|
MEULABOH - Korban tsunami yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat kembali mempertanyakan rumah bantuan yang pernah dijanjikan Pemkab Aceh Barat.
Korban Tsunami Kembali Pertanyakan Bantuan Rumah Aceh Barat Mon, Jun 13th 2011, 09:00
MEULABOH - Korban tsunami yang tergabung dalam Gerakan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat kembali mempertanyakan rumah bantuan yang pernah dijanjikan Pemkab Aceh Barat. Pasalnya, sudah lima tahun dituntut dan dijanjikan hingga kini masih belum satu pun dibangun oleh Pemkab dan juga belum jelas kapan akan direalisasikan bantuan dimaksud.
Kata Ketua GPRS Aceh Barat, Edi Candra kepada Serambi, Minggu (12/6) menyatakan GPRS menuding Pemkab Aceh Barat hanya pandai berjanji-janji saja sebab kenyataan hingga kini belum satu pun dibangun. “Kami menilai Pemkab Aceh Barat tidak serius dalam menangani masalah rumah untuk korban tsunami,” kata Edi.
Menurutnya, selain belum merealisasikan rumah bantuan persoalan lain yang tidak becus kinerja Pemkab adalah persoalan rumah ganda yang pernah disita, sebab hingga kini juga belum direalisasikan sehingga terus mengambang. Padahal rumah ganda yang pernah disita Pemkab sebanyak 23 unit, namun hingga kini masih belum ada kejelasan kapan dieksekusi sehingga persoalan rumah untuk korban tsunami yang kerap dijanjikan akan direalisasikan belum juga ada kejelasan.
Edi juga menyorot terhadap berlarut persoalan rumah bantuan nelayan untuk Aceh Barat sehingga rumah itu saat ini tidak ada kejelasan sebab Pemkab dinilai tidak serius seharusnya duduk bersama sehingga akan lahir solusi, sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat calon penerima. “Sudah hampir lima tahun kami memperjuangkan persoalan rumah untuk korban tsunami yang belum dibangun, tetapi hingga kini masih nol,” ujar Edi sedih.
Ia juga mengaku kecewa selama ini korban tsunami terus menerima janji-janji baik pihak Pemkab Aceh Barat, DPR Aceh, serta pihak provinsi yang kerap menyampaikan rumah untuk korban tsunami akan dibantu melalui dana ini, dana itu, dan banyak pos dana lain. Tetapi satu pun tidak ada kejelasan sehingga nasib korban tsunami masih terkatung-katung, yakni terpaksa menetap sementara di rumah famili, padahal korban tsunami berharap dalam tahun 2011 ini bisa terealisasi, tetapi hanya janji-janji saja.(riz) http://aceh.tribunnews.com/news/view/58471/korban-tsunami-kembali-pertanyakan-bantuan-rumah |