|
Ini akibat SDM sangat kurang dan dalam hal ini semua kita tidak sempurna dan banyak yang mengatakan guru2 lebih banyak berbobot di luar Johan Pahlawan dari pada di Johan Pahlawan ini kata orang, saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, karena disini mungkin banyak guru2 istri pejabat, istri anggota DPR dll, dan hari ini kita lihat data itu benar atau tidak, dan ini menjadi tantangan kepada ibu2 bapak2, dan mari kita tampilkan kehebatan kita, dan kemudian, BPD naik bunganya hingga minyak naik juga harganya kata abdul jalil direktur gsf pada pembukaan workshop guru wali kelas I.
Notulensi Workshop Wali Kelas I SD-MI Johan Pahlawan 08-12 mei 2008 TRAINING WALI KELAS I Dilaksanakan oleh Grassroots Society Forum (GSF) Supported BY CAFOD Johan Pahlawan, 08 – 12 Mei 2008
Hari Pertama, Kamis, 08 Mei 2008
Tgk Hasballah Pembukaan
Diantho Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalam mualaikum wr, wb, Syukur Alhamdulillah kepada Allah, Salawat Salam kepada Nabi Muhammad SAW, yang saya hormati bapak Khairuddin sebagai fasilitator, panitia yang telah mempersiapkan tempat yang sederhana ini, dan seluruh peserta training wali kelas I wilayah Johan Pahlawan dan juga dari samatiga yang saya banggakan. Training ini hanya 4 hari / setengah hari, jadi cuma sedikit yang didapat disini dan diibaratkan guru ini tamat SPG kuliah sampai 5 tahun tapi masih juga tidak sempurna apa yang didapat apalagi disini yang Cuma 5 hari jadi tergantung dari person masing2 tapi hari ini acara ini kita buat hanya 4 x sore berarti cuma 2 hari, dan kalau ada tutor menjelaskan jangan ribut, dan hp jangan dibunyikan tapi cukup digetarkan, dan pendidikan kita hari ini sangat jauh ketinggalan, dan hari ini kita masih hidup dengan bantuan tapi utk anak, cucu kita kedepan tidak tahu bagaimana, perkiraan para ilmuan beberapa tahun kedepan ibu2 akan botak karena kekurangan air, dan ini kalau kita sudah meninggal dan anak2 kita cucu kita bagaimana jika kelak orang akan memperebutkan air, dan kita ketahui hari demi hari makin susah beban hidup kita, kualitasnya bagaimana naik atau turun, kuliah di UTU mahasiswa ini Pantengong / mahasiswa bodoh kalau pandai pasti tidak masuk ke UTU inilah hasil pembelajaran kita, kalau memang mereka pintar pasti tidak akan masuk UTU, mereka akan mencari tempat kuliah lain walaupun swasta tapi jelas statusnya, Ini akibat SDM sangat kurang dan dalam hal ini semua kita tidak sempurna dan banyak yang mengatakan guru2 lebih banyak berbobot di luar Johan Pahlawan dari pada di Johan Pahlawan ini kata orang, saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, karena disini mungkin banyak guru2 istri pejabat, istri anggota DPR dll, dan hari ini kita lihat data itu benar atau tidak, dan ini menjadi tantangan kepada ibu2 bapak2, dan mari kita tampilkan kehebatan kita, dan kemudian, BPD naik bunganya hingga minyak naik juga harganya kata abdul jalil direktur gsf pada pembukaan workshop guru wali kelas I. barang naik dan bagaimana proses belajar mengajar bisa berlangsung dgn sukses ini sangat berpengaruh terhadap pendidikan, dan kami lembaga lokal yang mencoba peduli pendidikan, dan ini dana kami ambil dari luar, dan dana ini bukan hutang tapi hibah, dana ini turun berkat kerja kami GSF dalam membuat proposal, dan ini yang ada sama kami training 5 hari, saya tidak mau niat baik kami ingin membantu pendidikan dan dinilai aneh, karena kami memperjuangkan agar terlaksanaknya training ini sampai tengah2 malam menyusun proposal, dan kami mohon sangat agar tidak satu hari datang dan satu hari tidak, peserta yang seperti ini yang ada salah pengertian pada panitia, tutor, kalau memang sudah tidak datang lebih baik tidak usah datang lagi, dan saya selalu mengatakan pada panitia agar kami tidak mengembalikan uang kepada donator dan kalau ada uang tidak bisa kita mamfaatkan maka alangkah bodohnya kita, dan peserta 25 ini juga kami pertanggungjawabkan 25, dan kalau pelatihan kelas I – III ini tidak sempurna maka terhambat juga pada training selanjutnya utk kelas IV – VI, jadi sangat sayang bagi masyarakat yang membutuhkan dan harapan saya jangan ada ceramah diatas ceramah, dan tolong Pelajari kembali bahan yang telah dibagikan biar bapak ibu nyambung dgn pembelajaran yang disampaikan oleh tutor dan kami bisa tahu bapak ibu ada membaca atau tidak, baiklah bapak ibu karena waktu dengan mengucapkan Bismillah hirrahmannirrahim, training Wali kelas I untuk daerah Johan Pahlawan dgn resmi saya buka saya akhiri Assalam mualaikum, wr, wb.
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb, Pertama puji syukur kepada Allah SWT, salawat salam kepada junjungan alam nabi Muhammad SAW beserta ahli waris beliau, Pimpinan GSF dan seluruh panitia yang saya hormati. Izinkan saya memperkenalkan diri, Nama saya Khairuddin, lahir di Jeuram, sudah bekeluarga, putra 3, putri 1 orang, pengalaman study Bahasa Sastra Indonesi di Banda Aceh dan mendapat tugas belajar S2 di malang jawa timur dgn program studi S2, dan saya pernah di SMU 1 Meulaboh, dan di SMU Jeuram, dan sekarang di SMU Muhammadiayah, dan juga Dosen tidak tetap di berbagai fakultas dgn program study yang sesuai dgn kemampuan saya, dan sdh 2 tahun ini bersama GSF. dan inilah sedikit indentitas ttg saya, dan kehadiran saya hari ini yaitu sebagai fasilitator. Seharusnya saya akan tampil hari sabtu dan minggu, karena saudara saya Adi Darmawan tidak bisa hadir maka beliau minta maaf. Dan saya gantikan posisi beliau pada hari ini, bapak ibu sebelum kita masuk kemateri maka mari kita lihat mau hendak kemana tujuan pendidikan kita kedepan :
Qanun no 23 tahun 2002 Pendidikan NAD ”Landasan Yulidis Filosofis pendidikan NAD” : 1. Berlandaskan pada Al-quran 2. Berlandaskan pada Al- Hadis 3. Berlandaskan pada kebudayaan aceh Mengantarkan manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah swt
Secara fasifik tujuan pendidikan kita adalah 1. Bertaqwa kepada tuhan yang maha esa 2. Berahlak mulia 3. Sehat 4. berilmu 5. Cakap 6. Kreatif 7. Mandiri 8. Menjadi warga negara yang demokratis dan 9. Bertanggung jawab
Sudah cukup baikkah tujuan pendidikan kita kalau menurut bapak ibu? Ini dunia internasional saja mengakui tujuan pendidikan kita, dan adakah kolerasi dgn kejadian sebenarnya,
Peserta Belum
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Penggunaan kantin disekolah yang dicicipi setiap hari apakah sdh sehat dan kami sdh menemukan secara higenis, bahwa makanan dikantin sekolah sebelum di makan oleh anak2 kita, maka sudah terlebih dulu dimakan lalat. Kemudian pangkat yang kita sandang sudah cukup panjang2 tapi adakan kolerasi antara pangkat yang kita miliki dgn kemampuan kita.
