menceritakan peran anggota keluarga didalam lingkkungan tetangga Materi Pembelajaran Kedudukan dan peran anggota dalam keluarga didalam lingkungan tetangga Tujuan Pembelajaran Siswa dapat menyebutkan annggota keluarga Siswa dapat menceritakan peran anggota keluarga Metode Pembelajaran Langkah – langkah pembelajaran Kegiatan awal : - Menyanyikan lagu (satu2 aku sayang ibu) - Tanyajawab tentang keluarga - Membagi siswa dalam 5 kelompok Kegiatan Inti : - Siswa mendiskusikan tentang keluarga - Presentasi hasil kelompok ditanggapi oleh kelompok lain - Pemajangan hasil diskusi kerja kelompok Kegiatan akhir/penutup - Menyimpulkan materi pembelajaran - Mengumpilkan hasil diskusi kerja kelompok - Pesan moral tentang anak yang berbakti kepada anggota keluarga Alat dan sumber belajar belajar Buku LKS Penilaian Tes Tulis (terlampir)
Mengetahui / menyetujui Meulaboh, Penyusun Kepala Sekolah Guru Bid. Study
Nip. Nip.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ini bisa dgn menanyakan siapa yang tidak hadir, bukan mengabsen langsung. Intinya apa yang telah ibu tulis jadi tolong dilakukan, jgn ditulis lain diomongin lain ,dan ketika nanti saya melihat saat praktek maka saya akan menilai ini, dan mungkin karena kondisi maka ibu tampil hari ini tidak maksimal, dan semoga apa yang saya sampaikan ini menjadi pedoman bagi ibu2, dan saya mengucapkan astarafirullah jika yang saya sampaikan diikuti, dan saya mengucapkan alhamdulillah jika omongan saya tidak di ikuti, karena saya tidak berhutang dgn Allah, saya akhiri mohon maaf jika ada kesalahan Assalam mualaikum wr, wb. Hari Ketiga, Senin, 26 Mei 2008
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr wb, Tiada kata yang paling indah pada saat sepeti ini selain puji kepada Allah salawat kepada nabi Muhammad SAW, Yang saya hormati ibu2 rayon meureubo dan sekitarnya, yang saya hormati rekan2 panitia, terima kasih sampai hari ini masih memperkenankan saya utk menyampaikan materi, ibu2 kita perkenalkan diri dan paling tidak dgn perkenalan ini akan terjalin suatu hubunngan harmonis diantara kita terlebih utk memajukan pendidikan kita, nama saya Khairuddin lahir di Jeuram umur 40 tahun istri 1 dan anak 3 , 2 laki2, 1 perempuan dan saya S1 di Banda Aceh dan Magister di Malang Jawa Timur, dan saya pernah mengajar di SMA 1 Darul Makmur, dan juga di SMU 1 Maulaboh dan sorenya dosen tidak ttp di berbagai fakultas, dan saya hari ini bukan menceramahi tapi kita disini belajar bersama dan kita akan pelajari hari ini : 1. menyimak materi.. 2. menulis hal2 yang penting utk pertama kita masuk berkenaaan dgn tematik 3. presentasi, dan rekan yang lain akan menyimak dgn baik
Sebelum saya menyampaikan meteri tematik silahkan dicatat dulu, ini utk menggugah kita apa sdh cukup benar pendidikan kita saat ini jadi tujuan pendidikan kita utk mengembangkan peserta didik agar : 1. menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT 2. berakhlak mulia, berilmu, cakap, cakap kreatif dan menjadi manusia yang demokratis serta bertanggung jawab Sekarang kita lihat cukup bertakwakah, berahlak mulia serta sehatkah pendidikan kita hari ini, belum ibu2 kalau dinegara orang malu kalau diberikan gelar tidak sesuai dgn kemampuan tapi kalau kita disini ilmu tidak ada tapi gelar panjang2.
