|
KBRN, Meulaboh : Ratusan masyarakat nelayan korban tsunami, di Aceh Barat, enggan direlokasi ke rumah yang semula dijanjikan oleh pihak Bank Indonesia pada tahun 2005 lalu di Kecamatan Meureubo yang akan direlokasikan di Kecamatan Sama Tiga yang jauh dari pesisir pantai.
Korban Tsunami Meulaboh Enggan Relokasi
Oleh Nugroho | 01 Maret 2011 KBRN, Meulaboh : Ratusan masyarakat nelayan korban tsunami, di Aceh Barat, enggan direlokasi ke rumah yang semula dijanjikan oleh pihak Bank Indonesia pada tahun 2005 lalu di Kecamatan Meureubo yang akan direlokasikan di Kecamatan Sama Tiga yang jauh dari pesisir pantai. Ungkapan tersebut disampaikan saat melakukan rapat koordinasi perelokasian rumah nelayan korban tsunami, Selasa (01/03/11) siang, di Meulaboh.
Camat Kecamatan Merbo, M.Yusuf kepada RRI mengatakan, perjanjian tersebut telah dibuat oleh mantan Camat, Djamin, SE, 26 Desember 2005 lalu, bersama Deputi Senior BI, Miranda.S Goeltom saat peletakan batu pertama kala itu.
Sementara itu, Ketua Komisi C DPR Kabupaten Aceh Barat, Mufril, mengatakan, perelokasian itu belum bisa dilakukan Pemerintah Daerah, karena tidak memiliki dana sebesar 8 Miliar untuk pembangunan tahap pertama, sedangkan pihak BI sendiri tidak akan mencairkan dana jika 15 % pembangunan belum dikerjakan.
Dipihak lain, Direktur Grassroots Society Forum (GSF) Aceh Barat, Abdul Jalil mengatakan dana bantuan sejumlah bank mencapai 26,3 Miliar terindikasi mengedap di Bank Indonesia sejak 5 tahun terakhir.
Menurutnya dana sebesar itu dapat diperuntukkan bagi pembangunan sebanyak 145 unit rumah yang diperuntukan kepada masyarakat nelayan korban tsunami, masyarakat meminta pihak BI dan Pemerintah Daerah untuk transparan dalam mengelola sumbangan gempa dan tsunami dan untuk ikhlas membangun pemukiman nelayan di kecamatan Meureubo. (Anwar Yunus/Nugroho/AKS) http://www.rri.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=2962 |