Peserta didik harus mampu dikembangkan oleh lembaga pendidikan Sebagai : 1. mahkluk bertuhan 2. makhluk sosial 3. makhluk bermoral 4. makhluk berperadaban 5. makhluk Individu
Pendidikan yang berkuallitas harus menghasilkan 5 hal : 1. spiritual 2. intelegensial 3. social 4. moral 5. material
Didalam mendidik ini harus dilakukan beberapa upaya : 1. Cinta dan kasih sayang 2. Keikhlasan 3. Kejujuran 4. Spritual 5. Suasana Kekeluargaan
Dari beberapa hal tsb apa sdh diberikan kepada sekolah
Peserta Ada
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Alhamdulillah, Berdasarkan hasil penelitian yang dihasilkan oleh berbagai para ahli telah ditemukan paradikma baru Multi Intellegence. Dulu IQ kecerdasan tunggal, hasil penemuan terbaru bahwa kecerdasan yang dimiliki anak2 luar bisaa yaitu disebut paradikma baru kecerdasan yang dimiliki.
IQ (Intellegence Quetiont) Intelengence adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
Dengan Penemuan Multiple Intelegence paradigma baru tidak ada siswa yang bodoh, setiap siswa memiliki kecerdasan. Dulu IQ kecerdasan tunggal, kini multi dimensional. Ada 8 kecerdasan: 1. Languistik (Kecerdasan berbahasa) 2. Matematis (Berpikir Logis) 3. Favial (Menggambar) 4. Hirarkis Jasmaniah (Cerdas Gerak) 5. Musikal (Vokalis) 6. Interfesonal (Cerdas Diri) 7. Intra personal (Cerdas Bergaul) 8. Naturalis/Otodidat (Cerdas Alam)
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III Latar Belakang Peserta didik kelas satu, dua, dan tiga berada pada rentangan usia dini yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik) sehingga pembelajarannya masih bergantung kepada objek-objek konkrit dan pengalaman yang dialaminya Pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD kelas I – III yang terpisah untuk setiap mata pelajaran, akan menyebabkan kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik Terdapat permasalahan pada kelas awal (I-III) antara lain adalah tingginya angka mengulang kelas dan putus sekolah.
Pengertian Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna kepada peserta didik. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi topik pembelajaran.
Selanjutnya pembelajaran tematik istilah lainnya adalah Pembelajaran Interdisipliner (antar disiplin ilmu) atau disebut dgn pembelajaran terpadu (intergritit) dgn satu tema bisa menumbuhkan berbagai indikator. Anak2 harus bisa 3 M : 1. Menulis 2. Membaca 3. Menghitung
Contoh : Tema tentang “Aku” dilihat dari berbagai pelajaran : IPS Indikator : 1. mengindentifikasi indentitas diri 2. menceritakan pengalaman diri
IPA Indikator : 1. Mengenal bagian2 tubuh dan keguanaannya dan cara penggunaannya, serta cara perawatannya
Mate matika Indikator : 1. Membilang banyak benda 2. Mengurutkan banyak benda 3. Melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai 20
Bahasa indonesia Indikator : 1. Memperkenalkan diri sendiri dan dgn kalimat sederhana dan kalimat yang santun 2. Mendeskripsikan fungsikan anggota tubuh
Seni budaya Indikator : 1. Mengekspresikan diri dgn vokal 2. Melafalkan lagu anak2
Tujuan Memusatkan perhatian peserta didik mudah pada suatu tema materi yang jelas; Mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama; Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan; Memudahkan guru dalam mempersiapkan dan menyajikan bahan ajar yang efektif.
Manfaat Pembelajaran Tematik Menghilangkan tumpang tindih bahan ajar. Peserta didik memahami hubungan yang bermakna antar mata pelajaran. Pembelajaran menjadi utuh oleh peserta didik akan mendapat pengertian mengenai konsep dan materi yang tidak terpecah-pecah. Penguasaan konsep oleh peserta didik akan semakin baik meningkatan
Karakteristik Pembelajaran Tematik Berpusat pada peserta didik Memberikan pengalaman langsung Tidak terjadi pemisahan mata pelajaran Menyajikan konsep yang terpadu dari berbagai mata pelajaran Bersifat fleksibel Proses pembelajaran mudah disesuaikan dengan minat dan kebutuhan peserta didik Menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
Implikasi Pembelajaran Tematik Implikasi bagi: Guru : harus kreatif dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi peserta didik, memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh. Peserta didik : harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal dan mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran yang bervariasi.
Pakem/Pakemis (Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan dan Islami). Contoh belajar menggunakan prinsip pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan Pakemis Islami : 1. Kontruktifisme maksudnya pengetahuan diperoleh seseorang melalui pengalaman nyata (tidak serta merta/sedikit demi sedikit) 2. Quistioning (bertanya) ketika anak bertanya jangan larang dan jangan protes pertanyaannya dan dgn ini akan ditemukan Inquiry 3. Inquiry (menemukan) anak2 menemukan akan apa yang telah dia pelajari 4. Modelling guru harus menjadi contoh model pertama 5. Masyarakat belajar. Kalau ibu mengajar dan tidak tahu ttg sesuatu tofik maka manfaatkan guru yang lain, termasuk masyarakat. 6. Refleksion (Pemanfaatan pengetahuan yang telah ada pada peserta didik / pengalaman belajar) maka dalam pembelajaran sekolah harus personal peserta didik misal perlu dihafal ortunya, tempat tinggal dll 7. Autentic Assement (Penilaian Proses) Penilaian yang sebenarnya / wujud karya
Terima kasih bapak ibu, sekarang kita istirahat dan shalat, sebelum kita akhiri maka saya ingin mendengar pendapat bapak ibu.
Peserta Pada hari ini kami menjadi dapat pembelajaran hingga dua kali lipat semoga bisa bermanfaat
Peserta Alhamdulillah setelah saya dapat pelatihan ini saya dapat ilmu, pengalaman tentang cara mengajar pendekatan dgn anak, mungkin menambah ilmu saya
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Kita istirahat sejenak nanti kita lanjutkan lagi dan bapak ibu yang akan berrcerita, saya akhiri sejenak Assalam mualaikum wr wb.
Break Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr wb, kita lanjutkan, sekarang kita beralih kekelompok kita bagi 5 kelompok, dgn rincian tugas sbb:
Pembagian kelompok Kelompok A tentang : Tahap Persiapan Pelaksanaan Cara anak belajar Belajar pembelajaran bermakna Kelompok B tentang : Landasan Pembelajaran tematik Arti penting pembelajaran tematik
Kelompok C tentang : Karakteristik pembelajaran tematik Rambu2 Pembelajaran tematik Implikasi Pembelajaran tematik
Kelompok D tentang : Tahap Persiapan Pelaksanaan Penyususunan Silabus – RPP
Kelompok E tentang : Tahap Pelaksanaan (Pendahuluan, Inti dan Penutup) Penilaian Aspek Penilaian
Saya beri waktu 25 menit dari sekarang, dan silahkan tunjukkan juru bicaranya, selamat bekerja....