Peserta didik mempunyai potensi fitrah walaupun kecil sekali 1. mahkluk bertuhan 2. makhluk sosial 3. makhluk bermoral 4. makhluk berperadaban 5. makhluk Individu Ibu2 harus bisa membuat Peserta didik mengembangkan hal2 seperti di atas
Pendidikan yg berkualitas berdasarkan Qanun no 23 tahn 2002 Pendidikan NAD adalah pendidikan yg dapat membekali peserta didik dgn 5 kedewasaan : 1. spiritual 2. intelegensial 3. social 4. moral 5. material
Dalam mendidik guru harus melakukan 5 hal : 1. Cinta dan kasih sayang 2. Keikhlasan 3. Kejujuran 4. Spritual 5. Suasana Kekeluargaan
Oleh karenanya budaya sekolah kedepan harus budaya yang islami : 1. Ta’zim kepada guru 2. Budaya shalat berjamaah 3. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran
Berdasarkan penemuan terbaru peserta didik sebenarnya memilliki Multi Kecerdasan oleh karenanya tdk ada peserta didik yg tidak cerdas, Ada 8 kecerdasan: 1. Languistik (Kecerdasan berbahasa) 2. Matematis (Berpikir Logis) 3. Fasial (Menggambar) 4. Hinaskis Jasmaniah (Cerdas Gerak) 5. Musikal (Vokalis) 6. Interfesonal (Cerdas Diri) 7. Intra personal (Cerdas Bergaul) 8. Naturalis/Otodidat (Cerdas Alam)
Sampai sejauh ini apa yang sdh saya sampaikan apa ada manfaat yang ibu rasakan, kalau ada Alhamdulillah, dan sekarang kita masuk ke Tematik dan saya beri waktu 10 menit silahkan ibu baca setelah itu kita diskusikan, supaya mudah kita kerja, kita bagikan saja kelompok.
Pembagian Kelompok
Kelompok A tentang : 1. Latar belakang pembelajaran tematik 2. karakteristik pengembangan anak kls awal sekolah dasar 3. Ruang lingkup tematik 4. Cara anak belajar
Kelompok B tentang : 1. Belajar dan pembelajaran bermakna 2. Pengertian pembelajaran tematik
Kelompok C tentang : 1. Landasan pembelajaran tematik 2. Arti penting pembelajaran tematik 3. Karakteristik pembelajaran tematik
Kelompok D tentang : 1. Rambu2 pembelajaran tematik 2. Impllikasi pembelajaran tematik 3. Tahap pelaksanaan 4. penilaian
Sekarang saya beri waktu 25 menit silahkan ibu2 bekerja
Diskkusi Kelompok
Khairudin, M.Pd (Fasilitator) Ibu2 kita istirahat sejenak nanti kita sambung kembali, Assalam mualaikum, wr, wb.
Break
Khairudin, M.Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum, wr, wb. Ibu2 yang berbahagia kita dengarkan presentasi dari kelompok D, kita mohon kesediaan dari kelompok D utk presentasi
Presentasi Kelompok D
RINGKASAN IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK RAMBU-RAMBU
1. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan, jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. 4. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. 5. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral 6. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat
IMPLIKASI PEMBELAJARAN TEMATIK A. Implikasi bagi guru Pembelajaran tematik memerlukan guru yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.
B. Implikasi bagi siswa
1. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. 2. Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah
C. Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media Pembelajaran tematik menekankan pada siswa baik individu maupun kelompok belajar yang sifatnya didesainkan secara khusus utk dapat dimanfaatkan
D. Implikasi terhadap Pengaturan ruangan Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang yang ditata dgn tema yang disesuaikan, susunan bangku dapat berubah2 keperluan pembelajaran yang berlangsung alat sarana sumber belajar sehingga memudahkan peserta didik utk belajar
E. Implikasi terhadap Pemilihan metode Sesuai dengan karakteristik pembelajaran tematik dgn menggunakan multi metode, misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab dan demontrasi
Pertanyaan dari kelompok E Saya tertarik dgn no2 Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester, pengertiannya bagaimana?
