Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Mahasiswa Pro Stikes Gelar Demo Tandingan

MEULABOH - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Medika Seuramo Barat, Meulaboh, Aceh Barat yang pro terhadap kampus,

Serambi Mahasiswa Pro Stikes Gelar Demo Tandingan

* Kompas Desak Pengusutan Pemotongan DAK
Aceh Barat 12 Februari 2010, 09:45

 
Puluhan mahasiswa Aceh Selatan yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan Aceh Selatan (KOMPA) melancarkan demo ke DPRK, Kejari dan Dinas Pendidikan setempat, Kamis (11/2). Mereka mendesak Kejari usut indikasi pemotongan dana DAK tahun 2009 di Dinas Pendidikan. SERAMBI/AZHARI

MEULABOH - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Medika Seuramo Barat, Meulaboh, Aceh Barat yang pro terhadap kampus, Kamis (11/2) berunjukrasa di gedung DPRK setempat. Mereka menggelar aksi tandingan dan berharap belasan mahasiswa Stikes yang sebelumnya berdemo dan menjelek-jelekkan nama kampus diberi sanksi tegas.

Mahasiswa bela kampus membawa berbagai spanduk yang bertuliskan bahwa aksi mahasiswa beberapa waktu lalu hanyalah perusak kampus Stikes dan meminta 18 mahasiswa dikeluarkan saja. Massa pro Stikes membagi-bagikan selebaran yang dikeluarkan Kopertis Wilayah I NAD bahwa Stikes Medika Seuramo Barat mempunyai izin yang diselenggarkan Yayasan Payung Negeri, yakni prodi S1 keperawatan dan DIII kebidanan.

Koordinator aksi Lisa Faria Ningsih dalam orasinya mengatakan, kedatangan mereka adalah bentuk kekecewaan terhadap pihak yang protes terhadap Stikes. Selama ada protes segelintir mahasiswa menyebabkan nama harum kampus menjadi jelek. Mahasiswa Stikes menginginkan sejumlah mahasiswa yang protes terhadap lembaga pendudikan ini dikeluarkan serta meminta sejumlah LSM di Meulaboh tidak mencampuri masalah kampus. Selain itu mahasiswa kampus lain di Meulaboh diminta menahan diri, katanya.

Pendemo minta DPRK Aceh Barat segera bersikap dan tidak mengambil kebijakan memihak mahasiswa segelintir tersebut sehingga mengacaukan kampus. Setelah berorasi massa pro Stikes diterima oleh Wakil Ketua DPRK Masrizal SSi. Masrizal akan memanggil pihak pengelola dan yayasan guna dimusyawarahkan masalah tuntutan mahasiswa ini. “Kita sudah tampung aspirasi adek-adek mahasiswa,” jelasnya.

Pemotongan DAK
Sementara itu di Aceh Selatan, Komunitas Masyarakat Peduli Pendidikan Aceh Selatan (Kompas) berunjukrasa di gedung DPRK, kejari dan dinas pendidikan setempat. Mereka mendesak pihak berwajib mengusut tuntas indikasi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2009 di dinas pendidikan (Disdik) Aceh Selatan. Para pendemo di depan Ketua DPRK Safiron meminta dewan Aceh Selatan bertanggungjawab atas turunnya mutu pendidikan di daerah ini.

Usai di gedung dewan, mahasiswa bertolak ke kejari. Mereka diterima oleh Kajari Tapaktuan Husni Thamrin SH. Di tempat ini massa mendesak pihak kejaksaan mengusut tuntas indikasi pemotongan 10 persen dana DAK tahun 2009 di Disdik. Menurut pendemo pemotongan yang dilakukan oleh dinas pendidikan tersebut  telah mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar Rp 1,8 miliar. “Bagaimana pak jaksa apa kita biarkan korupsi merajalela di daerah ini,” ujar Koordinator HMI Cabang Tapaktuan M Taslim.

Kajari Tapaktuan Husni Thamrin menyambut baik aspirasi mahasiswa. Ia berjanji akan mengusut tuntas semua korupsi di daerah ini termasuk indikasi pemotongan dana DAK tahun 2009.  Pendemo kemudian ke Disdik. Mereka diterima oleh Kadisdik Drs Zulkarnaini.  Massa mempertanyakan tentang mutu pendidikan yang terus menurun serta indikasi pemotongan DAK yang dilakukan oleh pejabat Disdik.

Kadis Pendidikan Zulkarnaini menyatakan tidak pernah memotong DAK tahun 2009. DAK senilai Rp 14.199 miliar untuk pembangunan prasarana 51 sekolah langsung di kirim ke rekening bendahara umum daerah. Penyalurannya langsung dilakukan oleh bendahara umum kepada kepala sekolah dengan jumlah Rp 314 juta/sekolah. Pihak dinas ujar Zulkarnaini hanya merekomendasi pencairan dana. “Darimana saya potong uang itu. Uang langsung di kirim ke bendahara umum daerah,” katanya sembari mengatakan pembangunan Gedung SD Alue Kejreun, Kluet Tengah yang dibiayai APBA 2009 sebesar Rp 1,3 miliar gagal dibangun karena tidak ada rekanan yang ikut tender.(riz/az)
http://www.serambinews.com/news/view/23969/mahasiswa-pro-stikes-gelar-demo-tandingan

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday39
mod_vvisit_counterYesterday886
mod_vvisit_counterThis week2801
mod_vvisit_counterLast week7557
mod_vvisit_counterThis month26038
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days585252

Online (20 minutes ago): 17
Your IP: 38.107.179.229
,
Today: Mei 23, 2012