Diskusi Kelompok
Presentasi Kelompok A
Karakteristik Perkembanngan anak usia kelas awal Pada usia anak awal perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal, karakteristik perkembangan anak pada usia kelas satu bisaanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. Perkembangan usia 6-8 tahun mulai nampak Perkembangan emosi : - sudah mengenal jati dirinya - bisa membedakan lawan jenisnya - berkompetensi dgn teman sebaya - telah mampu berbagi - mampu mandiri - mampu membedakan benar dan salah
Cara anak belajar Setiap anak memiliki cara tersendiri dan beradaptasi dgn lingkungan dan ada sebagian anak hanya bisa secara banyak prakek dan ada pula sebagian anak hanya melalui cara teori saja. Ada melalui proses asimilasi dalam artian menghubungkan abjek dgn konsep yang sdh ada dalam pikiran dan ada secara akomodasi dgn maksud suatu proses memamfaatkan konsep2 dalam pikiran hanya utk menafsirkan objek jadi dgn demikian anak anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dgn lingkungan. Belajar dalam pembelajaran anak Pada hakikatnya proses belajar dan pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara anak dan anak, interaksi anak dan pendidik Proses belajar bersifat individual dan konseptual dgn maksud suatu proses belajar terjadi dlm individu sesuai dgn perkembangan lingkungannya. Meanning Full Learning : suatu proses dikaitkan informasi baru pada konsep relevan yang terdapat dalam struktur pengetahuan seseorang.
Tanggapan Kelompok D Pemaparannya terlalu bagus tapi ibu terlalu fokus membaca, dan jangan hanya membelakangi anak2
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Pariasi belajar, jangan beri kesempatan anak2 utk mencibir kita dgn membelakangi mereka
Pertanyaan Kelompok D Bagaimana cara kita melakukan pembelajaran kepada anak agar bermakna
Tanggapan kelompok A Disini cara belajar bermakna yaitu yang bisa memberi hasil kepada anak, setelah kita beri pelajaran dia bisa menerima / bisa membuahkan hasil
Tanggapan kelompok D 1. Mencari jalan agar anak itu menyenangi kita 2. Membuat dia memahami apa yang kita arahkan
Tanggapan kelompok A Ini bermacam cara, bisa menyanyi, belajar sambil bermain dll
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Mari kita lihat bagaimana cara belajar bermakna 1. Tidak hanya pada mengarahkan / menghafal konsep2 yang ada. 2. Dengan menngalami langsung utk melakukan praktikum walau hanya dgn cara sederhana. 3. Mengaktifkan panca indra dari pada mendengar ceramah.
Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebisaaan, dan kepandaian. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual, artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya hubungan antara aspek-aspek, konsep-konsep, informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka, tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh, sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. Dengan demikian, agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. Dengan kata lain, belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera dari pada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan.
Presentasi Kelompok B
Landasan Pembelajaran Tematik
Landasan filosofis : Dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme, (2) konstruktivisme, (3) humanisme.
Landasan psikologis : Perkembangan yg dilakuakn atau diperlukan dalam menentukan dalam menentukan, isi materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dgn tahap peserta didik.
Landasan yuridis : Pembelajaran yang terkait dgn berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran disekolah dasar, dan setiap anak berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dgn bakat, minat, dan kemampuannya.
Arti Penting Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt, termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak.
Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik : 1) Pengalaman dan kegiatan belajar 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir 5) Mengembangkan keterampilan sosial siswa, seperti kerjasama, toleransi dll.
Karakteristik Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. Berpusat pada siswa 2. Memberikan pengalaman langsung 3. Pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas 4. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran 5. Bersifat fleksibel 6. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa 7. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Anak2 ini tidak sama IQ nya jadi harus di dekatkan secara individu. Anak usia 5 – 7 tahun ini belum bisa belajar secara terpisah2. Baiklah bapak ibu besok kita akan lanjut presentasi kepada kelompok yang belum, dan hanya kepada Allah kita bermohon, semoga apa yang kita pelajari hari ini mendapat berkah, ada pertanyaan kalau tidak ada saya akhiri, terima kasih sampai bertemu pada kesempatan yang lain Assalam mualaikum wr, wb. Hari Kedua, Jum’at , 09 Mei 2008
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr, wb. Karena banyak yang belum datang maka kita lanjut saja ke KKM sambil menunggu teman yang lain, bapak ibu yang berbahagia mari kita lihat sejenak kedepan, bagaimana langkah2 yang harus ibu lakukan utk KKM
Kriteria KetuntasanMinimal
RAMBU-RAMBU KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100 Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100 Sekolah dapat menetapkan KKM dibawah nilai ketuntasan belajar maksimal Nilai KKM harus dicantumkan dalam LHBS
Salah satu penilaian intek, daya dukung dll.
Utk satu KKM KD bisa dapat beberapa indikator, dan setelah itu dijumlahkan baru dapat 1 nilai KKM - KD dan begitu juga seterusnya.
KRITERIA PENETAPAN KKM Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) Daya dukung Intake siswa
PENETAPAN KKM : menggunakan Format A
MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI A. Dengan memberikan point pada setiap kriteria yang ditetapkan :
1. Kompleksitas : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3
2. Daya dukung : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1
3. Intake : - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1
Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake siswa sedang nilainya adalah: (3 + 3 + 2) x 100 = 88.89 9
Untuk lebih jelasnya bapak ibu silahkan kembali kekelompok masing
Diskusi Kelompok
Presentasi Kelompok
Pertanyaan Kelompok A Apa memang 100 ini tidak boleh diganti dgn yang lain,
Khairuddin, M.Pd (Fasilitator) Ini memang nilai keuntasannya, baik bapak ibu karena waktu jadi cukup satu kelompok saja mewakili sekarang kita lanjut ke Pengembangan diri
PANDUAN MODEL PENGEMBANGAN DIRI Landasan Pengembangan Diri UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas: Pasal 1 butir 6 tentang pendidik, pasal 3 tentang tujuan pendidikan, pasal 4 ayat (4) tentang penyelenggaraan pembelajaran, pasal 12 ayat (1b) tentang pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 5 – 18 tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat pengembangan diri dalam struktur kurikulum, dibimbing oleh konselor, dan guru / tenaga kependidikan yang disebut pembina. Dasar standarisasi profesi konseling oleh Ditjen Dikti Tahun 2004 tentang arah profesi konseling di sekolah dan luar sekolah.
Pendidik adalah tenaga pendidikan yang berkualifikasi sbg guru, dosen, kenslor, widea list swara, tutor, fasilitator dll yang memiliki pekerjaan seperti itu
Pasal 4 ayat (4) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif. Pendidikan diselenggarakan dgn keteladanan membangun kemauan dan mengembangkan kreatifitas peserta didik dlm proses pembelajaran
Kita istirahat sejenak nanti kita lanjutkan kembali, saya akhiri Assalam mualaikum wr wb.
Break
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Assalam mualaikum wr wb. Kita lanjutkan kembali masih di Pengembangan diri
Pengertian Pengembangan Diri Pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari kurikulum sekolah/madrasah. Kegiatan pengembangan diri merupakan upaya pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling berkenaan dengan masalah pribadi dan kehidupan sosial, kegiatan belajar, dan pengembangan karir, serta kegiatan ekstra kurikuler. Untuk satuan pendidikan kejuruan, kegiatan pengembangan diri, khususnya pelayanan konseling ditujukan guna pengembangan kreativitas dan karir Untuk satuan pendidikan khusus, pelayanan konseling menekankan peningkatan kecakapan hidup sesuai dengan kebutuhan khusus peserta didik.
Tujuan Umum Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, kondisi dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah/madrasah.