Tanggapan Kelompok D Maksudnya antara semester I dan semester II bisa digabungkan
Pertanyaan dari kelompok E Jadi bagaimana yang mana bisa dialihkan
Tanggapan Kelompok D Misalnya di semester 1 juga ada diri sendiri begitu juga di semester II, penggabungannya bisa digabungkan
Pertanyaan dari kelompok E Maksudnya hal yang belum tuntas
Tanggapan Kelompok D Coba teman2 bantu, kemarin bapak Adi katakan semester II sedangkan temanya diri sendiri utk tematik, sedangkan di tematik ini ada utk semester ke I dan ke II maka terjadi penggabungan, kalau ini dimungkinkan digabung kalau tidak bisa ya tidak usah digabung.
Pertanyaan dari kelompok E Utk semester I ini belum cocok utk ditarik kesini karena terlalu tinggi
Tanggapan Kelompok D Dimungkinkan ini bisa terjadi dan bisa tidak. Kalau ada kesesuaian,
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Belajar tematik ini belajar konfehensif karena anak2 diusia ini kemampuan mereka belum kuat, atau intergral (holistik), jadih masih pembelajaran antar displiner antar disiplin ilmu. Anak2 di umur 5 – 7 tahun ini belum bisa belajar secara terpisah2 tetapi mereka masih bisa menerima pelajaran secara intergral yaitu mengaitkan antara satu pelajaran yang satu dgn mata palajaran yang lain (holistik)
Peserta Misalnya kita belajar tematik ini bukan hanya dgn 5 bidang study saja misalnya kesenian dimasukkan juga, maksudnya gimana...
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ibu bisa lihat di modul ini ada dijelaskan, kalau kita adakan pembelajaran ini bisa dalam satu pelajaran diarahkan keberbagai pelajaran atau dgn kata lain menyeluruh ini utk kelas I-III
Peserta Kami kemarin belum mengerti, kemarin cm 5 pelajaran yang kami dengar bapak Adi, berarti ini sdh tambah pengalaman, terima kasih pak
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Anak2 diajarkan dari yang kongkrit (dari yang nampak) ke tidak kongkrit (tidak nampak), pelajaran tematik yaitu pelajaran terpadu yang di padukan dgn pelajaran lain, dan anak hanya mampu mendapat pelajaran dgn pembelajaran yang intergral. Di gabungkan ini jika ada kesamaan misal diri sendiri bisa ttg diri sendiri dan besoknya lingkungan, ini jika dimungkinkan dan jika pembelajaran tidak tuntas, dan juga bisa di ulang pada semester berikutnya.
Peserta Pelajaran apa yang tidak bisa di gabungkan
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Mulok, ini tidak bisa dipadukan karena ini agak asing apalagi bahasa Aceh, dan pelajaran ini harus dikerjakan sendiri karena ini tidak bisa dibuat PR, dan harus dituntaskan di sekolah, masih ada masalah kalau tidak ada kita lanjutkan ke kelompok lain...silahkan
Presentasi Kelompok E
TAHAP PERSIAPAN PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan pembelajaran tematik, perlu dilakukan beberapa hal : 1. Tahap Perencanaan Pemetaan kompetensi dasar Kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dlm tema yang dipilih Penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam indikator Indikator dikembangkan sesuai dgn karakteristik peserta didik Indikator dikembangkan sesuai mata pelajaran Dirumuskan dalam kata operasional
2. Menentukan tema Cara Penentuan, dilakukan dgn dua cara : Tema yang sesuai, Tema Pengikat keterpaduan sesuai dgn minat dan kebutuhan anak Prinsip Penentuan Dalam menentapkan tema perlu bebrapa prinsip : Membperhatikan lingkungan yang dekat dgn siswa Dari mudah ke yang sulit Dari yang sederhana kekomplek, dari yang komplek ke yang abstrak
3. indentifikasi dan analisa standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator
Menetapkan Jaringan Tema : menghubungkan kompetensi dasar dan indikator dgn tema Penyusunan Silabus : Kompeten silabus terdiri : Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, pengalaman belajar, alat/sumber dan penilaian Penyusunan rencana Pembelajaran
Presentasi Kelompok C
LANDASAN PEMBELAJARAN TEMATIK
Landasan Pembelajaran tematik mencakup : 1. Landasan filosofis 2. Landasan psikologis 3. Landasan yuridis
Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu : 1. Aliran progresivisme 2. Aliran konstruktivisme 3. Aliran humanisme
Aliran progresivisme ditekankan pada pembentukan kreatifitas, pemberian sejumlah kegiatan, suasana yang alamiah (natural), dan memperhatikan pengalaman siswa.
Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. Menurut aliran ini, pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek, fenomena, pengalaman dan lingkungannya.
Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensinya, dan motivasi yang dimilikinya.
Landasan psikologis perkembangan dalam menentukan isi/materi yang diberikan kepada siswa Landasan yuridis Landasan yuridis tersebut adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya
ARTI PENTING PEMBELAJARAN TEMATIK
Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif.
Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar; Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa; Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama; Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa; Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya; Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain.
Beberapa manfaaat pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini, akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan, Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir, Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN TEMATIK Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered), hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahan-kemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). Dengan pengalaman langsung / abstrak. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran Bersifat luwes yaitu satu pelajaran berkaitan dgn pelajaran lain Hasil pembelajaran sesuai dgn minat dan kebutuhan Prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Pakem/Pakemis (Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan dan Islami). Contoh belajar menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan Pakemis Islami : 1. Kontruktifisme maksudnya pengetahuan diperoleh seseorang melalui pengalaman nyata (tidak serta merta/sedikit demi sedikit) 2. Quistioning (bertanya) ketika anak bertanya jangan larang dan jangan protes pertanyaannya dan dgn ini akan ditemukan Inquiry 3. Modelling guru harus menjadi contoh model pertama 4. Masyarakat belajar. Kalau ibu mengajar dan tidak tahu ttg sesuatu tofik maka manfaatkan guru yang lain, termasuk masyarakat. 5. Refleksion (Pemanfaatan pengetahuan yang telah ada pada peserta didik / pengalaman belajar) maka dalam pembelajaran sekolah harus personal peserta didik misal perlu dihafal ortunya, tempat tinggal dll 6. Penilaian yang sebenarnya (penilaian proses = wujud karya) 7. Autentic Assement (Penilaian Proses)
Kalau menurut ibu bagaimana pengertian ini...
Peserta Ini faktor bawaan yang harus dilihat.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ya jadi ibu tidak boleh menganggap sama, ada pertanyaan, kalau tidak ada pertanyaan, dgn ucapan selamat pulang sampai bertemu besok saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Hari keempat 27 Mei 2008 Khairuddin, M.Pd (Tutor) Assalammualaikum wr wb. Hari ini masih ada 3 materi lagi, dan sekarang kita masuk ke analisis pencapaian KKM. ANALISIS PENCAPAIAN KKM RAMBU-RAMBU Ø KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran Ø KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Ø Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Ø Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Ø Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Ø Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS
MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
1. Kompleksitas : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3 2. Daya dukung : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 3. Intake : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89 9
Khairuddin, M.Pd (Tutor) KD yang sulit kita berikan angka 1. Supaya lebih jelas kita praktek langsung.
Sekarang saya mohon dari kelompok E untuk mempresentasikan hasil kerjanya
Presentasi Kelompok E
Kompleksitas (sulit) Daya dukung (mudah) intake 1 7,3 1 2 3 6,6 2 2 3 7,7 3 2 3 7,7 22,0 Kelompok C kompleksitas Daya dukung intake Nilai KKM 1 2 3 66,6 2 3 2 77,77 3 2 3 88,88 233,31/3=77,77
3+2+3= 8 x 100 = 800/9= 88,88
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Oke selanjutnya silahkan kelompok yang lainnya mempresentasikan hasil kerjanya! Loh kok gak ada, oh saya tahu ibu2 terbayang dengan RPP besok ya? Sebenarnya mudah buk, tidak ada yang dikurangi pangkat ibu, inilah yang disebut pembelajaran, Cuma jangan asal buat/asal jadi. Belajar itu ada yang gagal, gagal inilah yang jadi pembelajaran. Tidak ada yang kebenaran absolute kecuali Allah. Oke sekarang kita masuk ke materi mulok.
