|
Kinerja Tim Verifikasi Rumah Mengecewakan |
|
MEULABOH - Korban tsunami yang hingga kini belum mendapatkan rumah di Kabupaten Aceh Barat, kecewa dan kesal terhadap kinerja tim verifikasi yang dibentuk oleh pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat. Emosi dipicu karena sejauh ini belum jelas eksekusi terhadap warga yang menerima rumah ganda. Padahal, ratusan warga sudah melaporkan ke pos pengaduaan rumah ganda yang dibuka tim verifikasi bahwa ditemukan ratusan rumah penerima ganda. Koordinator Gabungan Pejuang Rumah Tsunami (GPRS) Aceh Barat, Edi Candra kepada Serambi, Jumat (11/9) menilai, keberadaan tim verifikasi sangat mengecewakan apalagi sejauh ini hanya bisa diam dan terkesan takut dalam mengambil tindakan tegas dalam melakukan eksekusi rumah penerima ganda. “Sebanarnya data sudah ada, jadi tinggal eksennya, tetapi kini seperti buang badan,” katanya. Menurutnya, data yang masuk ke pos sebenarnya sudah mencapai ratusan unit lebih yang lengkap dengan lokasi dan penerima ganda yang dilaporkan warga. Tetapi, data yang telah diterima oleh tim sudah dua bulan ini belum juga melakukan eksekusi, sebab sebelumnya tim verifikasi berjanji akan menertibkan rumah itu, guna selanjutnya diberikan kepada korban tsunami yang belum mendapatkan rumah. Edi menpertanyakan terhadap bahwa Pemkab Aceh Barat sudah mengusulkan ke gubernur dan BKRA terhadap nasib warga Aceh Barat yang diabaikan oleh BRR, sehingga tidak mendapatkan rumah meski sudah didata beberapa waktu lalu. “Harapan kita usulan itu dapat dikabulan oleh gubernur karena korban tsunami sudah sangat kecewa,” ujarnya.(riz) 12 September 2009, 09:53 Nanggroe Administrator. Sumber data Media Serambi Indonesia. |