Tujuan Khusus Pengembangan diri bertujuan menunjang pendidikan peserta didik dalam mengembangkan : a. Bakat b. Minat c. Kreativitas d. Kompetensi dan kebisaaan dalam kehidupan e. Kemampuan kehidupan keagamaan f. Kemampuan sosial g. Kemampuan belajar h. Wawasan dan perencanaan karir i. Kemampuan pemecahan masalah j. Kemandirian
Peserta Saya ingin bertanya ttg diskriminatif tidak membedakan anak yang satu dgn anak yang lain, jika di kelas satu misal anak 30 org, dan jika diantara 30 org itu kita tidak tahu bagaimana sebelum ada proses belajar mengajar dan setelah terjadi proses terdapat anak yang kelainan tapi tadi dibilang tidak bisa membedakan, sedangkan anak tersebut misal bicara tidak jelas, bandel tapi menulis bisa, ini bagaimana?
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Bagaimana kalau menurut ibu
Peserta Kalau menurut saya kita beri kesibukan yang lain
Peserta Bukan saya bantah ini memang terjadi dan ini ada disekolah saya dan yang alami saya, dan yang menjadi maksud saya bicaranya gak jelas bagaimana solusinya?
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Ini perlu kita terapi caranya panggil pakar bahasa / spikologi kalau ditempat orang ini ada, tapi kalau kita disini tidak ada, dan kalau memang tidak bisa diberi solusi setelah mencari permasalahan maka bisa di alihkan sesuai dgn kriterianya misal mengalihkan ke sekolah luar biasa
Peserta Apa salah guru kalau tidak memperdulikan dia
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Ibu tidak salah kalau ibu sudah berusaha dan beri dia suport, dan ini juga hal ini termasuk tanggung jawab komite sekolah yang mengatur sekolah ini bisa diatasi. Kita lanjutkan kembali...
Bentuk Pelaksanaan Pengembangan Diri Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilaksanakan dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan peserta didik secara individual, kelompok dan atau klasikal melalui penyelenggaraan : Layanan dan kegiatan pendukung Konseling Kegiatan Ekstra Kurikuler Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut : § Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti : upacara bendera, senam, ibadah khusus keagamaan bersama, keberaturan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri. § Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti : pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, antri, mengatasi silang pendapat (pertengkaran). § Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti : berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu
Konseling Konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.
Bidang Pelayanan Konseling a. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas. c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. d. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.
Fungsi Bimbingan Konseling Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya. Fungsi Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.. Fungsi Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuhkembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya. Fungsi Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
Jenis Layanan Konseling Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebisaaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Kegiatan Pendukung Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Format Kegiatan Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Jenis Program Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan. Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran. Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan. Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
Penyusunan Program Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor
Pelaksanaan Kegiatan Konseling Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan di dalam kelas. Volume kegiatan tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal Kegiatan tidak tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih tangan kasus.
Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah: Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran tatap muka dalam kelas. Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
Sampai sejauh ini ada pertanyaan kalau tidak ada kita lanjut saja karena waktu, bahan ini sdh ada pada bapak dan ibu nanti bisa dipelajari lebih lanjut. Sekarang kita lanjut ke Mulok, silahkan bapak ibu baca saya beri waktu sekitar 20 menit silahkan ibu pahami sendiri sebelum kita bahas bersama.
MUATAN LOKAL
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Otonomi daerah, sentralisasi ke desentralisasi (pelimpahan wewenang kepada daerah), multikultural, mulok
Selama ini kepala sekolah merasa tinggi diri sehingga ibu2 sekarang sering diperintah di sekolah padahal kedudukan kita sama dimata allah, paradikma (kerangka berfikir) jaman dulu disebut sentralistik dan sekarang dimasa orde baru disebut desentralitik yang terdiri dari : 1. Pakemis 2. Pengambilan keputusan secara partistif (keputusan yang diputuskan disekolah ini harus ada musyawarah, dan tidak boleh diputuskan oleh kepala sekolah) 3. Pendekatan Profesiaonal (kalau ditunjuk mendapat jabatan disekolah in karena kemampuan bukan karena hal lain). Karena bila sesuatu diberikan kepada yang bkn ahlinya maka kehancuran akan tiba 4. Pengorganisasian yang setaraf (kepala sekolah dan rekan2 guru kedudukannya sama) 5. Motivasi dan saling mempengaruhi (ajak kawan2 lain agar sama mengerti) 6. Mengelola Resiko (makin besar masalah makin berani kita menghadapi masalah) 7. Menggunakan uang sesuai kebutuhan dan seefisien mungkin
B. Landasan UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
C. Tujuan
Tujuan Umum: Acuan bagi satuan pendidikan SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, dan SMK/MAK dalam pengembangan Mulok yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan yang bersangkutan.
Tujuan Khusus: Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepada peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai/aturan yang berlaku di daerahnya dan mendukung kelangsungan pembangunan daerah serta pembangunan nasional. Lebih jelas lagi terutama agar peserta didik dapat: Mengenal dan menjadi lebih akrab dengan lingkungan alam, sosial, dan budayanya. Memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan serta pengetahuan mengenai daerahnya yang berguna bagi dirinya maupun lingkungan masyarakat pada umumnya sebagai bekal siswa. Memiliki sikap dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai/aturan-aturan yang berlaku di daerahnya, serta melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya setempat dalam rangka menunjang pembangunan nasional.
D. Pengertian
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal dapat ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi, dan lingkungan sosial budaya. Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah, khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut, yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan.
2. Lingkup Isi/Jenis Muatan Lokal, dapat berupa: bahasa daerah, bahasa Inggris, kesenian daerah, keterampilan dan kerajinan daerah, adat istiadat, dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar, serta hal-hal yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan.
Pengembangan dan Penetapan Mata Pelajaran A. Pengembangan Sesuai dengan Kondisi Sekolah Saat Ini Analisis Mulok yang ada di sekolah. Apakah masih layak dan relevan Mulok diterapkan di sekolah? Bila Mulok yang diterapkan di sekolah tersebut masih layak digunakan maka kegiatan berikutnya adalah merubah Mulok tersebut ke dalam SK dan KD Bila Mulok yang ada tidak layak lagi untuk diterapkan, maka sekolah bisa menggunakan Mulok dari sekolah lain atau tetap menggunakan Mulok yang ditawarkan oleh Dinas atau mengembangkan Mulok yang lebih sesuai. B. Pengembangan dan Penetapan SK - KD 1. Mengidentifikasi keadaan dan kebutuhan daerah Menentukan fungsi dan susunan atau komposisi Mulok Mengidentifikasi bahan kajian Mulok Menentukan Mata Pelajaran Mulok Mengembangkan SK dan KD berserta silabusnya dan RPP-nya
3. Pelaksanaan Sekolah yang mampu mengembangkan SK dan KD beserta silabus dan RPP-nya dapat melaksanakan Mulok. Bila belum mampu, dapat melaksanakan Mulok berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah lain yang masih dalam satu daerah. Bila beberapa sekolah dalam satu daerah belum mampu mengembangkan SK dan KD Mulok, dapat meminta bantuan Tim Pengembang Kurikulum (TPK) di daerah setempat, atau meminta bantuan dari LPMP di propinsi.