MUATAN LOKAL
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural, mulok
Selama ini kepala sekolah merasa tinggi diri sehingga ibu2 sekarang sering diperintah di sekolah padahal kedudukan kita sama dimata allah, paradikma (kerangka berfikir) jaman dulu disebut sentralistik dan sekarang dimasa orde baru disebut desentralitik yang terdiri dari : 1. Pakemis 2. Pengambilan keputusan secara partistif (keputusan yang diputuskan disekolah ini harus ada musyawarah, dan tidak boleh diputuskan oleh kepala sekolah) 3. Pendekatan Profesiaonal (kalau ditunjuk mendapat jabatan disekolah in karena kemampuan bukan karena hal lain). Karena bila sesuatu diberikan kepada yang bkn ahlinya maka kehancuran akan tiba 4. Pengorganisasian yang setaraf (kepala sekolah dan rekan2 guru kedudukannya sama) 5. Motivasi dan saling mempengaruhi (ajak kawan2 lain agar sama mengerti) 6. Mengelola Resiko (makin besar masalah makin berani kita menghadapi masalah) 7. Menggunakan uang sesuai kebutuhan dan seefisien mungkin
B. Landasan UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Kalau ini diterapkan maka bisa jadi bahasa aceh dapat diserap oleh kosakata bahasa Indonesia. Hadis majah aceh atau seni rateb meuseukat. Orang lain buk, sangat menghargai budaya nya. Misalnya anak saya yang sekolah di Sumber Sari, tapi dia harus belajar seni jawa. Bahasa aceh yang telah memiliki struktur kebahasaan, atau yang telah dibukukan/kodefikasi, bahasa inilah yang diangkat ke muatan lokal.
C. Tujuan
Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
D. Pengertian
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok Mengidentifikasi bahan kajian Mulok Menentukan Mata Pelajaran Mulok Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat.
Oke buk kita istirahat dulu, nanti kita lanjutkan lagi. Coffee Break
5. Rambu-Rambu Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Dekat secara fisik, maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dhami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Untuk itu, bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak; (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui; (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru; (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran. Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Ada beberapa metode yang bisa dipakai dalam PBM antara lain ceramah, diskusi, investigasi, klasikal, sosio drama. Pendektan CTL, menurut saya sudah diberi oleh rekan2 GSF.
6. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
7. Pelaporan Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif
Mulok diberikan tidak boleh bertentangan dengan fakta social. Misalnya ada tulak bala itu tidak boleh diangkat menjadi mulok karena bertentangan dengan syariat.
Peserta Kenapa depag tidak melarang tulak bala?
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Untu merubah yang sudah berakar itu bisa menyebabkan konflik sosial. Butuh proses, makanya kita sebagai guru harus menerapkan islamic enveronment di sekolah2 kita. Dakwahkan dulu, nanti baru di sangsi.
Oke sekarang kita masuk ke materi selanjutnya PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Landasan Pengembangan Diri UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, midia isuara, tutorial (memiliki akta 4). Pedagogik, kebutuhan fisik, termasuk WC murid, sekolah harus menyediakan fasilitas itu. Untuk ke depan tunjangan guru harus lebih dari jabatan yang lain. · Pendidikan diselenggrakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif. · Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. · Membangun kemauan, terutama kemauan belajar. · Mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran, bisa dikembangkan melalui ekstra kurikuler.
Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Tiasiar (MIN Kubu) Pak, Sampai berapa lama metode tematik ini berubah? Kalau bisa jangan berubah2 lagi pusing.....!
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Begini, sesuatu yang dipelajari harus dengan tekun, perkembangan dunia itu perdetik berkembang. Dari segi finansial tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.
