|
GSF. Rosmiati adalah sosok pahlawan tampa jasa yang telah enam tahun mengabdikan diri sebagai guru dikabupaten aceh jaya, yang sampai saat ini masih merasa ter zalimi oleh penjabat aceh jaya cq dinas pendidikan.
Ulang Tahun Guru Ke 66 “Kesedihan Mendalam Bagi Rosmiati. Romiati Guru Honor Di Aceh Jaya yang Terzalimi Meulaboh, 25 November 2011 GSF. Rosmiati adalah sosok pahlawan tampa jasa yang telah enam tahun mengabdikan diri sebagai guru dikabupaten aceh jaya, yang sampai saat ini masih merasa ter zalimi oleh penjabat aceh jaya cq dinas pendidikan. Rosmiati yang berstatus sebagai guru honor dimutasi/dipindahkan seperti pegawai negeri sipil (PNS) dari sekolah satu kesekolah lainnya mulai sekolah pinggir kecamatan sampai kesekolah terisolir, namun dia tetap menjalankan tugas honorernya , walaupun upah jerihnya sering diberikan pada yang tidak berhak.
Rosmiati telah mengabdikan diri semenjak tahun 2005 paska tsunami sampai saat ini terus menerus dipersulit, seakan-akan jasanya tidak pernah diperhitungkan oleh pemda aceh jaya, terbukti sudah beberapa kali nama nya keluar melalui jalur pemutihan namun dianulir digantikan dengan nama orang lain dan telah menjadi PNS.
Rosmiati yang dihubungi Grassroots Society Forum (GSF) pada hari Jum’at tanggal 25 November 2011 melalui hpnya, ketika ditanya statusnya saat ini apakah masih tenaga honorer atau sudah diangkat jadi PNS, Rosmiati menjawab dengan tangisan jangankan lulus sebagai pns malahan sk honornya tidak diberikan lagi pada tahun 2011 ini katanya sambil menangis.
Pada penghujung tahun 2010 rosmiati dimutasi ke SMP di Krueng Sabee namun saat SK dikeluarkan, namanya tidak tercantum sebagai guru honor di MAS Panga maupun di SMP Krueng Sabee. “Yang di-SK-kan malah orang lain yang sama sekali tidak pernah bertugas sebagai guru honor,” disekolah tersebut.
Rosmiati, guru honorer di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Panga, Kecamatan Panga, Aceh Jaya mengaku dizalimi oleh pejabat Dinas Pendidikan Aceh Jaya. Karena SK honor jatah dirinya diberikan kepada orang lain yaitu kepada kerabat disekolah tersebut katanya pada gsf.
Semenjak namanya dianulir dari calon pegawai negeri (CPNS) dia telah berjuang ditingkat kabupaten aceh jaya, ketingkat provinsi, ketingkat pusat bahkan telah mengadu pada anggota DPR RI dijakarta pada tahun 2009 yang lalu, tetapi sampai hari ini ulang tahun guru yang ke 66 dia masih terus dizalimi.
Kemana lagi saya mengadu katanya melalui telepon selulernya, Rosmiati pernah datang kekantor GSF pada tahun 2009 yang lalu meminta saran pendapat dan petunjuk terhadap nasibnya yang pada saat itu terzalimi haknya dan dialihkan pada orang lain yang bukan haknya, atas dasar pernah datang kekantor gsf maka gsf menghubungi rosmiati menyakan kemajuan pada hari ulang tahun ke 66 ini, ternyata rosmiati sudah jatuh ditimpa tangga lagi, teranulir dari CPNS dan teranulir SK honornya.
Rosmiati mengharapkan pada ulang tahun guru ke 66 ini dia mendapatkan berkah dan terbuka pintu hati pemda aceh jaya khususnya dan pada umumnya terbuka pintu hati penjabat di Negara republic Indonesia ini permohonannya dan do’a untuk diangkat menjadi guru dan diberikan SK honornya. GSF ( AJ). |