4. Pihak yang Terlibat dalam Pengembangan TPK, LPMP, PT, Instansi/lembaga di luar Depdiknas, misalnya: - pemerintah Daerah/Bapeda, - Dinas Departemen lain terkait, - dunia usaha/industri, - dan tokoh masyarakat. 5. Rambu-Rambu Bahan kajian disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik (pengetahuan dan cara berpikir, emosional, dan sosial). Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diatur sedemikian rupa agar tidak memberatkan peserta didik dan tidak mengganggu penguasaan pada kurikulum nasional. Oleh karena itu dalam pelaksanaan Mulok dihindarkan adanya pekerjaan rumah (PR). Program pembelajaran hendaknya dikembangkan dengan melihat kedekatan secara fisik dan secara psikis. Dekat secara fisik, maksudnya dalam lingkungan tempat tinggal dan sekolah peserta didik. Sedangkan dekat secara psikis maksudnya bahan kajian tersebut mudah dhami oleh kemampuan berpikir dan mencernakan informasi sesuai dengan usianya. Untuk itu, bahan pengajaran hendaknya disusun berdasarkan prinsip (1) bertitik tolak dari hal-hal konkret ke abstrak; (2) dikembangkan dari yang diketahui ke yang belum diketahui; (3) dari pengalaman lama ke pengalaman baru; (4) dari yang mudah/sederhana ke yang lebih sukar/rumit. Selain itu bahan kajian/pelajaran hendaknya bermakna bagi peserta didik yaitu bermanfaat karena dapat membantu peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Bahan kajian/pelajaran hendaknya memberikan keluwesan bagi guru dalam memilih metode mengajar dan sumber belajar seperti buku dan nara sumber. Dalam kaitan dengan sumber belajar, guru diharapkan dapat mengembangkan sumber belajar yang sesuai dengan memanfaatkan potensi di lingkungan sekolah, misalnya dengan memanfaatkan tanah/kebun sekolah, meminta bantuan dari instansi terkait atau dunia usaha/industri (lapangan kerja) atau tokoh-tokoh masyarakat. Selain itu guru hendaknya dapat memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan peserta didik aktif dalam proses belajar mengajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. Bahan kajian muatan lokal yang diajarkan harus bersifat utuh dalam arti mengacu kepada suatu tujuan pengajaran yang jelas dan memberi makna kepada peserta didik. Namun demikian bahan kajian muatan lokal tertentu tidak harus secara terus-menerus diajarkan mulai dari kelas I s.d VI atau dari kelas VII s.d IX, dan X s.d XII. Bahan kajian muatan lokal juga dapat disusun dan diajarkan hanya dalam jangka waktu satu semester, dua semester atau satu tahun ajaran. Alokasi waktu untuk bahan kajian/pelajaran muatan lokal perlu memperhatikan jumlah minggu efektif untuk mata pelajaran muatan lokal pada setiap semester.
6. Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
7. Pelaporan Pelaporan hasil belajar mata pelajaran muatan lokal diwujudkan dalam bentuk kuantitatif
Siapa saja Tim yang terlibat dalam pengembangan Mulok disekolah bapak ibu, berdasarkan pemikiran bapak ibu.
Peserta Tim pengembangan Kurikulum (TPK), Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP), Perguruan Tinggi Instansi / lembaga di luar dediknas.
Khairuddin, M. Pd (Fasilitator) Karena waktu saya mohon maaf sehingga tidak sistematis bisa saya sampaikan, dan jika ada yang belum jelas bapak ibu bisa menjumpai saya di SMU Muhammadiyah atau di GSF, kalau alamat rumah di Desa Gampa, Lr. Kiblat, kepada Allah kita berserah dan semoga apa yang kita dapat di berkahi dan menjadi terapan di sekolah masing2, saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Hari Ketiga, Sabtu, 10 Mei 2008
Adi Darmawan, S. Ag, (Fasillitator) Assalam mualaikum, wr, wb. Alhamdulillah puji kepada allah berkatNya kita bisa hadir disini dalam upaya menambah ilmu sekaligus memperkuat ilmu yang sdh ada, salawat dan salam kepada nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari alam kebodohan kealam yang kita rasakan sekarang ini sehingga jalinan silaturahmi telah terjalin hari ini, salam bahagia kepada bapak ibu peserta sekalian, dan kemarin pak Khairuddin sdh menjelaskan, dan mungkin ini agak menyimpang kita mulai dari awal lagi karena biasanya memang saya yang pertama masuk semoga bapak ibu tidak bingung, dan apa yang saya sampaikan tidak perlu lagi di catat karena memang sdh ada di Map bapak ibu, pertama kita masuk ttg SKL
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) Adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengetahuan dan keterampilan Berdasarkan PP No.19/2005 Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan Meliputi kompetensi seluruh mata pelajaran Dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
SKL yang bisa dipahami oleh anak ini tidak boleh dikurangi, dan SKL utk Satuan Pendidikan hingga jika tamat dia mampu mengadopsinya, SKL setiap mata pokok bahan study statusnya berjenjang, setiap mata pelajaran yang dibuat harus dibuat SKL. Kalau ada pertanyaan bisa ditanyakan langsung karena langsung dijawab kita sharing hari ini, oke sambil ibu memikirkan pertanyaan yang akan diajukan maka kita lihat hal berikut, sering kita dengar kalau kurikulum selalu dirubah2
Yang perlu kita tahu · KBK · Pedoman Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran · Kurikuum Nasional dan selalu diikuti oleh tahun · Pemerintah mengerluarkan kurikulum (SK, KD Indikator dan materi pokok) · Dikembangan oleh direktorat · KBK · Kurikulum Operasional yg disusun dan dilaksakan oleh sekolah · Kurikulum tingkat satuan pendidikan
· Pemerintah mengeluarkan standar isi SK dan KD) · Dikembangkan oleh satuan pendidikan
Tidak punya alat atau dukungan masyarakat tapi disesuaikan dgn keadaan baik keadaan anak2, sekolah sarana dll.
Ada pertanyaan kalau tidak ada kita tutup materi ini, karena ini hanya sebagai pengantar, dan sekarang kita lanjut ke Pengembangan Bahan Ajar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Pengertian Bahan Ajar Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/ instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis. (National Center for Vocational Education Research Ltd/National Center for Competency Based Training). Bahan ajar adalah seperangkat materi yang disusun secara sistematis baik tertulis maupun tidak sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan siswa untuk belajar.
Bentuk Bahan Ajar Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, Audio Visual seperti: video/film,VCD Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH Visual: foto, gambar, model/maket. Multi Media: CD interaktif, computer Based, Internet
Pengertian Lembar Kegiatan Siswa Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa. Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas. Tugas-tugas yang yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.
Harapannya sebuah indicator bisa melahirkan LKS, walau tidak semua indicator bisa melahirkan LKS. Kalau ibu buat praktek tolong dibuat lembar pengamatan karena kalau tidak ada lembar pengamatan sama dengan haram memberi nilai anak orang.
Contoh Lembar Pengamatan
No Nama Siswa Ayat 1 Ayat 2 Ayat 3 Jumlahh Skor Nilai Benar Kurang Benar Tidak benar Benar Kurang Benar Tidak benar Benar Kurang Benar Tidak benar 1 Aminah 3 2 4 1 7 2 Amin 3 1 2 5
Benar : 4 Kurang benar : 2 Tidak benar : 1
Nilai : Skor perolehan/skor max x 100
No Nama siswa Aspek yang dinilai Skor perolehan Nilai Nilai Huruf 1 2 3 4 5 6 1 Aminah Xxx X = 2 3 3 3 3 17 80, 95238 B 2 Amin
Keterangan : 1 tepat waktu mengikuti pelajaran 2 membawa buku pelajaran 3 lain - lain
3 tidak melakukan 2 kadang-kadang 0 melakukan
A = 85 keatas B = 75-85 C = 65 -74 D = Dibawah 50
Guru harus ada skala maximum pembinaan, sekarang kita shalat Ashar, nanti kita lanjutkan ke Pengembangan silabus, Assalam mualaikum wr, wb.