Tiasiar (MIN Kubu) Kami bingung asyik berubah2... dulu ada KBK, KTSP terus entah apa lagi nanti. Yang dulu aja belum diterapkan tapi sudah keluar lagi yang baru.
Khairuddin, M.Pd (Tutor) Sebenarnya yang berubah ini sedikit saja, direvisi demi kebenaran, karena kebenaran gak ada yang absulot. Tapi yang kita follow up sekarang tunjangan guru menjadi prioritas utama. Misalnya dengan internet kita bisa akses apa saja. Banyak sekali variabel untuk meningkatkan dan menurunkan pendidikan. Misal untuk menurunkan pendidikan siapa saja bisa jadi guru dan dosen, maka untuk sekarang orang dengan gampang bisa meraih gelar. Yang ke finansial guru. Kemudian orang tua di rumah tidak mendukung, lingkungan kita juga tidak mendukung.
Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat b. Minat c. Kreativitas d. Kompetensi dan kebisaaan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian
Orang pintar itu adalah profesional di bidang masing2. Problem solving, maka petakan masalah anak. Kemandirian, artinya tidak bergantung dengan bangsa lain.
Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : § Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. § Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). § Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu
Konseling Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Peserta Pak, gimana dengan RPP kami besok? Siapa yang tanda tangan ?
Khairuddin, M.Pd (Tutor) RPP bisa ditanda tangani oleh kepala sekolah atau guru pamong.
Oke terima kasih. Mohon maaf atas segala kelemahan dan kekurangan saya, apa yang kebaikan yang kami sampaiakn semoga bermamfaat. Kalau ada yang tidak jelas bisa diskusikan. Billahitaufiq assalammualaikum wr wb.
Hari Kelima, Rabu, 28 Mei 2008 Fetty Kurnia Laily Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdulillah, Puji syukur kepada Allah, Salawat salam kepada Nabi Muhammad, hari ini hari terakhir training yang diadakan GSF, tadi ibu2 sdh melakukan praktek dilapangan dan sekarang ada baiknya kita dengar arahan dari tutor kita, kepada bapak Adi Darmawan kami pesilahkan.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Dan yang pertama rasa syukur kita kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, saya tidak banyak menyampaikan kata2 karena dalam 3 hari ini memang kondisi saya tidak mendukung dan tetapi dgn semangat dari ibu membawa saya utk bisa menemani ibu2 hari ini, walau semua kelas tidak saya jumpai, dan trasdisi tadi mohon dibawa kesekolah masing2, dan ini perlu proses mengubah budaya, dan saya telah menemani ibu bersama pak Khairuddin, dan ada koreksi saya, tadi saya lihat Masih ada yang menggunakan kor, Dalam RPP Guru mengarahkan siswa utk menemukan Bangun Datar, dan tapi ibu2 tidak memberikan kesempatan bagi anak utk menyebutkan, dan tadi juga sdh banyak yang sudah bagus, dan masalah datang waktu pelatihan ini sdh oke, walau masih ada yang terlambat sekitar 2 orang dan karena saya kurang sehat maka mungkin saya tidak objektif saat memberikan penilaian, dan juga saya mohon maaf jika dalam beberapa hari ini dalam memberikan informasi tidak sesaui dgn kehendak ibu2, dan mungkin pengalaman saya cuma sedikit jika dibandingkan dgn pengalaman ibu2, dan jika sampai disekolah tolong dibawa apa yang sdh dipelajari disini, walaupun tidak perlu diketahui oleh kepala sekolah, terakhir saya mohon maaf utk yang terakhir kali dan semoga silaturrahmi ini bisa terus terjalin, dan bila ada yang belum jelas maka bisa hubungi saya di SMU 2, kalau memang saya memiliki waktu luang pasti saya layani, dan saya sdh berniat membagi informasi saat saya pertama melangkah Ke GSF, saya akhiri,
Fetty Kurnia Laily Mungkin ada yang belu jelas atau perlu dipertanyakan silahkan ibu2
Peserta Waktu saya kelapangan ada silabus dan yang kami bawa Cuma RPP sedangkan silabus tidak kami bawa
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Kalau masuk ke ruangan, RPP sudah ada dan intinya ibu tidak mungkin punya RPP kalau belum punya silabus, jadi silabus tidak perlu di bawa kekelas, mungkin pemahaman tentang ini berbeda, dan yang penting ibu sdh ada silabus, yang di perlukan utk di bawa kedalam kelas hanya RPP sedangkan slabus ini tidak perlu dibawa, dan kalau memang di perlukan maka bisa dibawa paling tidak letakkan di kantor.
