Poll

busyLoading Poll...
busyLoading Poll...

Berlangganan Artikel Baru

Name:
Email:

Login Box

Login

Don't You have account?

Sign Up

Facebook Like Button

Update Berita

Perkebunan Karet Hak Guna Usaha PT.SIR Terindikasi Telah Ditelantarkan, Perlu Segera DiCabut / dihapus Sesuai PP No 11 Thn 2010 Tentang Penertiban & Pendayagunaan Tanah Terlantar, Perlu Segera Tindakan Dari Kakanwil BPN Provinsi Aceh untuk Ditertipkan oleh PANITIA C sebagai tim indetifikasi tanah terlantar merujuk pada Perkbn no 4 thn 2010 tata cara penertiban tanah terlantar
Kesehatan Warga Aceh Terburuk

LHOKSEUMAWE - Kondisi kesehatan masyarakat Aceh masih buruk dibanding provinsi lain di Indonesia dimana Aceh berada di urutan 31 dari 33 provinsi. Salah satu indikasinya adalah hingga kini masih ditemukan anak-anak yang gizi buruk dan bahkan stunting (cebol) di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

Kesehatan Warga Aceh Terburuk

Minggu, 18 September 2011 09:48 WIB
LHOKSEUMAWE - Kondisi kesehatan masyarakat Aceh masih buruk dibanding provinsi lain di Indonesia dimana Aceh berada di urutan 31 dari 33 provinsi. Salah satu indikasinya adalah hingga kini masih ditemukan anak-anak yang gizi buruk dan bahkan stunting (cebol) di beberapa kabupaten/kota di Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer Kemenkes RI, Dr Abidinsyah Siregar DHSM MKes saat menjadi pemateri dalam seminar kesehatan yang digelar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh Utara-Lhokseumawe di Lhokseumawe, Sabtu (17/9).

“Dari hasil penelitian yang dilakukan sejak tahun 2007, daerah-daerah yang mengalami masalah kesehatan terutama di bagian utara, barat dan selatan Aceh. Setelah Aceh disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gorontalo,” kata Abidinsyah.

Dijelaskan, penelitian yang dilakukan pihaknya antara lain meliputi kesehatan ibu dan anak, program gizi, Keluarga Berencana (KB), dan sanitasi. Dari penelitian tentang program gizi, masih ditemukan gizi kurang bahkan gizi buruk, sehingga banyak anak Aceh lahir tak normal dan stunting.

Hal lain yang ditemukan dalam penelitian itu, lanjut Abidinsyah,  masih tingginya gangguan pembuluh darah. Untuk mengatasi masalah itu, menurutnya, perencanaan harus dlakukan berbasis masalah sesuai dengan UU Nomor 56 Tahun 2009. “Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan dalam pemerintahan daerah setempat dan harus menjadi prioritas seperti dalam penganggaran,” ujarnya.

Sementara Marita Kaniatiawati, dosen Intitut Teknik Bandung dalam materinya menyebutkan, penyakit jantung hingga kini masih menjadi nomor satu penyebab kematian manusia. “Kematian akibat serangan jantung di Indonesia mencapai 26-30 persen. Sementara kolesterol mencapai 18 persen dari jumlah penduduk. Bahkan sebagian mereka terindikasi penyakit berisiko, seperti serangan jantung, stroke, diabetes dan darah tinggi,” katanya.(c37)

Editor : bakri
http://aceh.tribunnews.com/2011/09/18/kesehatan-warga-aceh-terburuk

 


Translate Web Ke Bahasa :

Kunjungan

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday382
mod_vvisit_counterYesterday917
mod_vvisit_counterThis week1299
mod_vvisit_counterLast week7008
mod_vvisit_counterThis month25495
mod_vvisit_counterLast month38113
mod_vvisit_counterAll days584709

Online (20 minutes ago): 27
Your IP: 38.107.179.228
,
Today: Mei 22, 2012