Break
Assalam mualaikum wr, wb. Kita lanjut kembali, mari kita lihat silabus dan nanti kita akan bagikan kelompok menjadi beberapa pelajaran yaitu Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, IPS, Mate matika, IPA
PENGEMBANGAN SILABUS 1. Pengertian Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
2. Landasan Pengembangan SILABUS? 1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 17 ayat (2) 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 20 Silabus ini formatnya harus sama, silabus ini milik sekolah dibuat oleh guru, RPP milik guru yang buat juga guru, format silabus ditangan bapak ibu utk kelas I tidak bagus karena terlalu banyak pelajaran yang harus bapak ibu tulis karena bapak ibu memegang semua mata pelajaran, dan agar lebih bagus kita susun disini, kita perbaiki silabus kita menjadi seperti ini….
Mata pelajaran SK KD Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Waktu Sumber Belajar
KOMPONEN SILABUS 1. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar 3. Materi Pokok/Pembelajaran 4. Kegiatan Pembelajaran 5. Indikator 6. Penilaian 7. Alokasi Waktu 8. Sumber Belajar
Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD
Pertama dianalisis pertema kemudian menyusun indicator utk seluruh mata pelajaran, indicator yaitu bahasa operasioanal yang bisa diukur atau bisa diamati (observasi), dan setelah membuat indicator maka buat materi, kegiatan pembelajaran. Inilah mekanisme pembagian silabus, oke sekarang kita bagi kelompok, ambil satu SK dan KD sesuai dgn Tema “Lingkungan”. Kelas I semester 2
Pembagian kelompok
Kelompok A : Agama Kelompok B : I P S Kelompok C : I P A Kelompok D : Mate matika Kelompok E : Kesenian Kelompok F : B. Indonesia
Bapak dan ibu dgn sangat senang karena besok dapat berjumpa lagi, dan apa yang saya sampaikan ini harapan saya dapat diserap walau begitu cepat, dan besok kita masih berbicara tentang silabus, dan kita akan membuat silabus dgn indicator kita sendiri bukan menurut buku paket, terima kasih saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb. Hari keempat, Minggu, 11 Mei 2008 Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Assalammualikum wr wb. Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan oleh Allah. Saya sebagai pelayan yah tugasnya melayani bapak ibu kalau ada yang kurang jelas silahkan ditanyakan. Sambil menunggu teman2 yang belum datang, saya nampakkan contoh silabus. Kalau ada mungkin sebagian kelompok yang sudah siap buat silabus boleh diserahkan ke panitia kalau sempat di ketik atau ditempelkan, nanti kita koreksi bersama. Saya minta jam 3 sudah selesai, nanti dipresentasikan ke depan. Hari ini kita coba belajar, kalau saya pengalaman belum ada apa2 baru diangkat PNS tahun 2003, mungkin saya yang duluan dapat teoritisnya, kewajiban saya membagi ke ibu. Saya harap jangan ada bayangan kalau silabus salah, bagus atau benar,, tapi kapan ibu tahu salah kalau sudah di bawa ke lokal.
Diskusi Kelompok.........
Presentasi Kelompok........
Mata pelajaran SK KD Indikator Materi Kegiatan Pembelajaran Penilaian Waktu Sumber Belajar Kelompok A Agama Islam Aqidah membiasakan perilaku terpuji Menampilkan perilaku tolong-menolong Mendemonstrasikan Mempertunjukkan atau Memperlihatkan Menceritakan mengenal cara-cara menolong orang lain - Mempraktekkan hal2 yang terpuji - Lisan 2 x 35 Menit - Kelompok B Bahasa Indonesia Mendengarkan 5. Memahami wacana lisan tentang deskripsi benda2 di sekitar dan dongeng 5.1. mengulang deskripsi tentang benda2 di sekitar - Siswa dapat menyebutkan benda2 di ruang kelas menunjukkan benda2 di sekitar - Benda2 di sekitar - Mengamati benda2 di dalam ruang kelas - Menghitung benda dalam ruangan - Lisan - Tulisa - - Gambar Kelompok D PKN Menetapkan hak anak di rumah dan di sekolah Menjelaskan hak anak untuk bermain, belajar, dan didengarkan pendapatnya - Menyebutkan kewajiban anak dalam belajar - Menyebutkan hak2 anak dalam belajar - Kewajiban anak di sekolah - Kewajiban anak di rumah - Hak dan kewajiban anak di sekolah dan di rumah - Berani menyampaikan pendapat saat sedang belajar - Memahami cara2 mematuhi nasehat guru dan menghormati guru - Lisan - Tulisan - Pengamatan - 2 x 35 Menit - PKN KTSP 2006 untuk kelas I hal 112-114 - Alat peraga Kelompok E IPA/SAIN Mengenal berbagai benda langit dan peristiwa alam (cuaca dan musim) serta pengaruhnya terhadap kegiatan manusia Mengenal benda langit melalui pengamatan - Menyebutkan benda2 langit pada siang hari - Menyebutkan benda2 langit pada malam hari Manfaat benda langit pada siang hari dan malam hari - Mengamati keadaan pada siang hari - Menceritakan keadaan pada malam hari - Unjuk Kerja - 2 X 35 Menit - Buku Saint KTSP 2006 Kelompok F IPS Mendeskripsikan lingkungan rumah 2.2. Mendeskripsikan letak rumah - Menunjukkan letak rumah - menyebutkan alamat rumah · Menyebutkan alamat rumah, seperti desa/kampung · Menggambarkan bentuk rumah · Menyebutkan letak rumah masing2 siswa misalnya di sebelah kanan, kiri, depan dan belakang - Lisan - Tulisan - Pengamatan 2 X 35 Menit Buku IPS kls 1B hal.27
Gambar rumah Kelompok C Kesenian Mengapresiasikan karya seni musik Mengelompokkan bunyi berdasarkan sumber bunyi yang dihasilkan alam - Menyebutkan sumber bunyi yang dihasilkan alam seperti ayam, burung, ombak, angin - Meniru bunyi yang dihasilkan alam seperti ayam, burung, ombak, angin - Menceritakan suara2 yang dihasilkan alam selama perjalanan ke sekolah - Lisan - Pengamatan 2 x 35 Menit Buku seni budaya/keterampilan - - -
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Baik bapak ibu, dari presentasi tadi saya bisa mengambil hikmah pandai2 lah mengambil hikmah dari sebuah kesalahan karena keslahan menjadi iktibar selanjutnya. Harapan saya indikator yang dimunculkan adalah benar2 mencapai KD dan SK. Setelah ini kita bagi kelompok untuk membuat RPP tematik sekarang kita break sejenak untuk sholat ashar..
