|
MEULABOH-Sekitar 15 korban tsunami yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, (27/6) mendatangi Kantor Bupati setempat. Pasalnya, rumah yang pernah dijanjikan pemerintah belum juga direalisasikannya.
Lagi, Korban Tsunami Datangi Kantor Bupati
Aceh Barat Tue, Jun 28th 2011, 09:01
MEULABOH-Sekitar 15 korban tsunami yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, (27/6) mendatangi Kantor Bupati setempat. Pasalnya, rumah yang pernah dijanjikan pemerintah belum juga direalisasikannya.
Korban tsunami ke Kantor Bupati menemui Kabag Hukum Pemkab, Muliyadi, SH. Dalam kesempatan itu, korban tsunami kembali meminta kejelasan terhadap persoalan rumah ganda yang sebelumnya pernah disita oleh pemerintah, namun kenapa hingga kini belum juga dieksekusi, sehingga keberadaan rumah dimaksud sejumlah 21 unit itu masih dikuasai oleh penerima ganda.
Ketua GPRS, Edi Candra kepada Serambi menjelaskan, korban tsunami butuh jawaban sehingga tidak terus terkatung-katung, sementara waktu terus berlalu. “Aksi ke kantor bupati ini sudah berulang kali, tetapi hingga kini belum juga ada jawaban,” kata Edi.
Ia mengaku, selain persoalan rumah ganda yang belum dieksekusi, korban tsunami juga berharap rumah yang pernah dijanjikan, seperti rumah Bank Indonesia bisa segera direalisasikan. Sebab sejauh ini, persoalan rumah BI mengambang terkait ribut masalah sengketa lokasi, karena itu Pemkab diminta perlu segera merealisasikan.
Menanggapi hal itu, Kabag Hukum Mulyadi belum dapat memberikan jawaban pasti terhadap eksekusi rumah ganda yang pernah disita atau diperiksa polisi. Persoalan rumah ganda, katanya, Pemkab akan berkonsultasi dengan polisi di Polres Aceh Barat. Usai melakukan aksi itu, korban tsunami membubarkan diri.(riz) http://aceh.tribunnews.com/news/view/59714/lagi-korban-tsunami-datangi-kantor-bupati |