|
MEULABOH - Sebanyak 9 kontraktor yang mengerjakan pembangunan rumah untuk nelayan korban tsunami di Cot Seulamat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat (22/7) melayangkan surat ke Bank Indonesia di Jakarta meminta kejelasan
Sembilan Kontraktor Minta Kejelasan BI * Pembangunan Rumah Nelayan Lima Bulan Distop Aceh Barat Sat, Jul 23rd 2011, 09:09
MEULABOH - Sebanyak 9 kontraktor yang mengerjakan pembangunan rumah untuk nelayan korban tsunami di Cot Seulamat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Jumat (22/7) melayangkan surat ke Bank Indonesia di Jakarta meminta kejelasan terhadap kelanjutan pembanguna rumah dimaksud yang sudah dihektnikan sejak lima bulan terakhir. Pasalnya, para rekanan mengaku rugi, apalagi dalam beberapa hari lagi masa kontrak akan habis. Kepada Serambi, Jumat (22/7), Sudarno dan Salamuddin Johan, dua rekanan mewakili rekanan lainnya mengaku sudah melayangkan surat ke Koordinator Program Perbankan Peduli NAD danSumut di Jakarta. “Isi surat itu kita meminta BI memberikan kejelasan terhadap kelanjutan rumah hunian nelayan itu,” ujarnya.
Sudarno mengatakan, dengan tidak adanya kejelasan menyebabkan para rekanan rugi. Sebab ada beberapa bagian bangunan yang sudah dikerjakan oleh kontraktor. “Sudah ada sejumlah pengerjaan di lapangan, kontrak pelaksanaan tinggal 10 hari lagi dan jaminan uang muka telah habis waktu dan harus diperpanjang lagi,” katanya. Para rekanan, kata Sudarno, sudah meminta kejelasan ke Pemkab Aceh Barat, tetapi tidak ada jawan pasti. Pihak Pemkab menyatakan masih menunggu petujuk dari BI. “Karena itu kami berharap BI segera memberikan kejelasan terhadap perumahan nelayan itu,” katanya.
Sudarno menjelasnya, sembilan rekanan yang mengerjakan rumah nelayan di Cot Seulamat adalah PT Rezki Murni Utama, PT Anhas, PT Putra Tutut, PT Para Mutiara, PT Rezeki Ananda Perdana, PT Puddian Perdana, CV Multi Wahana Perdana, CV Bungging Meulu Cut, dan CV Putra Perkasa. “Surat itu turut kita tembuskan ke bupati, ketua DPRK, pimpinan BI di Banda Aceh, Camat Samatiga dan Camat Meureubo,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, masyarakat nelayan di Kecamatan Meureubo, Aceh Barat beberapa bulan lalu melancarkan protes ke DPRK setempat karena rumah yang sebelumnya dijatahkan dibangun di Kecamatan Meureubo dipindahkan ke Kecamatan Samatiga. Tolak-tarik lokasi itu menyebabkan BI menghentikan pembangunan dan meminta Pemkab menyelesaikan kisruh lokasi pembangunan.(riz)
rekanan rumah nelayan - PT Rezki Murni Utama - PT Anhas - PT Putra Tutut - PT Para Mutiara - PT Rezeki Ananda Perdana - PT Puddian Perdana - CV Multi Wahana Perdana - CV Bungging Meulu Cut - CV Putra Perkasa http://mail.serambinews.net/news/view/61817/sembilan-kontraktor-minta-kejelasan-bi |