Coffee break
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Assalammualaikum wr wb. Baik bapak ibu sekarang kita buat RPP, dari 6 kelompok digabung menjadi 3 kelompok
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas : I Tema : Lingkungan Minggu/Hari : I/Senin Alokasi waktu : 5 x 35 menit
INDIKATOR IPA - Menyebutkan benda2 langit - Menyebutkan benda2 langit pada siang hari - Manfaat benda2 langit langit seperti matahari, bulan, bintang, awan. - Menceritakan kegiatan membantu orang tua di pagi hari - Berbagi alat tulis pada teman kelas
SARANA DAN SUMBER BELAJAR - Gambar2 benda langit - Lembar kerja
STRATEGI KEGIATAN A. Pembukaan (1 x 35 menit) - Berdoa bersama - Mengecek kesiapan siswa untuk belajar - Menyanyi lagu Bintang Kecil - Guru meminta beberapa anak lain untukmenyebutkan benda2 di malam hari
B. Kegiatan Inti (3 x 35 menit) · Di kelas secara individu diminta untuk menceritakan kegiatan membantu ortunya di pagi hari · Kegiatan berikutnya bagi (atau yang sudah menyelesaikan kegiatan pertama) siswa diminta untuk dapat menyebutkan sikap2 terpuji · Guru meminta anak untuk menceritakan manfaat dari benda2 langit. · Siswa diminta untuk mengerjakan lembar kerja yang dibagikan oleh guru
C. Penutup (1x 35 menit) · Guru bercerita tentang keistimewaan dari sikap tolong menolong · Pesan2 moral bagi anak misal tentang pentingnya sikap tolong menolong · Berdoa pulang
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas : I Tema : Lingkungan Minggu/Hari : I/Senin Alokasi waktu : 5 x 35 menit
INDIKATOR B.Indonesia - Menyebutkan benda2 di dalam ruang kelas - Menunjukkan di ruang kelas
Seni - Menyebutkan sumber bunyi yang dihasilkan alam seperti ayam, burung, dan kambing
SARANA DAN SUMBER BELAJAR - Gambar/buku paket Bina Bahasa Indonesia - Seni budaya dan keterampilan untuk SD KTSP 2006
STRATEGI KEGIATAN A. Pembukaan (1 x 35 menit) a. Berdoa bersama b. Mengecek kesiapan siswa untuk belajar c. Menyanyi lagu Burung Kutilang d. Pre test
B. Kegiatan Inti (3 x 35 menit) i. Guru menjelaskan tentang benda yang ada di ruang kelas ii. Guru menyebutkan nama benda yang ada di ruang kelas iii. Siswa meniru bunyi suara, ayam, kambing
C. Penutup (1x 35 menit) i. Penguatan guru tentang berbagai bentuk benda yang ada di ruang kelas ii. Guru bercerita tentang bunyi2 yang dihasilkan alam.
PENILAIAN LATIHAN: · Sebutkan nama benda2 yang ada di ruang kelas · Sebutkan bagaimana suara ayam, kambing, dan burung.
JAWAB · Kursi, meja, papan tulis, buku, pensil, rol, gambar dinding, dll. · Kukuruyuuk, mbeek mbeek, cit cit cit.
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Ternyata di tempat lain setiap harinya seluruh pelajaran diajarkan, ini berbeda dengan kita yang harus sesuai dengan roster. Artinya begitu bel ganti pelajarannya.
Sebenarnya target pemerintah untuk kelas 1 adalah bisa membaca, berhitung dan menulis. Nah sekarang tinggal bagaimana kita bisa menjembatani ini supaya bisa dibawa pulang, jadi tematis2 nya gak full2 kali lah.
Kalau sudah selesai, saya ingin menjelaskan kewajiban ibu besok yang kena kelas IV dan V bisa dipakai format yang ada di map.
Peserta Pak, SK tidak diterapkan lagi di situ pak?
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Benar. Yang untuk Bapak pakai besok yang ada di map. Kalau memang nanti pulangg ke sekolah masing2 rekom saya formatnya seperti ini karena sudah tematik.
Silabus itu yang bapak buat tadi masing2 berdiri sendiri, belum tentu cocok dengan sekolah bapak, kalau merasa cocok dipakai kalau gak tolong diubah. Juga gak ada rekom dari saya banwa format ini yang paling benar.
Baik supaya kegiatan kita hari ini ada hikmahnya saya mohon kesediaannya untuk mempraktekkan RPP nya ke depan. Silahkan Buk !
Praktek RPP........... oleh Al Masna , A.Ma.Pd
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Ya terima kasih ibu, kasih applaus dulu. Makanya saya kasih tahu jangan menganggap sepele. Seuatu yang sepele dianggap sepele nanti bisa diejek sama anak2. Akhirnya saya tertawa melihat ibu hari ini. Jangan mengaggap apa yang saya praktekkan hari ini dianggap main2. Harapan saya ketika pulang ada keinginan untuk berubah. Baik ada waktu 5 menit lagi mungkin ada yang mau ditanyakan, silahkan!
Al Masna , A.Ma.Pd Paling ini pak, Mudah2an itu bisa kita terapkan.
Adi Darmawan, S.Ag (Tutor) Amin.. Alhamdulillah pada hari ini kita tambah ukhuwah, tambah saudara. Saya mohon maaf mungkin lidah orang muda lidahnya gak bagus, billahitaufiq walhidayah assalammualaikum wr wb.
Hari Kelima, Senin, 12 Mei 2008
Fetty Kurnia Laily Assalam mualaikum wr,wb. Alhamdulillah pada hari ini hari terakhir bapak dan ibu merupakan hari terakkahir bagi bapak ibu utk mengikuti pelatihan dan tadi sudah mengikuti praktek di lapangan dan sekarang kita dengarkan pengarahan dari bapak Khairuddin ttg praktek dilapangan tadi kepada bapak kami persilahkan.
Khairuddin, M.Pd (Faslitator) Assalam mualaikum wr,wb. Bapak ibu yang hadir pada kesempatan ini yang saya banggakan dan setelah saya lihat hasil praktek yang kita lakukan ada yang ingin saya sampaikan semua sudah baik tapi saya hanya ingin menyampaikan hal utk kebaikkan kedepan, dan RPP tidak dapat kami bagikan hari ini karena belum semua kami koreksi, dan kami akan bagikan pada hari berikutnya saat kami berkunjung ke sekolah bapak ibu, variasi dalam PBM ada 4 : 1. Variasi dalam gaya belajar - Suara (kemampuan guru berbahasa ini sangat mendukung utk pembelajaran) - Mengubah Posisi - Mengadakan kontak pandang
2. Variasi dalam menggunakan media - Bahan dan alat yang bisa di lihat - Pola interaksi, saya lihat tadi siswa hanya belajar dalam pola besar tidak dihadapkan pada kelompok kecil, biasakan mereka belajar dalam bentuk klasikal 3. Variasi pada ruang belajar( bisa diluar kelas) 4. Variasi dalam kegiatan pembelajaran (ini sudah dilakukan, ceramah, tanya jawab, demontrasi, dll) 5. Penguatan skemata pada sianak (guru harus memberikan pengamatan dan pujian2)
Berkenaan dgn kelas I - III ini harus melalui tematik antar disiplin ilmu tidak terpisah (jaringan tema/terpadu) Tadi bapak ibu masih mengajar secara terpisah padahal ini tidak bisa kepada anak2 kelas I – III karena anak di usia 7 tahun ini belum bisa menangkap dgn leluasa, dan pada Penutup kita tarik kesimpulan.