Peserta Kalau ada, Silabus dan RPP yang sudah Clear yang bisa kami bawa pulang biar menjadi pedoman bagi kami disekolah, maksud saya yang sdh tuntas.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ada tujuan yang lain dari kegiatan ini, dan bkn hanya membuat ibu membawa pulang yang sdh tuntas, tapi disini lebih dituntut utk mengajarkan ibu2 utk membuat sendiri dan agar ibu2 bisa, jadi kalau diberikan disini, maka RPPnya akan sama di bawa pulang ke semua sekolah sedangkan kondisi di sekolah ibu2 berbeda2, dan kepingin saya paling tidak semester ini sdh ada RPP dan walau tidak keseluruhan ibu susun, tapi bisa juga ibu susun dulu perjam pelajaran, masih ada lagi yang ingin disampaikan.....Kalau tidak ada terima kasih banyak dan Alhamdulilah hingga akhir pelatihan ini saya masih berdiri tegap, mohon maaf jika ada ucapan yang tidak enak utk didengar Assalam mualaikum wr, wb.
Penyerahan Sertifikat secara Simbolis Bapak Rusdi Faizi memberikan kepada ibu Tiasiar (MIN Kubu) Bapak Adi Darmawan membarikan kepada ibu Melianti (MIS Nurul Falah)
Pengisian Lembar Evaluasi
Rusdi Faizin (Deputy GSF) Assalam mualaikum wr, wb. Alhamdulillah, Pertama2 marilah kita panjatkan puji kepada Allah SWT atas rahmatnya sehingga pada hari ini telah selesai kita melaksanakan training 4 hari, prarktek 1 hari, salawat salam kepada Nabi Muhammad SAW dan semua sahabatnya, dan penghormatan kepada tutor bapak Adi pada hari ini dan pak Khairudin tidak dapat hadir berhubung ada sesuatu dan lain hal, dan yang kami hormati panitia yang telah bersusah payah membuat sukses trianing training ini, dan tujuan kita mengadakan training utk memajukan pendidikan, disamping training ini GSF juga berjuang ttg dana 20 % utk diplotkan ke sekolah2, dan harapan kami jika dana ini ada guru2pun harus siap dgn ilmu yang mapan maka kami buat traininng ini, harapan kami ibu2 dapat mempelajari bahan yang telah dibagikan karena pertemuan kita hanya 5 hari, dan tadi saya barusan dapat telp dari Direktur yang masih di Jakarata beliau titip salam pada kita semua dan beliau masih disana karena ada acara ttg penilitian, dan jika ada kesalahan selama ibu2 mengikuti traininng ini, saya atas nama panitia mohon maaf kami masih muda2, dan mudah2han kedepan kita bisa berjumpa pada kesempatan yang lain, dan utk tahun ini kami hanya membuat training utk wali kelas I, kelas II dan kelas III, dan utk tahun kedepan mungkin kami akan berkompromi dgn ibu2 utk menyusun kira2 training apa yang harus kita buat agar pendidikan kita lebih maju, baiklah ibu2 dgn mengucapkan Alhamdulillah hirabbil ‘alamin training wali kelas II utk wilayah Meureubo kami tutup saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb
Tgk. Hasballah Doa....
Fetty Kurnia Laily Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pulalah acara penutupan kita pada hari ini, kami dari panitia mohon maaf dan juga saya selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan bahasa saya akhiri Assalam mualaikum wr,wb. |