|
BANDA ACEH - Komisi Beasiswa Aceh (KBA) mulai tahun depan akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan penjaringan calon penerima beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Unsyiah.
Cegah Permainan di Daerah Tim Beasiswa Turun Langsung ke Sekolah * Kasus Baru Ditemukan di Aceh Barat Utama Sat, May 15th 2010, 11:46
BANDA ACEH - Komisi Beasiswa Aceh (KBA) mulai tahun depan akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan penjaringan calon penerima beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Unsyiah. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi permainan yang bisa saja terjadi di daerah. Informasi tersebut disampaikan Ketua KBA, Dr Qismullah Yusuf kepada Serambi, seusai pertemuan di Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh, Jumat (14/5). “Kita akan meminta pihak sekolah untuk mengirimkan satu siswa terbaiknya guna mengikuti seleksi seperti Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat program USMU-nya,” kata Qismullah.
Diakui, akibat penerimaan lewat pemkab/pemko, telah terjadi miskomunikasi dalam penjaringan calon penerima bantuan beasiswa di daerah, salah satu di antaranya di Aceh Barat. Sebenarnya, kata Qismullah, pemkab/pemko bisa saja mengirimkan sebanyak mungkin calon siswa terbaiknya untuk mengikuti seleksi tanpa harus dibatasi di daerah. “Sebab, yang menentukan lulus atau tidaknya seorang wakil kabupaten/kota adalah berdasarkan hasil tes yang dilakukan Tim KBA, bukan hasil seleksi di daerah,” katanya. Qismullah Yusuf dalam pertemuan dengan Pengurus MPD Aceh dan jajaran pendidikan, Jumat kemarin juga menjelaskan bahwa kelulusan tiga wakil Aceh Barat dari empat yang mengikuti seleksi sesuai peringakat nilai yang mereka peroleh masing-masing.
Akan dicopot Untuk meluruskan masalah calon penerima beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Barat meminta penetapan terhadap ketiga peserta penerima beasiswa yang dinilai sarat rekayasa dan manipulasi itu harus dites ulang secara transparan di Meulaboh. Bupati Aceh Barat, Ramli MS menyatakan akan menindak tegas bagi siapa saja oknum pejabat di Dinas Pendidikan Aceh Barat yang diduga keras melakukan rekayasa terhadap penetapan peserta penerima bantuan beasiswa tersebut.
Bupati mengatakan pihaknya tak segan-segan untuk menindak oknum bawahannya dengan memberikan sanksi tegas, dicopot dari jabatan serta sanksi lainnya. Namun, ia juga tak menyalahkan kalau nantinya ada anak pejabat yang mampu secara intelektual dan berprestasi untuk ikut dalam kompetisi dimaksud, asalkan nilai rapor dan pengetahuannya bisa dipertanggungjawabkan.
Kasus baru Secara terpisah, Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat, Zainal Abidin SSi menyatakan, pihaknya kembali menemukan kasus serupa di SMAN 4 Wira Bangsa Meulaboh seperti yang terjadi di SMAN 2 Meulaboh. Pasalnya, peserta penerima bantuan beasiswa dari Pemerintah Aceh itu bukannya siswa yang berprestasi yang seharusnya berhak menerima bantuan dimaksud. Berdasarkan temuan pihak Komisi D DPRK Aceh Barat, kata Zainal, peserta yang lolos dari sekolah unggul itu selama ini tak memiliki nilai tinggi dan hanya berada di ranking 15 di kelasnya dan merupakan anak dari oknum pejabat di Dinas Pendidikan Aceh Barat. Karenanya, pihak DPRK meminta agar penerimaan calon dokter dari Aceh Barat itu harus dilakukan peninjauan kembali dan dites ulang secara terbuka.(sir/edi) http://www.serambinews.com/news/view/30694/tim-beasiswa-turun-langsung-ke-sekolah
|