Berikutnya akan disampaikan oleh bapak Adi dan SK, KD, Indikator dan kemudian lahir RPP dan ada lagi Indikator, dan kemudian pengamatan, dan bagaimana Indikator tersebut berdasarkan Indikator inilah soal yang kita buat, dan ini saja yang dapat saya sampaikan dan yang paling penting pada saat memulai awali dgn doa atau ayat2 pendek sehingga jika sampai 6 tahun dia bersekolah ayat pendek di hafal setiap hari insya Allah anak2 kita akan bisa menghafal Al Qur’an dan ini juga dituntut dalam Qanun Aceh, dan besar harapan saya apa yang saya sampaikan ini dapat diterima dgn baik dan Assalam mualaikum wr,wb.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Assalam mualaikum wr,wb. Mohon maaf saya terlambat hadir, dan saya ingin menyampaikan ttg Tematis dan apa yang telah disampaikan oleh bapak Khairuddin sudah cukup lengkap saya hanya menambah sedikit lagi, menggantikan jam dengan bel ini sungguh luar biasa, dan kalau 3 pelajaran maka ini yang akan disampaikan dalam Tematis, dan saya merasa orang yang Paling bahagia dan tadi ada yang menyampaikan bahwa apa yang telah kami sampaikan mendapat respon ini yang sangat luar biasa bagi bapak ibu, berarti kegiatan kita selama 5 hari disini tidak sia-sia, dan juga saya, bapak Khairuddin begitu jg dgn GSF sangat merasa senang sekali jika ini benar2 terwujud disekolah bapak ibu. Dan tadi waktu dilapangan saat praktek saya lihat masih ada suara kor sehiggga anak tidak bisa memikirkan, saya tidak mungkin menyebutkan orangnya seperti kata pak Khairuddin sangat tidak etis, yaitu ttg masih terfokusnya pembelajaran pada buku paket, sekali lagi saya merasa bahagia, dan jika ada yang menyinggung saya memohon maaf dan sekali lagi kita merubah sulit sesuatu itu sangat sulit tapi kalau tidak kita mulai dari sekarang jadi kapan lagi kita mulai, ini saja yang dapat saya tambahkan mohon maaf jika ada kesalahan saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Fetty Kurnia Laily Bapak ibu jika ada pertanyaan silahkan diajukan kepada kedua orang tutur
Peserta Assalam mualaikum wr, wb. Pak Adi urusan kita belum selesai, anak saya sekitar 40 org dan kalau mengabsen ini kalau kita tanya mereka malah ribut dan bagaimana cara mengabsennya, dan saya gak bisa tidur semalam karena pertanyaan ini belum terjawab.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Ada sebuah keramaian yang tidak bagus tapi ini tidak dibutuhkan, dan jika saya menanyakan warna kupu dan anak akan menjawab merah, kuning dll sesuai dgn apa yan telah mereka lihat, sebenarnya in sangat bagus, saat mereka bersuara seperti in jangan cegah karena ini membuat otak mereka berpikir dan begitu juga saat bapak ibu mengabsen kalau anak2 ribut mengatakan si A tidak hadir, si B tidak datang berarti ada tingkat solidaritas yang tinggi terhadap teman2 sekeliling dan hari ini masuk adat baru dan begitu masuk tidak langsung bisa diterima ini wajar, begitu juga ttg pembelajaran yang telah bapak ibu peroleh disini dalam beberapa hari ini dan yang saya katakan disini kalau bisa dipakai ya dipakai kalau tidak perlu dipakai ya tidak usah dipakai
Peserta Bapak jgn marah, kemarin bapak terlalu meng cat saya saya lagi bicara sudah bapak potong, saya sedih pak dan saya malu dgn kawan2 yang lain, padahal bapak selalu bilang kalau anak2 dikelas lagi bicara atau bercerita ttg pelajaran jangan di cat, tapi saat saya lagi bicara bapak sdh cat, saya sedih pak. Saran saya utk kedepan bapak jangan lagi seperti ini.
Adi Darmawan, S. Ag (Fasilitator) Saya meng cat ibu karena saya takut panitia meng cat saya, persoalanya waktu kita Cuma sedikit dan kemarin ada waktu kita dari dari jam 5.30 sampai jam 6 kurang lima belas menit berarti Cuma ada waktu 15 menit utk tanya jawab sedangkan materi masih ada satu lagi, dan sarannya saya terima dengan senang hati agar kedepan lebih bagus, dan saran saya kepada GSF semoga kedepan acaranya bukan hanya 2 sore tapi lebih banyak lagi. Terima kasih
Pengisian lembar Evaluasi
Penyerahan Sertifikat secara Simbolis
Khairuddin, M.Pd kepada ibu Rosbariah (SDN 25 Mbo) Adi Darmawan, S. Ag kepada ibu Ratna (SDN 20 Mbo)
Abdul Jalil (Direktur GSF) Assalam mualaikum wr,wb. Syukur kepada Allah SWT salawat salam kepada Rasulullah, yang saya hormati bapak Khairuddin dan Bapak Adi Darmawan beserta bapak ibu wali kelas I yang sdh meninggalkan pekerjaan rumah diluar jam sekolah dalam beberapa hari ini guna mengikuti trianing ini, dan apapun yang diupayakan oleh ke 2 tutor selama 4 sore, hari kelima pagi ini adalah utk kebaikan pendidikan kita kedepan, dan jika tidak dibuka kembali dgn mengulang dirumah maka ini juga akan sia2, dan kita mengharapkan setelah training bapak ibu menjadi forum georgi dari ke 28 orang dan 28 sekolah saling berbagi dan jika ada yang tidak dimengerti setelah di koordinasikan bapak ibu bisa menghubungi kembali bapak Khairuddin dan bapak Adi, bapak ibu baru idealnya jadi guru 5 tahun belajar tapi hari ini kita cuma 5 x setengah hari, dan seandainya dalam berembuk tidak terselesaikan maka bisa ditanya bapak khairuddin dan pak Adi dan kita upayakan kedepan punya visi misi sekolah dan kita perlu kerja keras utk membenah ini semua, kita di Aceh seberapa jauh ketinggalan SDM nya tidak ada, hari ini belum selesai perjuangan kita dan sebentar lagi investor akan masuk kesini membuka berbagai usaha tapi kalau SDM kita tidak ada maka kita kerja bagian apa? Hanya bisa menjadi sappam, maka ditangan bapak ibu sangat tergantung, kalau bapak ibu ingin dia naik kelas saja maka selesai tugas saya maka ini tidak akan berubah, dan jika ditanam dgn baik maka tidak akan dijumpai anak2 yang coret baju pas selesai UAN, dan juga polisi tidur tidak ada lagi di buat dijalan2 semua menjadi sadar baru berhasil pendidikan kita dan ini beban bagi kita semua, dan tantangan semakin hari semakin besar. Profil tolong diisi jangan sampai ada lagi ada sekolah yang tidak jelas visi misinya, dan nanti ibu2 ditemati oleh wali kelas lain, kepala sekolah, komite dan pihak lain maka mari berlangkah bersama, dan semoga apa yang kita harap ini dapat tercapai begitu juga harapan bapak Khairuddin dan bapak Adi yang telah meninggalkan anak - istri memberi arahan kepada kita semua dalam beberapa hari ini, dan jika ada panitia yang kasar, dan juga saya bapak Adi, bapak Khairuddin saya mohon maaf, dan ini tujuannya utk kebaikan kita, dan saya harap kedepan jgn ada yang kaku dgn buku paket, dan juga alangkah indahnya jika kita melakukan pembelajaran melalui Silabus dan RPP, dan mari kita kreasikan agar anak2 kita menjadi pondasi yang kuat dgn ilmu yang benar, dan jadikanlah semua ini referensi dalam pembelajaran. Baiklah dgn mengucapkan Alhamdulilah Training Guru Wali Kelas I SD – MI se Kabupaten Aceh Barat dengan Resmi saya tutup saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb.
Tgk. Hasballah Doa....
Fetty Kurnia Laily Dengan berakhirnya pembacaan doa tadi maka berakhir pulalah acara penutupan kita pada hari ini, saya selaku pembawa acara mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan bahasa saya akhiri Assalam mualaikum wr, wb. |